• Rohmatin Bonasir
  • Wartawan BBC News Indonesia

Sumber gambar, Keystone/Getty Images

Keterangan gambar,

Banyak penduduk Indonesia mengalami kelaparan sesudah mengalami peperangan, termasuk dua warga di sebuah kamp di Yogyakarta ini pada Februari 1949.

Tiga lembaga penelitian Belanda dijadwalkan akan merilis hasil akhir riset bertajuk “Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan, dan perang di Indonesia, 1945-1950” pada Kamis (17/02) di Amsterdam.

Dari kacamata Indonesia, periode itu dikenal sebagai Revolusi Nasional, Perang Kemerdekaan ketika Republik Indonesia masih berkonflik dengan Belanda yang hendak merebut kembali Indonesia dengan senjata, walau RI sudah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949 ketika Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan.

Penelitian oleh Institut Belanda untuk Studi Perang, Holokos dan Genosida (NIOD), Insititut Kerajaan Belanda untuk Kajian Asia Tenggara dan Karibia (KITLV) dan Institut Belanda untuk Sejarah Militer (NIMH), dan Institut Belanda untuk Studi Perang diluncurkan pada tahun 2016.

Penelitian ini juga dibantu oleh sejarawan Indonesia dari Universitas Gadjah Mada yang menjadi mitra khusus untuk studi regional. Namun tim sejarawan Indonesia – terdiri dari 12 orang – melakukan penelitian sendiri secara independen.