Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Aktivis LGBT dalam aksi memperingati Hari Perempuan, 2017

Peraturan Daerah Kota Bogor tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S) yang ditetapkan akhir tahun lalu membuat kelompok minoritas khawatir akan meningkatnya persekusi terhadap mereka. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut ‘tak ada ranah privat yang dilanggar’.

Mahendra, bukan nama sebenarnya, masih mengingat jelas diskriminasi yang dialami kelompok LGBT di Kota Bogor, sekitar empat tahun lalu.

Di berbagai tempat umum saat itu, kata dia, stiker dan tulisan ditempelkan oleh pemilik usaha: ‘LGBT dilarang makan di sini’ atau ‘LGBT dilarang kos di sini’.

“Bahkan di taman, yang notabene bisa diakses semua orang ada spanduk, ‘Waria tidak boleh ngamen di sini’,” tukas Mahendra yang menjadi bagian dari komunitas minoritas seksual dan gender ini.