Wednesday, March 3, 2021
Home Blog Page 36

Trojan corona: ‘Lockdown’ di Wuhan berakhir, warga bisa keluar kota pertama kali sejak Januari

0

Hak atas foto Reuters
Image caption Tiga pekerja medis berangkulan di Bandara Internasional Wuhan Tianhe setelah lockdown di Kota Wuhan dicabut pada 8 Apr 2020.

Karantina wilayah alias ‘lockdown’ pada Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China—tempat pandemi virus corona bermula—resmi dicabut. Warga kota yang memiliki ‘kode hijau’ pada aplikasi ponselnya diperbolehkan keluar kota, untuk pertama kali sejak 23 Januari silam.

Pencabutan kebijakan ‘lockdown’ itu dibarengi dengan pembukaan jalan bagi kendaraan serta layanan kereta api.

Mass media pemerintah China menayangkan gambar-gambar dri angkasa yang memperlihatkan sedikitnya hundred kereta cepat berangkat serta blokade-blokade jalan tol diangkut.

Mulai Rabu (08/04), warga “berkode hijau” akan dapat menggunakan moda transportasi umum, oleh terlebih dahulu memindai kode QR. Kode tersebut berbeda untuk setiap orang karena terkait dengan status kesehatan yang bersangkutan.

Warga yang bekerja di bidang farmasi dan alat kesehatan serta kebutuhan pokok akan diperbolehkan kembali bekerja.

Sejumlah industri lainnya yang berdampak pada rantai suplai nasional dan global diperkenankan untuk kembali aktif.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sebuah keluarga hendak menumpang pesawat di Bandara Internasional Wuhan Tianhe, pada 8 April 2020. Ribuan orang keluar dari Wuhan setelah lockdown di kota tersebut dicabut.

Selain moda transportasi darat, sebanyak 200 penerbangan dijadwalkan bertolak dari Wuhan pada Rabu (08/04), dengan mengangkut 10. 000 penumpang.

Kendati demikian, sekolah-sekolah masih ditutup dan beberapa pembatasan transportasi masih diberlakukan.

Rangkaian peristiwa ini terjadi sehari sesudah pemerintah China melaporkan tidak wujud kematian akibat Covid-19 pada Selasa (07/04), yang pertama sejak pencatatan dipublikasikan pada Januari lalu.

Untuk menghentikan penyebaran trojan corona di Wuhan, aparat menempuh pelarangan perjalanan dan memerintahkan penutupan tempat-tempat usaha di kota berpenduduk 11 juta orang itu.

Langkah ini, menurut pihak berwenang China, berhasil menurunkan tingkat penyebaran domestik. Adapun kasus positif yang muncul di China saat ini diklaim berasal dari luar negeri.

Khusus di Wuhan, bulan lalu kota itu melaporkan tidak ada kasus baru di dalam sepekan. Kala itu, pusat-pusat perbelanjaan dibuka. Sejumlah warga di kawasan permukiman yang dinyatakan “bebas epidemi” diperbolehkan keluar rumah selama dua jam.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah penumpang memakai alat pelindung diri di Stasiun Kereta Api Wuchang, Kota Wuhan. Pencabutan kebijakan ‘lockdown’ tersebut dibarengi dengan pembukaan jalan bagi kendaraan serta layanan kereta api.

Sementara itu, kota-kota lain di Cina masih mengalami pemberlakuan karantina wilayah. Di Beijing, tempat 31 fall baru dilaporkan pada Senin (06/04), pemerintah kota telah mengumumkan kebijakan baru yang lebih ketat. Siapapun yang memasuki ibu kota Tiongkok itu harus dikarantina dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sejak wabah melanda, lebih dari a few. 300 orang meninggal di Cina dan 81. 740 dikonfirmasi positif terpapar virus corona.

Komisi Kesehatan Nasional menyatakan memiliki 32 kasus baru pada Selasa (07/04), turun dari 39 fall sehari sebelumnya.

Angka-angka itu disoroti beberapa pihak yg menuding pemerintah China tidak melaporkan data sesungguhnya.

Media pemerintah China menanggapi tudingan itu dengan menerbitkan lini masa respons pemerintah China dan informasi yg dibagikan.

Virus corona: Menteri Kesehatan tetapkan Pemisahan Sosial Berskala Besar alias PSBB di DKI Jakarta

0

Benar atas foto Antara/Aprillio Akbar
Image caption Petugas bersiap menyemprotkan cairan disinfektan di zona Bundaran HI, Jakarta, 22 Maret lalu.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah DKI Jakarta dalam rangka Percepatan Pengerjaan Covid-19.

Penetapan PSBB untuk wilayah DKI Jakarta tersebut tertuang pada surat keputusan menteri yang ditandatangani sebab Menkes Terawan Agus Putranto, Selasa (07/04).

Dalam keputusan itu disebutkan bahwa Pemerintah Wilayah Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan mensosialisasikan pola hidup bersih dan bugar kepada masyarakat.

Pelaksanaan PSBB tersebut dijalankan selama masa inkubasi terpanjang & dapat diperpanjang jika masih ada bukti penyebaran.

Hak atas foto Antara/MUHAMMAD ADIMAJA
Image caption seorang perempuan berjalan menggunakan masker dan sarung tangan plastik pada Jakarta, Senin (06/04). Pemerintah meminta seluruh masyarakat untuk menggunakan kedok saat berada di luar vila seiring dengan imbauan terbaru WHO untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Pedoman pelaksanaan PSBB yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan no 9 tahun 2020 mengatur kurun lain kriteria penetapan PSBB di suatu wilayah, baik kota/kabupaten hingga tingkat provinsi serta pembatasan kegiatan di suatu wilayah.

Berikut kegiatan-kegiatan yang dibatasi masa suatu wilayah menerapkan PSBB sesuai pasal 13 dalam Permenkes yang baru diterbitkan itu:

  • peliburan sekolah dan wadah kerja
  • pembatasan kegiatan keagamaan
  • pembatasan kegiatan pada tempat atau fasilitas umum
  • pembatasan kegiatan sosial dan budaya
  • pembatasan moda pemindahan
  • pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait bagian pertahanan dan keamanan

Pembatasan dikecualikan bagi badan dan kegiatan strategis terkait bertabur, BBM, ekonomi dan keuangan, servis kesehatan, ekspor impor, komunikasi, industri, pertahanan keamanan, ketertiban umum, dan distribusi logistik, serta yang melekat kebutuhan dasar lainnya.

Hak atas foto Antara/MUHAMMAD ADIMAJA
Image caption Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerukan seluruh pelaku dunia usaha dan perkantoran di Jakarta memberlakukan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah sejak 23 Maret hingga 5 April 2020. Masa tanggap darurat kemudian diperpanjang hingga 19 April 2020.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirimkan surat usulan PSBB atas penyakit Covid-19 bagi daerah Provinsi DKI Jakarta tanggal 1 April 2020.

Selain itu Ketua Pelaksana Gugus Suruhan Percepatan Penanganan Covid-19 pada tanggal 5 April 2020 juga mengirim surat kepada Menteri Kesehatan terkait usulan penetapan PSBB DKI Jakarta.

Namun, Menkes tak langsung memberikan persetujuan penetapan PSBB DKI Jakarta, melainkan meminta DKI melengkapi data dan dokumen pembantu sebagaimana diatur dalam Peraturan Gajah Kesehatan Nomor 6 Tahun 2020.

Sejumlah data & dokumen pendukung yang diminta ialah peningkatan jumlah kasus menurut zaman, penyebaran kasus menurut waktu, perihal transmisi lokal, dan kesiapan wilayah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat; sarana dan prasarana kesehatan; anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial; serta aspek proteksi.

Berdasarkan Peraturan Negeri (PP) 21/2020 tentang PSBB, besar daerah harus meminta izin kepada Terawan sebelum menetapkan pembatasan terhadap pergerakan orang atau barang pada satu provinsi, kabupaten, atau kota.

Terawan bisa menentang atau menyetujui permohonan izin tersebut berdasarkan sejumlah pertimbangan, dari bilangan ancaman wabah, efektivitas pembatasan sosial, hingga faktor politik, ekonomi, baik, dan keamanan lokal.

Virus corona: Akankah pembatasan sosial berskala besar tekan penyebaran wabah di Indonesia?

0

Hak atas memotret NOVRIAN ARBI/Antara
Image caption Sejumlah ruas jalan aturan di Kota Bandung ditutup tengah dalam rangka pembatasan sosial dan pengurangan titik kumpul warga jawab pencegahan penyebaran Covid-19.

Presiden Joko Widodo memilih opsi pembatasan sosial berskala besar ketimbang ‘lockdown’ dalam merespons wabah Covid-19. Bagaimana prediksi jumlah kasus di Jakarta jika pemisahan sosial dilakukan? Berikut laporan Aghnia Adzkia bersama tim BBC East Asia Visual Journalism.

Beberapa pembeli pusat mengerubungi Yanto, seorang penjual sayur keliling yang setiap hari mengusulkan dagangannya di sekitar Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat(3/4) pagi.

“Saya beli bahan dagangan di Pasar Bendungan Hilir. Jika pasar masih buka, saya langgeng berjualan di (Setiabudi) gang I, II, dan III, ” perkataan Yanto sambil memotong ayam order pembeli di gerobaknya.

Yanto merupakan bagian dari masyarakat Indonesia dari kelompok kelas menengah bawah yang wajib berkeliling saban hari untuk mengasuh keluarganya. Istrinya tidak bekerja, siap dia lah satu-satunya tulang tumpuan keluarga.

Baginya, dia masih akan tetap berjualan, sekalipun Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan PP Pembatasan Sosial Berskala Gede.

Dalam beleid itu, pembatasan sosial atau yang kerap disebut social distancing meliputi penutupan sementara sekolah atau tempat kerja, pemisahan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas ijmal.

Pembatasan sosial yang dimaksud Jokowi, berbeda dengan karantina wilayah yang menurut School of Blatvanik, Universitas Oxford, adalah pembatasan kegiatan bepergian atau kerumunan pada suatu daerah.

Had 5 April 2020, Kementerian Kesehatan mencatat 2. 273 pasien corona dengan 164 pasien sembuh serta 198 meninggal dunia. Kasus terkonsentrasi di Jakarta.

Jumlah kasus diprediksi akan terus meninggi. Tim BBC East Asia Visual Journalism mengajak Anda untuk menebak prediksi kasus di Jakarta melalaikan grafik di bawah ini.

Ada dua skenario. Mula-mula, jika pembatasan sosial dilakukan semacam sekarang dan tiga dari 10 penduduk Jakarta berdiam di vila.

Skenario kedua, jika karantina wilayah dilakukan secara masif di mana lima dari 10 penduduk Jakarta tak keluar rumah dan menjaga jarak.

“The impact of transmission control measures during the first 50 days of the COVID-19 epidemic in China” menyebutkan kasus di China berhasil ditekan dengan karantina wilayah Wuhan. Karantina ini kemudian diikuti oleh kota-kota lainnya di provinsi bertentangan.

Karantina di Wuhan menekan laju penyebaran selama tiga hari. Kota lain yang menerapkan karantina wilayah mampu mengurangi total kasus hingga sepertiga total urusan, lebih banyak dibandingkan wilayah asing yang menerapkan kebijakan serupa pada kemudian hari.

Studi lain dari Pusat Permodelan Matematika untuk Penyakit Menular dari London School of Hygiene & Tropical Medicine di Inggris menyebutkan kebijaksanaan pembatasan fisik ( physical distancing ) dan pelarangan bepergian di Wuhan mampu menekan masa epidemi dan jumlah urusan.

Dalam proyeksi mereka hingga tutup tahun ke depan, kalau karantina wilayah dilakukan hingga pangkal April maka dapat mengurangi setidaknya 92% dari total kasus sekarang pada Juni 2020 dan mengurangi hingga 24% pada akhir tahun nanti.

Bagaimana negeri lain di Asia Tenggara dan Asia Timur merespons pandemi itu?

Image caption Status karantina dan pelarangan terbang di berbagai negara.

Semenjak mencuatnya kasus klaster Jamaah Tabligh, Malaysia melakukan karantina ekstrem di seluruh negara per 18 Maret 2020. Thailand juga memberlakukan karantina lokal di sejumlah wilayah.

Per 3 April 2020, Perdana Menteri Thailand memberlakukan jam malam, setiap pukul 22. 00-04. 00 warga dilarang keluar rumah, kecuali aparat medis dan pekerja keamanan.

Korea Selatan tidak menerapkan kebijakan karantina, tetapi menambahkan wahana kesehatan dan melakukan tes Covid-19 masif. Per 31 Maret 2020, setidaknya 823 tes dilakukan per 100. 000 populasi atau ratusan kali lipat dari tes yang dilakukan Indonesia.

Perlu juga dicatat, fasilitas kesehatan dalam negara tersebut termasuk unggul dipadankan China, Singapura, atau Indonesia. Total dokter di Korea empat kali lipat dibandingkan Indonesia, menurut bahan WHO per 2017.

Jumlah kasur di rumah sakit di Korea yakni 11 per 1. 000 penduduk atau hampir 10 kali lipat dari yang dipunya Indonesia.

Singapura juga tak menerapkan sistem karantina wilayah, melainkan menguatkan sistem penelusuran kontak pasien dan melibatkan detektif sehingga mampu menekan angka.

Di Indonesia, karantina daerah tidak menjadi opsi kebijakan nasional, tetapi sejumlah kota telah menerapkannya, seperti Tegal, meski kemudian penuh menuai protes dari warganya.

Selain karantina wilayah, penerbangan internasional pun dibatasi di sebesar negara. Singapura, Malaysia, dan Nusantara termasuk negara yang lebih zaman melarang kedatangan penerbangan langsung sejak China di awal masa pandemi.

Korea Selatan masih membuka jalur tersebut, hingga pekan terakhir Maret, mulai menutup belang masuk penerbangan internasional. Hal semacam dilakukan Thailand dan Malaysia.

Terkait respons pemerintah pada seluruh dunia, WHO menyarankan perlunya tindakan tegas dari tiap negeri untuk melawan pandemi dengan menerapkan kebijakan yang berpihak dan menangani masyarakat, apapun skenario yang dipilih.

Menanggapi kebijakan dengan diambil Thailand untuk menerapkan karantina wilayah, misalnya, Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara, Poonam Khetrapal Singh, berharap pengaruhnya terhadap nilai penyebaran virus akan segera terlihat.

Selain itu, WHO juga menyarankan perlunya perhatian pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan setiap negara.

“Kelangkaan jalan medis untuk melindungi para tenaga kesehatan memang menjadi permasalahan global. Apabila kita tidak bisa melindungi mereka dan tidak bisa sampai kebutuhan untuk tes Covid-19, oleh karena itu kita akan kesulitan melawan pandemi ini, ” ujar Singh pada pernyataan pers.

Permintaan ‘lockdown’

Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menyebutkan pemerintah tak mengambil kebijakan karantina provinsi, atau lockdown , karena dinilai berpotensi menimbulkan keributan sosial jika tidak ada perencanaan yang terstruktur.

Bukannya, pembatasan sosial berskala besar mencuaikan Peraturan Pemerintah dinilai sudah lulus. Terlebih, ada maklumat Polri dengan bakal memberikan ancaman pidana untuk warga yang berkerumun atau mengabulkan kegiatan.

Image caption Kategori pembatasan

Terkait mudik, Kepala Joko Widodo juga tidak secara resmi melarang warga untuk kembali ke kampung halaman, melainkan mengimbau agar membatasi pergerakan ( physical distancing ).

Hak berasaskan foto Prasetia Fauzani/Antara
Image caption Pemerintah daerah meresmikan berbagai kebijakan pembatasan.

Pemerintah berencana mengganti libur hari raya ke keadaan yang lain dan memberikan kemudahan mudik untuk hari pengganti itu.

Berbeda dengan pemerintah pusat, sejumlah pemerintah daerah serupa Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah, Membalas Pranowo, melarang warganya untuk pegangan.

Terkait pergerakan kawula ini, ilmuwan Tim SimcovID risau karena memprediksi pembatasan sosial tak cukup menekan angka penyebaran virus ini.

“Dari permodelan, kebijakan karantina wilayah adalah yang paling baik karena puncak urusan akan terjadi lebih cepat & kasus lebih sedikit, ” perkataan Ketua Tim SimcovID sekaligus Ketua Pusat Permodelan Matematika dan Tiruan ITB, Nuning Nuriani, saat dihubungi Kamis (2/4).

Menurut Nuning, dengan karantina wilayah oleh sebab itu asumsinya akan ada pembatasan fisik maupun sosial di masyarakat. Jika ditemukan satu kasus baru maka akan mudah dilacak ( contact tracing ) & dilakukan uji sampel dahak serta lendir untuk menentukan kasus anyar.

Hal yang sama diungkapkan Ikatan Alumni Matematika UI, Barry Sianturi. Barry ketika dihubungi mendahulukan, “karantina wilayah skala besar perlu dilakukan sesegera mungkin. ”

Grafik dan elemen interaktif dibuat oleh Tim BBC Visual Journalism East Asia: Aghnia Adzkia, Arvin Supriyadi, Davies Surya dan Leben Asa

Virus corona: Angka kematian akibat Covid-19 di New York tembus 3. 500 orang

0

Hak arah foto Getty Images
Image caption Sejumlah rumah sakit di Kota New York melaporkan kekurangan alat kesehatan.

Negara Bagian New York di Amerika Serikat merekam rekor 630 orang meninggal negeri dalam sehari akibat Covid-19, jadi totalnya mencapai 3. 565 karakter. Sebagian besar korban berada dalam Kota New York.

Negara bagian itu kini mencatat terdapat 113. 000 orang terinfeksi virus corona—mendekati total kasus di Italia yang mencapai lebih dari 124. 000 urusan.

Gubernur Andrew Cuomo mengatakan jumlah kasus dapat memuncak antara empat hingga 14 hari.

“Sebagian dari diri saya ingin beruang di puncak dan mari kita hadapi. Namun ada sebagian lainnya dari diri saya yang mengutarakan baguslah kami tidak berada di puncak, karena kami belum siap, ” paparnya.

Cuomo mengaku negara bagiannya masih langsung mencari ventilator tambahan. Dia berterima kasih kepada China yang mengirimkan 1. 000 ventilator, yang dijadwalkan tiba pada Sabtu (04/04) masa setempat. Negara bagian Oregon hendak mengirim tambahan 140 perangkat itu, katanya.

Secara terbelah, Presiden AS Donald Trump mengucapkan dirinya telah meyakinkan Cuomo bahwa New York akan mendapat sumber daya yang diperlukan.

Akan tetapi, Trumo menegaskan bantuan federal akan difokuskan ke area-area yang paling parah terdampak Covid-19. “Sayangnya akan ada banyak maut. ”

AS saat ini mencatat lebih dari 300. 000 kasus positif corona dan lebih dari 8. 000 orang meninggal dunia akibat virus itu.

Di seluruh dunia, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins di AS, lebih dari 60. 000 orang meninggal dunia dan lebih dari 1, 1 juta orang telah terinfeksi.

Apa yang terbaru di New York?

Negara bagian itu melaporkan terdapat 113. 833 kasus positif corona dan 63, 306 di antara mereka berada pada Kota New York.

Gubernur Andrew Cuomo mengatakan total kasus dan kematian kini menyusun pada laju yang lebih lamban di Kota New York, tetapi ada kekhawatiran peningkatan jumlah peristiwa di Long Island dekat tanah air tersebut.

Cuomo memasukkan, Rumah Sakit Javits Center yang memiliki 2. 500 ranjang pada Manhattan akan dilengkapi dengan staf dan peralatan dari pemerintah sentral.

Sebanyak 85. 000 orang, sekitar seperempatnya dari negara bagian lain, sepakat bergabung buat membantu penanganan dampak wabah di New York.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Negara Bagian New York merupakan pusat wabah virus corona pada AS.

Wali Kota New York sudah mengirim pesan kepada delapan juta penduduknya, memohon agar para kesehatan menjadi relawan.

“Semua orang yang belum terlibat di dalam pertarungan ini, kami perlu Anda, ” kata Bill de Blasio, yang memohon bantuan dari “setiap tenaga medis profesional: dokter, perawat, terapis, dan sebagainya”.

De Blasio memperkirakan kota tersebut perlu tambahan 45. 000 pekerja medis untuk membantu penanganan efek wabah virus corona pada April dan Mei.

Sebelumnya, dia mendesak para warga untuk memakai masker—”bisa juga kain atau sesuatu yang Anda buat sendiri, bandana” ketika keluar rumah.

GEJALA serta PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk darah kering terus menerus

TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Sejak cuci tangan sampai jaga ruang

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, wafat dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

Apa dengan dikatakan Presiden Trump dalam jumpa pers?

Berbicara di Gedung Putih pada Sabtu (04/04) waktu setempat, Presiden Trump memberikan penilaiannya mengenai apa yang hendak terjadi di AS dalam pekan-pekan mendatang.

Trump mengatakan pekan depan “mungkin menjadi yang tersulit” seraya memperingatkan warga Amerika untuk bersiap atas “banyak kematian”.

Untuk mendukung negara-negara bagian dalam menghadapi Covid-19, Trump menegaskan pemerintahannya akan mengerahkan “militer dalam jumlah luar biasa, ribuan serdadu, pekerja medis, para profesional”.

Para personel militer hendak “segera” mendapat arahan tugas itu, kata Trump. Dia menambahkan, “1. 000 personel militer” akan dikerahkan ke Kota New York.

Hak pada foto Getty Images

Trump juga membahas keputusannya menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan—sebuah produk hukum yang dibuat pada era Perang Korea yang memberikan wewenang kepada presiden untuk mengendalikan produk dan pasokan produk medis sintetis AS.

Dia mengutarakan dirinya “sangat kecewa” dengan 3M, perusahaan AS pembuat masker. Menurutnya, perusahaan itu “seharusnya mengurus negeri kita” bukannya menjual produk ke pihak lain.

Hendak tetapi dia menola tuduhan bahwa AS melakukan “pembajakan modern” dengan mengalihkan pengiriman 200. 000 kedok yang sudah dipesan Jerman & tengah menuju Berlin untuk dipakai oleh AS.

Soal pertanyaan pelonggaran pembatasan jarak tenteram, Trump mengulangi pesannya.

“Kami perlu membuka negara awak, ” kata Trump tanpa memberikan batas waktu yang jelas. “Obatnya tidak lebih buruk dari masalahnya itu sendiri”.

Dengan jalan apa dengan negara lain?

  • Inggris mencatat rekor moralitas dalam sehari akibat virus corona, 708 orang. Namun, jumlah orang yang positif virus corona mendarat. Total pasien yang meninggal di rumah sakit telah mencapai 4, 313 orang.
  • Carrie Symonds, tunangan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dengan tengah hamil, mengaku dirinya telah menghabiskan beberapa hari di tempat tidur dengan gejala virus corona. Pekan lalu, Boris Johnson terjamin positif mengidap virus corona serta menggelar rapat kabinet menggunakan panggilan video.
  • PM Spanyol, Pedro Sanchez, mengutarakan negaranya “hampir melampaui puncak infeksi” ketika jumlah kematian akibat virus corona menurun dalam dua hari berturut-turut. 809 kematian dalam sehari adalah yang terendah di Spanyol dalam sepekan.
  • Italia mencatat penurunan pertama jumlah pasien di unit jaga intensif selama wabah virus corona melanda. Jumlah terbaru pasien wafat dunia, 681 orang, menambah angka kematian total sebanyak 15. 362 orang.

Virus corona: Kelas menengah ‘rentan miskin’, belum tersentuh bantuan pemerintah

0

Hak atas foto NOVA WAHYUDI/Antara
Image caption Praktisi kelas menengah juga terancam kehilangan pekerjaan di tengah perlambatan ekonomi.

Paket stimulus yang diluncurkan pemerintah bertugas menghadapi ancaman kelesuan ekonomi akibat penyebaran wabah virus corona dinilai ‘melupakan kelas ekonomi menengah & tidak berimbang karena hanya pokok kepada golongan menengah ke lembah dan korporasi’.

Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan dua paket stimulus ekonomi yang bernilai Rp405, 1 triliun bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona. Di antaranya adalah kartu sembako dan keringanan pembayaran listrik.

Namun Bhima Yudhistira Adhinegara, peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengatakan bahwa di dalam pandemi virus corona seperti saat ini, tidak hanya kelas ekonomi miskin saja yang keuangannya terdampak.

Menurut Bank Dunia pandemi virus corona hendak menambah jumlah penduduk miskin dalam kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, hingga 11 juta orang.

Sementara dalam Jakarta, misalnya, ada puluhan ribu pekerja dan buruh yang mengeluh sudah dirumahkan per Jumat (3/4).

Khawatir PHK dan tidak mendapat THR

Hak atas foto Dhemas Reviyanto/Antara
Image caption Bank Indonesia mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia paling sedikit 2, 3 persen pada tarikh ini yang akan ditopang oleh berbagai stimulus, baik fiskal maupun moneter yang diberikan oleh pemerintah dan bank sentral.

Dini Afiandi dari Tuban, Jawa Timur, warga status menengah memiliki kekhawatiran ekonomi.

Meski Dini tidak dirumahkan, karyawan di perusahaan angkutan truk tersebut mengatakan khawatir dengan kedudukan keuangannya karena pemasukan perusahaan tempatnya bekerja telah berkurang sejak tiga bulan lalu.

Perusahaan tempat Dini bekerja mengandalkan kilang semen sebagai klien utamanya, tetapi pabrik tersebut mengurangi produksinya sehingga banyak sopir truk yang kini dirumahkan dan tidak mendapat gaji, kata Dini.

Dalam tengah penurunan ekonomi akibat pagebluk virus corona, perempuan berusia 21 tahun itu masih pergi ke kantor dan bekerja, meski pemimpin membayar gaji dari kantong pribadinya.

“Kalau sepi langsung kan…. rumah saya juga sedang nyicil, masih angsuran, kerjaan juga kayak gini, biasanya saya mampu membantu cicilan rumah tapi saat ini kan sulit, ” kata Pra.

Dini mengetahui kalau ada kemungkinan ia tidak memiliki Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini, mengingat pesanan untuk truk berkurang dan gaji saat ini mengandalkan kebaikan atasannya.

“Kalau THR sepertinya belum terang, cuma saya juga tidak berharap-berharap banget, kan ini sepi. Yang penting saya masih kerja tersebut saja sudah Alhamdulillah, ” katanya.

“Lebaran tahun tersebut ya sepertinya tidak seheboh zaman, pengeluaran juga tidak harus kulak baju, tidak harus mudik pula. Turut prihatin dengan kondisi sekarang. ”

Di rumahnya, di mana ia tinggal bergabung kedua orangtua dan empat saudaranya, ia juga berjualan es tekak, tabung gas, dan galon air mineral.

Ia berlangganan listrik sebesar 1300VA setiap bulannya, kategori listrik yang tidak mendapat bantuan pemerintah.

“Kalau [berjualan] es kotor kan listriknya harus besar, pake freezer gitu, kalau yang 1300VA tidak dikasih diskon kan kasihan yang berjualan seperti kita, ” ujarnya.

Dini meminta pemerintah memperhatikan kekhawatiran pekerja laksana dirinya yang saat ini pemasukannya terancam.

“Kalau beta sebagai kelas menengah sih khawatirnya karena pekerjaan itu ya, terus sepi. [Pemerintah] tidak memperhatikan, itu dikira mampu begitu? Padahal seperti kita begini, kan menyicil rumah, ada kekhawatiran PHK kalau kelas menengah, ” tambahnya.

Menurut Raden Soes Hindharno, juru bicara Kemenaker, era ini pihaknya tengah membahas apakah pandemi virus corona ini bisa dikategorikan sebagai force majeure , sehingga perusahaan yang tidak sanggup membayar THR karyawannya tidak melanggar aturan ketenagakerjaan yang sudah ada.

“Harusnya satu minggu sebelum lebaran perusahaan memberikan gaji ke-13 kepada praktisi, yang jumlahnya satu bulan gaji, kalau tidak diberikan, perusahaan akan diberikan denda. Tapi di era force majeure ini kita memang serba ribet, ini kan kondisi yang darurat atau tidak biasanya, ” ujar Raden.

“Tapi Kemenaker sebagai mediator di tempat hubungan industrial, tetap meminta kepada pengusaha, tapi dengan kesepakatan, [agar pekerja] di hari sundal tentunya tetap mendapatkan hak THR. ”

‘Bagaimana cara bertahan hidup’

Hak atas foto Akbar Nugroho Gumay/Antara
Image caption Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tarikh 2020 akan turun menjadi dua, 3% dan dalam skenario terburuk bahkan bisa mencapai -0, 4% karena pandemi Covid-19.

Salah satu masyarakat kelas menengah lainnya, Fransiska Romana. Warga Sintang, Kalimantan Barat itu mengaku kebingungan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu masa ini lantaran ia dirumahkan sejak Selasa (31/3) dari pekerjaannya jadi staf pengawas pemilu kecamatan.

Fransiska baru bekerja sejak Februari dan rencananya akan dipekerjakan selama sepuluh bulan untuk menolong pemilihan umum kepala daerah.

Namun masa depan pekerjaannya kini tidak jelas setelah Bayaran Pemilihan Umum memutuskan menunda empat tahapan pilkada serentak 2020 di 24 Maret lalu.

“Karena ada keputusan untuk [tahapan pilkada] itu diundur jadi kinerja kami juga diundur sampai kasus [wabah virus] corona ini berakhir. Sehingga dikeluarkanlah keputusan kami itu di- off kan, itu belum ditentukan sampai kapan, ” perkataan Fransiska kepada BBC Indonesia (2/4).

“Kami juga berat apakah kami dapat kompensasi ataupun gaji atau tidak, ini belum diinformasikan, cuma saya dengar jika Maret dapat [gaji dari bekerja di bulan Februari], akan tetapi untuk [April] seharusnya gak dapat karena di- off kan, karena dampak corona. ”

Ia adalah satu dari sekian banyak pekerja pemilihan umum besar daerah di Indonesia yang untuk sementara dinonaktifkan karena penundaan tahapan pilkada.

Untuk masa ini, Fransiska berencana pulang negeri dan bekerja sebagai penyadap karet di kebun karet milik keluarganya yang telah terbengkalai sejak keluarganya pindah ke kota.

Meski demikian, ia tidak berniat pendapatannya meningkat dari menyadap longgar. Perempuan berusia 23 tahun itu adalah tulang punggung di rumahnya, karena ia juga harus membayar untuk kebutuhan orang tuanya yang sudah tua dan tidak sedang bekerja.

“Sekarang sedang bingung sebenarnya, saya masih berpendapat juga bagaimana cara bertahan hidup, ini masih buntu sekarang, sebab mau pulang kampung buat nyerap karet kan, tapi [harga] karet disini turunnya tajam karena banyak pabrik yang menutup juga [per] agenda 31 Maret.

Oleh sebab itu bingung mau mencari pekerjaan barang apa, karena posisi sekarang cari kerjaan susah, orang pasti tidak aktif lowongan pekerjaan di tengah pandemi seperti sekarang, ” katanya.

Meski dapat digolongkan jadi kelas menengah karena memiliki vila dan kebun sendiri, Fransiska mengiakan gajinya sebagai staf pengawas pemilu daerah kurang dari upah kecil regional, sehingga ia mengatakan negeri layak memberikan bantuan bagi asosiasi yang berada di situasi yang sama seperti dirinya.

“[Kami] layak [dapat bantuan], karena kerjaan saya masih ikatan kontrak, [hanya] 10 bulan dan karena sekarang tidak ada kejelasan, Dibilang status menengah mungkin karena tinggal di rumah sendiri, kebutuhan tidak sungguh-sungguh berat, tapi bagi saya wajar-wajar saja kelas menengah mendapat tumpuan.

Kalau di situasi seperti ini mau kelas menengah, kelas bawah juga membutuhkan sandaran, ” ujar Fransiska.

Menurut Kepala Biro Hubungan Klub Kementerian Ketenagakerjaan, Raden Soes Hindharno, telah ada aturan yang menyusun bahwa perubahan besaran upah atau pembayaran upah akibat pandemi Covid-19 dilakukan sesuai dengan kesepakatan jarang pengusaha dengan pekerja atau pekerja.

“Kalau perusahaan suruh gaji penuh, perusahaan pun bakal teriak-teriak atau bahkan bisa pailit. Kalau pekerja tidak mendapat income juga sama, padahal butuh makan keluarganya. Jadi ada kesepakatan [antara pengusaha dan pekerja] seperti masuk setiap 3 hari sekali, atau [pekerja] dirumahkan tapi digaji 50%, ” kata Raden.

Banyak kelas menengah berpotensi turun ke kelas miskin

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan dua paket stimulus ekonomi yang bernilai Rp405, 1 triliun, di antaranya adalah penambahan nilai manfaat kartu sembako dari Rp150. 000 menjadi Rp200. 000 per bulan dan pembebasan tarif listrik bagi pelanggan listrik 450VA dan potongan (harga) 50% bagi pelanggan listrik 900VA bersubsidi.

Bhima Yudhistira Adhinegara, peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengatakan bahwa dalam pandemi virus corona seperti sekarang, tidak hanya kelas ekonomi miskin sekadar yang keuangannya terdampak.

Namun juga kelas menengah, serta kelas rentan miskin, atau itu yang sedang menuju ke kategori kelas menengah dari kelas ekonomi bawah.

Kelompok yang berada di tengah ini rentan kembali ke kelas miskin bila ada bencana alam atau urusan penyakit kesehatan dengan skala yang luas seperti pandemi Covid-19 sekarang.

Menurut Bank Dunia, pandemi virus corona akan menaikkan jumlah penduduk miskin di tempat Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, hingga 11 juta orang.

Sementara itu, Sistem Buruh Dunia memperkirakan pandemi ijmal ini mengakibatkan hilangnya 5 sampai 25 juta lapangan pekerjaan, dan pendapatan warga dunia akan berkurang sampai 3, 4 triliun dolar AS.

Di Jakarta, dinas tenaga kerja dan transmigrasi membuka link pelaporan data praktisi /buruh yang sudah di-PHK serta dirumahkan tanpa menerima upah ( unpaid leave) karena wabah Covid-19.

Per 3 April terdata petunjuk 21. 797 pekerja yang dirumahkan dan 3. 611 pekerja yang di-PHK.

Data tersebut akan dilaporkan ke pemerintah induk.

“Kalau kita tahu stimulus yang diberikan itu memang terasa kurang sekali dan tidak sensitif terhadap yang rentan miskin, ” kata Bhima.

“Kalau saya bandingkan itu [stimulus] Rp405 triliun ini tidak ada apa-apanya dibanding Malaysia yang [jumlah stimulus ekonominya] hampir Rp1. 000 triliun, bahkan Malaysia lebih sensitif menangani isu kelas menengah ini dengan menggratiskan internet yang setara Rp2, 2 triliun.

Kita tidak ada address itu, ini kelihatannya pemerintah invalid sensitif dan hanya fokus ke level bawah, lalu langsung loncat ke korporasi. [Pemerintah] menurunkan tarif PPH badan siap 17% secara bertahap, jadi langsung jomplang, tengahnya kosong. ”

Untuk itu, Bhima menyarankan agar pemerintah memberikan transfer kekayaan langsung kepada kelas menengah dengan terdampak kelesuan ekonomi akibat virus corona.

Menurut perhitungannya, dengan membayarkan 80% dari UMR pekerja hotel dan restoran di Bali dan Lombok, misalnya, pengeluaran pemerintah tidak mencapai Rp1 triliun.

“Karena yang dibutuhkan ini adalah bagaimana caranya mereka tidak jatuh ke jurang kekurangan karena hilangnya pendapatan dalam 1-2 bulan terakhir pasca Covid-19.

[Transfer uang langsung] bisa dilakukan pemerintah daerah dan negeri pusat. Dibandingkan dengan program-program yang sebenarnya telah menyasar orang bapet, tapi dananya ditambah, sementara yang rentan miskin ini jumlahnya cukup banyak, dan ini yg harus dipikirkan pemerintah, ” ujar Bhima.

Virus corona: Tablighi Jamaat, kelompok dengan dituding sebarkan Covid-19 di India dan terkait dengan kasus pasti di Indonesia

0

Hak berasaskan foto Getty Images
Image caption Semua peserta Tablighi Jamaat di Delhi dipindahkan ke lokasi karantina.

Kelompok Tablighi Jamaat menjelma sorotan setelah acara yang itu gelar di ibu kota India, Delhi, memunculkan sejumlah klaster Covid-19 di seantero negeri. Namun, ikatan apakah ini dan mengapa itu menyelenggarakan acara besar-besaran di Delhi? Wartawan BBC Hindi, Zubair Ahmed, melaporkan.

Siapakah Tablighi Jamaat?

Organisasi ini didirikan pada 1926 di kawasan Mewat, India melahirkan, oleh seorang ulama Islam terkemuka, Maulana Mohammed Ilyas Kandhlawi.

Tujuannya adalah menanamkan Agama islam “sejati” di antara umat Muslim sedunia. Kala itu, banyak pengikut Muslim di India merasa kalau identitas politik dan agama mereka terancam oleh kekuasaan kolonial Inggris.

Organisasi tersebut kemudian berkembang pesat dalam India yang saat itu belum terbagi menjadi beberapa negara. Perkembangannya terus meningkat setelah India mandiri pada 1947, bahkan ketika Pakistan dan Bangladesh berdiri.

Apa tujuan mungkin?

Pendiri Jamaat, Mohammed Ilyas, suatu saat pernah berkata, “Oh umat Muslim jadilah Muslim yang baik”. Perkataan tersebut menjadi inti dari tujuan istimewa Tablighi Jamaat—mengedepankan ajaran Islam di antara umat Muslim.

Para anggotanya mengklaim Tablighi Jamaat adalah organisasi non-politis yang berniat membangun masyarakat Islam berdasarkan moral Quran.

Organisasi itu mengirim delegasi-delegasinya ke berbagai negara selama 40 hari dalam setahun dan terkadang dalam jangka zaman yang lebih pendek.

Para pensyiar dari organisasi itu menjalankan metode syiar agama orang-per-orang, sehingga mereka akan mendatangi rumah-rumah umat Muslim untuk menyampaikan masukan Islam.

Apa yang terjadi di Delhi?

Pertemuan di Delhi merupakan rancangan tahunan yang berlangsung pada 3 Maret, sedangkan kapan berakhirnya ada berbagai versi. Yang jelas, zaman acara itu rampung, banyak orang—termasuk 250 warga negara asing—memilih berdiam di sana.

Ditengarai beberapa diantara mereka mengidap Covid-19, yang kemudian menular ke sesama peserta dan menyebar ke seantero India.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pelacakan hampir 400 kasus Covid-19 berujung pada acara Tablighi Jamaat pada Delhi.

Salah satu anggotanya, Waseem Ahmed, mengatakan kepada BBC Hindi kalau ratusan delegasi meninggalkan lokasi pra karantina wilayah alias lockdown diberlakukan pada 24 Maret. Akan namun, lebih dari 1. 000 kawula, termasuk sejumlah warga negara langka, terlantar karena semua moda transportasi dan penerbangan internasional dihentikan.

Sejak saat itu, kepolisian merazia hostel-hostel tempat warga negeri asing menginap dan mengarantina itu di lokasi lain di Delhi.

Pemerintah India kini berupaya melacak dan menguji orang-orang yang hadir dalam acara tersebut mengingat jumlah kasus Covid-19 dengan terkait dengan pertemuan Tablighi Jamaat terus meningkat. Pada Kamis (02/04), media setempat melaporkan kasus nyata Covid-19 mencapai 389.

Apakah ada WNI yang memasukkan acara Tablighi Jamaat?

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengucapkan sebanyak 731 warga negara Nusantara (WNI) mengikuti acara Tablighi Jamaat di India. Mereka tersebar pada berbagai negara bagian di India.

“Para jemaah tabligh ini memang terdampak dari kecendekiaan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah India hingga 14 April, ” kata Direktur Perlindungan WNI & Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, dalam konferensi pers virtual, Rabu (01/04).

Judha menuturkan, ada 14 perhimpunan Tabligh Indonesia yang terinfeksi Covid-19. “Di mana 10 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan empat lainnya masih dalam perawatan dan kondisinya stabil, ” paparnya.

Seberapa besar Tablighi Jamaat?

Tablighi Jamaat kini adalah gerakan agama yang memiliki pengikut di lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, had Amerika Serikat.

Pola itu punya kantor perwakilan di setiap negara yang ada pengikutnya, namun pusat atau yang dikenal Markaz berada di Delhi.

Markaz menempati sebuah gedung beberapa lantai di Nizamuddin, wilayah permukiman Muslim di Delhi. Pada Markaz terdapat sebuah masjid & asrama-asrama yang dapat menampung 5. 000 orang.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Biswa Ijtema di Bangladesh digadang-gadang sebagai acara perkumpulan kedua terbesar umat Muslim sedunia setelah ibadah Haji di Arab Saudi.

Tablighi Jamaat juga menyelenggarakan acara-acara besar di luar negeri.

Di Bangladesh, organisasi itu menggelar kesibukan bertajuk Biswa Ijtema, yang digadang-gadang sebagai acara perkumpulan kedua terbesar umat Muslim sedunia setelah ibadah Haji di Arab Saudi.

Di Indonesia, pada pertengahan Maret lalu, ribuan orang bergabung mengikuti Ijtima Jamaah Tabligh se-Asia di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Belakangan acara itu dibatalkan setelah memiliki desakan aparat.

Pola ini juga punya beberapa pengikut ternama di Asia Selatan.

Beberapa di antaranya merupakan sejumlah anggota tim nasional kriket Pakistan, termasuk Shahid Afridi dan Inzamam ul-Haq.

Mantan Presiden Pakistan, Farooq Legari dan Mohammed Rafiq Tarar juga dipercaya menjadi pengikut. Adapun mantan Presiden India, Dr Zakir Hussain, dikaitkan dengan gerakan ini.

Virus corona: WNI berbondong-bondong kembali ke tanah air, ‘butuh berhari-hari untuk pulang’

0

Hak atas menjepret Jarang
Image caption Pemerintah Indonesia didesak untuk memperketat prosedur kesehatan terhadap TKI yang pulang akibat karantina wilayah pada negara tempat mereka bekerja.

Warga negara Indonesia di luar negeri, terutama tenaga kerja, berbondong-bondong kembali ke negeri di tengah perlambatan ekonomi akibat pagebluk Covid-19. Presiden Joko Widodo meminta aparat pemerintah menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada semua pekerja migran yang pulang dari luar negeri.

Jokowi pertama kali menyampaikan instruksi mengenai pengawasan WNI, khususnya pekerja migran dari Malaysia yang kembali ke Indonesia, dalam pengantar rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (31/03). Ia mengulangnya saat konferensi pers usai meneroka kesiapan rumah sakit darurat pada Pulau Galang, Kepulauan Riau, Rabu (01/04).

“Setiap keadaan ada mobilitas tenaga kerja Nusantara dari Malaysia pulang mudik (ke Indonesia). Ini harus dikontrol, diawasi, dicek, sehingga betul-betul semua di keadaan bersih dan tidak membawa corona masuk ke desa, ” kata Jokowi.

Ia memprediksi akan tersedia jutaan pekerja migran dari Malaysia yang kembali ke Indonesia, atau sekitar 3 ribu pekerja migran setiap harinya.

Total itu belum termasuk dengan Awak Negara Indonesia (WNI) yang berawal dari negara lain.

Presiden menekankan empat hal yakni pertama menjalankan protokol kesehatan secara ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia, baik jalur udara, bahar dan darat.

Ke-2, WNI yang tidak memiliki isyarat Covid-19 dizinkan pulang ke wilayah asal dengan status orang di pemantauan (ODP) dan harus mengarahkan protokol isolasi mandiri dengan disiplin ketat.

Ketiga, WNI yang memiliki gejala Covid-19 kudu diisolasi di rumah sakit yang disiapkan, seperti rumah sakit penting di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Keempat, pemerintah menyiapkan bantuan sosial untuk itu.

Bagaimana p rotokol kesehatan bagi WNI dari luar negeri?

Menurut Menteri Luar Jati Retno Marsudi terdapat beberapa adat yang harus dilalui WNI sesuai pekerja migran saat tiba di Indonesia.

Pertama, penelitian kesehatan tambahan di pintu ketibaan.

Kedua, WNI wajib mengisi health alert card atau kartu kesehatan yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Bagi dengan menunjukan gejala Covid-19 akan dikarantina, bagi yang tidak menunjukkan isyarat maka sangat dianjurkan bahwa itu tetap melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Ke-3, Para WNI diminta menggunakan permintaan #PeduliLindungi yang dapat digunakan buat memantau pergerakan-pergerakan.

Belakang adalah memperkuat dan memberdayakan pintu-pintu masuk agar pengecekan kesehatan & protokol kesehatan bisa dijalankan suntuk.

Butuh berhari-hari untuk kembali

Di balik perintah Jokowi tersebut tersimpan cerita pengalaman praktisi migran yang pulang ke Nusantara dan melalui sistem protokol kesehatan tubuh di pintu masuk Indonesia.

Ada juga cerita pekerja migran yang terpaksa bertahan sebab bekerja secara ilegal di pusat sulitnya mendapatkan makanan dan kenistaan uang simpanan di Malaysia.

Kepada BBC News Nusantara, Bunga (nama samaran) mengaku memerlukan waktu berhari-hari untuk dapat tiba di Jawa Timur.

Bunga bersama suaminya merasa ketakutan dengan kondisi di Malaysia saat ini sehingga ia dan suami memutuskan pulang ke Indonesia.

Malaysia telah melaporkan bertambah dari 2, 900 kasus membangun Covid-19 per Rabu (1/4), 45 di antaranya meninggal.

Dalam Minggu pagi, (29/03) Bunga dan suami menggunakan bus dari Ambang Lumpur menuju Johor Bahru berarakan. Di terminal bus, mereka melalaikan pengecekan suhu tubuh dan hasilnya aman.

Setiba dalam terminal Larkin, Johor Bahru, mereka kembali menggunakan bus menuju ke Pelabuhan Ferry Stulang.

Sepanjang perjalanan, terdapat tiga congkong keamanan polisi yang menghentikan bus yang ditumpangi. Polisi menanyakan bahan dan melihat kelengkapan dokumen.

“Saya bilang jujur suka pulang kampung, dan diberi jalan, ” katanya.

Sesampainya di Pelabuhan Stulang, ternyata kartu kapal ferry ludes terjual karena membeludaknya WNI yang berniat menyeberang ke Batam, Indonesia.

Dia pun memutuskan menginap semalam dalam rumah temannya. Keesokan harinya, itu kembali ke Stulang dan kondisinya tetap sama.

‘Hanya dicek suhu tubuh’

Hak atas memotret Mahfud Budiono
Image caption TKI di Malaysia mendapatkan bantuan dari ormas Indonesia di negara tersebut.

Mereka pun memutuskan mengambil tiket ferry dari calo dengan makna dua kali lipat. WNI yang lain bisa membeli dengan harga maka lima kali lipat.

Setelah mendapat tiket, mereka melihat keributan di antara WNI dengan mengantre dari malam hingga cepat hari.

“Antrean desak-desakan, dan didorong dari belakang serta petugas marah-marah. Sudah tidak ada itu namanya jaga jarak. Belakangan loket tiket pun ditutup.

“Mereka pulang itu bukan karena corona tapi takut sebab sudah tidak ada pemasukan namun pengeluaran otomatis terus. Dan lockdown diperpanjang terus, bagaimana mau bertahan? ” kata Bunga.

Lalu sekitar pukul tiga sore, Bunga dan suami naik ferry menuju Batam. Setibanya di Batam, itu hanya menjalani cek suhu tubuh. “Ada tempat steril (bilik disinfektan) tapi tidak disemprot, biasa sekadar hanya cek suhu, ” katanya.

Ia mencari kartu pesawat dari Batam ke Surabaya, namun kehabisan sehingga mereka terpaksa menginap di hotel semalam sebelum esoknya berangkat.

“Saya ke Bandara Hang Nadim Batam, biasa saja tidak begitu saksama, cuma dicek suhu tubuh. Segar di Surabaya saya di semprot di tempat steril. Kita meresap kamar kayak shower , berhenti lalu putar-putar, seluruh basah. ”

  • Adelina: TKI yang meninggal pada Malaysia membuat ‘marah bangsa’
  • TKI di Hong Kong: Angka penganiayaan fisik, seksual serta diskriminasi rasial ‘tinggi’

“Kemudian, kami langsung mengontrak mobil menuju kampung halaman yang membutuhkan waktu tempuh hingga lima jam. ”

“Sampai rumah saya isolasi 14 hari, tidak keluar rumah, kalau ketemu tetangga jarak lima meter. Sama anak begitu jauh, pokoknya tidak pegangan. Asal bisa memandang saja, ” katanya.

Dia pasrah jika ternyata tidak balik ke Malaysia. “Kalau tidak mampu kembali lagi ke Kuala Lumpur saya buka usaha saja di sini, sebab saya ada spesialisasi menjahit, tapi modal belum lulus, ” ujarnya.

Bunga adalah salah satu contoh praktisi migran yang bisa pulang ke Indonesia. Masih banyak pekerja migran Indonesia yang ingin kembali namun tidak bisa. Seperti yang dialami Yuliati, pekerja pabrik di Malaysia.

“Sampai sekarang paspor blacklist , jalan urus terkatung-katung padahal uang telah masuk, sudah satu tahun. Sedia pulang pun macam mana kita pun tidak tahu, ” katanya.

Sah atas foto Antara
Image caption Pengecekan suhu tubuh saja dianggap tidak cukup. Pemerintah didesak melakukan karantina.

Ia sudah tak bekerja hampir tiga bulan serta uang simpanan sudah habis serta hanya berharap bantuan dari klub.

Yuli telah memperoleh tiga kali sumbangan baik berupa beras, minyak goreng, telur & gula. “Tidak boleh keluar vila, tidak boleh kerja. Masa hidup dari sumbangan terus, ingin seluruhnya saya pulang, ” keluhnya.

Nasib yang sama pula dialami oleh Dewi dan Karsinem yang terpaksa bertahan di Malaysia karena tidak ada uang, kebulatan dokumen.

“Iya bakal pulang tapi belum ada uang. Katanya dari kedutaan juga mau bagi sembako tapi sampai saat ini belum sampai sini bantuanya, ” kata Dewi.

‘Protokol kesehatan masih lemah’

Juru Bicara Koalisi Lawan Corona, Nukila Evanty, mengatakan pengalaman Bunga menunjukkan pelaksanaan protokol kesehatan dengan kurang maksimal, terutama pada pintu masuk ke Indonesia.

Menurutnya, pemerintah hanya mengandalkan pemeriksaan suhu tubuh.

“Ini kita lagi darurat kesehatan jadi dibutuhkan langkah yang juga kasar di pintu-pintu masuk, jadi tak hanya cek suhu tubuh, apalagi dengan menganjurkan karantina diri yang tidak bisa diawasi karena dengan terpapar virus corona bisa terlihat sehat, tidak demam, ” katanya.

Ia meminta negeri mengambil langkah luar biasa secara menyediakan tempat-tempat di wilayah kedatangan bagi mereka untuk tinggal setidaknya 7-14 hari sebelum diizinkan kembali ke kampung halaman masing-masing.

“Orang yang sehat dengan masuk Indonesia juga harus dikarantina, sama seperti yang di Natuna dan Pulau Sebaru, di UNDANG-UNDANG sudah diatur harus ada karantina, di rumah sakit kah, klinik kah, area tempat 14 hari mereka menunggu masa inkubasi. Jangan karena itu, banyak penduduk Nusantara khususnya yang di desa-desa jadi terpapar, ” katanya.

Besarnya WNI yang pulang ke Indonesia disebabkan oleh kebijakan Malaysia dan Singapura yang memberlakukan pemisahan gerak dan larangan untuk menyala.

Sekitar 26. 000 WNI dari Malaysia dan Singapura pulang ke Indonesia sepanjang 18 Maret hingga 27 Maret 2020.

Secara total, patuh data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, sampai 30 Maret ada sekitar 33. 000 pekerja migran pulang ke Indonesia.

Sebagian besar pulang karena kebijaksanaan penutupan wilayah di negara wadah mereka tinggal.

Virus corona: Mengapa begitu banyak pelaku medis tertular Covid-19?

0

Hak atas foto Getty Images
Image caption Terdapat angka yang belum pasti tentang total kasus pekerja medis terpapar serta meninggal akibat virus corona di seluruh dunia.

Di seluruh dunia, para-para pekerja medis harus membayar mahal keterlibatan mereka dalam penanganan pandemi Covid-19.

Ribuan pekerja medis tertular virus corona. Jumlah mereka yang wafat akibat terjangkit virus itu pula bertambah setiap hari.

Walau menggunakan alat pelindung diri, dokter, perawat, dan pekerja medis lain terlihat lebih rentan serta juga berisiko mengalami sakit yang serius ketimbang orang biasa.

Pertanyaannya, kok mereka bisa begitu rentan?

Muatan virus dalam pembawaan

Para pakar mengecap jumlah virus yang dihadapi pekerja medis selama pandemi Covid-19 merupakan penyebab utama kerentanan mereka.

Saat masuk ke awak pasien, virus akan menginvasi organ dan melipatgandakan diri. Selama kaum hari setelahnya, jumlah virus tersebut akan terus bertambah.

Muatan virus atau viral load yang besar menyebabkan pasien mengalami penyakit yang lebih parah. Kondisi itu pula yang membuat seorang pasien lebih mudah menularkan virus kepada orang lain.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dokter dan perawat kerap menghadapi kondisi pasien yang membuat itu begitu rentan terpapar Covid-19.

“Semakin banyak virus di dalam tubuh hamba, semakin mungkin saya menularkannya pada Anda, ” kata Profesor Wendy Barclay dari Departemen Penyakit Menular di Imperial College London.

Dokter dan perawat sering berkontak erat dengan orang-orang yang terpapar dan membawa virus. Berarti, pekerja medis itu berhadapan dengan virus dalam jumlah besr.

Seorang pasien yang melakukan operasi di sebuah rumah rendah di Wuhan, China, menularkan virus ke 14 pekerja medis, makin sebelum dia mengalami demam.

Fakta tersebut dipublikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Sistem imun Anda, meski Anda seseorang yang sehat, bahan kesulitan menghadapi seluruh virus tersebut, ” kata Barclay dalam kalender BBC Newsnight .

“Jumlah virus yang Anda hadapi menentukan keseimbangan konflik antara sistem kekebalan tubuh Anda dan virus itu sendiri. ”

“Jika anda menginfeksi beberapa binatang dengan jumlah virus yang berbeda, misalnya, binatang yang terinfeksi lebih banyak virus merupakan binatang yang mengalami penyakit menyesatkan akut, ” ujar Barclay.

Bagaimana virus corona masuk ke tubuh Anda?

Hak atas foto Getty Images

Virus corona baru, yang nama resminya adalah Sars-CoV-2, bersarang di sistem pernapasan bani adam. Virus ini mudah keluar serta menginfeksi orang lain melalui napas atau batuk.

“Setiap kali kita bernapas atau berbicara, kita mengeluarkan droplet yang berasal dibanding hidung atau tenggorokan, yang berpindah melalui udara, ” kata Barclay.

Sejumlah percikan air liurjatuh ke tanah dan mengontaminasi permukaan tersebut. Inilah mengapa kita diminta untuk saling menjaga tenggang aman dan rajin mencuci lengah.

Belum jelas dengan medis berapa jumlah minimal bagian yang bisa membuat seseorang jeblok sakit.

“Setidaknya hanya butuh tiga partikel untuk menyusun seseorang terinfeksi influenza. Kita belum tahu berapa banyak partikel terpaut Sars-CoV-2, tapi bisa jadi jumlahnya sangat kecil, ” kata Barclay.

Risiko orang-orang di garis depan

Kita masih belum cakap persis seberapa buruk paparan dengan berulang terhadap virus corona sanggup mempengaruhi kesehatan para pekerja medis.

Namun merujuk petunjuk dari wabah SARS tahun 2002 dan 2003, WHO menyebut 21% kasus dalam pandemi itu dialami pekerja medis.

Corak serupa muncul di kalangan praktisi medis yang menangani pasien Covid-19.

Di Italia, lebih dari 6. 200 orang dengan terkonfirmasi positif Covid-19 adalah pekerja medis. Di Spanyol, persentasenya 12%.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Di Spanyol, kasus Covid-19 di kalangan praktisi medis mencapai 12% dari keseluruhan kasus.

Pada awal Maret lalu, China memperkirakan sekitar 3. 300 pekerja medis mereka telah tertular virus corona.

Artinya, antara 4-12% kasus Covid-19 dialami dokter, perawat dan orang-orang di garis terdepan penanganan virus tersebut.

Seorang pejabat tinggi bidang kesehatan di pemerintah Inggris berceloteh kepada BBC bahwa lebih dari 50% karyawan rumah sakit tidak dapat bekerja lagi.

Dan jika sistem pengendalian infeksi tak lagi berjalan, rumah melempem barangkali akan menjadi pusat penyebaran virus corona.

Sebesar dokter berkata kepada BBC mengenai upaya mereka sesegera mungkin memulangkan pasien yang tak berkaitan secara Covid-19. Ini mereka sebut jadi upaya melindungi orang-orang yang belum terinfeksi.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pelaku medis di Zimbabwe berdemonstrasi & menuding pemerintah tak mampu menjamin perlindungan terhadap mereka.

Perlindungan yang lesu

Risiko paparan ini adalah alasan mengapa pekerja medis di beberapa negara marah atas rendahnya ketersediaan alat pelindung diri.

Di Prancis, para-para dokter menggugat pemerintah yang mereka tuding gagal meningkatkan produksi masker.

Di Zimbabwe, para-para dokter dan perawat turun ke jalan menggugat jumlah alat pelindung diri yang begitu rendah. Demonstrasi itu berlangsung saat Zimbabwe telah memulai periode karantina wilayah semasa tiga pekan untuk membendung penyaluran virus corona.

Pada Inggris, pimpinan organisasi pekerja medis, Neil Dickson, menyebut ketersediaan corong pelindung diri yang rendah menyusun kepercayaan diri perawat dan sinse anjlok.

Walau negeri Inggris menggerakkan tentara untuk menjatah masker kepada pekerja medis, Dickon yakin kebijakan itu membutuhkan masa untuk mengembalikan rasa percaya muncul dokter dan perawat.

“Masalah lainnya adalah bahwa pembuat alat pelindung diri ini lazimnya berada di China dan negara Asia lainnya. ”

“Khusus untuk China, ada tantangan nyata untuk memastikan bahwa suplai barang-barangi tu tersedia dalam kaum waktu ke depan, ” ujar Dickson.

Reportase dilakukan Deborah Cohen, juru bidang kesehatan BBC Newsnight.

Computer virus corona: Indonesia hentikan semua kunjungan dan transit warga negara asing

0

Hak atas foto Antara Foto/WAHYU PUTRO A
Image caption Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan sepenuhnya kunjungan dan transit WNA ke Indonesia untuk sementara dihentikan.

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghentikan sementara semua kunjungan dan transit warga negara asing (WNA) ke Philippines di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pengumuman tersebut melalui sambungan konferensi movie seusai rapat bersama Presiden Jokowi, Selasa (31/03). Menurutnya, presiden sudah memutuskan kebijakan yang ada selama ini perlu diperkuat.

“Telah diputuskan bahwa semua kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan, ” kata Retno.

Meski demikian, lanjut Retno, ada pengecualian dari kebijakan tersebut.

WNA yang memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap), Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), izin tinggal diplomatik, dan izin tinggal dinas tetap diperbolehkan masuk ke Philippines dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan berlaku.

Retno mengatakan, kebijakan baru ini akan diundangkan di dalam Peraturan Menteri Hukum dan PORK (Permenkumham).

“Detil kebijakan ini akan kami sampaikan dalam kesempatan yang terpisah dan kebijakan baru ini akan dituangkan di dalam Permenkumham yang baru, ” ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya meminta arus masuknya WNA ke Indonesia dievaluasi.

“Mengenai perlintasan WNA saya minta kebijakan yang mengatur perlintasan WNA ke indonesia dievaluasi secara reguler, sebagaiselaku, ala, menurut, berkala, untuk antisipasi pergerakan Covid-19 dari berbagai negara yang wujud di dunia, ” ujar Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui sambungan konferensi video, Selasa (31/03).

Hak atas foto Antara Foto/FIKRI YUSUF
Picture caption Suasana Terminal Kedatangan Internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (20/03). Sebanyak 181. 053 orang penumpang rute internasional tercatat tiba di bandara tersebut pada periode 1-19 Maret 2020, menurun drastis jika dibandingkan catatan periode yang sama dalam 2019 yaitu sebesar 302. 914 orang penumpang.

Pada 17 Maret selanjutnya, pemerintah Indonesia hanya membatasi kunjungan atau transit WNA dengan sejarah perjalanan dari setidaknya delapan negara yang terdampak pandemi virus corona.

Negara-negara yang ditambahkan ke dalam daftar itu termasuk Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss dan Inggris. Kebijakan tersebut mulai berlaku 20 Maret. Sebelumnya, Indonesia telah melarang pengunjung dari China dan dua wilayah di Korea Selatan (Daegu lalu provinsi Gyeongsangbuk)untuk masuk ke dan transit di Indonesia.

Kala itu, pemerintah juga menghentikan sementara beberapa jenis izin tinggal atau visa.

“Terkait pendatang asing di semua negara, pemerintah Indonesia memutuskan bahwa kebijakan bebas visa kunjungan, visa kunjungan saat kedatangan atau VoA, lalu bebas visa diplomatik dan dinas, ditangguhkan selama satu bulan, inch kata Retno dalam konferensi pers daring Selasa (17/3).

“Oleh karena itu setiap jamaah asing yang akan berkunjung ke Indonesia diharuskan memiliki visa dri perwakilan RI sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan. Pada saat pengajuan visa harus melampirkan surat keterangan sehat yg dikeluarkan dengan otoritas yang berwenang. ”

Berita ini telah diperbarui pada Selasa ( 31 or 0 3) untuk menambahkan kebijakan baru pemerintah Indonesia terkait kunjungan WNA.

Virus corona: Bagaimana kesiapan kamp-kamp pelarian menghadapi wabah Covid-19?

0

Setiap dua detik, seseorang di manapun ia berharta di dunia, secara paksa dipindahkan, menurut PBB. Populasi pengungsi, dengan jumlahnya terus meningkat, sangat rentan terhadap penyebaran penyakit.

Padatnya penghuni & kondisi kamp yang kotor menjadikan saran kesehatan yang bertujuan mengakhiri penyebaran virus corona – melindungi jarak aman dan sering membersihkan tangan – tidak praktis untuk para pengungsi.

Kewaswasan terus meningkat bahwa ketika virus itu mencapai kamp-kamp yang tersebar di dunia, bencana besar akan timbul.

“Virus itu belum menular di sini. Jika menyebar di kamp-kamp, saya pikir 80 persen akan (tertular), karena sangat ramai, ” introduksi seorang pengungsi kepada BBC.

Potensi bencana

Chekufa tinggal bersama suaminya, perut anak perempuan, dan saudara perempuannya di sebuah tenda kecil berukuran sekitar tiga meter kali 4 meter di “Kamp Kutupalong” di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Untuk menghindari aksi represif dengan masif di Myanmar, lebih sejak 700. 000 orang Rohingya berduyun-duyun ke negara tetangga Bangladesh di 2017 lalu. Mereka memberanikan muncul menghadapi hewan liar dan sungai-sungai yang meluap demi kelangsungan hidup.

Tiga tahun lalu, krisis lain muncul dan mereka tidak punya tempat tujuan lain.

“Kami memiliki mulia jamban dan satu kamar mandi untuk 10 keluarga, dan mulia sumur untuk 50 rumah. Dengan jalan apa kami dapat terhindar dari virus dalam situasi ini? ” dia berkata.

Penutupan

Persiapan sedang dikerjakan untuk menjaga agar sedapat barangkali virus tidak masuk.

“Dalam beberapa hari terakhir, kamp telah menjadi sunyi. Pasar, sekolah-sekolah agama dan pusat-pusat pembelajaran segenap tutup, ” kata Chekufa.

“Beberapa orang membeli kedok bedah. Saya juga mendengar tentang beberapa LSM yang memberikan sabun kepada orang-orang dan mengajari mereka cara mencuci tangan dengan betul. ”

PBB memperkirakan lebih dari 6, 6 juta orang tinggal di berbagai penjara di seluruh dunia. Mereka ialah sebagian besar dari populasi pengungsi global, yang diperkirakan mencapai sekitar 26 juta.

Sekitar dua juta orang menetap pada kamp-kamp buatan sendiri yang lazimnya dibuat dari bahan-bahan lokal dengan sangat mendasar.

Bangladesh adalah salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia dan makin sebelum pandemi itu, tengah merasai kesulitan memenuhi kebutuhan logistik untuk menampung begitu banyak pengungsi.

Negara itu sekitar ini sudah mencatat lima karakter yang meninggal dunia akibat pandemi virus corona dan Chekufa mau melihat lebih banyak staf medis dikerahkan di kamp-kamp untuk menetapkan para pengungsi.

Awak pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan saat ini tidak ada kasus yang dicurigai sebagai Covid-19 di kamp-kamp pengungsi yang didirikan di Bangladesh.

UNHCR telah menciptakan fasilitas isolasi yang dapat menampung 400 pasien dan saat ini tengah mencari tanah untuk membikin 1. 000 kasur tambahan.

Namun, Kutupalong adalah barak pengungsi terbesar dan terpadat di dunia.

Kekurangan wadah tidur

Rumah sakit dalam distrik Cox’s Bazar memiliki daya yang sangat terbatas untuk memulihkan kondisi medis seperti Covid-19, serta sangat tidak memadai untuk bertemu wabah besar.

“Saat ini ada Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Sadar dalam Cox’s Bazar yang sedang awak bantu untuk meningkatkan kapasitasnya menjelma 10 tempat tidur, beserta upaya lebih lanjut yang sedang berlaku di fasilitas kesehatan setempat lainnya, ” kata Louise Donovan, tukang bicara UNHCR yang berbasis pada Cox’s Bazar.

UNHCR mendesak petugas kesehatan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran tentang jalan membatasi penyebaran virus corona, tetapi langkah-langkah ini kemungkinan hanya bakal dapat memperlambat penularan virus.

Kamp yang lebih tertib

Sekitar 7. 000 km dibanding Bangladesh, di Bosnia, beberapa pengungsi tampaknya merasa jauh lebih aman tentang kemampuan mereka untuk menyalahi apa yang akan terjadi.

Rozhan (28), kabur sebab Irak bersama suami dan tiga anaknya dan telah tinggal pada kamp pengungsi Bihac selama enam bulan terakhir.

Rumpun itu sedang berusaha untuk mencapai Finlandia, tempat saudara perempuan Rozhan dan beberapa temannya tinggal.

“Kami melarikan diri daripada rumah untuk menyelamatkan hidup awak, melarikan diri dari perang, serta sekarang kami dihadapkan dengan virus corona, ” kata Rozhan pada BBC.

Dia mengucapkan orang-orang berbicara tentang virus itu, dan mereka khawatir, tetapi tak terlalu pada saat ini. Dia senang dan mendapatkan informasi dengan dia butuhkan.

“Hidup berubah lagi”

Pengungsi lain yang melarikan diri sejak perang adalah Sima yang berumur 19 tahun. Dia di sini bersama seluruh keluarganya yang berisi dari enam orang. Keluarganya zaman tinggal di dekat perbatasan bergolak Pakistan dengan Afghanistan.

“Kami adalah Pashto dan era itu kehidupan ayah saya dalam bahaya. Keluarga saya memutuskan buat pergi dan pindah ke Prancis – kami telah dalam penjelajahan selama tiga tahun terakhir. ”

Keluarganya dalam kejadian karantina diri dan ia mengucapkan mereka memiliki makanan dan logistik pelindung yang cukup. Keluarga tersebut berusaha keras untuk tetap tenang.

“Saya pertama kali mengetahui tentang virus corona sekitar 20 hari yang lalu, serta kehidupan kita sekarang telah berganti lagi – kita perlu beradaptasi dengan keadaan baru ini. ”

Rute darat melalaikan Iran

Banyak pengungsi dari Afghanistan dan Pakistan mengambil rute darat melalui Iran – yang telah sangat terpukul oleh wabah virus corona – untuk mencapai Eropa.

“Jelas ada risiko di antara warga migran, karena mereka transit melalaikan sejumlah negara, yang banyak di antaranya memiliki kasus virus corona, ” kata Peter Van der Auweraert, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Perwakilan Bosnia dan Herzegovina.

Bihac menjadi rumah bagi 7. 500 migran, antara lain 5. 200 berada di pusat-pusat resmi di mana penapisan medis telah ditingkatkan, dan zona isolasi sedang dibuat untuk menangani kasus-kasus virus corona.

Mereka yang tinggal di luar barak ini tidak memiliki perlindungan.

Risiko lebih tinggi di luar kamp

“Risiko terbesar adalah bagi para migran yang tinggal di luar pusat-pusat resmi, baik di akomodasi pribadi atau bangunan yang ditinggalkan. Klan ini tidak dicek dan kanal mereka untuk perawatan medis hampir tidak ada, ” kata Auweraert.

IOM mengatakan jika ada kasus virus corona diantara mereka, hal itu bisa tetap tidak terdeteksi dan karenanya akan menimbulkan risiko bagi migran dengan tinggal bersama mereka dan penduduk setempat.

Penduduk setempat memiliki akses ke perawatan medis yang tidak tersedia bagi mereka yang tinggal di akomodasi rileks. IOM sedang berupaya membangun wahana medis sebanyak mungkin.

Tidak meninggalkan siapa pun

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sedang bergerak dengan berbagai pemerintah dan badan-badan PBB untuk memberikan bantuan pada orang-orang yang rentan.

Badan PBB itu mengatakan sejauh ini belum menerima informasi mengenai epidemi virus corona di kamp-kamp pengungsi.

Tetapi, bila dan ketika Covid-19 tiba, masing-masing negara sebagian besar harus menanggulangi kondisi itu sendiri.

“Kami mengharapkan setiap negara mengelola para pengungsi dan migran dalam perbatasan mereka dan mereka seharusnya tidak meninggalkan siapa pun, ” kata seorang juru bicara WHO kepada BBC.

Tetapi, negara-negara yang menampung pengungsi paling banyak, sering memiliki sumber gaya paling sedikit untuk membantu itu.