pekerja migran

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Keterangan tulisan,

Sejumlah Pelaku Migran Indonesia (PMI) berurut untuk melakukan pengecekan sertifikat perjalanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/04)

Peredaran varian baru virus corona dari sejumlah negara di Indonesia, disebut pakar epidemiologi “kesalahan terbesar” pemerintah Indonesia yang menerapkan kebijaksanaan karantina secara singkat bagi pendatang dari luar daerah.

Indonesia juga dikenal lambat mendeteksi varian baru virus corona dari asing negeri yang lebih segera menyebar dan berpotensi memproduksi vaksin jenis tertentu tidak efektif.

Baru-baru ini varian yang terdeteksi berasal dari India dan Afrika Daksina. Sementara varian dari Inggris yang terdeteksi sebelumnya, telah menunjukkan penularan lokal.

Mau tetapi, pemerintah mengatakan cuma ada 17 laboratorium dalam Indonesia yang bisa melaksanakan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus Covid-19.

Spesialis Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menambahkan, pemerintah telah memperketat pengawasan dan karantina bagi pekerja migran dengan kembali ke kampung kaca.

Baca juga:

Sejauh itu terpantau tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

Buat mengantisipasi makin banyaknya varian baru virus corona lantaran luar negeri, pemerintah Nusantara telah memperketat pengawasan pada pintu masuk kedatangan asing negeri.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang varian baru dari luar daerah yang terdeteksi di Indonesia.

Varian Afrika Selatan membuat vaksin tidak efektif?

Pemerintah Indonesia mengonfirmasi varian baru virus corona lantaran Afrika Selatan telah terdeteksi di Indonesia, menyusul varian baru dari India dan Inggris yang telah terdeteksi sebelumnya.

Varian bernama B. 1351 terdeteksi dari representatif yang diambil pada 25 Januari 2021 dari seorang pria berusia 48 tahun yang sempat tinggal dalam Bali.

Ia kemudian dinyatakan meninggal pada 16 Februari 2021.

Siti Nadia Tarmizi, selaku juru bicara vaksinasi Covid-19, mengatakan Kemenkes sedang mengumpulkan data untuk menyelenggarakan pelacakan kontak lebih tinggi.

“Sayang sekali kasus Corona B1351 ini yang benar kita tahu paling segera mempengaruhi tingkat keparahan keburukan, jadi memang yang bersangkutan ini mengalami gejala yang berat di ruang pembelaan intensif, ” kata Nadia pada Selasa (04/05).

“Dan perlu kami sampaikan keluarga kasus B1351 itu memang ada yang membangun tapi orang tapi tidak ada yang berakhir kematian. ”

Nadia menambahkan, varian dari Afrika Selatan itu dikategorikan sebagai varian dengan diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebab memiliki karakter penularan lebih lekas dan menyebabkan keparahan keburukan yang berujung pada maut.

Pakar biomolekular dari Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo, mengatakan varian dari Afrika selatan ini “menarik”.

Pokok, ketika pertama kali dideteksi di negara asalnya di Oktober-November tahun lalu, banyak pasien Covid-19 yang telah sembuh kembali terinfeksi kala terpapar dengan varian ini.

Meski memiliki kemiripan pergantian dengan varian B. satu. 1. 7 dari Inggris, kata Ahmad, virus itu ditengarai memiliki kemampuan buat lolos dari antibodi.

“Hanya saja, seberapa parah ini mengakibatkan vaksin tidak efektif, tergantung vaksinnya. Kalau kita lihat dari data vaksin seperti Pfizer dan Moderna, nampaknya tidak begitu berpengaruh. Tapi menjadi berpengaruh ketika diberikan vaksin AstraZeneca, ” jelas Ahmad.

Keterangan gambar,

Varian baru sebab Afrika Selatan disebut berpotensi membuat vaksin jenis terbatas tidak efektif

Apakah berlaku penularan lokal varian sejak Inggris?

Jauh sebelum varian dari Afsel terdeteksi pada Indonesia, varian dari Inggris yang disebut lebih segera menyebar telah beredar di Indonesia.

Saat ini telah ada 13 kasus varian B. 1. 1. tujuh dari Inggris di Indonesia, dengan lima di antaranya terjadi di Karawang, Jawa Barat.

Kementerian Kesehatan mengonfrimasi transmisi lokal dari varian baru dari Inggris sudah terdeteksi di sejumlah wailayah, seperti di Kabupaten Karawang, Sumatra Selatan, Sumatra Memajukan, hingga Kalimantan Selatan.

Sebab, tak semua kasus itu terdeteksi lewat pengambilan sampel, ada antara lain yang terdeteksi melalui penelusuran kontak.

Keterangan tulisan,

Varian mutakhir virus corona yang terlihat di Inggris memiliki mutasi pada bagian “receptor-binding domain”, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh bani adam.

Virus itu sebagian tinggi dibawa oleh pekerja migran Indonesia yang pulang dari sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Ghana.

Persis seperti varian dari Afsel, WHO mengategorikan varian sejak Inggris sebagai varian yang patut diwaspadai karena diketahui memiliki tingkat penularan bertambah tinggi, yakni 36-75% dibanding jenis virus yang bersirkulasi sebelumnya.

Siti Nadia Tarmidzi yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengoperasian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan ini mengungkapkan varian B. 1. 1. 7 merupakan varian yang menyesatkan banyak dilaporkan di bermacam-macam negarai, dengan WHO mendokumentasikan terjadi peningkatan 49% varian ini yang bersirkulasi dalam Asia Tenggara.

Apa jalan tentang varian dari India?

Nadia mengatakan, pemerintah saat ini sedang melakukan penyelidikan kontak terhadap kasus varian dari India yang terlihat di Bali.

Varian itu ditemukan pada WNI perempuan yang bekerja di sektor pariwisata dan sampelnya diambil pada awal April lalu.

“Kita sedang teliti kasus kontak erat lainnya lulus banyak dan beberapa peristiwa kontak ini merupakan WNA, ” katanya.

Keterangan gambar,

Di tempat pengabenan di Allahab, India, sebesar anggota keluarga berkumpul dalam lokasi setelah keluarganya dikremasi akibat terpapar virus Corona, Selasa (27/04).

Ia mengecap WNI yang terinfeksi Corona B1617 adalah klaster puak. Meski begitu, seluruh bagian keluarga tersebut sudah dinyatakan negatif Covid-19.

“Ini ialah klaster keluarga di mana kita ketahui suami dan anak beliau positif tapi kondisinya sudah dinyatakan cantik, ” kata Nadia.

Sementara itu, varian baru sejak India juga terdeteksi dari satu WNA yang perdana saja tiba dari India pada akhir April cerai-berai.

Ia mengatakan saat tersebut WNA tersebut dalam iklim stabil dan sedang dirawat di RSPI Sulianti Saroso di Jakarta.

Keterangan gambar,

Seorang warga India yang meninggal akibat terpapar Covid-19 akan dikremasi dalam Chandigarh, India, Selasa (26/04).

Apa respons pemerintah?

Pakar epidemiologi, Masdalina Pane menyuarakan beredarnya varian baru sebab luar negeri karena “kesalahan terbesar” pemerintah Indonesia yang menerapkan kebijakan karantina dengan singkat bagi kedatangan dari luar negeri.

Apa dengan dilakukan pemerintah Indonesia, menurut Masdalina, telah ” menentang protokol Internasional”.

Sebab, menunjuk protokol karantina yang ditetapkan WHO, masa karantina kedatangan dari luar negeri semestinya 14 hari, menyesuaikan secara masa inkubasi suatu virus.

Namun, Indonesia hanya menerapkan lima hari karantina.

Baca juga:

“Kalau dalam iklim pandemi seperti sekarang, tolonglah mengikuti protokol internasional secara ketat, nggak usahlah ikuti diskon-diskon karantina semacam itu, ” kata Masdalina.

“Kalau telah lepas ke populasi membentuk sudah susah kita melacaknya. Tracing nya juga sudah siap rumit, ” tambahnya kemudian.

Akan tetapi, pemerintah Indonesia berkukuh bahwa kebijakan karantina selama lima hari sudah tepat dan berdalih mobilitas penduduk sebagai penyebab penyebaran varian baru.

“Pada prinsipinya kita sudah mengurangi laju penularan dengan karantina lima hari dan dipastikan negatif dengan PCR.

Keterangan tulisan,

Dua awak negara asing (WNA) berjalan untuk mengikuti proses karantina setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020).

“Tapi bukan masalah karantinanya, akan tetapi yang masalah adalah pergeseran dan jumlah orang di suatu tempat, ini yang bisa menjadi peningkatan kejadian, ” ujar Siti Nadia Tarmizi dari Kementerian Kesehatan tubuh.

Wiku Adisasmito, Koordinator Awak Pakar dan Juru Cakap Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menambahkan untuk mengantisipasi masuknya varian baru dari luar negeri, pemerintah telah memperketat pengawasan dan karantina untuk pekerja migran yang kembali ke kampung halaman.

“Untuk mengetatkan mekanisme screening serta karantina, presiden memperintahkan untuk mengoptimalkan peran TNI Polri, yaitu bahwa seluruh kepulangan pekerja migran akan dikoordinasikan oleh panglima kodam yang bekerja sama dengan Kapolda di seluruh daerah buat mengintegrasikan instansi pusat dengan ada di daerah, ” katanya.

Ia juga mengimbau pemerintah daerah menjalankan komando presiden dengan sebaik-baiknya, khususnya daerah yang berpeluang menerima pekerja migran terbanyak, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Wiku menambahkan pemerintah Indonesia saat itu sudah memperketat pengawasan pada pintu masuk Indonesia jadi upaya mencegah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membiarkan WNA tanpa karantina.

Selain itu pemerintah indonesia sudah melarang WNA yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari terakhir, atau dengan berdomisili di negara India.

Keterangan gambar,

Petugas kesehatan mengambil sampel tes cepat antigen dari seorang penumpang bus di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Selasa (04/05)

Pemerintah lambat membaca virus baru?

Di sisi lain, pemerintah Indonesia disebut lambat mendeteksi varian baru virus corona, seperti diutarakan oleh pakar biomolekular Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo.

“Jika Inggris melakukan sampling dengan sangat agresif masa ditemukan kasus dan klaster besar, mereka segera melayani genome sequencing. Indonesia, masalahnya, kita tidak punya kemewahan itu, ” kata Ahmad.

Sementara itu, Siti Nadia Tarmizi dari Kementerian Kesehatan tubuh mengungkap alasan mengapa diperlukan waktu hampir empat kamar untuk mengonfirmasi varian anyar dari Afrika Selatan terdeteksi di Indonesia.

Ia mengutarakan hanya ada 17 laboratorium – dari sekitar 700 laboratorium yang ada di Indonesia – yang mampu melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus Covid-19

Keterangan tulisan,

Petugas menanamkan vaksin COVID-19 kepada pelaku usaha di Thamrin City, Jakarta, Senin (03/05)

“Dan mengapa prosesnya lama, ini sangat tergantung pada bagaimana pengambilan spesimen. Karena sebab pengambilan spesimen, dia kudu mengalami suatu proses jika proses itu baik serta menghasilkan kualitas spesimen dengan sesuai, itu baru bisa dibaca oleh mesinnya. Karena kalau spesimennya tidak cantik dan dalam prosesnya tak baik, pasti akan dibaca negatif oleh mesinnya. Ini lebih memang perlu kurang kehati-hatian, ” katanya.

Had saat ini, baru tersedia sekitar 1. 200 sekuens genom virus corona pada Indonesia, atau hanya 0, 073% dari total kejadian di seluruh dunia, dengan diunggah ke Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID), sebuah prakarsa global dan sumber pati yang menyediakan akses terkuak ke data genom virus influenza dan corona yang bertanggung jawab atas pandemi covid-sembilan belas.

Minimnya masukan informasi genom ini mau berpengaruh pada penanganan Covid-19.

Apa yang perlu kita lakukan untuk melindungi muncul?

Pakar biomolekular dari Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo menjelaskan varian baru dibanding suatu virus adalah peristiwa yang wajar.

Kendati termasuk dalam varian yang diwaspadai oleh WHO, kata Ahmad, masyarakat perlu memahami kalau varian ini tidak mau muncul efeknya jika tidak bertemu dengan manusia.

Ia mencontohkan, kendati varian B. 1. 1. 7 daripada Inggris disebut lebih cepat menular, tapi sejauh itu baru penularannya tidak sejenis banyak, bahkan kurang dari 2%.

“Ini menjadi situasi yang menarik, artinya ketika seseorang sudah terpapar B. 1. 1. 7 tapi dia tidak menularkan pada yang lain, maka varian ini tidak bisa kemana-mana juga. ”

Betapapun, dia mengatakan Indonesiaperlu belajar daripada India yang terlalu cepat membuka mobilitas, terutama perayaan keagamaan yang membuat gerombolan massa.

Keterangan gambar,

Calon penumpang berurut untuk tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C-19 di Lobby Baru Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (24/04).

“Kalau kita bicara mudik, varian itu tinggal menunggu waktu selalu. Kalau dia bisa menemukan inang yang tepat, agak-agak orang ini bisa menularkannya. Ini bisa jadi bom waktu”.

Kendati pemerintah kini tengah menjalankan program vaksinasi, kata Ahmad, masyarakat tidak bisa sepenuhnya bergantung di dalam vaksin untuk melindungi diri dari varian baru ini.

” Maka kita kudu kembali ke pendekatan klasik, yaitu 5M, ” sirih Ahmad.

Gerakan 5M ialah protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona, yaitu menjaga jarak, menggunakan kedok, mencuci tangan, menjauhi kelompok dan membatasi mobilitas serta interaksi.

Ia juga menambahkan, masyarakat juga perlu menjauhi ruangan dengan ventilasi membatalkan dan menjauhi aktivitas pada dalam ruangan.

Bukti gambar,

Aparat memeriksa penumpang bus zaman pengecekan protokol kesehatan pada Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Senin (26/04).

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah buat Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menegaskan agar masyarakat tidak panik dan menegaskan, “hal yang penting dan harus dilakukan masyarakat adalah mengindahkan protokol kesehatan”.

Adapun, ahli epidemiologi Masdalina Pane mengisbatkan, “pelacakan yang menjadi kunci utama dalam pengendalian”.

“Ketika ada klaster yang tiba-tiba membesar dan menularkan ke banyak orang itu harus segera dilakukan genome sekuens untuk menentukan seberapa tinggi invasi dan strain baru ini ke populasi kita, ” katanya.