Sumber gambar, VCG/Getty Images

Bahan gambar,

Stasiun Kereta Api Hangzhou dipadati khalayak pada hari keempat masa liburan Hari Pekerja, pada 4 Mei 2021

Turis domestik China tercatat telah menempuh 230 juta perjalanan di pada negeri selama rangkaian liburan Hari Buruh, menurut perkiraan resmi pemerintah setempat.

Hari Buruh Internasional pada China dirayakan dengan lima hari libur pada 1-5 Mei sehingga kaum pelaku mendapat kesempatan untuk mengunjungi daerah lain di pada negeri.

Momen ini digunakan dengan baik mengingat anak buah China diimbau tidak pegangan pada Perayaan Imlek di dalam pertengahan Februari lalu untuk menekan risiko penularan Covid-19.

Baca juga:

Keterangan gambar,

Turis domestik mengunjungi Tembok Raksasa selama libur hari buruh di Beijing, pada 1 Mei 2021.

Kantor berita AFP dan Reuters melaporkan rakyat China berduyun-duyun ke berbagai tempat wisata, dari Tembok Raksasa hingga Tibet.

Sebanyak 230 juta perjalanan, sebagaimana diestimasi pusat data Kementerian Adat dan Pariwisata, meningkat 119, 7% dari periode sewarna pada 2020 ketika pemerintah melarang perjalanan.

Keterangan gambar,

Para turis ada yang memakai masker, akan tetapi sebagian tidak.

Belasan urusan Covid-19

Pada Jumat (07/05), China melaporkan 13 kasus Covid-19 baru, naik dari lima kasus sehari. China mengeklaim bahwa semua urusan baru itu berasal dari luar negeri.

Jumlah kejadian asimtomatik baru, yang oleh China tidak digolongkan sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 17 dari 7 kasus sehari sebelumnya.

Total total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di daratan China sekarang mencapai 90. 739, sementara jumlah korban meninggal dunia tidak berubah, pasti di angka 4. 636 orang.

Keterangan gambar,

Para pengunjung memadati Fuzimiao, yang juia disebut Kuil Konfusius, di Nanjing, Daerah Jiangsu, China, pada 4 Mei.

Ekonomi China mengalami pemulihan

Ekonomi China sendiri diumumkan telah mengalami perbaikan, sebagaimana diumumkan oleh bukti resmi pada hari Jumat (07/05).

Ekspor dalam dolar melonjak 32, 3% sebab tahun sebelumnya ke US$263, 92 miliar, menurut Tata laksana Umum Bea Cukai China, melampaui perkiraan analis yang memprediksi peningkatan antara 24%-30%. Impor juga meningkat kira-kira 43% dari tahun sebelumnya, kenaikan tercepat sejak Januari 2011.

Baca serupa:

Keterangan tulisan,

Turis pribumi menyaksikan air lata Sungai Kuning di kawasan Ji, Provinsi Shanxi, China, pada 2 Mei 2021.

Sebelumnya, di dalam pertengahan April, perekonomian China dilaporkan tumbuh 18, 3% pada kuartal pertama 2021 dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Keterangan gambar,

Penduduk serta turis ramai berbelanja dalam Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, pada 4 Mei 2021

Ini adalah lompatan terbesar dalam produk domestik bruto (PDB) sejak China berangkat mencatat rekor kuartalan di dalam tahun 1992.

Keterangan gambar,

Libur hari buruh yang berlangsung 1-5 Mei dimanfaatkan kaum muda Tanah air Wuhan untuk menghadiri Kegiatan Musik Strawberry.

Namun, angka hari Jumat (07/05) dalam bawah ekspektasi, dengan jajak pendapat ekonom Reuters memperhitungkan pertumbuhan 19%.

Pada kuartal pertama tahun 2020, ekonomi China menyusut 6, 8% karena kebijakan lockdown nasional di tengah puncak epidemi Covid-19 yang terjadi di negara itu.

Keterangan gambar,

Kota Wuhan, dengan menjadi awal penyebaran virus corona, kini telah semarak.

Semua foto dilindungi hak cipta