sumber gambar, Serhiy Volina

Seorang komandan marinir di garis pertahanan terakhir Ukraina di kota Mariupol yang dikuasai Rusia merilis pesan video pada Rabu (20/04) pagi waktu setempat.

Menurutnya, dia dan anak buahnya hanya punya waktu beberapa jam lagi.

Dalam sebuah video yang dikirim ke BBC dan media lainnya, Mayor Serhiy Volyna mengatakan pasukannya tidak akan menyerah.

Namun, ia meminta bantuan internasional untuk 500 tentara yang terluka dan ratusan wanita dan anak-anak yang bersembunyi bersama pasukannya di sebuah pabrik baja di Mariupol.