• Tri Wahyuni
  • BBC News Indonesia

sumber gambar, FAUZAN/ANTARA FOTO

Keterangan,

Rachel Vennya divonis empat bulan penjara dengan masa percobaan delapan bulan dan denda Rp 50 juta karena melanggar aturan karantina kesehatan.

Hukuman empat bulan penjara dengan ketentuan delapan bulan masa percobaan dan denda 50 juta rupiah terhadap Rachel Vennya dalam kasus melanggar karantina kesehatan, menuai kritik dari masyarakat karena dianggap terlalu ringan. Apalagi, dalam persidangan terungkap bahwa selebgram itu membayar Rp. 40 juta untuk melarikan diri dari karantina setelah kembali dari Amerika Serikat September lalu.

Pakar hukum pidana, Asep Iwan Iriawan, mengatakan putusan yang dijatuhkan terhadap Rachel Vennya merupakan kewenangan hakim yang telah ditentukan undang-undang. Keputusan itu, kata dia, hampir sama dengan kasus pelanggaran karantina lainnya.

“Kasus ini ancamannya satu tahun. Jadi hakim boleh menjatuhkan (putusan). Yang tidak boleh adalah hakim bisa menjatuhkan lebih dari satu tahun,” kata Iwan.

Di sisi lain, ahli epidemiologi Masdalina Pane mengatakan penerapan ketentuan karantina memerlukan tindakan disipliner. Jika hal ini tidak dilakukan, menurut dia, akan berdampak pada kesehatan masyarakat luas seperti yang terjadi pada pertengahan tahun ini.