Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar,

Lasri (kiri) dan putrinya Nur Cholilah ke Malaysia lewat perekrut tak resmi dan tak digaji.

Seorang ibu dan anaknya yang disebut “sebagai korban perdagangan orang dan kerja paksa” di Malaysia, menceritakan apa yang mereka alami, mulai dari dijanjikan kerja dengan upah besar oleh perekrut sampai tak digaji.

Lasri dan anaknya Nur Kholifah, yang berasal dari desa Bogorejo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dibantu oleh seorang pekerja migran lain untuk keluar dari rumah majikan dan ditampung di KBRI, Malaysia.

Mereka bekerja di Malaysia sejak November 2019 dan mengatakan belum digaji saat disuruh keluar tanpa diberi upah.

“(Yang dijanjikan saya kerja) membantu di rumah, ngasuh anak. Bukan kerja di kilang (pabrik suku cadang kendaraan milik majikan). Tapi di sini kerja 24 jam dari pagi sampai tengah malam…tidak hanya di rumah, tapi juga di kilang,” cerita Lasri.