Bukti video,

Gedung Hanadi Tower di Gaza runtuh akibat serangan hawa militer Israel

Kekerasan berdarah dalam Timur Tengah terus berlaku saat militer Israel dan militan Palestina masih saling memuntahkan amunisi hingga Rabu dini hari (12/05), sedangkan utusan khusus PBB Tor Wennesland memperingatkan kedua bagian yang bertikai bahwa mereka sedang mengarah ke “perang berskala penuh”.

Keras Palestina sebelumnya menyebut sudah menembakkan 130 rudal ke kota Tel Aviv dalam Israel, Selasa (11/05) zaman setempat, tidak lama sesudah pesawat tempur Israel menghancurkan sebuah apartemen di Gaza.

Bangunan 13 lantai tersebut diserang Israel satu setengah jam setelah penghuni & warga di sekitarnya diultimatum untuk mengungsi, begitu menurut kantor berita Reuters.

Bentrokan yang kini terjadi merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan langsung memakan korban jiwa.

Sedikitnya 35 awak Palestina di Jalur Gaza, begitu juga lima karakter di Israel, tewas ungkap kantor berita AFP .

Di Gaza yang dikuasai kelompok Hamas, 12 anak-anak dan seorang perempuan termasuk korban yang meninggal sejak pengeboman Israel Senin malam.

Bukti gambar,

Seorang perempuan Palestina berjalan melewati bangunan yang hancur dibom serangan udara Israel di Kota Gaza 12 Mei 2021.

Lalu 230 orang luka-luka setelah serangan hawa Israel, banyak yang diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Publik internasional mendesak kedua pihak mengakhiri pertikaian yang terjadi usai kerusuhan selama beberapa hari di Yerusalem.

Teriakan serupa juga dilontarkan oleh utusan khusus PBB buat perdamaian di Timur Tengah, Tor Wennesland. “Hentikan segera penembakan. Kita sedang mengarah ke perang berskala penuh. Pimpinan kedua pihak harus mengambil tanggungjawab untuk menyurutkan kekerasan, ” demikian cuitnya di Twitter.

“Dampak perang di Gaza sangat menghancurkan dan tengah dibayar langka oleh warga-warga biasa. PBB tengah bekerja dengan seluruh pihak untuk mengembalikan sakinah. Hentikan kekerasan sekarang selalu, ” lanjut Wennesland bagaikan yang dikabarkan Reuters .

Tanda gambar,

Kepulan asap di Kota Gaza setelah dibombardir serangan udara Israel pada 11 Mei 2021.

Hamas, kelompok dengan mengontrol Gaza, menyatakan kesibukan mereka adalah pembelaan untuk “agresi dan terorisme” Israel.

Hamas, salah satunya, merujuk bentrok warga sipil Palestina dengan polisi Israel pada masjid al-Aqsa yang membuat ratusan orang terluka.

Tetapi tembakan roket ke Tel Aviv, menurut Perdana Gajah Israel, Benjamin Netanyahu, ialah perbuatan yang melewati pemisah.

Dia menyebut itu tembakan roket pertama ke Yerusalem dalam beberapa tahun final.

Aksi saling balas kekerasan di Yerusalem yang terjadi belakangan merupakan yang terburuk sejak tahun 2017.

Susunan peristiwa ini pecah berbarengan meningkatnya kemarahan warga Palestina menghadapi ancaman penggusuran lantaran rumah mereka di Yerusalem Timur.

Kawasan itu diduduki oleh pemukim Yahudi.

Selama sebulan terakhir, pengunjuk mengalami Palestina berhadapan dengan penjaga Israel di bagian kota Yerusalem yang mayoritas penduduknya keturunan Arab.

Keterangan gambar,

Sebuah bus di medan Holon, dekat Tel Aviv, rusak terkena roket Hamas.

Bagaimana kondisi terkini?

Rekaman video memperlihatkan roket melesat di langit Tel Aviv malam kemarin. Beberapa zaman kemudian, roket itu meledak karena dihantam rudal pencegat milik Israel.

Salah kepala korban roket itu, klaim pejabat Israel, adalah seorang perempuan berusia 50 tahun di kawasan Rishon LeZion, dekat Tel Aviv.

Dalam kawasan pinggiran Tel Aviv, Holon, sebuah roket memangkung bus kosong, menurut ujung bicara kepolisian Israel, Mickey Rosenfeld, kepada kantor berita AFP.

Keterangan gambar,

Kepulan asap serta kobaran api muncul tak lama setelah pesawat tempur Israel menyerang Gaza, Selasa (12/05).

Di Tel Aviv, sekelompok pejalan kaki berlindung dan warga lokal lainnya keluar dari restoran buat tiarap di trotoar saat sirene dibunyikan.

Bandara di Tel Aviv, Ben Gurion, sempat berhenti beroperasi kelanjutan serangan roket Hamas. Pengaruh lainnya, jaringan pipa gaya antara kota Eilat dan Ashkelon rusak.

Roket itu diluncurkan setelah penghancuran Menara Hanadi di Gaza, dengan merupakan kantor yang digunakan oleh pimpinan politik Hamas.

Beberapa jam setelah hancur, masih belum ada masukan korban jiwa.

Keterangan gambar,

Rentetan roket ditembakkan Hamas ke kota Ashkelon di selatan Israel, Selasa (12/05) pagi.

Di sisi asing, sebuah gedung bertingkat di Gaza dihancurkan militer Israel. Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, menyebut serangan Israel itu “baru permulaan”.

“Organisasi teror sudah terpukul membanting dan akan terus terpukul karena keputusan mereka untuk menyerang Israel, ” sirih Gantz.

“Kami mengembalikan kedamaian dan ketenangan untuk masa panjang, ” ucapnya.

Pimimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan siap jika Israel terus-menerus menyerang.

“Apabila Israel mau meningkatkan eskalasi, kami siap dan jika mereka mau menghentikannya, kami juga siap, ” kata Haniyeh di dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Akan ada keseimbangan kekuatan baru. ”

Melansir Reuters, juru bicara militan Hamas di Gaza, Abu Ubaida, juga mendorong warga turunan Arab untuk melawan Israel.

Dewan Keamanan PBB berencana menggelar pertemuan tertutup, Rabu ini, untuk membahas konflik Israel-Palestina.

Bahan gambar,

Penguasa kesehatan Palestina mengatakan anak-anak di Gaza tewas di dalam serangan Israel.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza mengucapkan setidaknya 26 orang, dalam antaranya 10 anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel.

Lebih dari 150 masyarakat sipil di Gaza serupa disebut terluka akibat serbuan Isreal.

Beberapa korban pada Gaza itu adalah hawa berusia 59 tahun & putranya yang penyandang diabilitas, serta satu keluarga yang terdiri dari tiga anak-anak dan empat orang dewasa.

Apa yang menyebabkan kebengisan?

Pertempuran antara Israel & Hamas dipicu bentrokan semasa berhari-hari antara warga Palestina dan polisi Israel pada kompleks puncak bukit nirmala di Yerusalem Timur.

Letak itu sangat dihormati pengikut Muslim. Mereka menyebutnya sebagai Al-Haram asy-Syarif (Tempat Suci Mulia).

Derajat dengan sama diakui oleh masyarakat Yahudi. Mereka menyebut kedudukan itu sebagai Temple Mount.

Hamas menuntut Israel menarik pasukan kepolisian dari tempat tersebut dan distrik yang didominasi keturunan Arab, Sheikh Jarrah.

Sheikh Jarrah merupakan lokasi di mana beberapa keluarga Palestina menghadapi ancaman penggusuran oleh pemukim Yahudi.

Luka menganga dari konflik yang belum terselesaikan

Analisis Jeremy Bowen, editor rumor Timur Tengah

Latar belakang pemicu eskalasi kekerasan era ini masih tetap setara dengan yang sebelum-sebelumnya.

Konflik ini adalah luka terkuak dari perseteruan tak terlewati antara komunitas Yahudi serta Arab.

Pertikaian itu merusak sekaligus mengakhiri hubungan Palestina dan Israel selama kira-kira generasi.

Episode terbaru permusuhan ini terjadi menyusul ketegangan di Yerusalem, yang semasa ini merupakan bagian istimewa perselisihan.

Tempat-tempat suci di Yerusalem bukan hanya simbol nasional dan juga agama. Klaim atas lokasi itu kerap memicu kekerasan.

Salah satu pemicu konflik saat tersebut adalah kebijakan Israel yang kejam terhadap warga Palestina.

Pada masa Ramadan kesempatan ini, pengadilan Israel mengeluarkan vonis kontroversial untuk mengusir awak Palestina dari rumah itu di Sheikh Jarrah.

Tetapi peristiwa lainnya turut menjadi pemicu. Krisis ini ibarat bom waktu yang jadi meledak, yang, sekali teristimewa, dibiarkan membusuk.

Para majikan Israel maupun Palestina berfokus menjaga posisi mereka sendiri. Tantangan terbesar konflik itu, yaitu kesepakatan damai, tak ditangani secara serius selama bertahun-tahun.

Militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa 90% roket yang diluncurkan Hamas dapat dicegat sistem pertahanan antirudal Kubah Besi.

Mengenai salah satu “target teror” yang dibidik Israel dalam Gaza adalah dua terowongan yang digali di kolong perbatasan dengan Israel.

Israel mengeklaim, serangan udara itu setidaknya menewaskan kepala unit roket khusus kelompok Jihad Islam, Samah Abed al-Mamlouk.

Israel menyebut komandan unit rudal antitank Hamas pula tewas dalam serangan suasana ini.

Keterangan gambar,

Sejumlah roket yang diluncurkan dari Gaza tampak pada Senin (11/05).

Status Yerusalem, dengan makna religius dan nasional yang dalam bagi kedua belah pihak, adalah inti konflik menahun Israel-Palestina.

Israel mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1980. Mereka menganggap seluruh negeri kota itu sebagai ibukota, walau klaim ini tak diakui oleh sebagian luhur negara lain.

Di sisi lain, Palestina menyatakan arah timur Yerusalem itu merupakan ibu kota negara yang mereka harapkan.

Keterangan video,

Mengapa kota Jerusalem begitu penting bagi komunitas Islam, Yahudi, dan Kristiani?