Abdullah Qurdash telah menjadi pemimpin ISIS sejak Abu Bakr al Baghdadi, meninggal dalam serangan AS pada 2019.

Petunjuk gambar,

Abdullah Qurdash telah menjadi pemimpin ISIS sejak Abu Bakr al Baghdadi, meninggal dalam serangan AS pada 2019.

Kepala baru kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS sudah berkuasa selama dua tahun. Tetapi, sejauh mana yang diketahui mengenai orang yang dipanggil Haji Abdullah itu?

Wartawan BBC Arab, Feras Kilani, selama berminggu-minggu melakukan perjalanan di Irak untuk mengetahui lebih jauh tentang pengganti Abu Menjilat al Baghdadi tersebut.

Pemimpin baru ISIS ini memiliki nama asli Abdullah Qurdash Amir Mohamed Saied Abdulrahhman.

Di dalam puncaknya dahulu, kelompok ISIS mengakui wilayah yang cukup luas, membentang dari Suriah ke Irak.

Keterangan video,

Kepala baru ISIS: Siapakah sosok Haji Abdullah sebenarnya?

Sejumlah kota besar seperti Raqqa, Mosul, berada dalam kekuasaan kelompok ini serta dunia terkejut melihat foto-foto yang muncul dari wilayah yang mereka sebut kekhalifahan itu.

Pada Maret 2019, wilayah kekuasaan ISIS menjadi puing-puing.

Keterangan gambar,

Saat jayanya, ISIS menguasai wilayah cukup luas di Suriah dan Irak.

Pemimpin mereka, Abu Mengobarkan al Baghdadi, tewas dalam gempuran militer dan ISIS terpojok pada satu wilayah kecil, Baghuz, di tepi Sungai Efrat.

Namun, saat tersebut, rencana rahasia telah dijalankan untuk menunjuk pemimpin baru.

“Ya betul, ini lah Abdullah Qurdash atau nama yang lain Amir Mohamed Saied Abdulrahhman, ” kata Salem, seorang tahanan ISIS yang diciduk intelijen Irak. Salem menunjuk ke foto yang dibawa Feras Kilani, wartawan BBC Arab.

“Tetapi ia tampak berbeda di menjepret ini, jangkutnya tebal, ” logat Salem tentang pemimpin baru ISIS yang bahkan sebelum kematian penggantinya telah melakukan “sebagian besar suruhan untuk “kekhalifahan”.

Pemimpin baru ISIS tersebut lahir di Al Mehalabiya, kira-kira 35 kilometer dari Mosul, kota kedua terbesar kedua di Irak.

Berawal dari keluarga terpandang

Petunjuk gambar,

Baghdadi mulai melatih Abdullah menjadi penggantinya.

Investigasi tentang atasan ISIS yang dipanggil “Haji Abdullah” itu bermula dengan mengikuti unit kontra terorisme Irak, yang disebut Bridage Elang.

Mayor Ahmad (bukan tanda sebenarnya, untuk menjaga keselamatan), jadi komandan brigade ditugaskan untuk melacak pemimpin baru ISIS, dengan perintah yang sangat berisiko untuk keamanannya.

“Ayahnya dulu menjadi muazin di satu diantara dari dua masjid di sini. Dan ayahnya memiliki dua orang, ” kata komandan itu.

Keluarga tersebut memiliki 17 anak dan Abdullah, salah seorang di antaranya, muncul pada 1976.

Warga daerah itu sedang mengingat mereka sebagai keluarga yang dihormati.

Namun, Abdullah disebut menjadi subversif karena pengaruh kelompok-kelompok setempat.

“Kawasan ini sangat terpencil… Al-Qaida berkembang pada Irak pada 2003. Pendukungnya cukup banyak, ” kata Abdul Belas kasih al Dawla, wali kota Al Mehalabiya.

“Sebagian besar pemimpin militer ISIS berasal dari daerah ini, khususnya di dekat Tala’far, ” tambahnya.

Namun pada 2003, saat pasukan yang dipimpin AS menyerang Irak, Abdullah telah ikut bergabung dengan gerombolan jihad yang lebih kecil.

Seperti dengan lain, ia meninggalkan kelompok tersebut dan bergabung dengan operasi dengan lebih besar: Al-Qaida.

Irak terjerumus di kekerasan. Keterlibatan Abdullah dengan kelompok-kelompok ekstrem menjadikannya anggota yang ternama.

Tetapi pada 2008, Amerika menahannya pada Penjara Bucca. Selama berbulan-bulan dia diinterogasi oleh pasukan Amerika.

Mereka mengatakan Abdullah memberikan informasi tentang puluhan anggota organisasi itu. Namun bahan ini belum dapat diverifikasi sebab BBC.

Pada 2010, tiba-tiba Abdullah dibebaskan.

Berbaur dengan ISIS

Keterangan tulisan,

Pada 2019, provinsi kekuasaan ISIS, hanya tinggal di Baghouz, Suriah.

Setelah dibebaskan dari penjara, Abdullah langsung bergabung dengan Abu Menjilat al-Baghdadi, pemimpin ISIS saat itu.

“Ia menjadi anggota senior organisasi itu di Provinsi Nineveh, ” sekapur Kolonel Ahmad.

“Tak diragukan lagi, ia menjadi salah satu pemimpin dengan menonjol dan sangat dekat secara Al-Baghdadi, ” tambahnya.

Pada Mei 2012, Abdullah mendapatkan identitas baru. Penampilannya sedikit berbeda.

Saat itu, sejumlah tinggi pasukan AS telah ditarik sebab Irak, sehingga ISIS kembali menguatkan jaringan.

Dengan pemerintahan Irak yang lemah, kelompok itu mulai menguat.

Seorang bekas anggota ISIS, yang saat ini menjadi informan, memastikan kepada BBC yang menunjukkan foto, bahwa itulah Abdullah, pemimpin baru organisasi tersebut.

Informan ini mengklaim pernah bertemu beberapa kali.

“Iya, itu dia. Ia betul ekstrem dalam sejumlah isu. Dengan umum, ia tidak percaya di siapapun, kecuali orang dekatnya, ” katanya.

“Yang saya perhatikan adalah dia tak begitu pintar. Ia tak mampu berpidato seperti Al-Baghdadi yang pernah berpidato tanpa kertas dalam tangannya. Saya rasa Abdullah tak bisa seperti itu. ”

Kekejaman Abdullah

Keterangan gambar,

Sekitar 7. 000 perempuan ditangkap dan dijadikan budak oleh ISIS menurut kelompok HAM.

Saat ISIS menguasai kota Sinjar pada 2014, kekejaman Abdullah dan pengaruhnya mulai terlihat.

Mereka melenyapkan ribuan warga minoritas Yazidi.

Tetapi perkara apa yang perlu dilakukan secara perempuan Yazidi memecah ISIS.

Berdasarkan pengertian mereka, sebagian ingin memperbudak hawa.

Salem al Jubouri menyaksikan sengketa pada organisasi itu. Ia dekat secara Al-Baghdadi.

“Terkait penahanan perempuan Yazidi, dasar salah seorang syekh, Abu Ali al Anbari, adalah melarang perbudakan, karena saat itu kami hangat pada tahapan awal menerapkan Syariah, ” katanya.

Namun, Abdullah tetap bersungguh-sungguh menjadikan perempuan budak.

Keterangan gambar,

Inilah foto terakhir Abdullah yang diperoleh pada 2012.

Salem mengatakan saat itu Abdullah mengatakan, “Sepanjang ini bagian dari agama, maka hendak kita laksanakan berdasarkan ajaran. ”

“Ia memiliki komite di Irak serta Suriah. Pasukan di Irak tak mau menjadikan budak perempuan Yazidi karena mereka juga orang Irak dan mereka takut atas kesejahteraan istri dan keluarga mereka, ” kata saksi lain yang menjelma anggota ISIS.

“Anggota di Irak tak setuju dengan gagasan menjadikan budak orang Kristen. Anggota di Suriah lebih dekat ke Al-Baghdadi, semenjak ia tinggal di Raqqa. Kesimpulannya isu itu berakhir dengan persetujuan. Perempuan Yazidi diperbudak dan yang Kristen dibebaskan, ” kata saksi itu.

Berbagai anggota kelompok hak pokok mengklaim sekitar 7. 000 hawa ditahan dan dijadikan budak oleh ISIS.

PBB menyebut kejahatan itu laksana layaknya genosida.

Ketika ISIS mulai melakukan kebrutalan di sejumlah kota tinggi di Irak seperti Erbin & Baghdad, mulailah dunia internasional bertindak.

Pemboman dilakukan dan banyak pemimpin ISIS tewas, sehingga naiklah Abdullah ke rantai atas.

Ia menjadi orang terutama di lingkaran Al-Bahdadi dan penuh yang memburunya, menurut para saksi mata.

“Ia hampir terbunuh dalam kepala insiden, ” kata para saksi mata.

“Dia menjadi sasaran drone Amerika, dan ia terluka. Kakinya diamputasi dan ia berada di sendi sakit selama empat bulan lebih sampai sembuh. ”

Pada 2017, zaman kota kedua di Irak yang dikuasai ISIS jatuh, mulailah kurun berakhirnya kelompok ini.

Abdullah naik jadi pemimpin

Pemboman udara terus menerus semakin menekan ISIS.

“Jelas bahwa Al-Baghadi pendidikan bahwa kami akan kehilangan wilayah kekuasaan kami. Jadi, ia menyiapkan kami untuk kembali ke wilayah tempat ISIS dideklarasikan, ” sebutan Salem, salah seorang tahanan pasukan Irak.

Pada Oktober 2017, Al-Baghdadi dan Abdullah pindah ke kota Al Bukamal, Suriah. Di kota itu, mereka hampir meninggal akibat pukulan udara.

“Pesawat jet menggempur Al Bukamal. Syekh Abdullah mengalami luka rendah, namun pengawalnya tewas. Abdullah tersentuh pecahan bom, dan dibawa ke rumah sakit, ” kenang Salem.

Dalam tengah gempuran konstan ini, ISIS menarik diri ke kota kecil Suriah, Baghouz. Di sinilah, ribuan pejuang ISIS dan keluarga itu menyerahkan diri pada 2019.

Al-Baghdadi lahir dalam rekaman video beberapa kamar kemudian dari tempat rahasia di Idlib, Suriah bagian utara.

Abdullah dipercaya adalah satu dari tiga orang yang tampil bersamanya dengan wajah disamarkan.

Saat itu, Abdullah telah disiapkan menjadi calon pemimpin.

Pada 26 Oktober, 2019, Abu Bakar Al-Baghdadi mati dalam serangan Amerika, sehingga Abdullah naik menjadi peminmpin.

Di sinilah jejak Abdullah hilang. Badan intelijen Irak mengatakan ia bersembunyi di Suriah utara, kemungkinan di wilayah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi.

Ia diperkirakan bekerja bersama sejumlah pemimpin Irak untuk membangun kembali organisasinya, dengan menggunakan sentimen ketidakadilan di jarang populasi Sunni di Irak dan Suriah.

Proses ini bisa memakan zaman bertahun-tahun. Mungkin terlalu lama bagi seorang khalifah tanpa kekhalifahan.