Thursday, June 4, 2020
Home Blog Page 2

Idul Fitri: Pengalaman hari raya pada tengah pandemi Covid-19 – ‘tidak terasa seperti Lebaran’ dan ‘ada yang hilang’

0

Hak tempat foto ANTARA FOTO/FB Anggoro
Image caption Sebuah keluarga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melakukan silaturahmi secara virtual secara keluarga di Kota Depok, Jawa Barat, saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu (24/5/2020).

Lebaran tahun ini terasa sangat berat bagi Nindya, pekerja swasta di Jakarta yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Sial, Jawa Timur.

Makna, momen, dan keintiman dari perayaan Idul Fitri tahun ini hilang, menurutnya.

“Sekarang benar-benar sendiri di perantauan. Merayakan Lebaran sendiri dan rasanya seperti tidak ada Lebaran, kaya hari-hari biasa saja, ” sirih Nindya kepada wartawan BBC News Indonesia, Raja Eben Lumbanrau, Minggu (24/05).

Nindya melaksanakan salat Idul Fitri sendirian di kamar kosnya. Sesudah itu, Nindya menghabiskan momen-momen Lebaran dengan bersilaturahmi secara virtual melalaikan video telepon dengan keluarga.

“Ini pengalaman pertama karena tahun sebelumnya pasti pulang daerah dan bareng keluarga salat Id di masjid, lalu silaturahmi ke rumah keluarga. Sedih, sedih banget , ” ujarnya.

Pemerintah memutuskan melarang masyarakat melakukan salat Idul Fitri di masjid ataupun lapangan secara bersama-sama di ruang publik.

Adapu, Majelis Ulama Nusantara (MUI) mengeluarkan fatwa yang memperkenankan salat Idul Fitri di lapangan dan masjid. Syaratnya, salat itu dilakukan di kawasan terkendali atau yang bebas Covid-19.

Salat Idul Fitri, menurut MUI, juga boleh dilaksanakan di vila secara berjamaah, bersama anggota suku atau secara sendiri ( munfarid ), jika pengikut berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Sementara itu, di beberapa daerah, masih ada orang yang melaksanakan salat Id secara berjamaah dalam masjid ataupun lapangan walaupun berkecukupan di zona merah atau merawankan penyebaran Covid-19.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Image caption Umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di Masjid Besar Al Hidayah, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (24/05).

‘Sedih sekali: Salat Id dan Lebaran sendirian di kos’

Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi Nindya, seorang pekerja swasta di Jakarta. Perempuan kelahiran Malang, Jawa Timur itu kehilangan ayahnya, Maret awut-awutan.

Belakangan, virus corona juga membuatnya tidak bisa bersemuka dengan keluarganya di Malang, buat merayakan Lebaran.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Aji Styawan
Image caption Seorang Panitia menggunakan APD lengkap saat memantau kondisi warga dalam pelaksanaan salat Id dalam Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/05).

Nindya menghabiskan waktu perjamuan Lebaran sendirian di kos. Dia mendengar suara takbir, melaksanakan doa Idul Fitri, dan bersilaturahmi secara keluarga secara virtual di pada kamar.

“Sedih, merasa sepi. Biasanya berkumpul, makan, silih cerita dengan keluarga, salat bersama-sama. Sekarang kegiatanya seperti biasa selalu di kos. Tidak ada memperlawankan, seperti tidak merasakan Lebaran, benar-benar sendiri, di perantauan sendiri, ” ujarnya.

‘Salat Id di rumah mengurangi esensi Lebaran’

Sementara itu, bagi Lukman, pekerja swasta di Jakarta, salat Idul Fitri berjamaah pada masjid atau lapangan adalah ritual penting di setiap perayaan Idul Fitri.

Namun tarikh ini Lukman dan keluarganya menjalaninya di rumah di tengah pandemi virus corona.

“Seumur hidup saya, melaksanakan salat Id itu di masjid atau lapangan berjamaah. Tapi, kali ini maka di rumah, sedih banget . Rasanya itu ada satu elemen penting Lebaran yang sakral hilang. Esensi Lebaran oleh karena itu sangat berkurang, ” kata Lukman yang pulang ke rumahnya pada Bandung, Jawa Barat.

Lukman berkata, di lingkungan tempat tinggalnya juga melaksanakan salat Id di rumah masing-masing. “Rukun tetangga di rumah saya menyepakati buat salat Id di rumah, & masjid-masjid semua meniadakan salat Id, ” katanya.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Aji Styawan
Image caption Pemberitahuan penggunaan masker era mengikuti Salat Idul Fitri di Masjid Agung Demak, Jawa Sedang, Minggu (24/05).

Pemerintah larang s alat Id di masjid dan lapangan

Presiden Joko Widodo melalui akun Instagramnya juga turut merasakan beratnya beban yang dihadapi masyarakat dalam merayakan Lebaran.

“Tak ada gelar griya ( open house ), pegangan, atau salat Id di lapangan pada hari Lebaran tahun tersebut. Memang ini berat, tapi kita alami dan hadapi bersama-sama. Hendaknya pandemi ini segera berlalu supaya kita dapat bertemu dan silih melepas rindu, ” tulisnya.

Pemerintah melarang pelaksanaan salat Id secara bersama-sama di masjid ataupun lapangan, secara merujuk Peraturan Menteri Kesehatan 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Wilayah.

“Kegiatan keagamaan yang mengumpulkan orang banyak (seperti Salat Id) tercatat yang dilarang atau dibatasi, ” ujar Menteri Koordinator Bidang Kebijakan, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

PP Muhammadiyah, Pemimpin Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) meminta masyarakat mematuhi larangan pemerintah itu.

Wilayah yang melaksanakan s alat Id berj e maah

Hak atas memotret KURUN FOTO/ADENG BUSTOMI
Image caption Ribuan umat muslim mengikuti shalat Idul Fitri dalam Jalan Raya KH Zaenal Musatafa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/05).

Terdapat beberapa daerah yang tentu melaksanakan salat Id berjamaah dalam masjid atau lapangan, walaupun negeri telah berkali-kali menyampaikan larangan tersebut.

Masjid Roudhotul Falah di Jalan Dharmahusada, Surabaya, merupakan salah satunya.

Dari pemantauan Roni Fauzan, wartawan di Surabaya yang melaporkan untuk BBC Indonesia, ratusan jemaah melaksanakan salat Id berjamaah sejak pukul enam. 10 WIB. Terdapat beberapa karakter yang tidak mengenakan masker, serta tidak mematuhi aturan jaga jeda.

Begitu juga dengan masjid lainnya di Surabaya, serupa Masjid Al Kautsar, Masjid At-Taqwa, Masjid Al Mu’id. Di ke-3 rumah ibadah itu, terdapat kira-kira orang yang mengabaikan aturan jaga jarak, sebagaimana dilansir Detikcom .

Lalu, di Masjid Babul Shalihin di Makasar juga tampak beberapa jemaah yang tidak memakai masker dan berdiri saling berendeng dengan jemaah lainnya saat doa Id.

Di daerah Jakarta dan sekitarnya yang menjadi pusat penyebaran virus corona, masih ada masjid yang melaksanakan salat Id berjamaah seperti di Masjid Jami Nurul Islam di Jakarta Selatan, Masjid Jami Miftahul Huda, dan Masjid Jami Annawier Pekojan di Jakarta Barat.

Sementara itu Masjid Istiqlal di Jakarta resmi tidak menggelar salat Id berjamaah.

Beberapa masjid lainnya di wilayah kira-kira Jakarta melaksanakan salat Id berjemaah, di antaranya Masjid Al Hidayah di Bekasi, dan Masjid Al Abror di Tangerang Selatan.

Hak arah foto AFP
Image caption Ribuan orang mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Islamic Center, Lhokseumawe, Aceh. Pemerintah tengah sebelumnya mendorong umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri di vila demi mencegah penyebaran virus corona.

Total kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sabtu (23/05), mencanangkan 949 kasus baru sehingga mutlak menjadi 21. 745 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebesar 1. 351 pasien meninggal negeri. Sedangkan, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang sebanyak 5. 249 orang.

‘Tidak pakai masker kami menjemput pulang’

Salah satu pengurus masjid di kawasan Surabaya Timur yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan, masjidnya tetap melaksanakan salat Idul Fitri.

Namun ia mengklaim telah menekankan kepada jamaah untuk menaati hukum kesehatan yaitu mengenakan masker, membawa sajadah sendiri, tidak berjabat lengah, dan tidak melakukan komunikasi yang berlebihan dengan sesama jamaah.

“Saling menjaga dirilah. Belakang kita umumkan kalau (jemaah) tak bawa masker atau sajadah kita imbau untuk pulang. Kita saling menghormatilah, ” ujar pengurus masjid tersebut.

Hak atas foto ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Image caption Sejumlah warga mengikuti shalat Idul Fitri 1441 H pada Masjid Jami An Nur Kramat, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (23/05).

Tatkala Yani, warga di kawasan Surabaya Selatan, mengungkapkan bahwa dirinya & keluarganya memilih untuk melakukan doa Id di rumah dengan pertimbangan keputusan pemerintah dan anjuran ustazah.

“Ya memang kita harus prihatin, mungkin lebaran era ini tidak sama dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Karena sebelumnya tidak tersedia wabah, tidak ada pandemi Covid-19 ini. Jadi kita bebas salat di luar ya. Itu lebih afdal. ”

“Kan kita juga karena musim pandemi ini, kita menghindari mudarat yang lebih besar. Dan kita serupa punya pemimpin yang wajib kita patuh”, ujarnya.

Pemimpin Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Eddy Christijanto, menyatakan Pemerintah Kota Surabaya bekerja sepadan dengan TNI-Polri untuk memantau dan mengawasi masjid-mesjid yang melaksanakan Salat Id dalam menjalankan protocol kesehatan tubuh.

“Petugas medis kita tetap di Posko terpadu. Tersedia tujuh Posko yang siap 24 jam. Personel keamanan, polisi suntuk, TNI juga maksimal, termasuk Satpol PP dan Linmas kita selalu maksimal, ” ujarnya.

Hak atas menjepret KURUN FOTO
Image caption Di Banda Aceh, beribu-ribu umat Muslim mengikuti salat berjemaah yang digelar di Masjid Baiturrahman.

Pada sisi lain, MUI Jawa Timur tidak melarang umat Muslim buat menyelenggarakan salat Id berjemaah pada masjid atau lapangan. Namun MUI memberikan sejumlah catatan.

“Untuk pelaksanaan salat Idul Fitri bisa kondisional. Apabila diselenggarakan dalam masjid atau di musala, maka perlu ada satu keseriusan untuk menegakkan disiplin protokol Covid-19, ” kata Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yaqin.

“Kami mengimbau, di satu sisi kita bisa menegakkan syiar Islam, tapi utama sisi kita tetap menjaga muncul dari bahaya penyebaran Covid, sebab itu juga bagian dari ajaran agama”, tuturnya.

Sebelumnya Pemerintah Jawa Timu mengizinkan pelaksanaan salat Idul Fitri berjemah dalam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Namun, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, mencabut tulisan izin tersebut.

Surabaya Raya dan Malang Raya dalam Jawa Timur hingga saat tersebut masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pada PSBB tahap kedua untuk di Surabaya Raya dan tahap baru di Malang Raya, angka nyata Covid-19 di Jatim mencapai dua. 491 kasus per 20 Mei 2020. Dari jumlah itu, sebesar 243 pasien meninggal dunia.

Hak atas foto AFP
Image caption Sejumlah umat Muslim dalam sebuah permukiman penduduk di Tanah air Gowa, Sulawesi Selatan, mengenakan kedok saat melakukan salat Idul Fitri.

Fatwa MUI: Zona merah, s alat Id di vila

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menjelaskan melanggar isi dari Fatwa MUI mengenai salat Id di tengah pandemi virus corona.

“Fatwa MUI itu isinya kalau seandainya di daerah kita tidak jadi melaksanakan salat Id di lapangan, maka dilaksanakan di rumah dengan keluarga, dan diatur bagaimana jalan sembayang di rumah, ” katanya.

Mengapa salat Id dianjurkan di rumah? Anwar berceloteh, dalam Islam terdapat lima filosofi utama, yaitu agama Islam tersebut sendiri, jiwa manusia, akal manusia, keturunan dan harta.

“Menyelamatkan diri dan jiwa tersebut hukumnya wajib dan menghindari bala harus didahulukan dibanding mengambil kebaikan. Jadi jangan pergi dan berkumpul-kumpul di tengah virus corona dengan akan mengancam keselamatan kita serta orang lain” katanya.

Anwar juga merasakan kesedihan daripada banyak umat Islam yang melaksanakan Salat Id di rumah, apalagi harus jauh dari keluarga sebab tidak bisa mudik, seperti yang diceritakan Nindya dan Lukman.

“Kesedihan kita akan mendapatkan nilai besar di sisi Allah, menjadi pahala yang besar, sebab kita punya keinginan baik dan terbaik tapi situasi kondisi menegah itu, ” katanya.

Hak atas memotret ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Image caption Umat Islam melakukan shalat Idul Fitri di ruas Jalan Indrapura, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/05).

Mengapa s alat Id di lapangan berbahaya?

Dokter spesialis paru yang juga guru tumbuh dari Universitas Indonesia, Faisal Yunus mengatakan kegiatan di ruang umum yang melibatkan banyak orang, laksana salat Id, berpotensi besar meningkatkan secara tajam penyebaran virus corona.

“Kita tidak cakap orang di sebelah kita tersentuh virus, kan ada orang tanpa gejala. Walaupun pakai masker, apalagi yang dipakai masker kain, bukan masker bedah yang perlindungan indah, dan juga maskernya kadang tak benar dipakainya, tidak efektif. ”

“Salat Id barangkali bisa diatur jaraknya berjauhan, tapi sebelum dan sesudah Salat membangun ada bisa sampai ratusan karakter yang mondar-mandir dan pasti berhubungan. Di situlah penyebaran berpotensi terjadi, ” kata Faisal.

Jika yang tertular adalah mereka yang masih muda dan memiliki imun kuat, kata Faisal, kira-kira tidak akan bermasalah.

Namun, ketika virus itu menempel di baju lalu dibawa kembali ke rumah atau bersilaturahmi dengan keluarga yang berusia lanjut atau memiliki penyakit dasar maka akan berbahaya.

“Proses dia berjalan, bertemu banyak orang, tak pakai masker dengan benar, atau ada yang bersin, batuk, serta berbicara, lalu virus terhirup atau menempel ke baju yang bisa bertahan lama, dibawa ke rumah lalu menularkan ke orang gelap yang selama ini melakukan isolasi mandiri. Itu yang ditakutkan, ” katanya.

Idul Fitri: Lebaran di tengah pandemi, dari menikmati ketupat sampai berbagi paket makanan

0

Hak tempat foto Getty Images
Image caption Seorang perempuan suntuk membuat ketupat untuk persiapan Lebaran di Yogyakarta, pada Jumat (22/05)

Umat Muslim sedunia menandai simpulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Perayaan Idul Fitri yang dalam tahun-tahun sebelumnya berlangsung akbar, saat ini diadakan dengan prihatin dan memelihara jarak sembari menikmati berbagai penganan khas.

Di Indonesia, sajian istimewa Idul Fitri adalah ketupat dan opor ayam. Ada pula goreng dan sambal goreng ati.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang pedagang bumbu dan rempah di Jakarta sibuk melayani para pembeli dengan hendak memasak untuk persiapan Idul Fitri, pada Jumat (22/05).

Penganan khas Idul Fitri juga terdapat dalam kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.

Sheer Khurma, atau’Sewaiyan’ adalah santapan manis dari bihun yang piawai disajikan khalayak Asia Selatan. Mengenai masyarakat Timur Tengah terdapat kue mentega yang dijejali dengan tapal kurma atau serpihan kacang pistachio atau walnut kemudian ditaburi gula.

Kue mentega ini sangat laris saat buka pertarakan maupun perayaan Idul Fitri di Timur Tengah. Namanya pun beraneka macam di masing-masing negara. Di Suriah kue ini dikenal dengan sebutan Mamoul, kemudian Klaicha di Irak, dan Kahk di Mesir.

Benar atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sebuah suku Sudan mempersiapkan biskuit tradisional jadi sajian Idul Fitri di vila mereka di Khartoum, Jumat (22/05).
Hak atas menjepret Reuters
Image caption Seorang perempuan Palestina membuat kue-kue yang manis sebagai camilan khas Lebaran di Kota Tua Jerusalem, Kamis (21/05).
Hak atas foto EPA
Image caption Seorang pekerja Palestina membawa dua nampan berisi kue khas Idul Fitri di Kota Nablus, Tepi Barat, pada Jumat (22/05).

Di samping menikmati beragam sajian khas Idul Fitri, sejumlah pengikut Muslim mempersiapkan paket makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Hak untuk foto EPA
Image caption Para relawan di Tengah Budaya Islam Catalan di Barcelona mempersiapkan paket makanan untuk dibagikan saat Idul Fitri.

Saat Idul Fitri, Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tarikh 2020 terkait panduan kaifiat (tata cara) takbir dan shalat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona.

Dalam masukan MUI tersebut, disebutkan bahwa salat Idul Fitri boleh dilakukan di rumah secara berjemaah atau tunggal. Risiko penularan virus dinilai masih sangat tinggi jika masyarakat menggelar salat Id di masjid atau lapangan.

Hak atas foto Antara/Reuters
Image caption Sejumlah orang menunaikan ibadah salat pada masjid yang memasang plastik transparan untuk memisahkan jemaah.

Semua foto dilindungi hak cipta.

Perselisihan AS-Iran: Tensi kedua negara balik meninggi menyusul pengiriman BBM daripada Iran ke Venezuela

0

Benar atas foto Getty Images
Image caption Iran menyampaikan bensin ke Venezuela yang menemui krisis bahan bakar.

Pelayaran kapal tanker Iran untuk mengantarkan bahan bakar minyak (BBM) ke Venezuela mendatangkan kembali ketegangan dengan Amerika Serikat, yang menjatuhkan sanksi ekonomi di kedua negara.

Kapal tanker Iran diperkirakan akan sampai di negara Amerika Selatan itu pada 22 Mei suangi.

Militer Venezuela hendak mengawal kapal tanker Iran itu untuk mencegah upaya apa kendati yang dilakukan AS untuk mendiamkan pengiriman.

Venezuela memiliki cadangan minyak yang besar, tetapi krisis ekonomi dengan berkepanjangan membuat negara ini bertemu kekurangan bahan bakar yang parah.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menggunakan bantuan Teheran, serta dilaporkan ia berjanji akan memenuhi dengan emas.

Pemerintah AS tidak mengakui Nicolas Maduro sebagai presiden Venezuela dan hubungannya yang tegang dengan Iran mencapai titik terendah baru pada Januari tahun ini, ketika serangan udara tak berawak AS menewaskan komandan militer Iran Qasem Soleimani.

Seorang pejabat senior pada pemerintahan Presiden Donald Trump mengutarakan kepada kantor berita Reuters pada 14 Mei bahwa AS sedang memikirkan langkah-langkah yang bisa diambil sebagai tanggapan terhadap pengiriman bensin lantaran Iran.

Sumber dengan namanya tak disebut itu tidak menjelaskan detil langkah-langkah yang dipertimbangkan AS. Namun, pernyataan itu cukup kuat bagi Iran untuk melapor ke PBB beberapa hari lalu.

Pemerintahan Trump sudah memberikan sanksi pada Venezuela serta berusaha untuk menggeser pemerintahan sosialis Maduro dari kekuasaan, yang dituduhnya tidak terpilih secara demokratis.

Hak pada foto Getty Images
Image caption Para kritikus mengutarakan produksi bensin Venezuela anjlok kelanjutan korupsi dan salah urus.

Washington melihat pengiriman minyak dari Iran ke Venezuela sebagai pelanggaran terhadap hukuman, yang mencakup larangan transaksi usaha dengan PDVSA, perusahaan minyak negeri Venezuela.

Angkatan Bahar AS secara rutin berpatroli dalam perairan Karibia, yang mungkin berada di sekitar rute kapal tanker Iran.

Armada Keempat Amerika Serikat, yang berbasis pada Jacksonville, Florida, bertanggung jawab arah semua operasi di wilayah tersebut.

Dalam surat dengan ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Menteri Luar Negeri Iran Mohamed Javad Zarif mengucapkan setiap tindakan AS terhadap pengiriman itu harus dianggap sebagai kesibukan “pembajakan” yang akan memiliki buah.

“Iran berhak buat mengambil semua tindakan yang serasi dan perlu, dan tindakan tegas… untuk mengamankan hak-hak dan kepentingannya yang sah terhadap intimidasi & praktik melanggar hukum semacam tersebut, ” tulis Zarif.

“Diplomasi kapal perang hegemonik itu secara serius mengancam kebebasan perniagaan dan navigasi internasional, juga pembagian energi yang bebas. ”

Hak tempat foto Getty Images
Image caption The US assassinated Iranian General Qasem Soleimani in January 2020

“Upaya-upaya AS untuk mengambil langkah-langkah paksaan untuk mengganggu penjualan minyak Iran adalah eskalasi yang berbahaya, ” tambah menteri sungguh negeri Iran.

Kasra Naji, koresponden khusus untuk Layanan Persia BBC, mengatakan “risiko perseteruan antara Iran dan Amerika Konsorsium tinggi. ”

Mengapa Venezuela membutuhkan bantuan dari Iran?

Kesalahan manajemen serta korupsi di perusahaan minyak negeri Venezuela telah menyebabkan runtuhnya pabrik minyak itu dalam beberapa tahun terakhir, kondisi yang melumpuhkan buatan BBM lokal.

Pada masa krisis, pemerintah Venezuela mendaulat Iran sebagai sekutu untuk meminta bantuan.

Negara tersebut telah menjalin hubungan hangat dengan Iran sejak pemerintahan mantan kepala Hugo Chavez, pendahulu Nicolas Maduro, yang berkuasa dari tahun 2002 hingga kematiannya pada tahun 2013.

David Smilde, seorang peneliti Venezuela dari Universitas Tulane di AS, mengatakan kerja persis antara Caracas dan Teheran “alami, karena keduanya melihat satu sesuai lain sebagai mitra strategis dalam dunia multipolar dan keduanya negara yang terlarang di mata Amerika Serikat. ”

“Jika benar bahwa Venezuela membayar secara emas, ” kata wartawan BBC Kasra Naji, “masuk akal untuk Iran untuk mengambil risiko secara pengiriman ini karena Iran serupa sangat membutuhkan pendapatan karena sanksi. ”

Tetapi ekonomi Venezuela berada dalam masalah dengan lebih buruk.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pembelian bensin di Venezuela dibatasi.

Produk domestik bruto negara itu sudah anjlok lebih dari 50% semenjak Nicolas Maduro berkuasa pada 2013, dan jutaan rakyat Venezuela sudah meninggalkan negara itu dalam kaum tahun terakhir karena kemiskinan.

Virus corona dan turunnya harga bensin memperburuk situasi dalam Venezuela, yang ekonominya sangat bergantung pada produk minyak.

Selama berbulan-bulan, pemerintah Venezuela mencari jalan keluar dengan mengirimkan minyak mentah dengan bayaran bensin kepada para pelanggannya, terutama perusahaan Rusia Rosneft.

Tetapi pemerintahan Trump meluncurkan dua putaran sanksi di dalam bulan Februari dan Maret kepada afiliasi-afiliasi Rosneft karena telah mendistribusikan minyak mentah Venezuela di pasar internasional.

Pada simpulan Maret, Rosneft mengumumkan kepergian yang mengejutkan dari Venezuela.

Antonio de la Cruz, seorang ahli minyak di perusahaan konsultan Inter American Trends, percaya “di antara pemegang saham Rosneft tersedia mitra yang sangat penting, dengan tidak ingin membahayakan perusahaannya dengan melakukan bisnis dengan Presiden Venezuela Maduro. ”

Semenjak itu, bensin dijatah secara erat di Venezuela. Orang-orang mengantri sepanjang malam untuk mengisi bensin tidak lebih dari 30 liter.

Hak arah foto Getty Images
Image caption Venezuela adalah negara yang menerima sanksi dari GANDAR.

“Maduro sedang berusaha membuat Iran mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Rosneft, ” kata de la Cruz.

Apa yang sedang dilakukan Iran di Venezuela?

Beberapa minggu lalu, tidak lama setelah Rosneft menutup operasinya di Venezuela, berbagai laporan menunjukkan adannya penerbangan Mahan Air, sebuah maskapai penerbangan swasta Iran yang dikenai sanksi.

Udara itu telah mendarat di negara bagian Falcon di Venezuela, mendatangkan peralatan dan personel dari Iran untuk mengaktifkan kembali Kompleks Pengilangan Paraguana Venezuela, salah satu fasilitas pengilangan terbesar di dunia.

Pada 28 April 28, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Mahan Air memberikan “dukungan yang tak diketahui pada rezim Maduro” dan memperingatkan kalau “penerbangan Iran harus dihentikan. ”

Meskipun pemerintah Venezuela belum mengeluarkan informasi apa kendati dan tidak menanggapi permintaan ramah, Eudis Girot, yang merupakan direktur satu diantara serikat minyak utama Venezuela, mengatakan kepada BBC bahwa “Iran berusaha mengoperasikan kilang minyak [di Venezuela], tetapi ada masalah struktural karena kilang itu telah ditinggalkan, dan usaha ini bukanlah objek yang akan diselesaikan dengan segera. ”

Jika perut kilang Paraguaná beroperasi dengan kapasitas penuh, kilang itu diperkirakan dapat memproses 965. 000 barel minyak per hari.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Venezuela dan Iran memiliki ikatan yang hangat.

Tetapi para analis percaya bahwa kegagalan dalam pasokan elektrik dan air yang terjadi di Venezuela tidak akan memungkinkan kilang itu mencapai kapasitas seperti itu lagi.

“Teknisi Iran mungkin dapat mengoperasikan kilang balik, tetapi mempertahankannya agar beroperasi dengan berkelanjutan akan jauh lebih sulit, ” kata Antonio de la Cruz dari Inter American Trends.

Pentingnya pengiriman terbaru Iran

Tanker Iran yang berlayar ke Venezuela benar penting karena pengiriman ini adalah satu-satunya pasokan bensin dalam jangka pendek.

Baik pemerintah Iran maupun Venezuela tidak menganjurkan rincian lebih lanjut tentang transmisi itu.

Tetapi Refinitiv, sebuah perusahaan yang memantau berantakan lintas maritim, mengatakan kepada biro berita AP bahwa ada lima kapal tanker yang mengangkut bensin dan produk serupa, yang bernilai lebih dari $ 45 juta.

“Jika kapal tanker itu tiba, Maduro akan membuka arah pasokan dan menyelamatkan dirinya sebab krisis bahan bakar saat ini, ” prediksi pakar industri minyak Antonio de la Cruz.

Hak tempat foto Getty Images
Image caption Iran mengatakan jika AS menghentikan pengiriman, itu merupakan upaya pembajakan.

Bagi Iran, yang ekonominya menderita akibat sanksi AS, pada samping tekanan yang ditimbulkan sebab wabah virus corona, emas Venezuela akan membuat negara itu mampu bernapas.

Tetapi ada keraguan apakah Iran bisa menjadi pemasok andal bagi Venezuela, karena bensin akhir-akhir ini juga dijatah di Iran.

“Penjatahan didirikan diberlakukan pada November 2019, meningkatkan harga bensin hingga tiga kali lipat, dan memicu protes sungguh-sungguh di Iran, ” kata wartawan BBC Kasra Kaji.

Apa yang bisa dilakukan Amerika Serikat?

Ada kewaswasan bahwa ketegangan antara AS serta Iran akan menandai konflik hangat yang berbahaya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Donald Trump sudah meningkatkan sanksi ke Iran dan Venezuela semenjak ia memerintah.

Namun, David Smilde daripada Universitas Tulane tidak melihat kemungkinan ini, mengingat AS masih bertemu pandemi Covid-19 dan pemilihan pemimpin 2020 pada bulan November.

“Jika Amerika Serikat mencegat tanker, ketegangan dengan Iran & Venezuela akan meningkat, yang akan menyebabkan biaya geopolitik yang perkiraan tinggi, dan itu sangat berisiko saat ini. ”

“Trump sekarang menghadapi kritik sebab pandemi, dan pemilihan presiden pra akhir tahun…, ” kata sang akademisi. Namun ia melanjutkan, “Tetapi Donald Trump tidak dapat diprediksi. ”

Lebaran di tengah Covid-19: Umat Agama islam diimbau ‘tidak menerima tamu’ masa Idul Fitri – ‘Silaturahmi gunakan medsos’

0

Hak atas memotret Keterangan Zaezar/ANTARA FOTO
Image caption Penjual kulit ketupat menata jualannya di Pasar Tinggi, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (20/05).

Pengikut Islam di Indonesia disarankan berlebaran bersama keluarga inti di panti dan tidak perlu menerima tamu untuk mencegah penularan virus corona, kata Menteri Agama Fachrul Razi.

“Mungkin tamu yang datang membawa virus, karena banyak sekarang orang tanpa gejala, ” kata Fachrul Razi dalam keterangan pers secara tepat di laman YouTube BNPB, Kamis (21/05).

Imbauan tersebut dikeluarkan di tengah sikap beberapa masyarakat yang belakangan dilaporkan mengarah “longgar”, walaupun kebijakan pembatasan baik masih berlaku.

Belakangan dilaporkan terjadi kerumunan orang di pasar tradisional serta pusat perbelanjaan, yang dikhawatirkan berlaku pelonjakan kasus setelah Lebaran.

Lebih lanjut Menteri Pegangan mengatakan, silaturahmi dapat digelar melalaikan media sosial dan tidak kudu bertemu secara fisik.

Hak atas memotret ADENG BUSTOMI/ANTARA MENJEPRET
Image caption Ratusan pengunjung rela kepanasan saat antre memasuki sentral perbelajaan Yogya Toserba di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (20/05).

“Silaturahmi bukan karena kedekatan fisik, akan tetapi karena kedekatan batin, ” ujar Fachrul. “Banyak medsos yang tersedia sekarang contoh melalui HP pula bisa. ”

Di Indonesia, selama Lebaran, ada kebiasaan saling berkunjung ke keluarga luhur, tetangga, atau rekanan.

Praktik seperti ini kemungkinan tinggi akan berkurang selama wabah, walaupun tidak ada jaminan akan buyar sama-sekali.

Di sinilah, Fahcrul Razi kembali mengingatkan supaya umat Islam agar tetap mengindahkan protokol kesehatan selama lebaran.

Hak pada foto Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Image caption Sejumlah penumpang turun dari kapal KM Cahaya IX yang bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Galuh, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/05).

Pada keterangannya, menteri agama juga balik mengimbau agar umat Islam doa Idul Fitri di rumah per.

“Ibadah dan silaturahmi bisa dilakukan di rumah saja. Kegembiraan jangan sampai hilang namun tetap harus terhindar dari COVID-19, ” katanya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada suangi Idul Fitri. Takbiran bisa dilakukan di rumah, katanya.

“Namun, saya juga mengimbau masjid dan mushala tetap menggaungkan takbir melalui pengeras suara untuk memeriahkan malam Idul Fitri, ” tuturnya.

Fachrul Razi selalu kembali menyerukan, yang dia embeli dengan “seruan dengan keras”, agar masyarakat tidak mudik.

Pandemi Covid-19: Kehamilan di luar rancangan bisa meningkat di tengah lockdown, puluhan juta perempuan sulit memiliki kontrasepsi

0

Hak atas foto JAY ARGUELLES
Image caption Suster menyuntik kontrasepsi kepada seorang perempuan di Filipina

Puluhan juta perempuan berpotensi kesulitan mendapat akses kontrasepsi karena pandemi virus corona sehingga angka kehamilan yang tidak diinginkan bisa meningkat, kata Sedekah Populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA).

“Sebanyak 47 juta perempuan di 114 negeri berpendapatan kecil dan menengah mungkin tidak bisa mengakses kontrasepsi modern, ” kata UNFPA dalam laporannya. “Tujuh juta kehamilan yang tidak diinginkan berpotensi terjadi jika lockdown berlaku selama enam bulan dan layanan kesehatan akan sangat terganggu. Angka tersebut akan naik dengan bunga sampai dua juta perempuan setiap tiga bulan jika lockdown diperpanjang. ”

Ini terutama mengkhawatirkan di negara seperti Filipina, di mana aborsi ilegal dan hawa sangat bergantung pada pusat layanan kesehatan dan program-program di komunitas untuk mendapatkan kontrasepsi.

“Diprediksi ada 1, 2 juta perempuan yang bakal hamil di luar rencana karena Covid-19, ” kata Dr. Joseph Michael Singh, perwakilan UNFPA pada Filipina.

Menurutnya, ini adalah skenario terburuk, di mana layanan kontrasepsi vital turun 50% karena pandemi tahun ini.

Kehamilan di luar rencana, ditambah dengan kurangnya akses ke perawat, bidan, dan perawatan perlu, dapat memicu kenaikan angka janji ketika melahirkan, kata UNFPA.

Stok kontrasepsi berkurang

“Kami mulai kekurangan simpanan kondom, implan hormonal, dan pil-pil progesterone, ” kata Amina Evangelista Swanepoel, kepala lembaga non-pemerintah Roots of Health.

Kelompok itu menyediakan layanan kesehatan reproduksi gratis bagi warga di Puerto Princesa dan area-area terpencil lainnya di provinsi Palawan di Filipina. Kini mereka kekurangan pasukan sebab jasa pengiriman dan penerbangan yang terbatas karena pandemi Covid-19.

Program keluarga nasional pemerintah mengatakan kepada BBC bahwa mereka memiliki pasokan kontrasepsi yang penuh, namun terbukti sulit untuk membagikannya ke semua provinsi.

Hak atas foto JAY ARGUELLES
Image caption Perawat Roots of Health, Shery, mengunjungi kawasan yang pelik dijangkau

“Ada seorang perempuan yang berjalan sekitar 10 kilometer untuk menemui kami dan ia harus meninggalkan titik-titik pemeriksaan dan menjelaskan dalil ia harus menemui kami di setiap kali, ” kata Analiza Herrera yang bekerja di Kantor Kesehatan Kota Puerto Princesa di daerah Palawan.

Di kurang wilayah di Filipina, termasuk di Palawan, setiap rumah hanya diizinkan satu kali bepergian di pusat lockdown.

“Ijin itu tidak menyebutkan bahwa hanya laki-laki yang dibolehkan, tapi seringkali yang bisa bepergian adalah laki-laki, ” kata Swanepoel. “Sulit bagi perempuan untuk muncul dan mendapatkan kontrasepsi, terutama untuk perempuan yang pasangannya tidak cakap mereka menggunakannya. ”

Meski di beberapa wilayah pada Palawan lockdown telah dilonggarkan dan transportasi umum kini beroperasi kembali, daya transportasi dikurangi untuk mendorong social distancing.

Hak untuk foto JAY ARGUELLES
Image caption Perempuan di Filipina sulit mendapatkan pil kontrasepsi semasa pandemi.

“Kami masih mendapat pesan dari perempuan yang membutuhkan kontrasepsi tapi mereka takut keluar, ” kata pendahuluan Swanepoel.

Ia mengatakan, situasinya makin sulit jika mereka dikarantina bersama pasangannya.

“Situasi akan lebih sulit bagi perempuan di Filipina untuk mengajak tidak berhubungan intim ketika itu subur, terutama mereka yang bergantung pada kontrasepsi alami. ”

Garda terdepan

Sah atas foto JAY ARGUELLES
Image caption Shery memakai APD ketika turun ke lapangan

Roots of Health turun dari pintu ke kemungkinan membagikan kontrasepsi gratis ke mereka yang paling rentan.

“Awalnya saya takut saya bakal terkena virus corona saat turun ke lapangan, apalagi saya punya bayi berumur enam bulan, ” kata seorang perawat, Shery Villagaracia. “Ini sangat sulit, tapi sebagian besar perempuan yang kami temui tidak bisa membeli pil pengurus kehamilan. ”

Hak atas foto JAY ARGUELLES
Image caption Shery takut tertular virus corona dan menularkan ke bayinya.

Pandemi virus corona adalah tantangan terbaru bagi perempuan Filipina dalam mendapat servis kesehatan reproduksi.

“Salah satu klien saya meminta saya menyuntik kontrasepsi di lokasi yang jauh dari rumahnya karena suaminya tidak tahu ia menggunakannya. Dia buru-buru dan saya melihat tanda-tanda kekerasan rumah tangga, ” sekapur Shery.

Provinsi Palawan mencatatkan tingkat kehamilan remaja sempurna di Filipina. Sebelum pandemi, hawa di Filipina sudah susah mendapatkan kontrasepsi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Inspeksi menunjukkan setengah dari perempuan lajang yang sudah aktif secara seksi tidak menggunakan kontrasepsi apapun.

“Saya punya seorang klien yang adalah ibu remaja, dan ia mengatakan ia mencegah kehamilan berikutnya dengan memberi air susu ibu untuk bayinya, ini sangat tidak bisa diandalkan, ” kata Shery.

Menurut survei nasional tahun 2017, 49% perempuan lajang yang telah aktif seksual tidak menggunakan kontrasepsi apapun. Sebanyak 17% perempuan yang sudah menikah namun tidak mau hamil juga tidak memakai kontrasepsi.

“Alasan utama hawa Filipina tidak memakai kontrasepsi merupakan mereka takut akan efek sampingnya dan kelompok anti kesehatan reproduksi memberikan informasi yang tidak berdasarkan bukti, ” kata Dr. Joseph Michael Singh dari UNFPA.

“Di Filipina, mayoritas masyarakatnya Katolik, dipimpin oleh pimpinan gereja yang sangat konservatif, sementara di bagian selatan, ada pimpinan petunjuk Islam yang sangat berpengaruh, ” tambahnya.

Kehamilan pada luar rencana dapat berdampak kaya pada aspek ekonomi, sosial, & psikologi perempuan.

“Kehamialn di luar rencana berpotensi mempengaruhi status finansial perempuan, terutama semasa pandemi Covid-19, ” kata Shery. “Ini menyedihkan. Perempuan harus memiliki akses ke kontrasepsi. ”

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk darah kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran penderita yang terinfeksi, meninggal dan sehat di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

Petunjuk khusus BBC terkait Covid-19

Covid-19 di Brasil: Brasil jadi negeri dengan jumlah kasus positif tertinggi ketiga di dunia

0

Hak atas foto Reuters
Image caption Brasil menjadi negara ketiga di dunia dengan urusan tertinggi dan keenam angka moralitas tertinggi di dunia.

Brasil menjadi negara dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak ketiga di negeri, setelah Amerika Serikat dan Rusia. Posisi ini sebelumnya ditempati Inggris, yang kini berada di peringkat empat.

Brasil melaporkan lebih dari 255. 000 kasus hingga Selasa (19/05) sore WIB, sebagaimana tertera di laman Universitas Johns Hopkins, AS. Adapun jumlah kematian di Negeri brazil mencapai sedikitnya 16. 000 orang.

Menurut sejumlah pakar, karena jumlah tes yang tak memadai di Brasil, jumlah urusan sebenarnya di negara itu bisa saja lebih banyak 15 kali lipat.

Presiden Brasil yang berhaluan kanan, Jair Bolsonaro, menganggap remeh risiko Covid-19 dan membandingkan penyakit itu dengan “flu kecil”.

Hak atas memotret AFP/Getty Images
Image caption Pemakaman massal para jenazah yang diduga dan terkonfirmasi wafat dunia akibat Covid-19 di Manaus, Brasil.

Seberapa parah situasi di Brasil?

Brasil kini merekam lebih dari seperempat juta kejadian positif.

Akibatnya, bentuk kesehatan di kota terbesar Negeri brazil, Sao Paulo, menurut wali kota Bruno Covas, dapat kolaps pada dua pekan mendatang.

Kota itu berpenduduk sekitar 12 juta jiwa dan para pejabat mengatakan banyak warganya mengabaikan petunjuk menjaga jarak. Di Kota Sao Paulo saja, lebih dari 3. 000 orang telah meninggal negeri akibat Covid-19.

Tetapi, tidak hanya kawasan perkotaan dengan terdampak parah. Daerah Amazon merekam hampir 21. 000 kasus meyakinkan per Senin (18/05).

Hak atas memotret Getty Images
Image caption Nelson Teich, kiri, serta Jair Bolsonaro dalam upacara pelantikannya kurang dari sebulan yang berarakan.

Bagaimana cara Bolsonaro menangani Covid-19?

Penanganan Bolsonaro terhadap wabah di negaranya menimbulkan berbagai pertimbangan hingga pengunduran diri Menteri Kesehatan Nelson Teich, pekan lalu.

Nelson Teich mengkritik perintah yang dikeluarkan Presiden Jair Bolsonaro, yang membolehkan pusat kebugaran & salon kecantikan dibuka kembali.

Namun ia tidak menganjurkan alasan pengunduran dirinya dalam jumpa pers.

Pejabat sebelum Teich, Luiz Mandetta, dipecat Presiden Bolsonaro setelah keduanya berseteru perkara kebijakan menjaga jarak.

Bagaimanapun, fokus Bolsonaro terhadap meminimalisir gangguan ekonomi disambut banyak orang. Para pendukungnya menggelar pawai anti-lockdown dan dihadiri sendiri oleh si presiden.

Menteri Kesehatan Brasil mengundurkan diri setelah invalid dari sebulan, menyusul ketidaksepakatan arah cara pemerintah menangani eskalasi gawat virus corona di negara tersebut.

Presiden berhaluan keterlaluan kanan itu terus menentang langkah-langkah pembatasan.

Ia meremehkan virus corona, menyebutnya “hanya flu ringan” dan mengatakan bahwa penyaluran Covid-19 tidak terhindarkan. Sikapnya tersebut telah menuai kritik dari masyarakat internasional.

Mengapa sang men teri kesehatan mengundurkan diri?

Hak atas memotret AFP/Getty Images
Image caption Para petugas makam melakukan persiapan dalam proses pemakaman massal di Manaus, kawasan Amazon, Negeri brazil, 6 Mei lalu.

Dalam jumpa pers, Teich tidak mengungkapkan alasannya mengundurkan diri. Ia hanya mengucapkan dapat kasih kepada Presiden Bolsonaro sebab memberinya kesempatan untuk melayani sebagai menteri dan memuji petugas layanan kesehatan.

Namun dia telah berselisih dengan presiden menghantam beberapa aspek tentang langkah negeri dalam menghadapi epidemi yang semakin meningkat.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mr Teich (kanan) berselisih dengan kepala tentang caranya menangani krisis.

Ia tak setuju dengan keinginan presiden memakai klorokuin sebagai obat untuk penderita Covid-19. Obat ini telah mendapatkan perhatian luas meskipun Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti yang memastikan keampuhannya.

Teich juga berselisih dengan sang presiden mengenai rencana buat membuka ekonomi, mengatakan pada minggu lalu bahwa ia tidak diajak berkonsultasi sebelum presiden mengeluarkan komando yang memungkinkan pusat kebugaran, salon kecantikan, dan penata rambut untuk buka kembali.

Tetapi perbedaan pendapat tentang penggunaan klorokuin adalah batasnya, lansir surat informasi Globo.

Ia merupakan menteri kesehatan kedua yang mundur dalam waktu kurang dari sebulan. Luiz Henrique Mandetta dipecat di bulan April setelah Presiden Bolsonaro mengkritiknya secara terbuka karena menodong khalayak untuk menjaga jarak sosial dan tidak keluar rumah.

Telaah oleh Katy Watson, Koresponden Amerika bag. selatan

Kehilangan utama menteri kesehatan itu canggung, namun kehilangan dua dalam waktu kurang dari sebulan tidak hanya mempermalukan bagi Jair Bolsonaro tetapi sangat mengkhawatirkan bagi Brasil.

Negara ini telah menjadi bintik panas terbaru untuk virus corona dan alih-alih para politisi berusaha menanganinya bersama, pandemi ini sudah menjadi isu politik dan kepala negara gagal memberikan arahan untuk rakyat yang benar-benar membutuhkannya.

Nelson Teich tidak memberikan alasan untuk kepergiannya, hanya mengucapkan “hidup ini penuh dengan keputusan dan saya memutuskan untuk pergi” – tetapi dia tidak meluluskan dengan bosnya tentang penggunaan klorokuin dan pelayanan kesehatannya; dan, departemen kesehatan yang dipimpinnya tidak dilibatkan ketika pekan ini Jair Bolsonaro memutuskan untuk mengategorikan salon kejelitaan, penata rambut, dan pusat kebaikan sebagai layanan esensial.

Tampaknya pekerjaan menteri kesehatan buat Jair Bolsonaro adalah tugas tanpa pamrih saat ini — tetapi itu adalah lowongan pekerjaan yang sulit pada waktu terburuk pada Brasil.

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus masuk

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia & dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

Laporan khusus BBC terpaut Covid-19

‘New normal’ di tengah Covid-19: Adat dalam situasi normal baru, berangkat tata cara ibadah sampai menyelap restoran tengah disiapkan

0

Sah atas foto SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
Image caption Presiden Joko Widodo meninjau proses bagian sembako tahap ketiga bagi klub kurang mampu dan terdampak COVID-19 di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/05).

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan protokol dalam menghadapi “new normal” atau situasi normal gres di tengah langkah menekan infeksi Covid-19, mulai dari tata jalan beribadah sampai langkah masuk ke restoran.

Hal ini dikatakan Menteri Pemimpin bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, usai rapat secara Presiden Joko Widodo, Senin (18/05).

“Jadi nanti aka nada protocol bagaimana di restoran, bagaimana ibadah, nanti meneteri keyakinan akan mengatur itu, protokol dengan jalan apa datang di acara yang pengunjung relatif banyak, dan sebagainya, nanti akan diatur secara detil & itu harus dipatuhi, ” logat Muhajir.

“Itulah yang dimaksud dengan new normal, nanti boleh tetap salat Jumat berjamaah tapi beda salat Jumat berjamaahnya dengan sebelum ada new normal ini, ” tambahnya.

Terkait dengan restoran, Muhajir mengatakan “Misalnya ketika sudah dibolehkan restoran buka maka tidak berarti restoran buka seperti sebelum ada Covid. Itulah disebut new wajar, kehidupan normal baru, harus mematuhi protokol tentang bagaimana datan atau makan di resturan dan restoran harus mematuhi protokol itu. ”

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi, meminta masyarakat agar bersiap menghadapi kondisi normal baru di tengah pandemi Covid-19.

Membaca pernyataan Presiden Jokowi itu, Muhajir mengatakan upaya ini dilakukan untuk memulihkan produktivitas masyarakat.

“Di satu sisi juga epidemi Covid-19 tetap bisa dikendalikan, lestari ditekan, hingga nanti antiklimaksnya sempurna, terutama setelah ditemukan vaksin, ” jelas Muhadjir.

Buat itulah, masih menurut Muhadjir, Pemimpin Jokowi meminta ada kajian yang cermat, terukur serta melibatkan penuh pihak untuk mempersiapkan tahap-tahap pengurangan pembatasan sosial (PSBB).

Pada Jumat (15/05) lalu, Pemimpin Joko Widodo juga sudah mengenai tentang pentingnya kesiapan masyarakat di dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai “tatatan kehidupan baru”.

Hak atas memotret Aslam Iqbal/Getty
Image caption Seorang warga Indonesia mengenakan masker pelindung yang bergambarkan congkak tersenyum.

“Kebutuhan kita sudah pasti berubah buat mengatasi risiko wabah ini. Tersebut keniscayaan, itulah yang oleh penuh orang disebut sebagai new biasa atau tatanan kehidupan baru, ” katanya.

Dalam pengantar sebelum rapat terbatas, Senin (18/05), Presiden Joko Widodo mengaku kalau pemerintah sedang menyiapkan skenario pelonggaran PSBB.

“Yang kita siapkan baru rencana atau ringkasan pelonggaran yang akan diputuskan setelah timing yang tepat dan melihat fakta, data-data di lapangan, ” kata Presiden Jokowi.

“Biar semua jelas. Kita kudu hati-hati jangan keliru kita menetapkan, ” tambahnya.

“Saya tegaskan belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Karena muncul, keliru pada masyarakat bahwa pemerintah mulai melonggarkan PSBB. Belum. Belum ada kecendekiaan pelonggaran, ” katanya.

Seperti apa protokol WHO tentang ‘The New Normal’?

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menerbitkan protokol transisi menuju the new normal atau tata kesibukan baru sebelum vaksin Covid-19 belum ditemukan.

“Kompleksitas serta ketidakpastian ada di depan, yang berarti bahwa kita memasuki era di mana kita mungkin menetapkan menyesuaikan langkah dengan cepat, ” kata Direktur Regional WHO untuk Eropa Henri P. Kluge dikutip dari dokumen resmi di kedudukan WHO, Senin (18/5/2020).

Hak atas foto Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Image caption Calon penumpang menunjukkan formulir pembatalan tiket kereta suluh di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (18/05).

Menurut WHO, sebelum langkah pelonggaran pembatasan untuk menuju ‘the new normal’ diterapkan, pemerintah mesti menunjukkan bahwa transmisi virus Corona telah dikendalikan.

Pelonggaran pemisahan, demikian WHO, harus dilakukan dengan bertahap dan otoritas terkait diminta terus mengevaluasi kebijakannya.

Syarat lainnya, lanjutnya, kapasitas sistem kesehatan masyarakat – diantaranya rumah sakit – harus tersedia untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak relasi, dan mengkarantina pasien COVID-19.

Disebutkan pula dalam adat itu, tata kehidupan baru mampu diterapkan apabila risiko penularan wabah sudah terkendali terutama di wadah dengan kerentanan tinggi.

Masing-masing negara juga diharuskan berpunya menerapkan langkah pencegahan di tempat kerja, berupa jarak fisik, sarana cuci tangan dan diikuti etika batuk atau bersin.

Protokol WHO juga menyebutkan pada setiap langkah menuju transisi ‘the new normal’ harus dipantau oleh otoritas kesehatan.

“Akhirnya, kepribadian masing-masing warga akan menentukan leter virus. Ini akan membutuhkan kegiatan dan kesabaran, tidak ada rel cepat untuk kembali normal, ” demikian protokol WHO.

Kasus pelecehan seks: Film dokumenter dirilis, Uskup Agung Polandia minta Vatikan selidiki tudingan pelecehan seksual di Gereja Katolik

0

Hak atas foto EPA
Image caption Uskup Agung Wojciech Polak meminta para petinggi Vatikan “menggelar penyelidikan” menyusul dirilisnya sebuah film dokumenter mengenai dugaan pelecehan erotis pada Sabtu (16/05).

Kepala Gereja Katolik di Polandia menyatakan dirinya sudah meminta Vatikan untuk menyelidiki terkaan pelecehan seksual oleh sejumlah imam yang diklaim ditutup-tutupi.

Uskup Agung Wojciech Polak meminta para petinggi Vatikan “menggelar penyelidikan” menyusul dirilisnya suatu film dokumenter mengenai topik itu pada Sabtu (16/05).

Film itu menceritakan kisah dua kakak-beradik yang berupaya mengonfrontasi seorang pastor yang diduga melecehkan mereka saat masih kanak-kanak.

Vatikan diperkirakan bahan menugaskan seorang penyelidik untuk menghantam kasus itu.

Hidup berjudul Hide and Seek sudah disaksikan lebih dari 2, 4 juta kali sejak diluncurkan prima kali di YouTube.

Film dokumenter tersebut adalah film kedua yang digarap Marek & Tomasz Sekielski mengenai topik perkiraan pelecehan seksual oleh pastor.

Film itu mengikuti besar korban yang berupaya membawa orang-orang di gereja yang dituduh bertanggung jawab menutupi kasus mereka. Seorang uskup senior dituding mengetahui telaahan kasus tersebut selama bertahun-tahun, akan tetapi tidak mengambil tindakan apapun.

“Film ini…menunjukkan standar pelestarian terhadap anak-anak dan remaja dalam gereja tidak dihormati, ” kata pendahuluan Uskup Agung Polandia, Wojciech Polak, dalam video yang dirilis pejabat berita Katolik, KAI.

“Saya menodong para pastor, suster, orang primitif, dan pendidik untuk tidak dituntun oleh logika keliru dalam menangani gereja dengan menyembunyikan pelaku pelecehan seksual, ” tegasnya.

“Kami tidak mengizinkan penyembunyian kejahatan-kejahatan ini. ”

Hak atas foto AFP
Image caption Paus Fransiskus tahun lalu berjanji memangani kasus-kasus dugaan pelecehan seksual.

Polak memasukkan bahwa dirinya sudah meminta Vatikan menyelidiki tuduhan-tuduhan yang diangkat di film tersebut dengan dasar tulisan keuskupan yang dirilis Paus Fransiskus tahun lalu.

Surat itu mewajibkan semua pastor Katolik untuk melaporkan kasus-kasus pelecehan seksi dan upaya untuk menutupinya.

Film pertama dalam serial dokumenter, yang berjudul Tell No One (jangan bilang siapa-siapa), dirilis Sekielski bersaudara pada Mei 2019 dan telah disaksikan lebih dari 23 juta kali.

Film itu memicu kemarahan berbagai kalangan serta mendorong diskusi nasional melanggar pelecehan seksual di gereja.

Film tersebut memuat rekaman kamera rahasia saat korban mengonfrontasi para pastor mengenai dugaan pelecehan seksual. Beberapa pastor dalam film itu mengakui melakukan pelecehan.

Berkat film itu, negeri Polandia kemudian mengumumkan rencana menggandakan masa tahanan bagi paedofil dan berikrar mendirikan sebuah komisi buat menyelidiki pastor-pastor yang diduga paedofil. Namun, komisi ini belum terwujud.

Pada Maret tahun lalu, Gereja Katolik di Polandia mengakui bahwa hampir 400 paderi telah melecehkan anak-anak sepanjang 30 tahun terakhir.

Félicien Kabuga: Tersangka genosida Rwanda ditangkap di Prancis

0

Pengusaha Félicien Kabuga dituduh mendanai kelompok yang melakukan genosida di Rwanda.

Disease corona dan pekerja migran: Kemenkes rilis prosedur kepulangan WNI setelah ratusan ribu orang sudah pulang ke Indonesia

0

Hak atas foto Antara Foto/Umarul Faruq
Image caption Sejumlah pekerja migran Indonesia menjalani rapid check saat tiba dari Malaysia di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, April lalu.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran pada Jumat (15/05) yang mengatur prosedur kepulangan WNI dan kedatangan WNA lewat semua pintu masuk Indonesia guna mengantisipasi wabah virus corona. Surat edaran itu dirilis setelah ratusan ribu pekerja migran telah pulang ke Indonesia.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, melaporkan sebanyak 126. 742 pekerja migran Indonesia (PMI) telah kembali ke Indonesia “Baik dengan transportasi darat, laut, maupun udara, inch kata Benny, 9 Mei 2020.

Di antara mereka, ada yang tidak dites Covid-19 setibanya di Indonesia, meskipun Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah maka akan mewaspadai kepulangan mereka karena berpotensi menyebabkan gelombang kedua penyebaran malware.

“Diperiksa kesehatan seperti detak jantung lalu ditembak mukanya [cek suhu], bukan ada pemeriksaan lain. Lalu keluar bandara, dijemput keluarga, dan sampai rumah, sekarang saya lagi berladang, ” kata seorang pekerja migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi kepada wartawan BBC News Philippines Raja Eben Lumbanrau, Selasa (05/05).

Hak atas foto EPA
Image caption Pekerja migran dri Malaysia tiba di pusat karantina di Medan pada 10 Apr lalu.

Bagaimana mekanisme pengaturan prosedur kepulangan WNI?

Dalam surat edaran itu, mereka yang tiba di Indonesia wajib mengikuti prosedur karantina kesehatan dan pemeriksaan tambahan, seperti wawancara dan pemeriksaan melalui rapid test atau p olymerase chain reaction atau PCR.

Setiap WNI dibekali dengan surat keterangan sehat atau health certification dalam bahasa Inggris yang berlaku maksimal tujuh hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal.

Dokumen tersebut akan divalidasi oleh dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) baik di pelabuhan, bandara, juga Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).

Walaupun hasil pemeriksaan negatif virus corona, mereka tetap harus menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan. JIka tidak ditemukan penyakit maka petugas KKP mengeluarkan izin kesehatan dan wellness alert card kepada individu yang bersangkutan.

Setelah dari KKP, apabila warga tersebut ingin melanjutkan perjalanan ke daerah asal, mereka wajib menarik surat jalan dari pihak Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat. Izin kesehatan dari KKP tersebut juga diserahkan kepada pihak RT lalu RW setempat, agar puskesmas dapat memantau mereka selama isolasi mandiri di rumah.

Andai WNI tiba di Indonesia sama sekali tanpa membawa surat keterangan sehat, KKP akan melakukan pemeriksaan kesehatan contohnya rapid test atau PCR dan selama menunggu hasil pengujian, WNI menunggu di tempat karantina sementara yg sudah disediakan. Jika hasil tes PCR positif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit darurat / RS rujukan di wilayah setempat.

Hak atas foto EPA
Image caption Pekerja migran yang tiba di pusat karantina pada Medan pada tanggal 10 04 lalu.

Perketat pintu masuk

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri mengatakan dengan adanya risiko kasus impor, pemerintah memperketat pintu masuk Indonesia di tengah kepulangan puluhan ribu WNI dari luar negeri dikarenakan wabah virus corona.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Kamis (30/04), sejak eighteen Maret hingga 29 April, sekitar 68. 614 warga negara Philippines telah tiba dari Malaysia dengan transportasi darat, laut, dan udara.

Sebanyak 1. 381 WNI dari berbagai belahan dunia juga telah kembali.

Lebih lanjut Retno mengatakan yakni Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memperkirakan bahwa masa kontrak kerja sekitar 33. 000 WNI di luar negeri bakal kedaluwarsa dalam tiga bulan ke depan dan diperkirakan akan pulang juga.

“Sementara kita juga memperkirakan 2. 399 awak kapal pesiar akan pulang, ” tambah Retno.

“Kami sangat menyadari kemungkinan risiko kasus impor termasuk dari warga Indonesia yang kembali dari luar negeri. Dikarenakan itu, tak ada pilihan lain bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat protokol kesehatan setibanya mereka di Indonesia, ” kata Retno dalam jumpa pers Kamis (30/04).

Sebagian besar tenaga kerja Indonesia pulang secara mandiri lalu sekitar 1500 dideportasi oleh pemerintah Malaysia.

Retno mengatakan demi menekan risiko impor fall Covid-19 pemerintah akan memastikan semua WNI yang pulang mematuhi semua protokol kesehatan, baik di tempat kedatangan maupun tempat keberangkatan.

Fasilitas karantina di titik masuk

Hak atas foto IWAN CKN/AFP
Image caption Pekerja migran Indonesia tiba dari Malaysia di Pelabuhan Sri Junjungan, Dumai, Riau 2 April 2020.

Pemerintah sudah menetapkan sejumlah lokasi yang dijadikan titik masuk atau entry point bagi WNI — jalur udara yaitu Jakarta, Bali, Makassar, dan Medan; jalur laut yaitu di Batam, Tanjung Priok, Benoa, Dumai, lalu Tanjung Balai Karimun.

“Di setiap titik masuk jadi ada fasilitas karantina bagi mereka yang menunjukkan gejala. Kami juga menyediakan fasilitas transit bagi para TKI sebelum mereka kembali ke kampung halaman mereka di seluruh wilayah Indonesia, ” papar Retno.

“Bagi para WNI yang tidak menunjukkan gejala, kami sangat menganjurkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Pemerintah lokal, atau bahkan di tingkat desa, juga jadi berusaha untuk memastikan langkah-langkah karantina dipatuhi. ”

Adapun mengenai proses pengembalian WNI yg bekerja sebagai awak kapal, Retno mengatakan proses disembarkasi membutuhkan persiapan teknis yang teliti, termasuk memenuhi protokol kesehatan wajib.

“Proses itu tidak bisa diterapkan dengan terburu-buru, ” kata Retno, seraya menambahkan bahwa proses tersebut membutuhkan koordinasi dari pemerintah pusat dan provinsi.

Retno mengatakan memang ada lonjakan kedatangan kapal pesiar di Indonesia karena negara-negara lain enggan menerima kapal-kapal tersebut di pelabuhan mereka.

Ia juga mengatakan pihaknya telah berusaha memfasilitasi kepulangan awak kapal Indonesia di luar negeri menggunakan pesawat sewa, tapi ini membutuhkan “fleksibilitas” negara-negara yang dikunjungi oleh kapal-kapal tersebut.

Hak atas foto ABDUL RAHMAN
Image caption Sekelompok tenaga kerja Philippines merasa sampai perlu meluncurkan kampanye permintaan bantuan pangan kepada pemerintah Indonesia.

Apa yang akan dilakukan dalam para pekerja migran yang kembali?

Benny Ramdhani, kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), mengatakan sekitar 34. 300 pekerja migran yang diperkirakan maka akan pulang adalah mereka yang masa kerjanya berakhir bulan Mei hingga Juni 2020.

Mereka sebagian besar berada di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Oman, Arab Saudi, Kuwait, dan Italia.

Oleh jumlah tersebut, ditambah puluhan ribu WNI yang sudah tiba di Indonesia, diperkirakan pada bulan Siebenter monat des jahres nanti akan ada sedikitnya a hundred. 000 mantan pekerja migran yg telah kehilangan pekerjaannya.

Benny mengatakan meski BP2MI sebatas memberikan pelayanan dan perlindungan kepada PMI yang pulang ke kampung halaman, mereka tengah merumuskan skema yang bertujuan memberikan pemberdayaan redovisning, bantuan usaha, relaksasi Kredit Usaha Rakyat, hingga pelatihan. Mereka menyebutnya “PMI Purna”.

“Intinya bagaimana ketika mereka pulang, modal yang tidak miliki dari hasil kerja mereka itu tidak percuma tapi bisa mereka gunakan untuk modal usaha.

“Nah tentu terkait penguatan-penguatan pelatihan, pelatihan-pelatihan produktif, kemitraan dengan BUMN, oleh perbankan, mitra kerja… ini yg kita terus buka dan berdayakan, ” tuturnya.

Hak atas foto ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY
Image caption Seorang pekerja migran Indonesia dari Malaysia diperiksa suhu tubuhnya di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, 10 April lalu.

Wahyu Susilo, direktur eksekutif lembaga pemerhati hak pekerja migran Migrant Care mengatakan pra pekerja migran yang pulang kampung perlu diikutkan dalam program jaring pengaman pemerintah seperti bantuan langsung tunai, bantuan sembako, kartu prakerja, maupun program padat karya.

Para pekerja migran tersebut layak mendapatkannya, menurut Wahyu, karena mereka termasuk WNI yang pertama terdampak wabah Covid-19 di luar negeri sejak bulan Januari.

“Dan pemerintah kita enggak berbuat apa-apa. Jadi sebagai kompensasi dari kelalaian itu harus dipastikan bahwa ratusan ribu pekerja migran yang nantinya akan stay tanah air itu harus mendapatkan akses untuk jaring pengaman sosial, inch ujar Wahyu.

‘TKI terperangkap lockdown di Malaysia’

Sebelumnya, pada 16 04, Wahyu mengatakan bahwa akibat wabah virus corona sejak Januari lalu dan dengan diterapkannya karantina wilayah—di Malaysia disebut Perintah Kawalan Pergerakan—membuat para pekerja Indonesia di Malaysia dalam posisi rentan dan terperangkap.

Ia memperkirakan puluhan ribu tenaga kerja Indonesia berniat pulang dalam beberapa pekan ke depan.

Hak atas foto FAZRY ISMAIL/EPA
Image caption Seorang wartawan menyaksikan pengumuman paket stimulus senilai RM20 miliar yang disampaikan PM Tan Sri Muhyiddin Yassin.

“Hal yang paling konkret yang dialami pekerja migran kita adalah mereka yang sekarang ini terperangkap di dalam pemberlakuan lockdown di Malaysia.

“Pemantauan sampai minggu yang lalu, sudah hampir 40. 000 pekerja migran kita dari wilayah Malaysia itu sudah menyeberang, terutama ke pelabuhan-pelabuhan di kepulauan Riau. Nah, ini yang saya kira harus menjadi perhatian, ” ujar Wahyu kepada BBC News Indonesia dalam Kamis (16/04).

Hak atas foto Antara/NOVA WAHYUDI
Image caption Petugas kesehatan berjalan keluar tenda usai melaksanakan pemeriksaan cepat Covid-19 terhadap WNI yang menjadi anak buah kapal Kapal Pesiar MV Dream Explorer setibanya di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4).

Ia juga merujuk pada data Badan Pelindungan Pekerja Migran Philippines (BP2MI) yang memprediksi sampai bulan Mei akan ada sekitar 38. 000 pekerja migran yang maka akan kembali ke Indonesia.

Wahyu menambahkan bahwa pemerintah harus serius memperhatikan agar kebutuhan mereka juga terpenuhi.

“Yang saya serukan pemerintah serius menangani hal ini, baik dengan pasokan logistik untuk yang masih bertahan dan menjalankan protokol kesehatan mereka yang pulang, ” kata Wahyu Susilo.

TKI pulang sebelum Idul Fitri

BP2MI memperkirakan jumlah pekerja migran yang pulang akibat wabah pathogen corona diperkirakan akan melonjak selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri mendatang.

Pada sisi lain, Pemerintah Indonesia juga memperkirakan bahwa puncak pandemi di dalam negeri akan terjadi pada bulan Mei hingga Juli, kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

“Di mana angka kasus pada saat puncak tersebut secara kumulatif diprediksi mencapai ninety five. 000 kasus. Di mana selama Juni-Juli kasus konfirmasi positif sudah akan mencapai 106. 000 kasus, ” kata Wiku dalam konferensi pers pada Kamis (16/04).

Hak atas foto GOH CHAI HIN/AFP/Getty
Image caption Seorang karyawan supermarket memeriksa suhu badan konsumen di pintu masuk toko di Penang ini.

Ingin pulang

Wabah corona setidaknya membuat banyak TKI di Malaysia kehilangan pekerjaan, seperti yang dituturkan oleh Rosidah. Ia adalah seorang pekerja migran dari Jawa Timur yang bekerja di sektor kebersihan di Selangor.

Rosidah mengatakan yakni dia dirumahkan sejak pertengahan Maret, ketika Malaysia menerapkan lockdown. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sedang hamil dan ingin pulang.

“Karena kondisi saya kini lagi hamil. Tadinya memang rencana balik bulan empat (April), namun sekarang ada kondisi Covid terkait, jadi tidak bisa balik.

“Padahal kandungan saya telah masuk tujuh bulan. Saya mau kembali ke Madura untuk melahirkan. Di sini kondisinya begini, lockdown, kita pun cuti, mau makan pun susah, ” kata Rosidah.

Beberapa pihak mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah, maupun tempat asal untuk menerima mereka. Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sudah wujud koordinasi antara pemerintah pusat, kota, serta berbagai instansi dan lembaga yang terkait.

Hak atas foto Staf KBRI Kuala Lumpur memberikan bantuan sembako
Image caption Staf KBRI Kuala Lumpur memberikan bantuan sembako kepada WNI.

Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa awal pekan ini ada sembilan pekerja migran yang berasal dari wilayah Jawa Tengah yang pulang ke Indonesia dan tiba di Sumatera Utara.

“Sembilan itu anda akan siapkan tempatnya di Semarang. Sudah jadi, tinggal masuk tertentu, mudah-mudahan bisa dikarantina dulu pada situ, ” kata Ganjar kepada BBC News Indonesia pada Kamis (16/04).

Terkait persiapan pada tingkat daerah dalam mengantisipasi kemungkinan banyaknya pekerja migran yang pulang sekaligus, Ganjar mengungkap bahwa mekanisme utama terfokus pada tingkat pusat, di mana diharapkan akan disiapkan lokasi karantina sebelum pemulangan ke masing-masing daerah.

“Kalau pemerintah pusat sebenarnya telah menyiapkan . Pusat yang menyiapkan. Jadi begitu masuk ke Indonesia, katakan di kamp di satu tempat, seperti yang dulu ada di Natuna, selesai 14 hari baru dipulangkan.

“Kan terkontrol semuanya. Mudah-mudahan mekanisme ini bisa dipakai buat itu, ” ujar Ganjar.

Sejak diberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan pada pertengahan Maret lalu dan yang telah diperpanjang sebanyak dua kali, banyak tenaga kerja migran dari Indonesia yang kehilangan pekerjaan.

Sebagian pada antara mereka mengaku kesulitan bertahan hidup dan sampai perlu menyerukan permintaan bantuan makanan melalui media sosial kepada pemerintah Indonesia.

Berita ini diperbarui dalam Kamis, 30 April 2020.