Saturday, August 8, 2020
Home Blog Page 13

Virus corona: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh?

0

Sah atas foto Getty Images

Covid-19 baru tumbuh pada akhir 2019, tapi telah ada tanda-tanda bahwa beberapa pasien mungkin butuh waktu lama buat kembali sehat seperti sediakala.

Waktu pemulihan akan tergantung seberapa parah kecil yang Anda alami.

Beberapa orang akan sembuh secara cepat tapi bagi yang asing, penyakit ini bisa meninggalkan perkara jangka panjang.

Usia, gender, dan urusan kesehatan lainnya meningkatkan risiko kecil parah akibat Covid-19.

Semakin invasif perawatan yang Anda terima, dan semakin lama pembelaan itu dilakukan, akan semakin lama pula pemulihannya.

Bagaimana jika saya hanya menunjukkan isyarat ringan?

Kebanyakan karakter yang terkena Covid-19 hanya hendak menunjukkan gejala utama – batuk darah atau demam. Tapi mereka selalu bisa mengalami meriang, keletihan, kecil tenggorokan, dan sakit kepala.

Batuk itu awalnya kering, tapi banyak orang akan mulai mengutarakan dahak berisi sel paru-paru dengan mati dibunuh oleh virus.

Untuk gejala ini obatnya adalah istirahat di tempat rebah, minum banyak air, dan prasmanan obat pereda nyeri seperti parasetamol.

Hak atas foto Getty Images

Orang-orang dengan gejala ringan biasanya sembuh total serta cepat.

Demamnya berlangsung selama kurang dari seminggu, sekalipun batuknya bisa bertahan.

Analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap data dari China mengutarakan rata-rata perlu waktu dua pekan untuk sembuh.

Bagaimana jika saya mengalami gejala yang lebih serius?

Keburukan ini bisa menjadi jauh lebih serius bagi sebagian orang. Ini cenderung terjadi sekitar tujuh maka 10 hari setelah terinfeksi.

Perubahannya bisa terjadi tiba-tiba.

Bernapas menjadi pelik dan paru-paru meradang. Ini karena meskipun sistem kekebalan tubuh mencari jalan melawan – ia sebenarnya bereaksi berlebihan dan malah merusak tubuh.

Sebagian orang kudu dirawat di rumah sakit buat terapi oksigen.

Tabib umum Sarah Jarvis mengatakan: “Napas pendek mungkin butuh waktu lulus lama untuk membaik… tubuh mencari jalan memulihkan diri dari luka dan peradangan. ”

Sang dokter mengatakan untuk gejala seperti ini butuh dua sampai delapan minggu untuk sembuh, dan lazimnya menyisakan rasa letih.

Bagaimana jika saya butuh perawatan intensif?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan satu sejak 20 orang akan membutuhkan perawatan intensif, yang meliputi anestesi dan pemasangan ventilator.

Akan butuh waktu cukup lama untuk pulih dari sakit di unit perawatan intensif (ICU), apapun penyakitnya. Pasien dipindahkan ke bangsal piawai sebelum dipulangkan.

Dr. Alison Pittard, Dekan Fakultas Kedokteran Perawatan Intensif di Inggris, mengutarakan bisa mencapai 12 hingga 18 bulan untuk kembali normal sesudah sakit apapun yang membutuhkan perawatan kritis.

Menghabiskan banyak waktu di ranjang rumah rendah menyebabkan kehilangan massa otot. Pasien akan menjadi lemah dan otot perlu waktu untuk tumbuh sedang. Beberapa orang akan membutuhkan fisioterapi untuk bisa berjalan kembali.

Hak untuk foto Getty Images
Image caption Rehabilitasi pasien coronavirus di Prancis.

Hal-hal yang dilalui awak dalam ICU, juga memungkinkan adanya delirium dan gangguan psikologis.

“Tampaknya memang ada bagian tambahan dengan penyakit ini berantakan keletihan karena infeksi jelas-jelas faktor besar, ” kata Paul Twose, pakar fisioterapi perawatan intensif pada Dewan Kesehatan Universitas Cardiff dan Vale.

Ada selalu laporan dari China dan Italia tentang kelemahan di seluruh awak, napas ngos-ngosan setelah melakukan kegiatan yang sedikit berat, batuk-batuk dengan awet, dan pernapasan tidak tetap. Plus butuh banyak tidur.

“Kami tahu pasien membutuhkan waktu cukup lama, bisa datang berbulan-bulan, untuk sembuh. ”

Namun sulit menggeneralisasinya. Beberapa orang menghabiskan waktu relatif sedikit dalam perawatan khusus, sedangkan yang lain harus memakai ventilator selama berminggu-minggu.

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal & sembuh di Indonesia dan negeri

VAKSIN: Seberapa segera vaksin Covid-19 tersedia?

IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA

Akankah coronavirus memengaruhi kesehatan beta dalam jangka panjang?

Kita tidak tahu pasti sebab tidak ada data jangka panjang, tapi kita bisa melihat di dalam kondisi penyakit serupa.

Sindrom kesulitan pernapasan akut menonjol pada pasien yang sistem imunnya bekerja sangat keras, menyebabkan kerusakan pada paru-paru.

“Ada data yang sangat bagus bahwa, bahkan lima tahun setelahnya, karakter bisa mengalami masalah fisik serta psikologis, ” kata Twose, pakar fisioterapi perawatan intensif di Lembaga Kesehatan Universitas Cardiff dan Vale.

Dr. James Gill, dokter umum dan dosen dalam Sekolah Kedokteran Warwick, mengatakan orang-orang juga membutuhkan dukungan kesehatan mental untuk meningkatkan penyembuhan.

“Anda kesulitan bernapas, kemudian sinse berkata ‘Kami harus memasangkan ventilator. Kami perlu membius Anda. Apakah Anda mau mengucapkan selamat letak kepada keluarga Anda? ‘.

“PTSD [gangguan stres pascatrauma] dalam pasien-pasien dengan kondisi menyesatkan parah ini tidak mengejutkan. Beberapa orang akan mengalami luka psikologis yang serius. ”

Tentu ada kemungkinan bahwa beberapa peristiwa yang ringan pun bisa melalaikan pasien dengan masalah kesehatan jangka panjang – seperti mudah letih.

Berapa banyak orang yang telah sembuh?

Mendapatkan angka yang akurat tidak perkara mudah.

Mematok 15 April, Universitas Johns Hopkins melaporkan sekitar 500. 000 orang telah sembuh dari dua juta orang yang terinfeksi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang pasien Covid-19 melakukan sujud syukur setelah dibolehkan kembali dari rumah sakit di Maroko.

Namun negara-negara menggunakan metode perekaman dengan berbeda-beda. Beberapa negara tidak mencetak jumlah orang sembuh dan penuh infeksi ringan tidak ikut dihitung.

Model matematika memperhitungkan antara 99-99, 5% orang sehat.

Bisakah saya terkena Covid-19 dua kali?

Ada banyak spekulasi, tapi kurang bukti, mengenai daya tahan kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. Kalau pasien telah sukses melawan virus, mereka harusnya sudah membangun respon kekebalan tubuh.

Informasi tentang pasien yang terinfeksi dua kali bisa jadi karena tes yang salah mendeteksi mereka terhindar virus.

Pertanyaan tentang sistem imun itu vital buat memahami apakah orang bisa terinfeksi dua kali dan akan seberapa efektif vaksin yang digunakan.

Virus corona: Kapan vaksin virus corona bisa diberikan? Lima hal dengan perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

0

Hak atas foto Getty Images
Image caption Peneliti di berbagai negara tengah berlomba-lomba menemukan vaksin untuk Covid-19.

Para-para peneliti di Indonesia masih mengembangkan vaksin Covid-19 dan diperkirakan vaksin tersebut bisa diberikan kepada kelompok luas “paling cepat tahun 2021”. Tapi akankah vaksin itu hendak mengakhiri wabah Covid-19?

“Jadi memang kita sih tidak menjanjikan banyak. Kalaupun itu berhasil, berarti vaksin itu pertama akan ada kalau kita memakai resource kita sendiri saat ini, agak-agak (tahun) 2021, ” kata Neni Nurainy, kepala divisi penelitian dan pengembangan Biofarma, kepada BBC News Indonesia.

Peneliti dalam berbagai negara tengah berlomba-lomba menjumpai vaksin untuk Covid-19. Di Indonesia, proses pengembangan vaksin masih di dalam tahap awal.

Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19:

1. Sudah sejauh mana pengembangan vaksin di Nusantara?

Pemerintah Indonesia menunjuk lembaga penelitian biologi molekuler Eijkman untuk memimpin ikhtiar perluasan vaksin Covid-19.

Eksekutif lembaga Eijkman, Profesor Amin Soebandrio, mengatakan penelitiannya “masih dalam tahap awal” yang meliputi identifikasi bagian-bagian virus yang bisa digunakan jadi antigen.

Hak atas foto Camilo Freedman/Getty Images
Image caption Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengutarakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5, 3 miliar untuk pengembangan vaksin.

“Pendekatannya adalah kita akan membuat zat putih telur, rekayasa protein. Itu sekarang sedangkan dirancang. Satu bulan ke depan bisa kita lihat mana yang berhasil, mana yang bagus, ” kata Prof. Amin kepada BBC News Indonesia.

Dia mengatakan penelitian tersebut dilakukan bersamaan dengan pencarian sampel virus Covid-19.

Berbagai cara dikerjakan, mulai dari mencari informasi dalam berbagai basis data genetika hingga membaca genom utuh dari virus yang ada di Indonesia. “Itu masih dalam proses, ” imbuhnya.

Prof. Amin memperkirakan bahwa dalam waktu kurang sebab satu tahun sudah bisa dihasilkan bibit vaksin skala laboratorium.

“Sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami, kami mau membuat seed (bibit) vaksin, ukuran laboratorium. Itu kurang dari utama tahun. Kalau sudah skala lab. kami akan berikan ke industri, untuk ditingkatkan ke industrial scale, untuk uji klinik dan sebagainya.

“Jadi perjalanannya sedang cukup panjang sih. ”

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengatakan telah mengalokasikan anggaran sejumlah Rp5, 3 miliar untuk perluasan vaksin.

dua. Pustaka vaksin Covid-19 akan tersedia?

Kepala Divisi Studi dan Pengembangan Biofarma, Neni Nurainy, menjelaskan bahwa proses pembuatan vaksin biasanya membutuhkan waktu lima tarikh sejak mendapatkan bibit vaksin ukuran laboratorium.

Itu karena vaksin harus melalui tiga fase uji klinis untuk memastikan ketenangan, respons imunogenisitas, dan khasiatnya, katanya.

Benar atas foto Getty Images
Image caption Seorang sarjana di laboratorium di Brazil pusat melakukan penelitian untuk vaksin Covid-19. Berbagai negara tengah berlomba-lomba untuk menemukan vaksin.

Namun dalam keadaan penting, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengesahkan dua fase uji yang terakhir dilewat, sehingga vaksin bisa lebih cepat diproduksi massal.

Neni menjelaskan, dalam fase 1 dilakukan uji keamanan vaksin di dalam populasi yang kecil; fase dua adalah uji keamanan dan respon imun dalam populasi yang bertambah besar; fase 3 uji kebahagiaan, respon imun, dan khasiat vaksin dalam jumlah populasi yang lebih besar lagi.

“Jadi fase 2 dan fase 3 bisa kita skip . Bukan berarti skip itu lenyap, maksudnya fase 1 fase 2 itu paralel, sambil jalan, serupa dimanufaktur dan bisa diberikan ke populasi yang lebih banyak, ” kata Neni kepada BBC News Indonesia.

Dengan kondisi ini, Neni mengatakan jika tak ada halangan, Indonesia bisa memproduksi massal vaksin Covid-19 paling segera tahun 2021.

“Saya tidak bisa menjanjikan ya ini Biofarma, tapi secara global bahwa biasanya preklinis membutuhkan waktu sekitar empat bulan, kemudian masuk ke fase uji klinis satu sekitar dua bulan setengah sampai tiga bulan, kemudian manufacturing sekitar dua kamar, jadi sembilan sampai sepuluh kamar lah dari tempat Pak Mengabulkan itu (bibit vaksin).

“Jadi memang kita sih tidak menjanjikan banyak. Kalaupun ini jadi, berarti vaksin itu baru mau ada kalau kita menggunakan resource kita sendiri saat ini, mungkin 2021. ”

3. Kok Indonesia perlu membuat vaksin sendiri?

Menurut Besar Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Profesor Ali Ghufron Mukti, Indonesia perlu membuat vaksin tunggal supaya tidak bergantung kepada negara lain. Ia mengatakan pandemi telah menggangu rantai suplai global sehingga banyak negara berebut untuk mengambil obat dan alat-alat kesehatan.

Hak tempat foto Camilo Freedman/Getty Images
Image caption Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih lantaran 60 kandidat vaksin Covid-19 pusat dikembangkan di seluruh dunia.

Ghufron – begitu ia biasa dipanggil porakporanda menjelaskan Indonesia mengambil dua penghampiran untuk vaksin Covid-19: Pertama, mendirikan sendiri dari awal, termasuk menggunakan isolat virus yang terdistribusi dalam Indonesia, yang mungkin sudah merasai mutasi dari tempat asalnya.

Kedua, bekerja sama dengan negara-negara lain yang sudah bertambah dahulu mengembangkan vaksin dan sudah mencapai tahap uji klinis. “Itu bisa lebih cepat daripada kita mengembangkan sejak awal, ” ujarnya.

Ghufron menyebut negara2 yang berprospek seperti China, Prancis, dan Amerika Serikat. “Paling tidak RRC sudah mulai juga kita bahas tentang vaksin ini, ” imbuhnya.

4. Akankah vaksin mengakhiri wabah Covid-19?

Jawaban singkatnya, ya. Panji Hadisoemarto, pakar kesehatan asosiasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa vaksin akan membantu membangun kekebalan kawanan atau herd immunity .

Panji menjelaskan, kekebalan pasukan akan tercapai bila sebagian mulia orang telah kebal terhadap virus Covid-19, melindungi kelompok orang dengan sistem imun yang tidak pas kuat. Kekebalan ini bisa muncul secara alami lewat infeksi atau secara “buatan” lewat vaksinasi.

“Efeknya sama, cuma kalau secara alami akan lebih banyak yang sakit, lebih banyak yang meninggal. Kalau lewat vaksinasi, efek sakit dan meninggalnya lebih mungil, ” kata Panji.

5. Bagaimana perkembangan vaksin pada negara lain?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekam lebih dari 60 kandidat vaksin Covid-19 tengah dikembangkan di segenap dunia.

Dua pengikut vaksin, dari China dan Amerika Serikat, tak lama lagi mau memulai uji klinis fase satu.

Berbagai kandidat vaksin tersebut menggunakan pendekatan yang berbeda-beda untuk menangkal virus penyebab Covid-19, yang disebut SARS CoV-2.

Hak akan foto JAVIER TORRES/Getty
Image caption Juru bicara negeri untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Indonesia akan menggunakan vaksin yang direkomendasikan oleh WHO.

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Moderna dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) dalam Amerika Serikat, misalnya, menggunakan wujud genetik yang dinamakan mRNA sebagai basisnya.

Sedangkan vaksin yang dikembangkan CanSino Biological Inc. dan Institut Teknologi Beijing memakai teknologi yang sebelumnya digunakan untuk membuat vaksin Ebola.

Miliader dan aktivis sosial, Bill Gates, muncul sebagai salah utama sosok yang memimpin upaya melawan wabah virus corona.

Gates, melalui yayasannya Bill and Melinda Gates Foundations, akan membuat pabrik untuk tujuh kandidat vaksin paling menjanjikan. Strategi ini bisa membuatnya merugi miliaran dolar, namun Gates mengatakan itu sepadan masa bisa menghasilkan vaksin yang sakti lebih cepat.

Sang pendiri Microsoft juga mendirikan & menyokong Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI) yang mendanai beberapa studi vaksin.

Ia memperhitungkan vaksin ini siap dalam waktu 1, 5 tahun.

Juru bicara pemerintah untuk pengerjaan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Indonesia akan menggunakan vaksin yang direkomendasikan oleh WHO.

“WHO belum menyampaikan mana yang hendak dipakai. Semua masih melakukan uji coba-uji coba, ” ujarnya.

Virus corona: Sejumlah UMKM ‘tutup cara hingga rumahkan karyawan’, pemerintah diminta ‘dahulukan bantuan bagi usaha strategis’

0

Hak atas foto Antara Menjepret
Image caption ‘Pemerintah disarankan mendata UMKM pengutamaan agar kebijakan bantuan pada UMKM efektif’

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Mungil dan Menengah (UMKM), yang belum mendapat bantuan pemerintah, terpaksa membatalkan operasi dan merumahkan karyawan kelanjutan kebijakan Pembatasan Sosial Skala Mulia (PSBB) yang diterapkan demi menyekat penularan Covid-19.

Presiden Joko Widodo sendiri telah meminta jajarannya mempercepat pemberian bantuan untuk UMKM yang terdampak.

Sejak akhir Maret, Efan, pemilik dua blok toko baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah berhenti berkegiatan.

Menjelang bulan Ramadhan, biasanya Efan medium sibuk-sibuknya memenuhi permintaah pasokan baju Muslim, seperti gamis hingga tunik, ke sejumlah daerah di Nusantara.

Namun, pandemi Covid-19 yang memburuk di Jakarta, yang disusul kebijakan PSBB Jakarta, memerkarakan Pasar Tanah Abang ditutup.

Efan menceritakan keadaannya berbalik 180 derajat dari tahun berantakan.

“Kalau keadaan umum, (menjelang bulan Ramadan) kami mampu dapat Rp3-4 miliar. Sekarang apalagi pembeli dari luar daerah, dibanding Jakarta nggak ada yang pegari ke Tanah Abang, ” ujar Efan.

“Ya benar-benar lumpuh, dalam sektor tekstil, nggak ada harapan kayaknya. ”

Efan mengatakan pernah mengikuti tentang skema bantuan pemerintah untuk UMKM, namun dari informasi yang didengarnya, tahapannya cukup rumit.

Ia pun mengurungkan rencana mengajukan bantuan dan terpaksa merumahkan sekitar 30 karyawannya.

Hak atas menjepret Jarang Foto
Image caption Pasar Tanah Abang ditutup sejak 27 Maret lalu.

‘Belum cakap kapan bantuan datang’

Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang juga sudah menerapkan PSBB, pemilik usaha produk kerajinan batok kelapa, Febriyanto Nugroho, juga telah merumahkan tiga dari empat pegawainya.

Sejumlah pameran dengan rencananya akan diikuti Febriyanto telah dibatalkan.

Rencananya buat menyuplai barang kerajinan ke suatu mal di Jakarta pun terserampang karena kini mal itu tutup.

Ia terpaksa banting setir berjualan makanan beku tatkala waktu.

Febriyanto mengucapkan belum tahu kapan bantuan mau datang.

“Kami telah ikut pendataan, dari IKM (Dinas UMKM Bekasi), Bekraf, Kementerian Koperasi dan UKM. Tapi bantuan secara langsung belum, atau masih di dalam proses belum tahu juga, ” ujarnya.

Hak atas foto Febriyanto Nugroho
Image caption Febriyanto Nugroho tidak dapat memasarkan kegiatan tangannya yang berasal dari tempurung kelapa karena sejumlah pameran telah dibatalkan.

Buat daftar ‘UMKM strategis’

Presiden Jokowi telah meminta jajarannya mempercepat pemberian bantuan di UMKM agar jangan sampai mereka tutup usaha.

Di dalam konferensi pers Rabu (15/04), Gajah Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan pemerintah akan memberi provokasi ekonomi, baik bagi UMKM dengan masih bisa beroperasi, maupun daya ultra mikro, yang kini tak bisa beroperasi karena pembatasan dengan ada.

“Kami pantas menyiapkan program untuk perluasan bansos bagi ultra mikro yang tidak lagi bisa berusaha, ” perkataan Teten.

Hak atas foto Antara foto
Image caption Masyarakat menunjukkan permen jahe industri rumahan di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, (04/04). Pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) tersebut mengaku semenjak mewabahnya COVID-19 produksi permen jahe mengalami penurunan.

Usaha-usaha ultra miktro tersebut rencananya akan difasilitasi untuk mengajukan kredit baru, tambahnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Hanif Muhammad, mengatakan pemerintah perlu menetapkan sektor UMKM strategis, yang mau didahulukan dalam pemberian kredit modal kerja, seperti sektor makanan atau alat kesehatan.

“Pemerintah bisa mendifinisikan strategisnya seperti apa. Tidak harus UMKM yang dasar bergerak di bidang itu sebelumnya, ” kata Hanif.

“Contohnya banyak UMKM yang membikin pakaian, tapi mereka bisa bergerak memproduksi masker atau APD sehingga mereka bisa diberi bantuan. ”

Dengan menentukan daerah prioritas, skema bantuan ke UMKM itu akan lebih tepat bahan, ujar Hanif.

“Untuk UMKM yang pasarnya memang tergerus, bisa diberikan kemudahan izin, dan lain-lain, untuk memproduksi produk yg sedang banyak dibutuhkan”.

Hak atas foto Antara Menjepret
Image caption Sejumlah UMKM bantin setir melahirkan baju APD dan masker.

Pedagang pada Tanah Abang, Efan, yang saat ini sudah menutup usahanya toko baju muslimnya, termasuk wiraswasta yang berpikir banting setir untuk membuat masker.

Selain itu, Teten Masduki mengumumkan kebijakan lain untuk mendukung UMKM, seperti pembebasan pajak UMKM selama enam bulan & paket sembako murah.

Sementara, pemerintah menyatakan telah positif UMKM yang masih bisa hidup, khususnya seperti yang menjual jalan kesehatan, terutama dalam hal pemasaran.

Instansi pemerintah pun, ujar Teten, telah diminta buat membeli produk-produk yang dijual UMKM.

‘Kelonggaran THR’

Terkait dengan pemberhentian karyawan, peneliti INDEF Hanif Muhammad mengutarakan pemerintah perlu memberi kelonggaran di dalam pelaku UMKM yang tidak kira-kira memberikan THR karena tidak adanya penghasilan.

Ia mengucapkan, saat ini, dunia usaha bingung dengan peraturan yang mengharuskan mereka membayar THR.

“Akhirnya, pelaku usaha memutuskan tidak beri THR dengan cara PHK. Patuh saya, pemerintah bisa memberikan petunjuk tentang THR yang memungkinkan dunia usaha, yang kondisinya tidak menguatkan, untuk tidak memberikan THR, ” kata Hanif.

“Saya yakin karyawan lebih menerima tak diberi THR dari pada dipecat atau tidak jelas statusnya, ” katanya.

Ia mengutarakan, jika tidak diperhatikan, hal ini akan memicu gelombang PHK habis-habisan.

“Puncaknya akan terjadi di akhir April atau depan Mei, ” pungkasnya.

Virus corona: Korsel gelar pemilu di tengah wabah Covid-19, pemilih bermasker dan boleh memilih di karantina

0

Hak atas foto EPA
Image caption Sebesar TPS didirikan di luar was-was perawatan pasien Covid-19.

Korea Selatan menerapkan pemilihan umum dengan cara & situasi yang sangat berbeda kalau dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

Pada pemilu saat ini, setiap pemilih harus memakai kedok dan berdiri setidaknya satu meter satu sama lain. Di TPS (tempat pemungutan suara), mereka kudu diperiksa suhu tubuhnya, mencuci tangan, dan memakai sarung tangan plastik.

Barulah kemudian itu diberikan kertas suara dan diperbolehkan menuju bilik suara.

Beragam hal ini adalah sebagian langkah yang ditempuh pihak berwenang Korsel dalam menjadikan pemilihan umum DPR di tengah pandemi Covid-19.

Sebesar 300 kursi diperebutkan dalam pemilu DPR kali ini. Sebanyak 35 partai telah mendaftarkan kandidat itu, namun pertarungan sebenarnya disebut-sebut antara Partai Minjoo (Demokratik) dan antitesis utama, Partai Masa Depan Bersepakat yang berhaluan konservatif.

Image caption Pemungutan suara dilakukan menggunakan panduan jarak damai.

Pengerjaan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona mendominasi semua diskusi selama masa sebelum pemilu. Topik ini lebih banyak dibicarakan ketimbang ekonomi dan skandal korupsi melibatkan pekerja presiden.

Pemilu DPR dipandang sebagai tes popularitas pengikut dan partai menjelang pemilu kepala pada 2022 mendatang.

‘Hak kami untuk memilih’

Sejumlah kalangan risau ada kekisruhan dalam pemilu kali itu. Namun, sejauh pemantauan saya di dalam awal-awal pemungutan suara, keadaannya diam.

Para pemilih mengantre di tempat yang ditentukan dengan kalem dan sabar menunggu giliran.

“Saya pikir agak-agak pemilu seharusnya ditunda karena orang-orang tidak mau memilih. Namun, saat ini setelah saya di sini serta melihat banyak orang, saya tak khawatir, ” kata seorang rani yang hendak memberikan suaranya.

Ketakutan terhadap penularan virus corona tampak tidak menggentarkan khalayak.

Lebih dari 11 juta orang, sekitar 26% warga Korsel, telah memberikan suara itu lebih dulu. Sebagian melalui tulisan, namun sebagian lainnya berkunjung ke TPS yang didirikan di berbagai tempat pada Jumat dan Sabtu.

Jumlah suara yang masuk lebih awal mencapai rekor. Ini juga pertama kalinya warga berusia 18 tahun diperbolehkan memakai hak suara.

Kami bertemu sejumlah pemilih muda pada Stasiun Seoul. Mereka dengan bahagia ikut ambil bagian. Pandemi tak membuat mereka risau.

Image caption Pihak berwenang Korsel sejauh ini mampu mengarahkan wabah virus corona.

“Ini hak beta untuk memilh, ” cetus lengah seorang pemilih pertama yang sedangkan berada di antrean.

“Memilih adalah kewajiban kami, ” timpal seorang pemilih pertama yang lain. Dia mengaku sarung tangan plastik sedikit “tidak nyaman” namun barang itu membuatnya merasa aman.

Memilih dari karantina dalam klinik

Korea Daksina tidak pernah menunda pemilu. Bahkan, selama Perang Korea pada 1952 lampau, pemilihan presiden terus berlangsung.

Tantangan terbesar untuk petugas pelaksana pemilu adalah menghindari risiko penularan.

Mereka memutuskan bahwa jika suhu awak seorang pemilih di atas 37, 5 derajat Celsius, yang bersentuhan akan dibawa ke tempat terisolasi dan menjauh dari orang lain.

Para pasien Covid-19 yang sedang dirawat diberikan pilihan untuk memberikan suara mereka menggunakan surat.

Namun, sejumlah TPS juga didirikan di asing kawasan permukiman yang khusus menampung ratusan orang bergejala ringan.

Kami menyaksikan seorang hawa bermasker dengan pakaian pasien vila sakit keluar dari tempat tersebut, kemudian diberikan kertas suara oleh petugas dengan alat pelindung diri lengkap.

TPS itu sengaja ditempatkan di luar bertugas mencegah risiko penularan.

“Awalnya saya berpikir tidak bisa memilih dan saya kecewa, ” ujarnya kepada kantor berita Reuters . “Namun sejenis saya mendengar kami bisa mengangkat, saya berterima kasih atas jalan ini, ” lanjutnya.

Hak atas menjepret AFP
Image caption Orang-orang yang mengidap Covid-19 diperbolehkan memilih, namun para petugas pemilu wajib mengenakan APD lengkap.

Sebelumnya, topik bahasan utama di Korsel ialah bagaimana mengatur 60. 000 orang di dalam karantina yang cerai-berai di berbagai penjuru negeri untuk menuju TPS.

Tantangan itu dijawab melalui serangkaian perintah.

Para pemilih yang berada di karantina diperbolehkan menyerahkan hak suara mereka dalam kurun waktu tertentu dan TPS tertentu. Mereka dapat keluar rumah sejak pukul 17. 20 sampai 19. 00 pada hari pencoblosan. Itu hanya boleh berjalan kaki atau memakai kendaraan pribadi ke TPS, tapi tidak boleh menggunakan pemindahan umum.

Setibanya dalam rumah, mereka harus menghuungi petugas kesehatan. Jika ini tidak dipatuhi, kami diberitahu bahwa polisi mau dikerahkan untuk mencari mereka.

Sejumlah orang sudah menyalahi aturan karantina di Korsel kamar lalu, sehingga itu sebabnya amtenar mengawasi pelaksanaan pemilu ini secara ketat.

Ratusan ribu p etugas dikerahkan

Pihak berkuasa Korsel mengerahkan 550. 000 petugas untuk menyiapkan TPS sekaligus memastikan semuanya berjalan lancar pada keadaan pencoblosan.

Para aparat itu pula yang mendisinfektan 14. 000 TPS serta menandai jalur antrean sehingga sesama pemilih tidak berdiri berdekatan satu sama asing.

Beragam tugas ini memerlukan waktu dan upaya tulang, namun sepertinya banyak orang bahagia demi demokrasi.

Image caption Suhu tubuh para-para pemilih diperiksa di TPS.

“Semuanya prinsip keseriusan situasi dan menunjukkan sikap warga negara yang dewasa secara menyemangati para petugas pemilu, kiranya mengeluh, ” kata kepala negeri Yongsan di Seoul,, Sung Jang-hyun, kepada BBC.

Pelantang suara dan baku sikut

Bagaimanapun, virus corona berdampak pada pelaksanaan kampanye.

Di Korsel, masa pemilu sering ingar-bingar. Truk berisi pelantang pandangan meluncur di sekitar kawasan serta para politisi dan pekerja mereka berteriak-teriak.

Tetapi, tahun ini, kampanye dengan bermasker telah menggantikan pawai massal. Jabat tangan pun digantikan dengan pokok sikut dan kepalan tangan.

Bahkan, suatu waktu, Dr Jung dari Pusat Pengendalian Aib Korea mendesak para politisi buat “senyum dengan mata” saja.

Cara berkampanye di tengah pandemi Covid-19 tidak menghentikan itu.

Seorang pembelot Korea Utara, Thae Yong-ho, berkampanye buat menduduki kursi parlemen Korsel. Tempat memutuskan membuat video rap. “Drop the beat” adalah kata-kata pembukanya.

Virus corona juga mengubah konten kampanye. Pada Januari lalu, tema kampanye didominasi sebab perlambatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perundingan yang mandek dengan Korut.

Kini, inti utamanya adalah cara penanganan Covid-19.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pelaksanaan manuver di tengah pandemi Covid-19.

Para pejabat Kementerian Kesehatan mampu mengendalikan total kasus pada Februari dan Maret dengan sigap dan efektif melalaikan pelacakan dan pengujian orang-orang dengan mungkin tertul

Total orang yang tertular memuncak di dalam Februari, ketika sekitar 900 orang terinfeksi dalam sehari.

Kini jumlah kasus baru bola lampu hari turun di bawah 50 dan lebih dari 7. 000 orang pulih dari Covid-19.

Fakta ini memberikan keinginan terhadap Partai Demokratik pimpinan Pemimpin Moon Jae-in.

Dalam sisi lain, Partai Masa Ajaran Bersatu selaku kubu oposisi, mengapresiasi ribuan tenaga kesehatan di batas depan.

Ada kerisauan bahwa menggelar pemilu bisa memicu gelombang kedua penularan di Korsel.

Namun, sejauh itu, Korsel bersikukuh membuktikan bahwa pemilu tidak mustahil dilakukan di sedang pandemi.

Virus corona di Italia: Berapa kerugian dalam bulan pertama karantina dan adakah tanda-tanda membaik?

0

Hak atas foto Getty Images
Image caption Italia adalah negara Eropa pertama yang menerapkan karantina.

Penutupan wilayah Italia untuk mengurangi penyebaran Covid-19 membawa dampak ekonomi yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negeri itu.

Itulah gambaran dari Lembaga Statistik Nasional Italia (ISTAT) terhadap situasi ekonomi negara tersebut, pada Selasa (07/04) lalu.

Italia mulai ditutup tanggal 9 Maret oleh Perdana Menteri Guiseppe Conte.

Saat itu kementerian kesehatan mencatat 9. 172 kasus positif virus corona dengan kematian sebanyak 463 jiwa.

Italia menjadi negara kedua di dunia – setelah Iran – yang memberlakukan penutupan seluruh teritori mereka.

Pada 22 Maret, Conte mengumumkan agar seluruh perusahaan di Italia yang melakukan “kegiatan produksi tidak penting” untuk tutup guna mengurangi jumlah orang di luar rumah, sehingga wabah tidak semakin menyebar.

Satu bulan sesudah penutupan pertama, ada sekitar 135. 000 kasus dengan 17. 000 kematian di Italia yang disebabkan virus corona.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Antrean panjang di supermarket pemandangan biasa di Italia.

Tanpa jalan keluar mudah

Mereka juga menghadapi situasi ekonomi yang digambarkan para analis sebagai dramatis tanpa jalan keluar yang mudah.

Menurut data ISTAT, separuh perusahaan Italia serta 7, 4 juta pekerja dalam keadaan tidak berproduksi.

“Jika ini berlanjut, Produk Domestik Bruto (PDB) Italia dalam enam bulan pertama tahun ini akan jatuh sebesar 10%, atau sekitar US$4, 5 miliar, ” kata Matteo Pignatti, ekonom pada Center for Confindustrial Studies (CSC).

Angka ini kurang lebih setara dengan seluruh PDB Bolivia.

Menurut hitungan CSC, ketiadaan produksi setiap minggunya “bisa mengurangi PDB hingga 0, 75%”.

Italia, yang merupakan ekonomi terbesar ke delapan di dunia menurut IMF, akan mengalami pukulan ekonomi terbesar sejak Perang Dunia Kedua.

Sektor pariwisata

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hanya perusahaan yang memproduksi keperluan penting seperti masker yang diizinkan beroperasi setelah karantina diterakan.

Namun dampak ini tidak sama di semua sektor. Menurut ISTAT, pariwisata, perdagangan dan transportasi merupakan yang paling terpukul.

“Virus corona telah menghapus lebih dari 50 tahun industri pariwisata” kata Vittorio Messina, presiden Assoturismo, organisasi yang memayungi puluhan ribu perusahaan di sektor pariwisata.

Menurut data Pengamat Turisme Nasional Italia (ONTIT), pariwisata menyumbang 13, 2% dari keseluruhan PDB Italia.

Pariwisata juga mempekerjakan lebih dari 14% penduduk Italia, yaitu sekitar 3, 5 juta orang.

“Kami mengalami situasi yang dramatis, ” kata Messina. “Tahun lalu orang bicara tentang overtourism , yaitu dampak buruk kehadiran turis di sebuah wilayah. ”

Hak atas foto Getty Images
Image caption Roma sepi tanpa turis.

Hingga tahun 2019, Italia merupakan negara kelima terbesar di dunia untuk kedatangan wisatawan internasional, yaitu sekitar 60 juta orang, yang menghasilkan pendapatan sebesar 42. 000 juta euro.

“Kini, ” kata Messina, “masalah kami adalah zero tourism ”.

Messina mengatakan bahwa pemesanan kamar di hotelnya seluruhnya dibatalkan. Ini serupa dengan hotel-hotel lain yang tergabung dalam organisasinya.

“Kita kembali seperti tahun 1960-an, ketika dunia masih terbagi blok Barat dan Timur, serta penerbangan masih merupakan kemewahan bagi banyak orang, ” kata Messina yang juga melihat bahwa sektor pariwisata belum akan pulih hingga April 2021.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Italia utara, tempat banyak kawasan industri, terpukul dengan karantina.

“Situasi darurat ini tak bisa dihentikan begitu saja. Sekalipun mungkin kita bisa kerja lagi musim panas nanti, keadaannya tidak seperti sebelumnya, ” kata Maria Grazia Gabrielli, sekretaris serikat buruh pariwisata CGIL, yang terbesar di Italia.

Gabrielli memperhitungkan sekurangnya 450. 000 orang pekerja musiman di sektor pariwisata akan kehilangan pekerjaan, seiring meningkatnya pengangguran di seluruh negeri.

Menurut perkiraan Confindustria, tingkat pengangguran saat ini 9, 9% dan akan meningkat di akhir tahun hingga 11, 1%.

Dampak ekonomi juga tidak sama untuk semua wilayah di Italia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Jumpa pers televisi oleh PM Giuseppe Conte biasa dilakukan di masa pandemi.

Lombardy, Veneto, Piedmont dan Emilia-Romagna yang terletak di utara Italia, tempat mayoritas industri berada, merupakan wilayah paling terdampak oleh karantina.

Namun tingkat pengangguran di Selatan sebelum pandemi ada di kisaran 18%, hampir tiga kali lipat dibanding utara. Kesenjangan ini dapat meningkat saat pemulihan ekonomi dijalankan.

Campur tangan pemerintah

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kematian akibat virus corona mencapai lebih dari 17. 600 sampai minggu pertama April.

“Masalahnya adalah keluar dari krisis secepat mungkin, ” kata PM Giuseppe Conte, dan langkah pemerintah tampaknya mengarah ke sana.

Awal minggu ini, Conte mengaktifkan skema pinjaman perusahaan dengan nilai total US$435. 000 juta. Sebelumnya pada bulan Maret pemerintah sudah mengucurkan 380. 000 juta euro.

Secara keseluruhan, jumlahnya hampir setengah PDB Italia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Solidaritas membantu yang kesulitan dilakukan warga Italia.

“Ini intervensi pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya, ” kata Conte.

Dana ini ditujukan untuk membiayai tunjangan pengangguran, serta membantu kesulitan perusahaan.

Dengan skema ini, mereka yang kehilangan pekerjaan karena harus tinggal di rumah, pemerintah menjamin 80% gaji mereka, selain bantuan kupon makanan bagi penduduk miskin dan warga yang butuh mencari perawat bayi.

Pekerja mandiri dan pekerja musiman seperti pedagang, pengrajin dan petani yang kehilangan pekerjaan, ada subsidi dari sistem jaminan sosial Italia (INPS) sebesar 600 euro.

Dalam beberapa hari saja, INPS menerima 3, 6 juta permohonan.

Ketidakpastian

Namun kebangkitan dan pembukaan lagi perusahaan masih belum pasti kapan akan dilakukan.

Saat ini, Conte baru mengumumkan adanya pembatasan pergerakan hingga tanggal 3 Mei.

Kelompok bisnis di Lombardy, Piedmont, Veneto dan Emilia Romagna, yang mewakili 45% dari PDB Italia, mendorong segera dimulainya lagi aktivitas ekonomi.

“Dalam jangka pendek, kegagalan melakukan ini akan menghentikan mesin ekonomi seluruh negeri dan risikonya akan sangat sulit untuk dihidupkan kembali”.

Namun masih banyak yang belum diketahui soal pencabutan pembatasan, apalagi dengan masih adanya sekitar 1. 000 kasus positif per hari.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Lebih dari 100 dokter meninggal di Italia selama pandemi.

“Keputusan ini tidak bisa dibuat semata-mata dari kacamata ekonomi. Harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja, ” kata Maurizio Landini sekjen serikat buruh CGIL.

Sekalipun ada perbedaan pendapat antara pengusaha dan serikat buruh, mereka sama mengharapkan adanya bantuan finansial dari lembaga keuangan Eropa.

PM Conte sempat mengungkapkan perlunya solusi Eropa bagi krisis ini, dan menyerukan adanya langkah kongkret semisal dikeluarkannya obligasi Eropa untuk menjamin likuiditas negara-negara yang ditimpa kesulitan parah.

Posisi Conte didukung oleh Spanyol dan Prancis, dan mendapat tentangan dari Jerman dan Belanda.

Virus corona: Mengapa dampak Covid-19 berbeda bagi perempuan dan pria?

0

Hak atas foto NurPhoto/Getty Images
Image caption Sepasang mempelai melangsungkan pernikahan mereka pada Jakarta, pada 5 April berarakan, di tengah pandemi corona.

Dari pengemudi bus hingga perdana menteri, Covid-19 menginfeksi orang dari berbagai lapisan masyarakat sehingga muncul anggapan bahwa penyakit ini tidak pilih afeksi. Namun virus ini memiliki buah yang sangat berbeda pada kaum orang yang berbeda.

Salah satu perbedaan yang paling menonjol berkaitan secara gender. Dan Covid-19 mempengaruhi rani dan pria secara berbeda, tidak hanya dari cara virus menyusun sakit tapi juga mempengaruhi peluang kesehatan dan ekonomi jangka lama.

Perbedaan penyakit

Salah satu perbedaan memutar mencolok sejauh ini adalah level kematian perempuan dan pria.

Di AS, misalnya, pria dua kali lebih banyak meninggal karena virus corona daripada perempuan. Demikian pula dalam Eropa Barat, 69% dari seluruh kematian akibat virus corona ialah laki-laki. Pola serupa telah terlihat di China dan di wadah lain.

Tim pengkaji yang dipimpin oleh Anna Purdie di University College London memetakan perbedaan gender di berbagai negeri, dan mencari tahu apa alasannya.

Untuk saat ini, alasannya masih belum jelas.

Satu teorinya adalah bahwa respons imun perempuan terhadap virus lebih kuat, kata Philip Goulder, profesor imunologi di Universitas Oxford.

“Respons imun sepanjang hidup perempuan terhadap vaksin & infeksi biasanya lebih agresif & lebih efektif dibandingkan laki-laki, ” kata dia.

Salah satu alasannya adalah fakta kalau perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki utama. Ini perbedaan penting ketika terinfeksi virus corona.

“Protein yang mengenali virus-virus seperti corona, dikodekan pada kromosom X, ” kata Goulder. “Akibatnya, dosis zat putih telur ini dua kali lipat di banyak sel kekebalan perempuan dibandingkan dengan pria, sehingga respon imun perempuan terhadap virus corona kendati lebih kuat. ”

Kemungkinan lain adalah perbedaan di dalam pilihan gaya hidup berbasis seks. “Ada perbedaan perilaku penting antara kedua jenis kelamin. Misalnya pada merokok, yang mempengaruhi tingkat keburukan yang sudah ada sebelumnya, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru parah, dan kanker, ” kata Goulder. Menurutnya, ini berpengaruh besar infeksi seperti virus corona.

“Perbedaan jenis kelamin dalam merokok sangat kentara di beberapa negara, seperti China, di mana 50% pria merokok, dibandingkan dengan 5% pada perempuan. ”

Tetapi pada tahap pandemi ini, tidak ada bukti yang lulus untuk mengatakan apakah ini hasil dari perbedaan biologis, perilaku, ataupun keduanya.

Hak atas foto Barcroft/Getty Images
Image caption Pada banyak negara, kaum pria lebih banyak merokok ketimbang perempuan. Hal ini kemudian mempengaruhi kesehatan paru-paru mereka.

Krisis keuangan

Namun, ada bukti tentang bagaimana virus ini mempengaruhi perempuan dan laki-laki secara berbeda, dari sisi lain.

Michèle Tertilt, ekonom di Universitas Mannheim di Jerman, bersama rekan-rekannya mengumpulkan bukti bagaimana pandemi ini memengaruhi pekerja hawa dan laki-laki di AS.

Pembatasan gerak mengakibatkan hilangnya pekerjaan secara luas dan penuh negara akan segera menghadapi resesi.

Tetapi pengangguran tidak turun secara merata, yang beberapa disebabkan oleh keadaan unik daripada penurunan ekonomi khusus ini. “Ini sangat tidak biasa dan bertentangan dari resesi biasa, ” sekapur Tertilt.

Di GANDAR, 1, 4 juta orang menjelma pengangguran pada bulan Maret, lonjakan terbesar sejak 1975. Perempuan bertambah terdampak dibandingkan pria, dengan kenaikan 0, 9% dalam pengangguran dipadankan dengan kenaikan 0, 7% buat pria.

Krisis masa ini tidak biasa, karena lazimnya dalam resesi, laki-laki lebih terdampak daripada perempuan dalam hal menjadi pengangguran.

Ini karena lebih banyak pria bekerja pada industri yang terkait erat dengan siklus ekonomi, seperti konstruksi serta manufaktur. Sebaliknya, perempuan lebih mendominasi dalam industri yang tidak tergantung pada siklus semacam itu, seperti layanan kesehatan dan pendidikan.

Tetapi kali ini, faktor lain berdampak besar pada pekerjaan.

Salah satunya adalah apakah seseorang adalah pekerja “kunci”. Tim Tertilt mengklasifikasikan pekerja dalam perawatan kesehatan, transportasi, layanan perlindungan (seperti polisi), pertanian, perikanan dan kehutanan, serta pemeliharaan dan perbaikan sebagai “pekerja kunci”.

Secara klasifikasi ini, 17% perempuan beroperasi di pekerjaan kunci, dibandingkan dengan 24% dari semua pria.

Faktor besar kedua adalah apakah orang dapat melakukan order mereka dari jarak jauh dengan internet. Tertilt dan kolega-koleganya menyortir pekerjaan menjadi bisa dilakukan daripada rumah atau tidak: seorang analis bisnis mungkin bisa bekerja sebab jarak jauh, tetapi seorang bartender jelas tidak bisa.

Tertilt menemukan bahwa lebih banyak laki-laki memiliki pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah, 28% buat pria dan 22% untuk rani.

“Saya agak terkejut, ” kata dia. “Saya budi ada lebih banyak perempuan menyala di pekerjaan yang bisa dikerjakan dari jauh, misalnya, PNS, pekerjaan kantor dan sebagainya. ”

“Tapi dipikir-pikir, itu menghunjam akal. Banyak perempuan bekerja di restoran, di industri perjalanan. Dan di seluruh dunia, restoran serta bar tutup, dan perjalanan sangat terbatas. ”

Hak atas foto Getty Images
Image caption Berbagai jenis pekerjaan yang ditutup karena tidak bisa dilakukan di rumah lebih banyak mempengaruhi suku perempuan.

Penelitian Institute for Fiscal Studies UK melukiskan gambaran serupa. Mereka menemukan bahwa perempuan Inggris sepertiga kali lebih besar kemungkinannya buat bekerja di sektor yang sangat terpengaruh atau sepenuhnya ditutup sebab pandemi, seperti industri ritel serta perhotelan.

“Dari ujung pandang ekonomi, perempuan muda, bergaji rendah, adalah yang paling terdampak, ” kata Natasha Mudhar, pendiri The World We Want, kongsi yang bertujuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Kesenjangan upah antar jenis kelamin menaikkan ketimpangan ini. Perempuan tak hanya kehilangan lebih banyak pekerjaan, namun mereka juga menghasilkan lebih kurang uang.

“Untuk setiap pound yang bisa dihabiskan seorang pria untuk kebutuhan selama gawat ini, seorang perempuan hanya mampu menghabiskan 82 sen, ” sekapur Mudhar.

Di AS, kesenjangan upah gender juga terjadi, di mana perempuan menghasilkan 85% dari gaji pria. Di Australia 86%, sedangkan di India 75%.

Kondisi ini bertambah buruk untuk perempuan dari kaum ras dan etnis. Di AS, misalnya, perempuan kulit hitam berpenghasilan 21% lebih rendah dari rani kulit putih.

Karakter tua tunggal terdampak lebih parah lagi. Penelitian Tertilt memperkirakan bahwa ada 20 juta orang tua tunggal di AS, tiga perempat di antara mereka adalah hawa.

“Pikirkan itu. Mereka tidak akan bisa bekerja, ” kata Tertilt. “Bahkan jika mereka perawat atau dokter, bahkan bila mereka memiliki pekerjaan dalam infrastruktur kunci- mereka mungkin punya bujang di rumah yang tidak sanggup ditinggalkan sendirian. ”

Bahkan untuk orang tua sendiri dalam pekerjaan yang secara teoretis dapat dikerjakan dari rumah, barangkali tidak realistis untuk bekerja secara anak-anak kecil yang butuh menjawab terus-menerus.

“Khusus buat ibu tunggal, tidak ada tepi lain, ” kata Tertilt. “Mereka tidak bisa menyewa pengasuh ataupun minta tolong tetangga dan emak. Mereka, pada umumnya, kehilangan order mereka. ”

Masalah lain adalah bahwa di negara2 yang memiliki skema cuti dengan didukung pemerintah (termasuk Inggris, Jerman dan AS), orang tua ini mungkin tidak memenuhi syarat jika mereka berhenti dari pekerjaan mereka sebelum mereka dapat cuti.

Terlebih lagi, mereka mungkin tidak memenuhi syarat untuk tunjangan pengangguran jika mereka melepaskan pekerjaannya.

“Bahkan jika pekerja mundur karena pengasuhan anak, itu harus memenuhi syarat untuk dapat bantuan, ” kata Tertilt. “Persyaratan bahwa orang harus ‘mencari pekerjaan’ harus dihapus sementara, sampai madrasah dan tempat penitipan anak dibuka kembali. Tidak masuk akal di dalam situasi saat ini. ”

Hak untuk foto Getty Images
Image caption Kaum perempuan dalam seluruh dunia mengalami kesenjangan imbalan sehingga mereka lebih rentan dengan keuangan saat krisis melanda.

Membuka ketidaksetaraan

Hal ini menjadikan Covid-19 sebagai hal terbaru di dalam garis epidemi yang membawa kesenjangan ekonomi, termasuk yang terkait dengan gender.

“Semua epidemi memiliki efek gender, ” cakap Clare Wenham, seorang profesor kebijakan kesehatan global di London School of Economics dan Political Science. “Masalah ini tidak dibicarakan karakter, dan para pembuat kebijakan tak sadar. ”

Wenham dan rekan-rekannya meneliti dampak epidemi Zika dan Ebola pada perempuan dan laki-laki, dan sekarang Covid-19.

Salah satu dampak epidemi Ebola di Sierra Leone adalah peningkatan dramatis kematian ibu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menekankan bahwa layanan kesehatan melahirkan tetap penting selama pandemi, serta bahwa semua perempuan “memiliki hak atas perawatan berkualitas tinggi sebelum, selama dan setelah melahirkan”. Akan tetapi itu tidak selalu dipraktikkan.

“Kami tahu dari kemahiran wabah sebelumnya, semuanya [dalam hal sumber daya] dipakai untuk wabah, ” kata Wenham. “Itu berarti logistik layanan rutin terganggu. Dan hal pertama yang terdampak adalah layanan kesehatan ibu. ”

Layanan kesehatan perempuan lain, seolah-olah akses ke kontrasepsi, juga tidak pasti kecuali pemerintah menyatakan bahwa itu adalah layanan esensial. Organisasi keluarga berencana Marie Stopes memperkirakan bahwa pada 2020, 9, 5 juta perempuan di seluruh dunia berisiko kehilangan akses pada servis kontrasepsi dan aborsi, karena pandemi.

Laporan-laporan tentang kekerasan dalam rumah tangga, juga telah naik akibat pandemi. Di Prancis, kasus naik sepertiga pada minggu baru lockdown, sementara laporan naik 75% di Australia dan meningkat dua kali lipat di Lebanon.

Kekerasan dalam rumah nikah dapat memengaruhi laki-laki atau hawa, tapi jauh lebih tinggi buat perempuan. Misalnya di AS, rani dua kali lipat lebih jadi mengalami kekerasan dari pasangan rapat, dan 14 kali lebih mungkin diperkosa.

“Kami tahu kekerasan dalam famili biasanya berlaku di rumah, ” kata Wenham. “Lalu orang-orang diminta tinggal pada dalam rumah dalam periode yang penuh tekanan, orang-orang tidak punya uang dan tidak bisa bekerja. Anda tidak harus menjadi sarjana untuk melihat mengapa hasilnya adalah lebih banyak kekerasan dalam panti tangga. ”

Hak atas foto NurPhoto/Getty Images
Image caption Kaum pria menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar akibat wabah virus corona. Namun, imbasnya terhadap perempuan dapat bertahan beberapa tahun setelah wabah usai.

Kondisi saat tersebut memang suram, untuk kedua jenis kelamin dengan cara yang berbeda.

Bagi pria, khususnya mereka yang berada dalam kawanan usia yang lebih tua, efek langsung kematian akibat penyakit tersebut adalah masalah terbesar.

Bagi perempuan, yang lebih jadi untuk pulih dari virus, konsekuensi lain Covid-19 dapat berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang.

Dan belum terlambat bagi pemerintah untuk membantu mereka dengan paling terpukul secara ekonomi, sebutan Wenham. Ada banyak yang bisa dilakukan sekarang untuk memastikan itu yang terpukul paling parah secara ekonomi dapat pulih.

“Kita harus memastikan ada stimulus ekonomi untuk perempuan selama dan pasca wabah untuk membuat mereka kembali bekerja, ” katanya. “Apakah ada ketentuan pengasuhan anak kala perempuan berusaha bekerja? ”

Dan, melalui kegelapan, studi Tertilt menemukan dua hal nyata untuk kesetaraan gender.

Yang pertama adalah fleksibilitas wadah kerja. “Jutaan bisnis sedang menyesuaikan diri dengan skema kerja-dari-rumah zaman ini, ” kata Tertilt.

Di beberapa bagian GANDAR, March melihat lebih dari 200% peningkatan telekonferensi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Ada isyarat bahwa ini akan mengubah asas sampai batas tertentu, yang bakal membuat lebih mudah untuk mengumpulkan karier dan keluarga, ” katanya.

“Perempuan akan memiliki manfaat lebih dari perubahan budaya bisnis dan fleksibilitas tempat kegiatan ini karena secara historis mereka adalah penyedia utama pengasuhan bujang. ”

Hasil ke-2 mempengaruhi sebagian kecil yang penting dari tenaga kerja. Penelitian Tertilt mengamati pasangan heteroseksual, 8-12% pada antaranya terpaksa melakukan peran gender terbalik ketika lockdown.

“Pikirkan pasangan di mana ibu adalah dokter medis di tuntutan depan, dan suaminya memiliki pekerjaan kantor yang bisa dikerjakan sebab rumah, ” katanya.

“Dalam pasangan seperti itu, benar mungkin bahwa ayah akan menjelma pengasuh anak yang utama. Ibu ada di rumah sakit serta ayah bekerja di rumah sambil mengawasi anak-anak. ”

Mengingat bahwa di AS 60% pengasuhan anak dilakukan oleh perempan, menurut Tertilt, ini dapat menjadikan perubahan yang cukup besar.

Perubahan dalam pengasuhan tersebut dapat menyebabkan efek jangka lama. Kebijakan di negara-negara seperti Jerman dan Swedia menemukan bahwa menganjurkan cuti kelahiran pada ayah meningkatkan tingkat keterlibatan ayah dalam perawatan anak-anak mereka selama bertahun-tahun sesudahnya.

“Berdasarkan itu, beta akan menyimpulkan bahwa bahkan pada sini, jika lockdown hanya berlaku satu atau dua bulan, beta pikir akan ada efek masa panjang, ” kata Tertilt. “Jika itu berlangsung lebih lama, efeknya mungkin lebih besar. ”

Hak arah foto Getty Images
Image caption Orang tua tunggal adalah kelompok yang sangat terdampak oleh lockdown.

Krisis kesehatan seperti virus corona ini makin memperburuk ketidaksetaraan dari semua bidang, dan seks hanyalah salah satunya.

“Semua ini bersinggungan dengan disparitas lainnya, ” kata Wenham.

Di AS, misalnya, kota-kota dengan komunitas Afrika-Amerika yang gede mengalami dampak terburuk epidemi ini.

Kondisi ini menggarisbawahi masalah yang ada sebelum corona. Ketidaksetaraan struktural terkait ras benar terkait dengan kesenjangan kesehatan yang mendalam.

Misalnya, awak kulit hitam Chicago punya tumpuan hidup sembilan tahun lebih kecil dari tetangga kulit putih mereka, menurut komisioner kesehatan umum Chicago Allison Arwady.

Dan bukti selama ini menunjukkan kalau mereka yang sudah punya perkara kesehatan, lebih mungkin meninggal akibat Covid-19. Dan di AS, aib bawaan seperti diabetes dan penyakit jantung, secara tidak proporsional lebih banyak mempengaruhi warga Afrika-Amerika.

“Kita tahu bahwa jenis kelamin, ras dan agama semuanya bersinggungan di bidang kesehatan lainnya, ” kata Wenham.

Meskipun virus tidak membeda-bedakan, tak berarti bahwa semua bagian umum sama-sama berisiko.

Dengan terjadi justru virus ini melaksanakan kesenjangan kesehatan menjadi lebih pintar daripada sebelumnya.

Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di BBC Future dengan judul Why Covid-19 is different for men and women.

Virus corona: Jumlah Kematian di GANDAR lampaui Italia, tertinggi sedunia

0

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tersedia lebih dari 500. 000 kejadian Covid-19 dilaporkan di Amerika Serikat

Amerika Serikat kini mengambil alih status Italia sebagai negara dengan jumlah kematian akibat virus corona tertinggi di dunia.

Data terakhir yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University menunjukkan lebih dari 20. 000 orang di Amerika Serikat meninggal dunia akibat virus mematikan ini.

Pencapaian buruk ini tampak setelah Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mencatat rekor maut 200. 000 orang per keadaan akibat Covid-19.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada Sabtu (11/04) bahwa angka kematian di negeri bagian itu tampak mulai tetap.

Ketika mengumumkan 783 kematian baru dalam 24 jam, dia menekankan bahwa dalam kurang hari angka kematian berkisar di angka yang sama.

“Itu bukan angka tertinggi, dan Anda lihat bahwa angka tersebut tampak mulai stabil kendati menjadi stabil pada angka yang mengerikan, ” ujar Cuomo.

“Ini adalah angka-angka yan membuktikan kehilangan dan kesedihan, ” lanjutnya.

Negara bagian New York menjadi pusat penyebaran epidemi di Amerika Serikat, mencatatkan lebih dari 180. 000 kasus sejak seluruh 520. 000 kasus dalam seluruh AS.

Bagi Sabtu, seluruh negara bagian AS mengumumkan tanggap bencana atas epidemi virus corona.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kasus Covid-19 di zona merah seperti New York mulai terang menurun, kata para ahli

Pada perkembangan lain:

  • Tercatat 917 kematian baru di Inggris, membuat angka kematian nasional menjelma 9. 875
  • Raja perempuan Inggris mengeluarkan pesan Paskah yang berisi “virus corona tidak hendak mengalahkan kita”
  • Kementerian Kesehatan Inggris melaporkan 510 kematian baru, angka paling rendah yang tercatat di negara itu sejak tiga minggu terakhir
  • Angka kematian di Prancis dan Italia meningkat akan tetapi penderita yang dirawat di unit pembelaan intensif berkurang
  • Ada laporan bahwa Perdana Menteri India menyetujui untuk memperpanjang kebijakan karantina wilayah

Bertambah dari 100. 000 orang meninggal karena virus corona di seluruh dunia sejak pandemi ini bermula di China pada Desember redup.

Apa perkembangan terbaru di AS?

Dalam Sabtu (11/04) siang, Italia mengadukan 19. 468 kematian akibat virus corona, sementara di Amerika Konsorsium terdapat 20. 506 kematian, merujuk pada data Johns Hopkins.

Kini, setidaknya ada 527. 111 kasus Covid-19 di segenap Amerika Serikat.

Kepala badan yang menangani penyakit menular di AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan angka kasus dan mair di negara itu “mulai turun” namun upaya-upaya mitigasi seperti celik jarak, tidak boleh dikendurkan.

Kebijakan jaga jarak dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump dan berlaku hingga 30 April.

Presiden Trump bertemu dua tekanan akibat pandemi itu: dengan jumlah pengangguran yang meningkat menjadi 16 juta seiring secara wabah yang menghantam perekonomian dalam negara itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga bertepuk tangan sebagai wujud penghormatan terhadap petugas medis di Manhattan

Dia mengatakan pada Jumat (10/04) bahwa dewan baru, yang terdiri lantaran tokoh-tokoh bisnis dan medis, mau diumumkan minggu depan untuk membantunya dalam “keputusan terbesar yang sudah saya buat” tentang kapan saatnya memperlonggar kebijakan terkait wabah corona.

Itu terjadi masa Kongres terus memperdebatkan tahap selanjutnya dari bantuan keuangan Covid-19.

Demokrat menghendaki adanya bunga bantuan sebesar US$250 miliar, dengan diusulkan untuk membantu usaha mungil juga memungkinkan dana tambahan buat rumah sakit dan pemerintah kawasan.

Tetapi dua politisi Republikan teratas di Kongres, Mitch McConnell dan Kevin McCarthy, menumpukan permintaan tersebut.

Pada sebuah pernyataan mereka menggambarkan kiprah itu sebagai “ancaman sembrono” dengan memblokir “dana penyelamatan pekerjaan”.

Virus corona: ‘Pandemi Covid-19 lebih payah dibandingkan krisis politik apapun’

0

Hak atas foto AFP
Image caption Beberapa negara menutup perbatasan dan memasukkan turis di negara mereka ke letak karantina.

Berbagai pilihan yang kita jiplak untuk menanggulangi Covid-19 akan memutuskan masa depan dunia pada era depan, kata Yuval Noah Harari, sejarawan asal Israel sekaligus penulis buku laris, Sapiens: A Brief History of Humankind.

Dunia seperti barang apa yang akan muncul setelah pandemi ini berakhir? Apakah negara-negara bakal lebih bersatu atau justru saling menjaga jarak?

Serta apakah beragam sumber daya pemungutan kebijakan serta pengintaian dapat digunakan untuk melindungi masyarakat? Atau tersebut justru dimanfaatkan otoritas untuk menekan publik?

“Krisis memaksa kita mengambil sebanyak kebijakan besar secara cepat. Namun jelas, kita memiliki beragam alternatif, ” ujar Hariri kepada BBC Newshour.

‘Krisis politik’

“Barangkali dua preferensi yang paling penting adalah apakah kita menghadapi krisis ini secara kebijakan isolasi yang nasionalistik ataupun kerja sama dan solidaritas internasional, ” kata Hariri.

“Yang kedua, pada setiap kedudukan negara, apakah kita berusaha menanggulanginya secara totaliter, kontrol yang terpusat dan pengintaian atau melalui simpati sosial dan pemberdayaan masyarakat, ” tuturnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Yuval Harari adalah penulis buku laris berjudul Sapiens, Homo Deus serta 21 Lessons for the 21st Century.

Menurut Hariri, pandemi Covid-19 menunjukkan berbagai pertanyaan, baik dari jurusan keilmuan maupun politik.

Namun, meski kita menggunakan pendekatan sains untuk mengatasi pandemi tersebut, kita tidak begitu memikirkan bagaimana kita semestinya merespons tantangan strategis.

“Kemanusiaan memiliki segalanya untuk mengalahkan pandemi ini, ” kata Hariri.

“Kita tidak hidup di abad rata-rata. Ini bukan Black Death (peristiwa kematian jutaan orang di Eropa dan Asia akibat penyakit di abad ke-14). ”

“Ini tidak seperti melihat seseorang sekarat dan kita tidak memafhumi apa yang membunuh mereka. Kita bukannya tidak tahu harus melakukan apa terhadap peristiwa ini. ” ujar Hariri.

Para ilmuwan asal China sudah mengidentifikasi virus bernama Sars-CoV-2 itu pas pada puncak penyebaran wabah dalam negara mereka. Sejumlah negara lain saat ini berupaya melakukan penyelidikan serupa.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para dokter di Italia terus berusaha meneliti virus corona, sedangkan pada negara lain, karantina kesehatan dianggap strategi jitu untuk mengontrol penyebarannya.

Meskipun belum ada obat yang terlihat untuk menyembuhkan pasien Covid-19, para-para ilmuwan membuat kemajuan dalam upaya menemukan vaksin. Mereka menggunakan teknologi medis terkini dan berbagai permutasi.

Dan kita tahu betapa strategi untuk rajin mencuci tangan dan menjaga jarak tenteram antarorang bisa meindungi kita lantaran virus, sekaligus mencegah penyebarannya.

“Kita paham sepenuhnya apa yang kita hadapi dan kita memiliki teknologi serta kekuatan ekonomi untuk mengalahkannya, ” kata Harari.

“Pertanyaannya, bagaimana kita menggunakan kekuatan tersebut? Ini adalah pertanyaan politis yang sangat mendasar, ” tuturnya.

Teknologi yang berbahaya

Di konteks kegawatdaruratan, berbagai kebijakan dengan diambil pada masa lalu

diteruskan dengan cepat, introduksi Harari dalam artikelnya yang lahir di Financial Times baru-baru ini.

Menurutnya, keputusan dengan biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipertimbangkan akhirnya dibuat dalam semalam.

Teknologi pengawasan dengan dikembangkan dalam kecepatan berbahaya mampu berujung pada penggunaan yang tak melibatkan diskursus publik maupun pengembangan yang layak.

Bila berada di tangan yang lengah, kata Harari, teknologi itu bisa digunakan pemerintah untuk menegakkan pemerintahan pengintaian totaliter.

Sumber daya itu disebutnya memungkinkan otoritas mengumpulkan data dari setiap orang, lalu mengambil kebijakan secara tak transparan.

Hak atas foto EPA
Image caption Alat penyuluhan dikembangkan secara kilat dan dimanfaatkan tanpa diskusi publik yang mendalam, kata Harari.

Pemerintah Israel, misalnya, meningkatkan kewenangan lembaga telik sandi, tidak hanya badan kesehatan. Tujuannya, taat mereka, untuk mengakses keberadaan di setiap penduduk.

Kebijakan dengan sama juga dilakukan pemerintah Korea Selatan pada pandemi Covid-19, walau menurutnya melalui proses yang lebih transparan.

Di China, negara yang memiliki salah satu sistem pengintaian paling rumit negeri, teknologi pengenal wajah digunakan untuk mendenda penduduk yang melanggar peraturan karantina kesehatan.

Kebijaksanaan itu barangkali tidak bakal membuat persoalan dalam waktu dekat, kata pendahuluan Harari. Namun terdapat sejumlah efek jika hal itu menjadi kebijaksanaan permanen.

“Saya menjunjung kebijakan keras pemerintah, bahkan kadang-kadang juga keputusan radikal mereka, dalam konteks kesehatan dan ekonomi. Tetapi pertama-tama, itu seharusnya dilakukan pemerintahan yang mendapat dukungan penuh masyarakatnya. ”

“Dalam kondisi normal, Anda bisa memerintah negara hanya dengan dukungan 51% lantaran populasi. Tapi dalam situasi semacam ini, Anda harus menjadi kepanjangan tangan dan memperhatikan kepentingan pada setiap orang, ” ujar Harari.

Isolasi verus kerja pas

Dalam beberapa tarikh terakhir, sejumlah pemerintahan yang menjemput untung dari nasionalisme dan kerakyatan memecah masyarakat menjadi dua pertahanan.

Menurut Harari, pemerintahan semacam ini meningkatkan kebencian warganya terhadap orang-orang dari negara asing.

Namun wabah kesehatan tubuh global menunjukkan bahwa pandemi tak membedakan korbannya berdasarkan kasta baik maupun negara.

Semasa menghadapi kesulitan seperti ini, logat Harari, setiap negara harus mengangkat apakah mengambil kebijakan yang berdampak perpecahan atau yang berbasis kerja sama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Foto drone memperlihatkan para pekerja memakamkan sebesar jenazah di kuburan massal di Pulau Hart, sebelah timur Kota New York, Jumat (09/04), bersamaan dengan melonjaknya angka kematian di tengah wabah virus corona.

Sejumlah negeri berusaha mengatasi pandemi Covid-19 itu sendiri dengan mengambil alih infrastruktur dan suplai alat kesehatan dari pihak swasta.

Amerika Serikat dikritik karena berupaya menjagal jalur negara lain untuk mendapat masker, bahan kimia, serta ventilator.

Ada kekhawatiran bahwa vaksin yang diproduksi laboratorium negara-negara kaya tidak akan dinikmati sepenuhnya oleh negara berkembang dan negara miskin.

Dan lagi-lagi, dengan adanya peluang untuk saling bekerja sama, Harari menyebut apa yang ditemukan oleh ilmuwan China ‘pada pagi hari’ bisa menyelamatkan banyak nyawa di Teheran, Iran, ‘pada malam harinya’.

Lebih rasional untuk memperkuat kerja sama global dengan mengembangkan modus tukar-menukar pengetahuan dan menyokong bagian adil sumber daya kesehatan kepada setiap negara yang terdampak Covid-19.

“Anda sebenarnya kudu kembali ke Zaman Batu untuk menemukan fakta terakhir kalinya bani adam bisa sepenuhnya mempertahankan diri lantaran wabah dengan cara isolasi diri, ” kata Harari.

“Bahkan di abad pertengahan, wabah penyakit pada abad ke-14 menimbulkan Black Death. Jadi, kembali ke sistem yang diterapkan pada kala lalu tidak akan menolong kita, ” ujarnya.

Hak atas foto EPA
Image caption Seorang tenaga kesehatan memindahkan jenazah ke tempat penyimpanan sementara karena kurangnya ruangan di Rumah Sakit Tengah Brooklyn, Kota Nw York, AS, Senin (30/03).

Bisakah wabah mengubah ragam interaksi sosial?

Apapun dampak dari pilihan kebijakan negeri, Harari yakin kita akan tetap menjadi makhluk sosial. Itu tidak akan berubah, menurutnya.

Harari berkata, virus corona disebutnya menguji sifat paling alami manusia, yaitu insting untuk berbelas beri dan menolong mereka yang jatuh sakit.

“Virus itu menguji hal itu untuk mempengaruhi kita. Kita sekarang diwajibkan menjaga jarak sosial, bertindak cerdas, tidak hanya secara pikiran, tapi juga hati, ” kata Harari.

“Namun itu sangat suram bagi kita sebagai makhluk baik. Ketika krisis ini berakhir, karakter akan lebih mendambakan kebersamaan sosial. ”

“Saya pikir wabah ini akan mengubah karakter manusia, ” tuturnya.

Virus corona: Angka kematian melonjak, New York makamkan sejumlah jenazah di kuburan massal

0

Hak atas foto Reuters
Image caption Foto drone memperlihatkan para-para pekerja memakamkan sejumlah jenazah di kuburan massal di Pulau Hart, sebelah timur Kota New York, Jumat (09/04), seiring dengan melonjaknya angka kematian di tengah pagebluk virus corona.

Pemerintah Kota New York mulai memakamkan jenazah di kuburan massal seiring dengan melonjaknya nilai kematian di tengah wabah virus corona.

Selama beberapa hari terakhir total orang yang meninggal terus menyimpan rekor. Pada Kamis (09/04) sekadar, Negara Bagian New York mengadukan sebanyak hampir 800 orang wafat dalam 24 jam.

Hingga Jumat (10/04) pukul 10. 45 WIB, terdapat 7. 067 orang meninggal dunia di negara bagian tersebut akibat Covid-19. Nilai ini hampir mencapai setengah sejak total kematian akibat virus corona di Amerika Serikat.

Untuk menguburkan sebagian jenazah, pemerintah setempat membuat kuburan massal dengan memakai jasa pelaku kontrak.

Mereka dikerahkan ke Pulau Hart, di sebelah timur Distrik Bronx, Kota New York, yang hanya dapat dicapai menggunakan kapal.

Sejak abad ke-19, pulau tersebut dipakai pemerintah kota untuk menguburkan jenazah yang tidak memiliki keluarga ataupun jenazah yang keluarganya tidak berharta mengadakan pemakaman.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejak abad ke-19, Pulau Hart dipakai pemerintah kota New York untuk menguburkan jenazah yang tidak mempunyai keluarga atau jenazah yang keluarganya tidak mampu mengadakan pemakaman.
Hak atas foto Reuters
Image caption Peti-peti jenazah dikuburkan secara massal ke di makam berbentuk parit memanjang yang digali oleh alat-alat berat.

Menurut Jason Kersten, selaku juru bicara Bagian Pemasyarakatan yang bertanggung jawab tempat pelaksanaan pemakaman, biasanya terdapat 24 jenazah yang dikuburkan di Tanah Hart dalam sehari, lima keadaan sepekan.

Sebelum dimakamkan, para jenazah dibungkus di dalam kantung dan ditempatkan di dalam peti. Nama mendiang dituliskan di dalam huruf besar di setiap peti, sehingga memudahkan jika di lalu hari hendak diangkut.

Peti-peti itu lantas dikuburkan ke dalam makam berbentuk parit memanjang yang digali oleh alat-alat mengandung.

“Mereka menambahkan perut parit baru jika kami memerlukannya, ” kata Kersten kepada kantor berita Reuters.

Sah atas foto Reuters
Hak pada foto Reuters

Saat angka kematian belum menggila, Departemen Pemasyarakatan memerintahkan sejumlah tahanan untuk menguburkan para jenazah. Tetapi, ketika wabah virus corona semakin banyak memakan korban, pihak berkuasa menggunakan jasa pekerja kontrak.

“Untuk alasan menjaga tenggang sosial dan keamanan, para tahanan tidak membantu pemakaman selama pandemi, ” kata Kersten.

Pada Kamis (09/04), sebuah kapal kargo terlihat mengangkut sebuah truk berpendingin yang membawa sekitar 24 jenazah.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para praktisi yang bertugas menguburkan jenazah-jenazah pada Pulau Hart tiba di Kota New York menggunakan kapal perahu setelah bekerja.

Aja Worthy-Davis, juru kata Lembaga Pemeriksa Medis (OCME), mengaku perlu waktu untuk merinci pengantara kematian semua jenazah. Namun, tempat tidak menampik bahwa sebagian awak kemungkinan merupakan korban virus corona.

Baik Worthy-Davis maupun Kersten mengatakan Pulau Hart mampu dipakai sebagai lokasi pemulasaraan sementara jika jumlah kematian di New York melampaui kapasitas kamar jenazah kota tersebut.

“Kami berharap hal itu jangan berlaku. Namun, kami sudah siap kalau itu terjadi, ” kata Kersten.

Menurut Worthy-Davis, pihaknya bisa menampung 800 sampai 900 jenazah. OCME juga dapat menampung 4. 000 jasad di dalam 40 truk berpendingin yang sanggup dikirim ke berbagai rumah sakit.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pulau Hart dapat dipakai sebagai lokasi pemulasaraan sementara jika jumlah kematian di New York melampaui kapasitas kamar jenazah kota tersebut.

Virus corona: Seberapa aman aplikasi Zoom yang marak dipakai WFH, tapi kini dilarang Taiwan?

0

Benar atas foto Zoom
Image caption Zoom banyak dimanfaatkan di era pandemi.

Zoom, aplikasi konvensi video yang populer oleh sidang yang bekerja dari rumah ( working from home /WFH) sejak karantina wilayah diberlakukan berbagai negara, sudah dipakai jutaan orang. Tapi kini pihak berwenang Taiwan melarang para pegawai jati sipil dan institusi publik menggunakannya karena dianggap ‘tidak aman’ dan alasan keamanan.

Sikap Taiwan adalah perselisihan terkini menyangkut Zoom.

Akhir Maret lalu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, juga membuat polemik dengan membagikan gambar dirinya memimpin rapat Kabinet melalui praktik Zoom di akun Twitternya.

Sejumlah kalangan mempertanyakan seberapa aman pertemuan negeri menggunakan Zoom.

Zoom dengan marah mempertahankan catatan keamanannya dan mengatakan mereka akan menyambut pertanyaan apa pun yang dimiliki pemerintah.

Mengapa dilarang?

Pelarangan Zoom sebab Taiwan dilakukan menyusul informasi bahwa lalu-lintas ( traffic ) komunikasi Zoom secara “keliru” dialihkan melalui China, yang masih menganggap Taiwan sebagai salah mulia provinsinya.

Pihak berwenang Taiwan mengatakan badan publik tak boleh menggunakan produk dengan masalah keamanan “seperti Zoom”.

Tetapi pesaing seperti Google dan Microsoft diizinkan memakainya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Zoom, sementara itu, telah berjanji untuk meningkatkan fitur kebahagiaan dan privasi.

Pekan lalu, para peneliti menemukan bahwa beberapa lalu-lintas komunikasi dari aplikasi Zoom dikirim menggunakan Beijing – bahkan ketika seluruh peserta dalam percakapan Zoom itu berada di Amerika Utara.

Tim dari Citizen Lab Universitas Toronto juga menyoroti bahwa Zoom memiliki beberapa ratus pekerja di China daratan, yang “bisa menyebabkan Zoom berhadapan dengan tekanan dari otoritas China”.

Zoom mengatakan lalu lintas koneksi itu secara “keliru” dialihkan melalaikan Beijing, dan meminta maaf.

Hak atas foto Getty Images/NurPhoto
Image caption Kemudahan penggunaan Zoom telah diadopsi oleh bisnis, perorangan, dan kabinet Inggris untuk pertemuan jarak jauh.

Terlepas dari respons lantaran Zoom, Taiwan telah meminta seluruh institusi publiknya untuk menggunakan unit lunak lain.

Jika memungkinkan, solusi domestik harus digunakan, kata Taiwan, seraya menambahkan bahwa dalam keadaan khusus, aplikasi Google atau Microsoft dapat diterima.

Perusahaan-perusahaan itu masing-masing mengoperasikan layanan Duo dan Skype.

Ini adalah pukulan terbaru untuk Zoom, yang popularitasnya meledak pada masa pandemi Covid-19.

Kemudahan penggunaannya telah diadopsi oleh bisnis, perorangan, hingga lembaga-lembaga sejumlah pemerintah untuk pertemuan tenggang jauh.

Dalam laporannya, para peneliti Citizen Lab pula mengatakan Zoom menggunakan enkripsi non-standar, dan memperingatkan bahwa itu barangkali tidak cocok untuk pemerintah atau perusahaan yang khawatir tentang spionase.

Tetapi rata-rata pemakai biasa tidak perlu terlalu kacau, katanya laporan itu.

Zoom, sementara itu, telah berjanji untuk meningkatkan fitur keamanan serta privasi.

Jadi perbalahan di Inggris

Penggunaan aplikasi Zoom menjadi kontroversi pada Inggris ketika PM Boris Johnson mengunggah foto dirinya sedang rapat memakai Zoom.

Ada laporan bahwa Departemen Pertahanan (MoD) Inggris menangguhkan penggunaan aplikasi itu, meski kemudian peristiwa itu dibantah.

Kementerian Pertahanan mengatakan kepada BBC kalau Zoom tidak pernah digunakan untuk pertemuan yang memerlukan sistem keamanan tinggi, tetapi masih digunakan buat alat komunikasi lintas-pemerintah.

Kemudian, seorang juru bicara Dewan Kabinet mengklarifikasi posisi pemerintah:

“Dalam keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat ini kebutuhan akan saluran komunikasi dengan efektif sangat penting. Panduan Was-was Keamanan Dunia Maya menunjukkan tak ada alasan keamanan yang menimbulkan Zoom tidak bisa digunakan buat percakapan di bawah klasifikasi tertentu. ”

Tapi Zoom jelas marah dengan informasi yang menyebut aplikasi itu tak tenteram.

“Zoom sangat mendahulukan keamanan pengguna, ” katanya pada BBC.

“Secara ijmal, 2. 000 lembaga, mulai sebab perusahaan jasa keuangan terbesar dalam dunia hingga penyedia telekomunikasi terkemuka, lembaga pemerintah, universitas, praktik pembelaan kesehatan dan telemedicine telah melakukan kritik keamanan lengkap terkait pengguna, jaringan dan lapisan pusat data ana. Mereka percaya diri memilih Zoom. ”

“Kami berkomunikasi erat dengan Kementerian Pertahanan Inggris dan Pusat Keamanan Siber Nasional dan fokus pada penyediaan dokumentasi yang mereka butuhkan, ” katanya dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Apa sebenarnya dokumentasi ini, baik Zoom, Pusat Kebahagiaan Siber Nasional maupun Kementerian Pertahanan belum mengungkapkannya.

Maka, apakah aman?

Hak atas foto Zoom
Image caption Seorang laki-laki yang menggunakan Zoom.

Zoom memiliki cacat pada sisem keamanan dalam masa lalu, termasuk kerentanan yang memungkinkan peretas menghapus peserta dibanding rapat, menulis pesan palsu sebab pengguna, dan membajak layar bersama. Ada pengguna Mac yang melaksanakan panggilan tanpa sepengetahuan mereka.

Beberapa ahli masih berpendapat bahwa perusahaan tersebut memiliki tingkah laku yang agak lunak terhadap ketenteraman.

“Zoom memiliki memori yang naik turun mengenai fitur keamanan dengan sejumlah contoh dalam mana seseorang harus mempertanyakan apakah perusahaan ini benar-benar mengerti soal privasi dan keamanan pengguna, ” kata konsultan siber Graham Cluley.

“Saat ini, penuh orang menggunakan Zoom untuk perdana kalinya dan mungkin tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengaturan yang aman untuk menghindari orang yang tidak diinginkan mengikuti dialog mereka.

“Mereka serupa mungkin belum membaca syarat & ketentuan, tetapi hanya mengklik ‘Ya’ untuk menggunakan aplikasi. Zoom serta aplikasi video lainnya menyediakan servis yang berharga saat ini, tetapi orang-orang harus berhati-hati dalam menggunakannya.

Prof Alan Woodward, seorang ilmuwan komputer di Universitas Surrey berpikir pemerintah perlu waspada: “Dalam beberapa hal untuk pancaran publik, tidak masalah jika ada yang bisa mendengarkan seperti halnya untuk briefing No 10 (rapat parlemen Inggris). ”

“Namun, ketika saya mengambil arah dalam briefing pemerintah yang tertutup, kami menggunakan Microsoft Teams. ”

“Tidak ada petunjuk bahwa Zoom memiliki masalah dalam versi terbarunya, tetapi di masa-masa yang gila ini tampaknya masuk akal hanya menggunakan sistem yang sudah dicoba dan teruji. Tersebut memperkuat pesan bahwa apa biar yang Anda gunakan, Anda harus menggunakan versi terbaru, ” katanya.

Dari mana asal Zoom?

Popularitas Zoom telah berkembang selama beberapa tarikh. Saat debutnya di pasar bagian tahun lalu, Zoom sudah berfaedah US$15 miliar (Rp241 triliun) dan sekarang telah meningkat lebih dibanding dua kali lipat.

Zoom didrikan pada 2011 sebab Eric Yuan, insinyur perangkat lunak asal China yang beremigrasi ke Silicon Valley pada usia 27 tahun.

Sejak tersebut Zoom diam-diam menyalip para pesaing seperti Skype dan Microsoft Teams, karena beberapa fitur yang disediakan kepada pengguna cukup sederhana termasuk latar belakang adaptif.

Hak atas foto Zoom
Image caption Sebelum Zoom Eric Yuan mengikuti membuat software WebEx which, yang kemudian dijual ke Cisco.

Zoom percuma untuk siapa saja tetapi paket dasarnya memiliki batas pertemuan 40 menit untuk lebih dari 3 peserta. Ketentuan ini baru selalu dihapus untuk sekolah-sekolah di Inggris, Kanada dan Jerman untuk menguatkan para guru memanfaatkan sesi yang lebih lama dengan para pengikut.

Zoom telah diunduh lebih dari 50 juta kali di Google app store karena orang-oran mencari cara untuk pasti berhubungan dengan rekan kerja, teman, serta keluarga.

Apakah tersedia masalah privasi?

Zoom mengumpulkan data dalam jumlah luhur untuk menganalisis layanannya dan menyimpan fitur yang bermanfaat bagi bisnis.

Yayasan Electronic Frontier telah menyusun beberapa daftar masalah privasi:

  • host Zoom memiliki kapasitas untuk memantau aktivitas peserta saat berbagi adang-adang. Mereka dapat melihat apakah windows Zoom aktif atau tidak
  • itu juga memungkinkan admin melihat aktivitas dasbor pengguna, termasuk sistem peringkat pengguna berdasarkan jumlah total waktu percakapaan yang diikuti
  • jika pengguna merekam panggilan melalui Zoom, admin dapat mengakses konten
  • semasa percakapan yang telah terjadi ataupun sedang berlangsung, admin dapat tahu sistem operasi, alamat IP, masukan lokasi dan informasi perangkat masing-masing peserta.

Rontok dari peringatan ini, orang-orang di umumnya tampak senang berbagi lebih banyak aspek kehidupan mereka di aplikasi ini, termasuk beberapa yang telah memberikan lebih banyak daripada yang mereka maksudkan.

Hak atas memotret Getty Images
Image caption Orang-orang mengunduh Zoom untuk tetap berhubungan dengan orang asing secara digital.

Sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan seorang peserta perempuan pada sebuah konferensi bisnis lupa bahwa rekan-rekannya dapat melihatnya. Ia berangkat ke toilet di tengah-tengah pertemuan sementara anggota tim lainnya menonton dengan rasa malu yang kepala.

Pelanggaran etiket yang lain termasuk ” zoombombing “.

Ini merupakan bentuk trolling, di mana tamu dengan tidak diundang membagikan konten pornografi atau konten mengganggu lainnya pada Zoom.

Masalah tersebut terjadi jika detail rapat Zoom dibagikan ke publik dan karakter yang mengadakan rapat tidak melayani pengaturan layar.

Karakter yang mengadakan rapat juga kudu menonaktifkan ” transfer file ” untuk mencegah malware apa pun dibagikan, kata para pakar.