sumber gambar, FOTO RAHMAD/ANTARA

Keterangan,

Sejumlah aktivis perempuan dari Korps HMI-Wati menggelar aksi penghentian kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (9/12).

Aktivis korban kekerasan seksual dan perlindungan perempuan meminta Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk disahkan, merinci bagaimana negara mendukung pemulihan korban dan kategori kekerasan seksual. dalam substansi.

Meli, bukan nama sebenarnya, mengalami beberapa kali pelecehan seksual sejak kecil dan hingga usia 40 tahun, dia masih trauma.

“Tidak mudah untuk pulih, butuh waktu, dan mungkin tidak akan pernah pulih. Kita hidup dengan itu [trauma], kata Meli.

Meli mengaku menghabiskan cukup banyak uang untuk pulih dari traumanya. Untungnya dia masih bisa membayar sendiri. Ia berharap RUU TPKS dapat mengakomodir pelayanan bagi pemulihan korban kekerasan seksual.