Protes Dinar Candy untuk kebijakan PPKM Darurat dengan berbuntut pidana karena aksinya memakai bikini dikritik spesialis hukum dan Komnas Perempuan. Alih-alih fokus pada sari protes, respons aparat menggunakan pendekatan pidana dan mengocok ‘tubuh perempuan’ menunjukkan sistem hukum yang masih diskriminatif.