Friday, August 7, 2020
Home Blog Page 12

Virus corona: Ratusan ribu orang dalam Selandia Baru kembali bekerja sesudah pemerintah menyatakan ‘menang memerangi pertarungan melawan Covid-19’

0

Hak untuk foto Getty Images
Image caption PM Ardern penuh dipuji atas langkahnya menangani Covid-19.

Ratusan ribu orang di Selandia Mutakhir kembali bekerja setelah pemerintah melonggarkan pembatasan wilayah salah satu negara yang menerapkan lockdown paling cermat di dunia.

Pekerja pabrik dan bangunan mulai bekerja dan sejumlah restoran juga sudah dibuka.

Banyak toko yang masih tutup dan peraturan jaga jarak sedang tetap diterapkan.

Lockdown sangat ketat menolong menekan jumlah infeksi virus corona di Selandia Baru dengan satu. 100 dan 19 orang meninggal.

Perdana Menteri Jcinda Ardern mengatakan negara itu sudah memenangkan fase pertama pertempuran melayani Covid-19 namun tantangan ke depan adalah menjaga angka infeksi setelah lockdown dilonggarkan.

Hak atas foto Mark Mitchell/Getty
Image caption “Kami membuka kegiatan ekonomi, namun kami tidak membuka kehidupan baik masyarakat, ” kata Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern dalam tanda pers harian.

Selandia Baru mencatat utama kasus baru pada hari Minggu (26/04), dan dengan kondisi tersebut, Ardern mengatakan virus itu “saat ini” dihilangkan.

Namun demikian pemerintah mengingatkan agar tidak berpuas diri, dengan mengatakan peristiwa itu bukanlah berarti berakhirnya secara total kasus-kasus virus corona pertama.

Klaim keberhasilan ini muncul beberapa jam sebelum Selandia Baru melonggarkan kebijakan karantina provinsi ataus lockdown.

Berangkat hari Selasa (28/04) sejumlah kegiatan bisnis, fasilitas kesehatan, dan pelajaran dapat dibuka kembali.

Kebanyakan masyarakat masih akan diminta agar tetap tinggal di sendi setiap saat dan menghindari interaksi sosial.

“Kami mengambil kegiatan ekonomi, tetapi kami tak membuka kehidupan sosial masyarakat, ” kata Ardern dalam keterangan pers harian.

Hak atas foto Mark Tantrum/Getty

Selandia Baru telah melaporkan kurang dari satu. 500 kasus virus corona yang terkonfirmasi dan ada 19 peristiwa kematian.

‘Menghindari dengan terburuk’

Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield mengatakan, rendahnya jumlah kasus perdana dalam beberapa hari terakhir “memang memberi kami keyakinan bahwa ana telah mencapai tujuan eliminasi (penghilangan)”.

Dia memperingatkan bahwa “eliminasi” tidak berarti tidak mau ada kasus baru, “tetapi tersebut berarti kita tahu dari mana kasus tersebut berasal”.

Ardern mengatakan, “tidak ada transmisi komunitas luas yang tidak terdeteksi di Selandia Baru”, seraya menambahkan: “Kami telah memenangi pertempuran ini. ”

Hak atas foto Mark Tantrum/Getty
Image caption Selandia Baru telah memberlakukan kebijakan salah-satu yang terketat di dunia di menghadapi Covid-19.

Namun dia mengatakan negara “harus tetap waspada jika kita ingin tetap seperti itu”.

Selandia Baru telah meresmikan kebijakan salah-satu yang terketat dalam dunia dalam menghadapi Covid-19.

Alih-alih “meratakan kurva” kasus-kasus positif sebagaimana dilakukan negara-negara asing, pendekatan Ardern adalah benar-benar meninggalkan penyebaran.

Seluruh warga Selandia Baru ditempatkan dalam karantina wilayah alias lockdown ketika peristiwa di negara ini baru terekam beberapa puluh.

Selain menutup perbatasan dan memberlakukan karantina wilayah, negara itu melakukan karantina terhadap semua orang yang tiba di negara itu, dan melayani pengujian ekstensif dan menggelar penyelidikan kontak.

Ardern mengucapkan hasil analisa pemodelan mengindikasikan bahwa Selandia Baru bisa memiliki lebih dari 1. 000 kasus sehari jika tidak melakukan kebijakan lockdown secara cepat.

Dia mengatakan negaranya tidak akan pernah tahu seberapa buruknya, tetapi kalau “melalui tindakan kumulatif, kami telah mampu menghindari dampak terburuk”.

Hak untuk foto Mark Mitchell/Getty
Image caption “Kami membuka kegiatan ekonomi, tetapi kami tidak menelungkupkan kehidupan sosial masyarakat, ” cakap Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern dalam keterangan pers harian.

Pada pusat malam waktu setempat (12: 00 GMT pada hari Senin 27 April), Selandia Baru akan melonggarkan kebijakan lockdown dari Tingkat 4 ke Tingkat Tiga.

Itu berarti sebagian besar kegiatan bisnis akan dapat dibuka balik – termasuk restoran, tapi dibatasi pelayanan yang dibawa pulang ( takeaways ) – tetapi tidak yang melibatkan kontak tatap muka.

Masyarakat Selandia Baru diperintahkan agar tentu berpegang pada “gelembung” mereka semrawut sekelompok kecil teman dekat ataupun keluarga – dan berdiri sejauh dua meter dari orang-orang di luar.

Pertemuan massal masih dilarang, pusat perbelanjaan tentu tutup, dan sebagian besar anak-anak dilarang ke sekolah. Sementara tapal batas Selandia Baru akan tetap ditutup.

Computer virus corona dan ramadan: Mengapa salat berjamaah di masjid masih digelar, walau MUI dan ormas Islam mengimbau salat di rumah?

0

Hak atas foto Fachrul Reza/Getty
Image caption Penduduk Muslim di kota Lhokseumawe, Aceh, melakukan salat tarawih di sebuah masjid di kota itu, Jumat (24/04) lalu.

Walaupun para ulama, pendakwah tersohor, hingga ormas Islam terbesar mengimbau umat Islam untuk sementara tidak menggelar salat berjamaah, sebagian masjid di Indonesia masih menggelarnya di awal Ramadan.

Suara azan asar terdengar dari pengeras suara masjid Al-barkah, di salah-satu sudut Jalan Lontar Atas, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/04) pekan lalu.

Pintu masjid itu dalam keadaan ditutup dan di papan pengumumannya tertulis masjid itu telah disemprot disinfektan. Diimbau pula agar warga tak salat berjamaah utamanya andai sakit.

Namun tidak lama kemudian, dipimpin seorang imam, belasan orang menggelar salat berjamaah. tanpa ada jarak alias berdempetan – pintunya rupanya tidak dikunci.

Praktik seperti ini jelas melanggar Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yg diperpanjang hingga 22 Mei nanti.

Dalam pasal eleven disebutkan kegiatan ibadah di masjid dihentikan dan warga diminta salat di rumah untuk menghentikan penyebaran wabah virus corona.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Masjid Albarkah, Tanah Abang umumkan upaya penanggulangan virus corona dengan penyemprotan disinfektan

Saya tidak bertemu pimpinan masjid tersebut, tetapi salah-seorang peserta salat berjamaah, Sayuti, yang juga warga setempat, mengaku rajin salat berjamaah di masjid itu.

“Kalau saya Insya Allah tetap (salat) berjamaah, ” kata Sayuti, kelahiran 1973, kepada ya. Sore itu dia berada di saf alias barisan kedua dalam salat berjamaah itu.

Sayuti mengaku tak khawatir berisiko terpapar virus, karena menurutnya peserta salat jamaah adalah warga yang tinggal tak jauh dari bangunan tempat ibadah itu.

“Masih internal di sini doang , nggak berbaur ama (warga) di luar, ” ujarnya. “Jadi kite salat berjamaah antar kite-kite aja . ”

Dia menambahkan, warga sekitar juga sudah memangkas aktivitas di luar wilayah tersebut. ” Insya Allah aman, karena (warga) lingkungan sendiri nggak ada yang keluar, semenjak dilakukan PSBB. ”

Ucapan Sayuti ini agaknya tidak sesuai kenyataan. Sore itu, saya bertemu dua orang warga pendatang yang ikut salat di masjid tersebut.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption “Alhamdulillah (masjid ini buka), sehingga tidak mempersulit orang untuk salat, ” kata Rahmad, penjual minyak wangi. “Karena nggak semua orang tersebut terjangkit atau terindikasi kena pathogen. ”

Salah-seorang diantaranya adalah Rahmad, warga Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Penjual minyak wangi berusia 29 tahun ini mengaku pertama kali menunaikan ibadah di masjid Albarkah.

“Alhamdulillah (masjid ini buka), sehingga tidak mempersulit orang untuk salat, ” katanya kepada saya. “Karena nggak semua orang itu terjangkit atau terindikasi kena virus. inch

Seharusnya, menurutnya, pemerintah tidak menutup semua masjid sebagaiselaku, ala, menurut, merata di semua tempat. Alasannya, masjid harus ditutup jika berada di zona merah alias di wilayah itu ada warganya terpapar virus corona.

Rahmad agaknya tidak tahu bahwa Kecamatan Tanah Abang, lokasi masjid Albarkah, masuk kategori zona merah. Di wilayah itu, sampai pertengahan April lalu, ada 60 pasien positif virus Corona, sampai pertengahan Apr lalu.

Bahkan Kecamatan Tanah Abang, termasuk satu dari tiga kecamatan yang disebut paling tinggi untuk warganya menjadi pasien positif virus corona se-DKI Jakarta.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Tidak lama kemudian, dipimpin seorang imam, belasan orang menggelar salat berjamaah di masjid Albarkah. Tanah Abang, sama sekali tanpa ada jarak alias berdempetan.

Dua kecamatan lainnya adalah Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dan Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Di seluruh Jakarta, sampai Minggu (26/04) dalam rangkuman data Pemprov DKI Jakarta, ada 3. 746 fall positif, 1. 952 dirawat lalu 357 orang meninggal.

Rahmad mengaku masih ingin selalu salat di masjid, meski diakuinya kini sulit menemukan masjid yang masih buka.

“Biasanya (salat di masjid) di Depok, cuma perbatasan dijaga, paling nanti dekat rumah di Bintaro (Tangsel, provinsi Banten), cuma belum dapat, ” ungkapnya.

Walaupun mengaku bersikap hati-hati, dengan memperhatikan protokol yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, Rahmad mengaku tidak takut terpapar.

Hak atas foto FB Anggoro/ANTARA FOTO
Image caption Seorang petugas keamanan bandara membaca Al Quran di masjid Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/04).

“Yang membuat saya yakin, karena kita dalam rangka ibadah, kenapa kita mesti takut, ” katanya.

‘Warga marah, kalau ada masjid tetap gelar salat berjamaah’

Berbeda dengan masjid Albarkah, dua masjid besar di kawasan Tanah Abang, Jakpus, yaitu, Said Na’um dan Al-Makmur, justru menutup segala aktivitasnya selama PSBB.

Berdiri di kawasan Kebon Kacang, di samping rumah susun, masjid Said Na’um yang didirikan dalam 1975 di masa Gubernur Ali Sadikin itu, tertutup rapat tuk kegiatan ibadah – mulai salat fardhu, salat tarawih hingga buka bersama.

“Baru sekali inilah, di mana bulan Ramadan yang seharusnya sebagai ajang mencari amal untuk beribadah, tapi karena keadaan, kita tidak dapat melaksanakannya, ” papar sekretaris masjid tersebut, Suparmo, kepada saya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Suparmo mengaku tidak ada jamaahnya yang ngotot mempertanyakan penghilangan sementara segala aktivitas ibadah pada masjid Said Na’um.

Mematuhi peraturan yg digariskan Pemprov DKI Jakarta, Suparmo perlu pula mendapatkan penjelasan dari tokoh atau guru agama buat meyakinkan para jamaah masjid yang bertanya tentang alasan penutupan masjid.

“Bahkan dua masjid terbesar (di Arab Saudi) bukan melakukan kegiatan ibadah di masjid… Iu artinya ini (wabah malware corona) suatu hal yang memang tidak main-main, harus betul-betul diantisipasi, ” ujarnya.

Suparmo mengaku tidak ada jamaahnya yg ngotot mempertanyakan penghilangan sementara segala aktivitas ibadah di masjid Said Na’um.

Sebaliknya, lanjutnya, warga sekitar justru mempertanyakan apabila ada masjid yang membuka aktivitas ibadahnya seperti pada situasi normal.

“Kalau ada masjid yang bandel, warga malah nggak suka, kok mereka melanggar aturan PSBB, ” kata Suparmo.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Berbeda dengan ramadan sebelumnya, hampir semua kegiatan ritual ibadah di masjid Said Na’um, yang sudah diprogramkan, kini harus dihilangkan.

Berbeda dengan ramadan sebelumnya, hampir semua kegiatan ritual ibadah di masjid itu, yang sudah diprogramkan, kini harus dihilangkan.

Dahulu, “seperti biasanya, sampai akhir Ramadan hingga Idul Fitri, sudah kita susun programnya, mulai penceramah, pra imam sudah kita hubungi, inch ungkapnya agak getir.

Pada tahun-tahun sebelumnya, selain menggelar salat tarawih berjamaah, masjid itu menggelar buka bersama yang “bisa dihadiri 300 orang tiap harinya”, katanya

Mereka juga memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, ceramah agama sebelum tarawih dan usai salat subuh, hingga menerima dan menyalurkan zakat fitrah. “Ujungnya ditutup dengan salat idul fitri”.

“Tapi begitu ada pengumuman (PSBB), yakni kita tidak boleh melakukan itu, ya bayangkan saja… bagaimana en este momento… semua jadi kagok gitu , ” ujar Suparmo yang sejak awal 1980-an aktif di masjid Said Na’um.

“Cuma diperintahkan azan, en este momento azan saja, ” tambahnya, lirih.

‘Baru kali ini selama 58 tahun, saya melihat masjid ditutup’

Masjid Al-Makmur, salah-satu masjid terkuno pada Jakarta, yang letaknya berdekatan oleh Pasar Tanah Abang, juga menghentikan segala aktivitas ibadah.

Saat saya datangi Kamis (23/04) lalu, pintu gerbangnya tertutup rapat. Hanya terlihat seorang pria tidur di salah-satu anak tangganya dan anak-anak bermain bola di halamannya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Di pintu gerbang yang tertutup, pengelola masjid Al-Makmur di Tanah Abang menempelkan pengumuman berisi penghentian sementara kegiatan ibadah salat Jumat dan fardhu selama wabah Covid-19.

Di pintu gerbang yang tertutup, pengelola masjid menempelkan pengumuman berisi penghentian sementara pekerjaan ibadah salat Jumat dan fardhu selama wabah Covid-19.

Yazid Salim, 58 tahun, penjual makanan kam i r dan jamaah masjid itu, mengaku sedih dengan isi pengumuman tersebut, namun dia meraih menerima dan memakluminya. Yazid berjualan tak jauh dari masjid tersebut.

“Saya sebagai umat Islam, saya merasa sedih, sebab, selama saya lahir sampai sekarang, saya baru ngalamin seperti ini, semua masjid ditutup, ” kata pria yang memelihara jenggot dan berkopiah ini.

“Hampir sixty tahun usia saya, saya baru mengalami semua masjid ditutup, dikarenakan ada wabah. ”

Dia mengaku pula kehilangan dengan tradisi di masjid selama Ramadan yang selau diikutinya selama puluhan tahun di masjid Al-Makmur.

“Biasanya kita ketemu dengan sahabat di masjid saat tarawih atau pengajian. Semuanya kini bukan dibolehkan. Pasti kita merasa kehilanganlah, ” kata Yazid.

‘Tetangga saya cari masjid yang buka hingga lokasi yang jauh’

Walaupun demikian, Yazid mengikuti imbauan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar melakukan ibadah salat di rumah selama wabah belum teratasi.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption “Biasanya kita ketemu dengan sahabat di masjid saat tarawih atau pengajian. Semuanya kini bukan dibolehkan. Pasti kita merasa kehilanganlah, ” kata Yazid.

Penjelasan MUI yg didasarkan hadis Nabi Muhammad NOTICED beserta riwayat para sahabatnya yang pernah mengalami wabah di masa itu, menjadi pegangannya ketika menghadapi kejadian serupa.

“Kita sebagai umat Nabi Muhammad, kita ikuti saja apa yang diperintahkan oleh nabi, yaitu disuruh berdiam di rumah, dan sekaligus mengikuti ulama dan pemerintah, ” kata Yazid.

Dari pra ulama dan guru agamanya, Yazid pernah mendengar bahwa ada hadist yang menyebutkan bahwa umat Islam diminta salat di rumah apabila hujan besar.

“Apalagi sekarang wabah yang sifatnya bisa mengancam kesehatan dan nyawa manusia. Harus kita hindari, ” ujarnya.

Dia kemudian bercerita bahwa ada salah-seorang tetangganya yg ngotot salat di masjid, walaupun sudah diimbau salat di rumah.

“Walaupun sudah ya berikan hadistnya, tapi tetap tertentu (dia salat di masjid), inch ungkapnya. Tetangganya itu, menurutnya, bahkan sengaja mencari masjid yang masih buka hingga di lokasi yg jauh dari kediamannya di Tanah Abang.

Dukungan ormas Islam, ulama dan pendakwah

Bagaimanapun, dua ormas Islam terbesar, Nahdhlatul Ulama dan Muhammadiyah, mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan pembatasan sosial berskala besar, termasuk agar salat di rumah utamanya selama Ramadan.

Hak atas foto M. Tohir/Getty
Image caption Umat Islam di sebuah masjid di Palembang, Sumsel, menggelar salat Jumat pada hari pertama Ramadan, Jumat, 24 April 2020.

Langkah terkait menindaklanjuti imbauan Majelis Ulama Philippines (MUI) yang meminta umat Islam menggelar ibadah salat di rumah dan tidak di masjid selama wabah Covid-19.

MUI melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa, seperti salat lima waktu berjamaah, Salat Tarawih, Salat Id atau pun pekerjaan majelis taklim.

Larangan berlaku bagi umat Islam pada wilayah di mana kondisi penyebaran virus corona sudah tak terkendali.

Dalam perkembangan selanjutnya, MUI juga mengimbau umat Islam mengganti salat jumat dengan salat zuhur di rumah.

Melalui surat edarannya pada pertengahan April, NU dan Muhammadiyah juga mengimbau agar umat Islam melakukan salat di rumah dan tidak di masjid agar dapat mengurangi potensi penyebaran virus corona. Mereka juga memberikan semacam panduan.

Dalam keterangannya, mereka antara lain menggunakan argumen agama, seperti yang dicontohkan Sekretaris Umum Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, tentang salat tarawih.

Hak arah foto FB Anggoro/ANTARA FOTO
Image caption Pengumuman tidak ada shalat berjamaah di masjid Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/04).

“Di dalam beribadah, dalam situasi normal, manusia melaksanakan ibadah secara maksimal. Tetapi ada tuntutan dalam syariah, agar dalam ibadah kita tidak memaksakan diri, ” jelasnya.

“Nabi Muhammad melaksanakan salat tarawih berjamaah itu hanya satu kali. Selebihnya Nabi Muhammad salat tarawih di rumah. ”

Dari pijakan itu, salat tarawih bisa dilakukan sendiri-sendiri / berjamaah. “Dan berjamaah di rumah atau di masjid, itu sama sahnya, dan sam afdolnya, ” papar Mu’ti.

Pendakwah Abdul Somad, yang juga mempunyai banyak pengikut, dalam berbagai kesempatan juga meminta umat Islam agar salat di rumah saat wabah virus corona.

Hak atas foto ABDUL QODIR/Getty
Picture caption Seorang jamaah salat Jumat di sebuah masjid di Palembang, Sumsel, diperiksa temperatur tubuhnya, 24 April lalu.

Mendasarkan pada hadist atau kesaksian para ulama, Abdul Somad mengungkapkan bahwa wabah Covid-19 seperti kini pernah terjadi di masa selanjutnya.

Apa yang diterapkan para pendahulu, menurutnya, dapat menjadi pegangan saat dihadapkan persoalan yang sama saat ini.

“Pernah di Mesir sampai ke Andalusia, terjadi paceklik, kemarau, serta wabah, sedahsyat itu, sampai masjid-masjid ditutup. Tidak ada orang salat. Sama seperti sekarang, ” papar Somad.

“Bagaimana ulah kita? Taat kepada Allah, Rasulullah, hingga ulama. MUI sudah mengeluarkan tentang salat berjamaah dan tidak berkerumun. Dan saya pribadi bukan menggelar takbir akbar untuk menjaga ini, ” katanya.

Korea Utara: Kim Jong-un, ‘raja bintang pagi’ yang terpilih menjadi kepala Korut

0

Hak atas foto KCNA
Image caption Media pemerintah Korea Utara menghadirkan Kim Jong-un yang sedang memuliakan peluncuran rudal balistik pada 2017.

Bervariasi laporan menyebutkan bahwa Kim Jong-un menderita sakit keras setelah melaksanakan bedah jantung, tetapi para penguasa di Korea Selatan yang melaksanakan pemantauan mengatakan berita itu tidak benar, lapor wartawan BBC dalam Seoul, Laura Bicker.

Dengan kondisi Korea Utara yang tertutup maka tak mungkin melakukan verifikasi terkait secara sejumlah laporan dengan judul kurun lain Kim Jong-un “sakit keras” dan “menjalani penyembuhan setelah operasi”.

Kantor presiden Korea Selatan mengatakan tidak menemukan tanda-tanda khusus dari Korea Utara yang menunjukkan bahwa Kim Jong-un, 36, “sakit keras”.

China, yang memiliki kedekatan dengan Korea Utara, juga mencuaikan kabar bahwa Kim sedang kecil keras.

Kim Jong-un mengambil alih kepemimpinan tertinggi Korea Utara dengan latar belakang piawai politik atau militer yang minim.

Kim Jong-il, abu Kim Jong-un yang kerap disebut “Pemimpin Tersayang”, sedang dalam metode menggembleng sang anak, ketika tempat meninggal pada Desember 2011.

Sesaat setelah ayahnya meninggal, Kim muda dipuji sebagai seorang “penerus yang hebat”. Selang dua pekan kemudian, dia diangkat sebagai kepala partai, negara, dan angkatan bersenjata.

Terlepas daripada pertemuan bersejarah dengan AS dan langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan, sejak saat tersebut dia telah menunjukkan komitmennya buat memajukan program senjata Korea Utara dengan memerintahkan uji coba nuklir dan rudal.

Dia juga menunjukkan dirinya sebagai sosok tanpa belas kasih dengan menyingkirkan pamannya yang kuat. Pembunuhan kakaknya, Kim Jong-nam, juga secara merata dikaitkan dengan perintah darinya.

Julukan ‘Raja bintang pagi’

Kim Jong-un, putra bungsu Kim Jong-il dan orang ketiganya, Ko Yong-hui, lahir dalam tahun 1983 atau 1984.

Awalnya ia tidak dianggap sebagai calon penerus kekuasaan ayahnya. Para analis justru berfokus pada kakak dari ibu yang bertentangan, Kim Jong-nam, dan kakak kandungnya, Kim Jong-chol.

Hak atas foto AFP
Image caption Foto ini menampilkan Kim Jong-un zaman masih pelajar di Swiss.

Namun secara dideportasinya Kim Jong-nam dari Jepang pada Mei 2001 serta adanya laporan bahwa saudara tiri Kim Jong-chol “kurang jantan”, peluang Kim Jong-un untuk terpilih semakin meningkat.

Para analis melihatnya sebagai pemimpin masa depan sesudah ia diberi kepercayaan untuk mengambil serangkaian jabatan politik terkemuka.

Dididik di Swiss laksana saudara-saudaranya, Kim Jong-un menghindari efek Barat. Dia langsung pulang setelah selesai sekolah dan makan suangi dengan duta besar Korea Mengetengahkan.

Sekembalinya di Pyongyang, ia diketahui belajar di Universitas Militer Kim Il-sung.

Sang ibu yang disebut sebagai istri kesayangan Kim Jong-il sangat menyayanginya dan memanggilnya dengan sebutan “Morning Star King” atau “Raja Bintang Pagi”.

Pada Agustus 2010, ketika Kim Jong-il mengunjungi China, sebuah laporan mengutarakan Kim Jong-un menemani ayahnya pada perjalanan tersebut.

Di dalam saat itu dia secara umum dilihat sebagai pewaris dan masa Kim Jong-il meninggal, kabar itu pun dengan cepat dikonfirmasi.

Doktrin ‘militer yang utama’

Kim Jong-un prima kali berpidato di depan publik pada 15 April 2012, kala Korea Utara memperingati ulang tarikh ke-100 kakeknya sekaligus pendiri Korut, Kim Il-sung.

Masa itu, dia memuji doktrin ‘militer yang utama’ dan bersumpah kalau era negaranya bisa diancam “telah berakhir selamanya”.

Hak atas foto KCNA/Uriminzokkiri
Image caption Seorang serdadu Korea Utara yang telah berumur itu tampak penuh dengan emosi saat naik ke punggung Kim Jong-un
Hak untuk foto KCNA
Image caption Inspeksi ke pabrik-pabrik merupakan agenda Kim Jong-un yang menjelma bahan peliputan utama media pemerintah Korea Utara.

Di bawah kepemimpinannya, perluasan program nuklir dan rudal Korea Utara dilanjutkan dan tampaknya dipercepat. Empat kali uji coba nuklir telah dilakukan, sehingga rezim ini secara keseluruhan sudah melakoninya sebesar enam kali.

Pyongyang mengklaim telah berhasil menguji bom hidrogen miniatur yang dapat dimuat ke rudal jarak jauh, namun pendapat para ahli tetap terbelah tentang seberapa maju program itu.

Jangkauan rudal Korea Utara juga tampaknya telah menyusun.

Pada 2017 rezim ini melakukan uji coba secara menembakkan beberapa rudal, dan mengklaim telah menguji coba rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai GANDAR – yang mengarah pada pengembangan ketegangan dengan pemerintahan AS arahan Donald Trump serta peningkatan sanksi PBB.

Ketika pertengkaran antara kedua belah pihak meningkat, Trump dan Kim terlibat di dalam perang kata-kata yang semakin berapi-api.

Trump menyebut kepala Korea Utara itu sebagai seorang “pria roket dalam misi pati padam diri”, sementara Kim menyebut majikan AS itu sebagai sosok orang “AS yang terganggu mentalnya”.

Namun, secara tak terduga, Kim menawarkan rekonsiliasi ke Korea Selatan dalam pidatonya di tahun baru, dengan mengatakan ia “terbuka untuk berdialog” dan mungkin mengirim kontingen ke Olimpiade Musim Santai 2018 Februari di Korea Selatan.

Rangkaian kegiatan diplomatik bergulir yang berujung pada pawai kontingen atlet Korut dan Korsel di bawah satu bendera di upacara pembukaan Olimpiade. Hal ini kemudian diikuti dengan pertemuan level tinggi berlangsung antara kedua raka pihak.

Kim juga melakukan lawatan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin, dengan menumpang andong ke Beijing – sekutu pokok dan mitra dagang Korea Melahirkan.

Benar atas foto Reuters
Image caption Presiden Donald Trump diapit Kim Jong-un (kiri) dan Presiden Korsel, Moon Jae-in (kanan).

Kim juga berupaya meningkatkan hubungan dengan Presiden Trump. Pada bulan April 2018, kedua pemimpin mengadakan cakap tatap muka bersejarah di Singapura yang ditujukan untuk denuklirisasi Korea Utara.

Kim langsung mengatakan ia telah menangguhkan semua uji coba rudal dan hendak menutup situs uji coba nuklir, karena negaranya telah mencapai “persenjataan nuklir”.

Meskipun penghentian tersebut disambut secara internasional, para pengamat menggarisbawahi bahwa Pyongyang tidak berjanji untuk menyingkirkan senjata dengan ada, dan sebelumnya telah melanggar janji untuk menghentikan pengembangan nuklir.

Tahun berikutnya, Kim Jong-un, Donald Trump, serta Pemimpin Korsel, Moon Jae-in, berpartisipasi pada pertemuan yang digagas secara mendadak – tetapi sebagian besar asosiatif – di zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara serta Korea Selatan.

Tetapi, hubungan antara AS dan Korea Utara kemudian memburuk, dan cakap terhenti setelah pemerintahan Trump menegasikan untuk mencabut sanksi sampai Pyongyang sepenuhnya meninggalkan program nuklirnya.

Kemudian, pada Januari 2020, Kim mengatakan dia mengakhiri penangguhan uji coba rudal nuklir dan jarak jauh yang dilakukan semasa pembicaraan AS, dan mengancam kalau “dunia akan menyaksikan senjata penting baru”.

Bertemu dua Kim

Di di negeri, Kim telah berulang kala mengganti menteri pertahanan – setidaknya enam orang sejak tahun 2011- dilihat oleh beberapa analis jadi indikasi kurangnya kepercayaan Kim dalam kesetiaan angkatan bersenjata.

Dan indikasi paling terkenal mengenai kemungkinan perebutan kekuasaan di kalangan elite Korea Utara terjadi dalam Desember 2013, ketika Kim Jong-un memerintahkan agar pamannya, Chang Song-thaek, dieksekusi. Media pemerintah mengatakan dia telah merencanakan kudeta.

Hak atas menjepret AFP
Image caption Kim Jong-un dan istrinya, Ri Sol Ju, diyakini memiliki tiga anak.

Kim juga diyakini secara merata memerintahkan pembunuhan saudara tirinya dengan diasingkan, Kim Jong-nam, pada Februari 2017 di Bandara Internasional Ambang Lumpur.

Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan karakter Kim sampai tayangan televisi menampakkan seorang perempuan tak dikenal mendatangi acara dengan Kim.

Pada Juli 2012, media negeri mengumumkan bahwa Kim menikah dengan “Kamerad Ri Sol-ju”.

Soal Ri tak banyak diketahui, tetapi penampilannya yang penuh corak membuat beberapa analis menyebut kalau ia berasal dari keluarga kalangan atas.

Laporan asing menyebut bahwa Ri mungkin seorang penyanyi yang menarik perhatian Kim selama pertunjukan. Menurut intelijen Korea Selatan, pasangan ini memiliki tiga anak.

Saudara perempuan Kim, Kim Yo-jong, memegang jabatan senior di Partai Pekerja Korut- dan mencuri sorotan ketika dia mewakili saudara lelakinya di Olimpiade Musim Dingin di Korea Daksina. Tidak diketahui apakah kakak lelakinya, Kim Jong-chol, memegang peran formal.

Hak atas foto AFP
Image caption Kim Yo-jong, muda perempuan Kim Jong-un, menduduki bagian senior di Partai Pekerja Korut.

Virus corona: China tolak seruan analisis independen soal asal usul Covid-19

0

Hak atas foto Getty Images
Image caption China menilai seruan penyelidikan hendak mengganggu fokus mereka menanggulangi pandemi.

Seorang diplomat senior China di Inggris, Chen Wen, berkata kepada BBC bahwa permintaan itu politis & mengalihkan fokus China yang era ini ditujukan untuk menanggulangi pandemi.

Keterangan tentang asal usul Covid-19 dan bagaimana awal mula penyebarannya dipercaya dapat membantu banyak negara menyalahi penyakit ini.

Virus ini disebut muncul pertama kala di pasar binatang liar pada kota Wuhan, pada akhir 2019.

Suatu laporan resmi Uni Eropa menuduh China menyebar informasi keliru tentang krisis kesehatan yang terjadi.

Dinas Luar Negeri Eropa (EEAS) menyebut Rusia dan China membuat narasi konspiratif tentang virus itu untuk negara-negara Uni Eropa.

Presiden Amerika Konsorsium, Donald Trump, juga berulang kali menyerang cara China menanggulangi pandemi ini.

Pemerintah negara bagian Missouri bahkan menggugat pemerintah China yang mereka tuduh tidak berupaya kuat menyetop penyebaran virus corona baru tersebut.

Sejumlah ilmuwan belakangan juga menghakimi spekulasi yang menyebut virus tersebut diciptakan di sebuah laboratorium dalam Wuhan.

Pemerintah China menolak seruan internasional terkait penelitian independen terhadap awal-mula penyebaran virus penyebab Covid-19.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemerintah China dituding memberi bahan keliru tentang awal mula penyebaran dan dampak Covid-19.

Apa yang ditentang China?

Sejak dasar pandemi, ada dorongan dari para penyelidik internasional untuk mendapat permisi masuk ke China dan menelisik bagaimana krisis virus corona pertama bisa muncul.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, Kamis (23/04), menyebut dia akan memajukan investigasi itu pada pertemuan tahunan Majelis Kesehatan Dunia, Mei kelak.

Forum itu merupakan badan pengambil keputusan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Australia bersandar sebagai dewan eksekutif dalam wadah tersebut.

Adapun, Elok Kesehatan Dunia sudah berencana membahas investigasi itu sebagai ulasan yang dapat dipelajari dalam kondisi kedaruratan kesehatan.

Namun duta China, Chen Wen, menyebut negaranya tidak sepakat pada investigasi apapun yang diinisiasi dunia internasional.

“Penyelidikan independen itu didorong maksud politis, ” ujar Chen.

“Kami sedang menanggulangi virus, kami memfokuskan semua upaya kami mengatasinya. Mengapa ada tutur tentang investigasi? Itu bukan cuma akan mengalihkan perhatian tapi serupa sumber daya kami. ”

“Ini adalah inisiatif dengan didasari kepentingan politik. Menurut aku tidak satupun orang akan sepakat. Ini bukan untuk kepentingan orang banyak, ” kata Chen.

Menurut Chen, terdapat penuh rumor tentang awal mula kehadiran virus. Ia berkata, informasi yang keliru itu berbahaya dan kaya virus politik, yang serupa berbahayanya secara virus corona itu sendiri.

Hak tempat foto Reuters
Image caption Sejumlah kasus di asal pandemi dikaitkan dengan pasar makanan laut di Wuhan.

Negeri Eropa ‘gugup’ menghadapi China

Analisis oleh Gordon Corera, koresponden BBC urusan kesejahteraan

Pemerintahan di Eropa sejauh ini sangat menghindari persoalan diplomatik dengan China pada situasi yang sensitif.

Seorang pejabat Inggris, yang kaya banyak petinggi lainnya menolak memberi keterangan secara terbuka, menyebut tersedia kegugupan berseteru dengan China. Dia menyebut sebuah situasi diplomatik dengan sulit.

Sejumlah negara bergantung pada China terkait pasokan peralatan untuk mengatasi krisis kesehatan tubuh ini. Mereka ingin arus data tetap terbuka untuk memahami epidemi yang terjadi dan bagaimana mencegahnya pada masa depan.

Para pakar menyebut pendekatan terhadap pemerintah China perlu disesuaikan secara hati-hati.

“Kami ingin mengurangi retorika dan konfrontasi karena ada sesuatu yang lebih serius yang perlu ditangani, ” sebutan Charles Parton, mantan diplomat Inggris di China, yang kini menjelma penasihat senior pada lembaga filosof Royal United Services Institute.

Sebaliknya, di AS, perihal apapun tentang China semakin dipolitisasi dalam tahun politik. Muncul persaingan memberi desakan ke China serta penyelidikan awal mula kemunculan virus corona baru.

Hak tempat foto AFP
Image caption Wuhan, kota pertama dengan melaporkan kasus Covid-19, mengakhiri kecendekiaan karantina wilayah pada 8 April lalu.

Apa yang muncul dalam informasi resmi Uni Eropa?

Meski berpotensi berdampak buruk di kesehatan masyarakat, sumber resmi maupun yang didukung sejumlah pemerintah, termasuk Rusia dan, pada tingkat lebih rendah, China, terus menarasikan konspirasi dan disinformasi secara luas, elok kepada masyarakat di Uni Eropa dan lingkungan yang lebih besar.

Pernyataan itu ialah bagian dari laporan resmi Bon Eropa.

Laporan tersebut menyebut pejabat serta media massa milik pemerintah China, berusaha membelokkan tanggung jawab atas kemunculan pagebluk Covid-19.

Ada tuduhan para pihak di China menetapkan setiap penyebutan Wuhan sebagai asal virus.

Beberapa terusan media sosial yang dikendalikan negeri China juga dituduh terus menyebarkan teori, bahwa wabah itu bersangkutan dengan kunjungan perwakilan militer AS.

Para penulis informasi Uni Eropa juga mengklaim menjumpai ‘bukti penting tentang operasi spion China’ di media sosial. Mereka mengutip laporan jaringan di Twitter yang terkait dengan pemerintah China.

Laporan Uni Eropa itu juga menuding Rusia menyerakkan disinformasi.

Menurut keterangan itu, sejumlah sumber dan jalan massa, yang pro maupun hak Rusia, terus menjalankan kampanye terkoordinasi untuk merusak strategi penanggulangan pandemi dan menabur kebingungan anggota Uni Eropa.

Informasi invalid itu juga dituding mengaburkan susur galur serta dampak virus corona gres terhadap kesehatan.

Pathogen corona: Trump dikecam komunitas medis karena sarankan pasien Covid-19 disuntik cairan disinfektan

0

Hak atas foto Getty Images
Image caption President AS, Donald Trump, dalam sebuah taklimat pada Gedung Putih, 23 April 2020

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai kecaman dari komunitas tenaga medis setelah ia menyarankan agar digelar riset untuk mengetahui apakah pasien Covid-19 dapat disembuhkan dengan suntikan cairan disinfektan ke dalam tubuh.

Trump juga menyarankan agar sinar ultraviolet (uv) dipancarkan langsung ke tubuh pasien. Idenya ini langsung dibantah dengan seorang dokter yang hadir di dalam rapat gugus tugas penanganan disease corona.

Salah seorang pejabat dalam pemerintahannya juga sempat mengatakan bahwa sinar matahari lalu cairan disinfektan diketahui dapat menghentikan infeksi virus corona.

Departemen Kesehatan BECAUSE telah memperingatkan warganya untuk tidak meminum cairan pemutih untuk mengobati Covid-19.

Apa yang dikatakan Trump?

Di dalam rapat bersama gugus tugas penanganan virus corona di Gedung Putih yang digelar Kamis (23/04), seorang pejabat AS menjabarkan hasil riset pemerintah yang mengindikasikan virus corona terlihat melemah jika terpapar cahaya matahari dan suhu udara yg hangat.

Riset tersebut juga menunjukkan cairan pemutih meraih membunuh virus dalam ludah atau cairan pernafasan lainnya dalam waktu lima menit. Alkohol isopropyl bahkan dapat mematikannya dengan lebih cepat.

Hasil studi tersebut dijabarkan dalam sebuah konferensi pers oleh William Bryan, pelaksana tugas Kepala Direktorat Sains dan Teknologi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bleach and sunshine were proposed as it can be strategies to tackle the coronavirus

Trump lalu menyarankan agar riset tersebut didalami lebih lanjut, meski ia juga mencatat bahwa riset tersebut perlu ditelaah dengan hati-hati.

“Jadi, sepertinya kita dapat menyinari tubuh dengan banyak sinar ultraviolet, atau sinar kuat lainnya, ” kata Trump, sambil melihat ke arah Dr Deborah Birx, koordinator respon virus corona Gedung Putih. “Saya tahu Anda bilang hal itu belum diteliti namun Anda akan mencobanya. ”

“Lalu saya mengatakan, anda bisa menyinari bagian dalam tubuh, yang bisa Anda lakukan lewat penyinaran kulit atau cara-cara lainnya. Saya rasa Anda juga bilang Anda akan menguji hal itu. Kedengarannya menarik, ” lanjut Trump.

“Saya lihat dri hasil riset cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. Adakah tips sehingga kita bisa mengujinya, misalnya menyuntik cairan disinfektan atau membersihkan tubuh kita? Saya tertarik melihatnya. ”

Sambil menunjuk ke kepalanya, Trump mengatakan: “Saya bukan dokter. Tapi saya punya yang bagus. ”

Ia lalu menoleh lagi ke Dr Birx dan bertanya apakah ia tahu soal pengobatan trojan corona dengan menggunakan “kepanasan dan cahaya. ”

“Saya pernah dengar itu, tapi bukan untuk mengobati virus vorona, inch kata Dr Birx. “Demam ialah tanda yang bagus jika Anda sakit, itu artinya tubuh Anda merespon penyakit. Tapi saya belum pernah melihat pengobatan virus corona dengan memakai kepanasan atau cahaya. ”

“Saya akal kita patut menelitinya, ” kata Trump.

Seorang wartawan yang hadir dalam konferensi pers tersebut bertanya apakah pernyataan aneh dari Trump tersebut berpotensi menyebar disinformasi yang berbahaya bagi warga Amerika.

Apa reaksi terhadap pernyataan Trump tersebut?

Sejumlah dokter di SINCE memperingatkan bahwa ide Trump tersebut berpotensi fatal.

Dokter paru-paru Vin Gupta mengatakan kepada NBC News: “Ide menyuntik / menelan cairan pembersih ke di dalam tubuh tidak bertanggung jawab dan berbahaya. ”

“Itu adalah cara yang sering dimanfaatkan jika orang ingin bunuh sendiri. ”

Sementara itu Kashif Mahmood, seorang dokter pada Charleston, Virginia Barat, mengatakan di Twitter: “Sebagai seorang dokter, ya tidak bisa menyarankan menyuntik cairan disinfektan ke paru-paru, atau memaparkan diri terhadap radiasi sinar ULTRAVIOLET untuk mengobati Covid-19. Jangan mendengarkan nasihat medis dari Trump. ”

John Balmes, dokter paru-paru di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Francisco, memperingatkan bahwa orang dapat menderita masalah kesehatan hanya dengan menghirup bau cairan pemutih.

Seperti dikutip oleh Bloomberg News , Dr Balmes mengatakan: “Menghirup klorin dalam cairan pemutih ialah hal terburuk bagi paru-paru Kamu. Rongga pernafasan dan paru-paru anda tidak dibuat untuk menghirup aerosol yang ada dalam cairan disinfektan.

“Walaupun cairan pemutih atau alkohol isopropyl tersebut encer, itu masih tidak aman untuk manusia. Itu adalah ide yang sangat konyol. inch

Trump sebelumnya menyarankan obat wechselfieber, hydroxycloroquine, sebagai obat yang mungkin dapat mengobati virus corona. Tapi ia telah berhenti menggaungkan obat itu belakangan ini.

Minggu ini, sebuah studi yang meneliti sejumlah pasien virus corona di sebuah rumah sakit pemerintah AS khusus veteran militer mendapati jumlah pasien yang meninggal yg diobati oleh hydroxycloroquine lebih melimpah ketimbang pasien yang meninggal lalu mendapat perawatan standar.

Menanggapi ide Trump tersebut, Later on Biden, yang kemungkinan besar maka akan menjadi kandidat calon presiden dari Partai Demokrat dalam pemilu SINCE November nanti, mengatakan lewat Tweets: “Sinar UV? Menyuntik disinfektan? Teknik kalau ini, Presiden: tes jamaah lebih banyak. Sekarang. Dan sediakan alat pelindung diri bagi tenaga medis profesional. ”

Apa saran pemerintah AS?

Minggu terkait, Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperingatkan warga BECAUSE untuk berhati-hati dalam menggunakan produk pembersih lantaran penjualan cairan disinfektan yang meningkat tajam di tengah pandemi Covid-19.

“Jumlah panggilan ke pusat keluhan racun meningkat tajam pada awal Maret 2020, dan kebanyakan adalah keluhan soal paparan terhadap produk pembersih dan disinfektan, ” demikian berdasarkan laporan mingguan CDC soal jumlah penyakit dan kematian di AS.

Sementara itu Badan Pangan dan Obat-Obatan AS (FDA) telah memperingatkan untuk tidak mengonsumsi cairan disinfektan. FDA mengutip dijualnya obat-obatan ajaib yang diklaim meraih mengobati berbagai penyakit, dari autisme sampai AIDS dan hepatitis, yg mengandung cairan pemutih.

Dalam situsnya, FDA mengatakan: “FDA telah mendapati laporan dari pelanggan yang mengeluh menderita muntah-muntah parah, diare berat, tekanan darah rendah akibat dehidrasi yang mengancam nyawa, dan gagal hati akut sesudah meminum produk-produk tersebut. ”

Obat virus corona: Bayi satu kamar di Thailand sembuh berkat potongan obat—obat apa yang paling menjanjikan?

0

Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang perawat menggendong bayi berusia utama bulan yang pulih dari Covid-19 di Bangkok, Thailand.

Seorang bayi berumur satu bulan di Thailand sehat dari Covid-19 berkat bantuan tim medis serta penggunaan racikan sebesar obat antivirus, menurut seorang dokter anak di Bangkok.

Visal Moolasart, sinse anak yang merawat bayi tersebut di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura, mengatakan tim medis memutuskan menggunakan empat obat antivirus setelah bertukar pikiran dengan beberapa dokter spesialis farmakologi dan pakar medis lainnya.

“Strategi yang dipakai buat menangani anak ini adalah memberikannya obat-obatan selama 10 hari, ” papar Visal kepada kantor berita Reuters.

“Kami menyelia kesehatannya setiap hari. Selang tiga sampai lima hari sesudah tersebut, hasil sinar-X menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap, ” tambahnya.

Visal menekankan bahwa awak medis menghadapi tantangan mengingat tersedia sejumlah obat tertentu yang tak boleh dikonsumsi bayi berusia dalam bawah satu tahun.

Meski demikian, Visal tidak merinci obat macam apa yang diberikan kepada bayi tersebut sampai dia pulih.

Saat ini lebih dari 150 obat-obatan medium diteliti di seluruh dunia. Beberapa besar di antaranya adalah obat yang diujicobakan untuk mengobati virus corona.

Mana yang paling menjanjikan? Dan berapa periode lagi waktu yang diperlukan pra ditemukan obat yang dapat menyelamatkan nyawa kita dari Covid-19?

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebagian pasien memerlukan perawatan intensif di rumah kecil, sebagian lainnya cukup beristirahat dalam rumah.

Apa saja langkah yang dikerjakan untuk menemukan obat?

  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meluncurkan uji coba Solidarity dengan tujuan meneliti obat dengan paling menjanjikan
  • Inggris mengatakan uji coba yang disebut Recovery adalah percobaan terbesar dalam dunia yang pada tahap depan sekarang telah melibatkan 5. 000 pasien
  • Pusat-pusat riset di berbagai negara berusaha menggunakan plasma darah pasien yang sembuh untuk pengobatan

Jenis obat saja yang barangkali efektif?

Terdapat tiga pendekatan secara umum yang padahal diteliti:

  • Obat antiviral yang langsung merusak kecakapan virus corona di dalam awak
  • Obat yang bisa menenangkan sistem kekebalan – anak obat menjadi sakit keras ketika bentuk kekebalannya bereaksi berlebihan dan mulai menyebabkan kerusakan tambahan pada tubuh
  • Antibodi, baik dengan diambil dari pasien yang sembuh maupun yang dibuat di lab. yang dapat menyerang virus

Obat apa yang paling menjanjikan?

Dr Bruce Aylward dari WHO mengutarakan remdesivir adalah satu-satunya obat yang menunjukkan tanda-tanda paling efektif, setelah ia berkunjung ke China.

Obat antiviral awalnya dibuat untuk mengobati Ebola, tetapi tumbuh pilihan-pilihan lain yang lebih efektif.

Sah atas foto SAEED KHAN/Getty Images
Image caption Pra ditemukan obat dan vaksin, bermacam-macam negara memberlakukan karantina wilayah & menyarankan penggunaan masker ketika beruang di luar.

Sejak saat itu, dalam penelitian pada hewan obat itu terbukti efektif untuk mengobati virus-virus corona lain yang mematikan (Mers dan Sars), sehingga muncul jalan obat tersebut juga efektif memulihkan virus corona Covid-19.

Hasil uji coba yang murus yang dilakukan oleh Universitas Chicago juga menunjukkan bahwa obat itu manjur.

Obat itu adalah satu diantara dari empat obat yang disertakan dalam uji coba Solidarity oleh WHO dan produsennya, Gilead, juga melakukanj uji coba.

Apakah obat HIV dapat digunakan untuk mengobati virus corona?

Sudah penuh pembicaraan mengenai hal itu tetapi buktinya lemah bahwa sepasang obat HIV – lopinavir dan ritonavir – efektif mengobati virus corona.

Ada bukti yang menunjukkan obat tersebut bekerja efektif di tingkat laboratorium, tetapi studi pada manusia hasilnya mengecewakan.

Kombinasi dua obat tersebut tidak meningkatkan penyembuhan, menekan nilai kematian atau menurunkan tingkat virus pada pasien Covid-19 dengan perihal serius.

Namun demikian, karena uji coba dilakukan dalam pasien yang sudah sangat sakit, mungkin pemberian obat itu telah terlambat sehingga tidak efektif.

Apakah obat malaria sanggup mengobati virus corona?

Obat malaria turut diteliti di dalam proyek uji coba Solidarity sebab WHO dan Recovery oleh Inggris.

Chloroquine atau klorokuin, dan turunannya, hydroxychloroquine, mungkin menyimpan senyawa antiviral dan senyawa dengan menenangkan imun.

Obat tersebut mencuat ke permukaan sebagai obat yang berpotensi manjur, beberapa besar dikarenakan klaim Presiden Trump, tetapi buktinya masih tipis.

Hak atas foto MANDEL NGAN/AFP/Getty
Image caption Presiden Trump menyuarakan klorokuin efektif menyembuhkan Covid-19, namun ditepis oleh WHO.

Hydroxychloroquine juga digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis atau peradangan sendi akibat sistem kekuatan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri, karena dapat mengatur sistem kekuatan.

Tes laboratorium membuktikan obat itu dapat menghambat virus corona, dan muncul bukti cerita dari kalangan dokter yang mengutarakan hydroxychloroquine tampak membantu pasien.

Namun WHO menegaskan tak ada bukti definitif tentang kemanjurannya.

Apakah darah anak obat yang sembuh dapat digunakan?

Orang yang sembuh sesudah mengalami infeksi seharusnya menyimpan antibodi di dalam darahnya yang mampu menyerang virus.

Caranya adalah mengambil plasma darah (bagian darah yang mengandung antibodi) & kemudian memberikannya kepada pasien yang sedang sakit untuk pengobatan.

Amerika Serikat telah memulihkan 500 pasien dengan cara tersebut dengan hal yang disebut sebagai “plasma darah”, dan negara-negara lain juga menempuh jalan yang sesuai.

Berapa periode yang diperlukan sampai ditemukan obat ?

Untuk tahap sekarang, masih sungguh-sungguh dini untuk mengetahui kapan hendak ada obat untuk mengobati virus corona.

Namun serupa itu, kita mestinya akan segera menyelami hasil-hasil uji klinis dalam kira-kira bulan mendatang. Kerangka waktu itu lebih awal dibandingkan kerangka zaman kepastian apakah suatu vaksin efektif.

Hal ini disebabkan para dokter mengujicobakan obat yang sudah dikembangkan dan diketahui lulus aman untuk digunakan, sementara penyelidik vaksin memulainya dari nol.

Beberapa obat virus corona yang sama sekali baru serta eksperimental juga diuji di laboratorium tetapi belum siap digunakan dalam manusia.

Mengapa kita memerlukan pengobatan?

Bukti paling nyata mengapa kita memerkukan obat adalah karena obat menyelamatkan nyawa, tetapi juga memungkinkan pelonggaran karantina wilayah.

Secara adanya obat maka pada intinya virus corona akan menjadi penyakit lebih ringan.

Hak atas foto JONATHAN NACKSTRAND/Getty Images
Image caption Banyak apotek kehabisan paracetamol, seperti di Swedia ini, setelah diborong konsumen.

Jika obat memungkinan pasien yang dirawat di rumah rendah tidak sampai memerlukan bantuan ventilator, maka unit perawatan intensif tak kewalahan.

Dengan demikian pembatasan terhadap kehidupan masyarakat tidak perlu seketat sekarang.

Bagaimana dokter merawat pasien saat ini

Jika kita terinfeksi virus corona, sebagian dari kita mengalami gejala ringan dan dapat diatasi di rumah dengan cara beristirahat, mengonsumsi paracetamol dan meyakinkan tubuh kita mendapat cairan yang cukup.

Tetapi sebagian orang memerlukan perawatan intensif pada rumah sakit, dengan bantuan oksigen melalui ventilator.

Virus corona: Negara bagian di GANDAR gugat China, Trump dorong spekulasi tentang asal-usul Covid-19

0

Benar atas foto Getty Images
Image caption Sejumlah pendemo ikut ambil bagian dalam pertunjukan anti-lockdown di Kansas City, Missouri

Negara Bagian Missouri di Amerika Serikat menggugat China atas penanganan terhadap wabah virus corona yang membuahkan kerugian besar dalam ekonomi.

Dalam dokumen pengadilan yang diserahkan pada keadaan Selasa kemarin, Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt menuding China tidak berbuat banyak dalam menghentikan penyebaran Covid-19 di seluruh dunia sehingga menyebabkan wabah yang “tidak menetapkan dan bisa dicegah”.

Gugatan federal itu mengincar substitusi rugi atas “hilangnya banyak nyawa, penderitaan manusia, dan kekacauan ekonomi” yang telah terjadi di negeri bagian itu.

“Pemerintah China berbohong pada dunia mengenai bahaya dan temperamen penyebaran Covid-19, membungkam orang-orang dengan berupaya memperingatkan, dan tidak melakukan banyak menghentikan penyebaran penyakit. Itu harus dimintai pertanggungjawaban atas kesibukan mereka, ” sebut Schmitt pada pernyataannya.

Secara terpisah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru mendorong spekulasi mengenai asal-usul virus Covid-19.

Ia menekankan bahwa virus corona lahir di tengah perang dagang Amerika Serikat dengan China, dan mengatakan bahwa tidak ada yang lebih keras terhadap China ketimbang dirinya.

“Dan tiba-tiba, boleh dari mana, muncul musuh dengan tidak kelihatan, ” ujarnya, mengacu pada pandemi itu, dalam jumpa pers di Gedung Putih.

Trump juga berkata pada wartawan: “Kami pikir kami tahu dari mana ia [virus corona] berasal. Kami mungkin mau banyak bicara soal itu. ”

Sejumlah media AS sebelumnya melaporkan bahwa lembaga polisi AS meyakini virus tersebut datang dari sebuah lembaga penelitian virus di Wuhan dengan protokol keamanan yang kurang baik, tudingan yang telah dibantah China.

Trump mengatakan kepada para pewarta bahwa ia tidak akan membincangkan laporan intelijen.

Hak atas foto Reuters

WHO: Tak ada bukti virus berasal sejak laboratorium

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bukti-bukti yang ada mengindikasikan bahwa virus corona berasal dari hewan, dan menepis laporan yang menyebut virus itu diciptakan di laboratorium penelitian virus di Wuhan, China.

Hari Selasa kemarin, juru bicara WHO, Fadela Chaib, mengatakan seluruh bukti menunjukkan virus tersebut “tidak dimanipulasi atau dikonstruksi di lab. atau tempat lain. ”

“Kemungkinan, sangat mungkin, virus itu berasal dari hewan, ” ujarnya dalam jumpa pers WHO di Jenewa, Swiss.

Proses transmisi virus Covid-19 sebab hewan ke manusia belum sahih, ia menambahkan.

Hak atas foto EPA
Image caption Seorang ilmuwan melakukan tes virus corona di sebuah laboratorium di Yunani.

“Kemungkinan besar ia berkembang biak pada kelelawar — tapi bagaimana virus tersebut menular dari kelelawar ke manusia belum diketahui, ” ujarnya.

Tak lama sesudah isu virus corona ini muncul, muncul berbagai spekulasi – biasa tidak berdasar – mengenai asal-usulnya.

Satu teori yang sempat menjadi viral di negeri maya mengatakan SARS CoV-2 diciptakan di laboratorium sebagai senjata biologis. Tudingan ini telah berkali-kali dibantah oleh para ilmuwan, yang menekankan bahwa berbagai penelitian menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan kepala sangat mungkin dari kelelawar.

Virus memang bisa diciptakan buat tujuan penelitian. Contohnya, penelitian gain-of-function (GOF) melibatkan percobaan yang bisa meningkatkan kemampuan suatu patogen untuk menyebabkan penyakit, untuk memprediksi mutasi virus di masa depan.

Namun penelitian tentang genom virus corona di AS, yang dipublikasikan pada bulan Maret, tidak menemukan tanda bahwa virus tersebut direkayasa.

Benar atas foto Reuters
Image caption Sejumlah kasus di awal pandemi dikaitkan dengan pasar makanan laut di Wuhan.

“Dengan memisalkan data sekuens genom untuk alur virus corona yang telah diketahui, kami bisa dengan tegas membenarkan bahwa Sars-CoV-2 berasal dari jalan alami, ” kata salah satu penelitinya, Kristian Andersen, dari Scripps Research di California.

Teori lainnya menuding virus tersebut alami, namun tak sengaja lepas dari laboratorium. Kedekatan pasar sasaran laut Wuhan, tempat wabah tersebut pertama kali dideteksi, dengan setidaknya dua lembaga yang melakukan studi penyakit menular menimbulkan spekulasi menerjang kaitan.

Bahwa Wuhan Institute of Virology (WIV) memang pernah melakukan riset tentang virus corona di kelelawar. Penelitian tersebut sah dan diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah internasional. Mengingat pengalaman China dengan wabah Sars pada pokok 2000-an, ini bukan hal mengejutkan.

Pakar keamanan hayati di King’s College London, Dr. Filippa Lentzos, mengatakan persoalan susur galur virus corona baru adalah “pertanyaan yang sangat sulit”.

Ia menambahkan bahwa “ada perbincangan diam-diam, di balik layar, dalam komunitas pakar keamanan hayati, mempertanyakan asal-usul pasar makanan laut yang telah muncul begitu kuat sebab China. ”

Tetapi hingga saat ini belum ada bukti bahwa lembaga riset manapun di Wuhan merupakan sumber Sars-Cov-2.

Pemerintah China digugat

Dalam gugatan terhadap China, Partai Komunis China, serta pejabat pemerintahan lainnya, Jaksa Besar Missouri Eric Schmitt mengklaim warag Missouri menderita kerugian ekonomi yang bisa mencapai miliaran dollar.

“Di Missouri, dampak virus ini begitu nyata—ribuan orang telah terinfeksi dan banyak yang wafat dunia, sejumlah keluarga terpisah sebab orang-orang tercinta yang meninggal dunia, usaha kecil menutup bisnis, serta mereka yang hidup dari honorarium ke gaji kesulitan menempatkan sasaran di meja, ” kata Schmitt.

Gugatan federal itu mengincar ganti rugi untuk “hilangnya banyak nyawa, penderitaan manusia, dan kekacauan ekonomi” yang telah terjadi di negara bagian itu.

Juru bicara kantor jaksa agung menyebut langkah ini “bersejarah”.

Tapi wartawan BBC di AS, Anthony Zurcher, mengutarakan gugatan tersebut akan menghadapi larangan legal dan prosedur yang pas besar.

Hukum dalam AS, misalnya, memberi pemerintahan ganjil kekebalan dari gugatan di mahkamah AS.

Untuk menggugat China, pemerintah Negara Bagian Missouri juga harus membiayainya dengan merogoh uang dari kas pemda.

Namun Missouri mungkin tak terlalu peduli dengan ganti celaka uang, dibandingkan mendapatkan pamor politik dan menyalahkan China atas kebobrokan kesehatan dan ekonomi dari pandemi.

Virus corona di Ekuador: ‘Kota mayat’ Guayaquil dalam serangkaian foto

0

Hak atas foto AFP
Image caption Seorang pria di kota Guayaquil mengenakan instrumen pelindung sehingga dia dapat mendatangi kamar mayat dan mengidentifikasi kerabatnya yang meninggal karena Covid-19.

Praja pelabuhan Guayaquil di Ekuador adalah salah satu tempat ter parah di Amerika Latin yang dilanda p andemi virus corona .

Layanan kesehatan tanah air tersebut kewalahan dan ratusan pengabenan dibiarkan tak terkubur, terkadang dibiarkan tergeletak di jalan-jalan.

Secara resmi Covid-19 telah menggulung 421 orang di Ekuador & menginfeksi 8. 450 jiwa, namun angka sebenarnya diyakini jauh bertambah tinggi.

Tingkat pengujian yang relatif nista dapat diartikani banyak kasus kemungkinan tidak dilaporkan.

Penguasa terkait yang ditugasi mengumpulkan mayat-mayat di Guayaquil, Jorge Wated, mengatakan dalam dua pekan pertama April, hampir 6. 000 kasus moralitas telah didata.

Hak atas foto AFP
Image caption Sepasang suami istri membuat peti mati yang sangat dibutuhkan masyarakat Guayaquil, pada 16 April 2020.
Hak atas menjepret Getty Images
Image caption Seorang perempuan dengan bayinya memohon bantuan di tengah iklim perekonomian Ekuador yang anjlok kelanjutan wabah.
Hak untuk foto Reuters
Image caption Seorang pria mengenakan masker bergambar Yesus, dengan harapan sanggup melindunginya dari paparan virus corona.
Hak atas menjepret AFP
Image caption Seperti terjadi di banyak negara lain, antrean panjang terlihat di luar apotek di kota Guayaquil.
Hak atas foto AFP
Image caption Rumah sakit Los Ceibos diperluas dengan membuat bangsal darurat, istimewa untuk pasien-pasien Covid-19.
Hak atas foto Getty Images
Image caption Lonjakan kematian akibat virus corona memaksa warga membuat peti mati dengan dibuat dari kardus. Peti mati sejak kardus ini dibiarkan tergeletak dalam luar kamar jenazah Kota Guayaquil.
Hak atas memotret EPA
Image caption Seorang pekerja membangun area anyar untuk memakamkan jenazah di pelik pekuburan Angel Maria Canales, Tanah air Guayaquil, 15 April 2020.
Hak atas foto EPA
Image caption Dalam jalanan Kota Guayaquil, seorang pria mengenakan masker sembari menjajakan suplemen vitamin C.

Semua foto memiliki hak cipta.

Virus corona: Haiti hanya punya 60 alat bantu pernafasan untuk 11 juta penduduk

0

Hak pada foto Reuters
Image caption Seorang laki-laki berdiri di gerbang sebuah gereja di praja Port-au-Prince, Haiti, pada peringatan paskah lalu.

Dengan jumlah ventilator yang tak sampai 60 unit untuk 11 juta penduduk, Haiti menyandang kehormatan sebagai negara di Amerika Daksina yang paling rentan dihantam pandemi Covid-19.

Di saat negara lain mencari jalan keras mengatasi penyebaran virus corona, Haiti diperkirakan tidak akan sanggup menanggulanginya.

Kenyataan dalam berbagai unit perawatan intensif (ICU) di Haiti bahkan lebih suram ketimbang angka-angka yang muncul di dalam kajian tahun 2019.

Menurut Stephan Dragon, seorang pakar penyakit paru pada ibu kota Haiti, Port-au-Prince, jumlah ventilator atau alat bantu pernafasan di Haiti sebenarnya hanya 40 unit. Terdapat 20 unit lainnya, kata dia, tapi tidak berfungsi.

“Kami juga memiliki sangat sedikit dokter yang berkecukupan mengoperasikan ventilator itu, ” introduksi Dragon.

Pemerintah Haiti baru-baru ini berusaha membeli berbagai kendaraan medis vital untuk penanganan pandemi Covid-19 dari Kuba, antara lain ventilator, alat pelindung diri, & masker.

Namun patuh Dragon, upaya itu tidak lulus, bahkan terlambat. “Saya bicara keterangan. Kami sama sekali tidak jadi, ” ujarnya.

Sekitar ini, Haiti yang tergolong negeri miskin baru mempublikasikan tiga mair dari 40 kasus positif Covid-19. Meski begitu, banyak kasus yang diyakini tidak tercatat dan diumumkan, terutama di kawasan terpencil negeri ini.

Jumlah ulangan di Haiti juga disebut kurang, sementara anjuran jaga jarak antarorang pun tidak diikuti secara peraturan.

Sebagian besar penduduk Haiti mengalami diabetes dan penyakit lainnya. Wabah Covid-19 diyakini akan melumpuhkan sistem kesehatan mereka.

Hak akan foto Reuters
Image caption Haiti menyatakan status gawat kesehatan Maret lalu, setelah mereka mengumumkan dua orang yang positif mengidap Covid-19.

Kemampuan Haiti menangani penyakit ini dihambat persoalan ekonomi. Kira-kira 60% penduduk mereka hidup dalam bawah garis kemiskinan.

Banyak diantara mereka menghadapi opsi sulit: bekerja seperti hari-hari natural dan berisiko terpapar virus corona atau bertahan di rumah, seperti yang diimbau pemerintah, tapi tak memiliki apapun untuk bertahan hidup.

Tidak heran kalau pada akhirnya banyak warga Haiti mengambil risiko untuk tetap berkegiatan secara normal.

Jean Raymond, seorang warga Haiti yang bekerja sebagai ojek motor, adalah bagian dari sektor informal yang menopang negara itu. Tetap letak di rumah bukan pilihan bagi Raymond yang harus menafkahi orang dan dua anak.

“Tidak masuk akal bagi kami untuk tidak keluar rumah. Jika saya diwajibkan tinggal di rumah, kami makan apa? ” ujarnya.

Image caption “Mustahil saya harus terus berharta di rumah, ” kata Jean Raymond, seorang ojek motor pada Haiti.

Istri Raymond, Lucienne, melontarkan pertimbangan kepada pemerintah yang dianggapnya bubar menopang kehidupan masyarakat desa. “Kami ingin menjalankan peraturan, tapi kami tidak bisa, ” tuturnya.

“Saya melihat yang dilakukan negara-negara lain, sedangkan di sini pemerintah tidak berbuat apapun, ” tuturnya.

Di pusat upaya pemerintah Haiti yang dianggap minim, justru kelompok masyarakat biasa setempat yang berupaya menjalankan bermacam-macam hal mendasar dan vital.

Air bersih, misalnya, ialah komoditas yang sangat berharga pada Desa Furcy, di saat kekurangan menjalar di berbagai wilayah Haiti. Kelompok pegiat lingkungan bernama Ekoloji pou Ayiti berinisiatif menyediakan puluhan galon air tempat cuci tangan di beberapa permukiman yang paling membutuhkan.

Di saat ketidakpercayaan terhadap pemerintah mengakar dalam masyarakat, sangat penting untuk membawabawa tokoh masyarakat dalam upaya kolektif itu, menurut Max Faublas, pendiri Ekoloji pou Ayiti.

Tidak cuma mendirikan 88 pangkalan cuci tangan, kelompok itu mengajari warga lokal membuat cairan tukang cuci tangan berbahan baku cuka.

Mereka juga berusaha menegah penyebaran kabar sesat dengan cara membuat kampanye pentingnya menggunakan kedok wajah, menghindar jabat tangan, membasmi kuman dan virus di baju serta sepatu.

Image caption Jean Raymond & anggota keluarganya mencuci tangan dalam rumah mereka di Desa Furcy.

Meskipun masyarakat menyadari pentingnya pencegahan muncul menangkal virus, sulit mendorong itu menjalankan hal-hal tersebut.

Jean Raymond dan keluarganya, misalnya, tinggal bersama orang tua. Total terdapat enam orang dalam sendi mereka.

Saat seruan jaga jarak antarorang tidak dijalankan masyarakat pedesaan, hal yang sama diyakini juga menjadi persoalan dalam kota-kota kumuh padat penduduk Haiti.

Di Port-au-Prince, kegiatan pasar telah berkurang sehingga mendirikan warga setempat sulit mendapatkan sembako. Sejumlah kelompok warga kalang suram menghadapi situasi itu.

Muncul kekacauan di beberapa bintik distribusi bantuan pangan. Kondisi sejenis terjadi juga terhadap truk-truk pengangkut roti.

Pemerintah Haiti telah mendistribusikan bantuan makanan kepada kelompok rumah tangga yang menyesatkan rentan. Namun tidak sedikit awak lokal yang marah karena harus berdesakan dan berebut bantuan.

Image caption Ikatan masyarakat sipil menyumbang fasilitas basuh tangan untuk publik di berbagai kota di Haiti.

“Cara pemerintah mendistribusikan bantuan pangan sangat memalukan, ” kata Mesmin Louigene, warga Port-au-Prince, kepada kantor berita Reuters.

“Masyarakat tidak mengindahkan anjuran jaga jarak aman. Pemerintah sepatutnya mengatur penyaluran bantuan secara bertambah baik. ”

“Saya juga sangat cemas pada sanitasi yang ada. Sangat mengkhawatirkan, ” tuturnya.

Krisis kesehatan tubuh yang terjadi di Haiti bukan sesuatu yang mengejutkan. Hal seragam juga terjadi di banyak negeri Amerika Selatan dan wilayah Karibia.

Bagaimanapun, hal dengan mematikan di kawasan paling miskin di negara itu adalah koalisi pandemi penyakit dan krisis ekonomi yang melumpuhkan masyarakat.

Dalam upaya mencegah persoalan ekonomi yang lebih parah, Perdana Gajah Haiti, Joseph Jouthe, menyebut segenap pabrik tekstil akan kembali pada buka awal bulan depan.

Kebijakan itu bertentangan dengan Organisasi Kesehatan untuk Amerika Daksina dan Utara (PAHO) yang menyarankan karantina wilayah tetap diberlakukan.

Di Furcy, Jean Raymond menyadari dampak yang bisa diakibatkan Covid-19 terhadap desanya.

“Jika virus corona menyebar di kampung saya, akan muncul kesengsaraan. Di sini tidak ada rumah sakit, atau bahkan jalan awam yang bagus. ”

“Kami semua akan mati kalau virus corona menjangkiti desa ana, ” tutur Raymond.

Virus corona: Orang Afrika di China mengalami diskriminasi di tengah wabah

0


Image caption Warga berkebangsaan Afrika di Guangzhou mengeluhkan pengusiran dari tempat tinggal mereka.

Ade (bukan nama sebenarnya) diberi waktu hingga tengah malam untuk mengosongkan apartemennya.

Lima bulan sebelumnya, mahasiswa asal Nigeria ini pindah ke Guangzhou, China, untuk kuliah di bidang komputer di Universitas Guangdong. Ia baru saja membayar uang kuliah untuk semester baru, ketika pemilik pondokan memintanya pergi.

Dengan kalap ia dan teman-teman satu apartemen membereskan barang-barang pribadi mereka. Di luar, polisi menunggu.

‘Bersembunyi’

Ia lalu mencoba menitipkan koper di gudang milik temannya, tetapi tak boleh masuk. Akhirnya Ade harus tidur beberapa malam di pinggir jalan.

“Lihat cara mereka memperlakukan kami, mereka mengusir kami dari rumah dan memaksa untuk melakukan swakarantina, ” katanya kepada BBC dari sebuah hotel di Guangzhou.

“Mereka bilang hasil tes saya sudah keluar, dan hasilnya negatif. Mereka tetap mengusir saya. ”

Image caption McDonald’s di China meminta maaf setelah sebuah cabang di Guangzhou menolak konsumen berkulit hitam.

Ketua komunitas orang Afrika di Guangzhou percaya mayoritas orang Afrika di China dipaksa melakukan karantina atau tidur di jalan.

“Beberapa bersembunyi, ” kata salah satu dari mereka lewat pesan media sosial.

Setiap orang Afrika dites

Awal April, muncul gosip daring bahwa dua orang Nigeria kabur sesudah dinyatakan positif Covid-19, yang berujung pada wilayah kota kediaman orang Afrika ditutup. Media China melaporkan bahwa seorang pasien Nigeria menyerang seorang perawat China.

Saat itu komisi kesehatan mulai melakukan tes kepada orang-orang dari negara-negara Afrika.

Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengetes setiap orang dari Afrika. Mereka menemukan ada 111 dari sekitar 4. 500 orang Afrika di Guangzhou positif Covid-19.

“Mereka datang dengan ambulans dan tim medis dan membawa kami. Mereka cuma bilang ini hukum China dan ada perintah dari atas, ” kata Hao, pebisnis asal Pantai Gading.

Hak atas foto EPA
Image caption Usaha di Guangzhou, termasuk area yang populer di kalangan orang Afrika, ditutup karena takut virus corona.

Guangzhou adalah kota tempat berkumpulnya orang Afrika di China.

Diperkirakan ada ratusan ribu orang Afrika tinggal di Guangzhou. Kebanyakan mereka masuk ke China menggunakan visa jangka pendek untuk membeli berbagai barang dari pabrik di kota itu untuk dikirim ke negara mereka.

Jumlahnya diperkirakan mencapai 200. 000 orang. Beberapa tinggal di sana jangka panjang, dan banyak juga yang masih tinggal di sana sekalipun visanya sudah daluwarsa.

‘Orang Afrika akrab dengan orang lokal’

Belakangan, jumlah orang Afrika menyusut. Pelaku bisnis mengeluhkan pembatasan masa berlaku visa dan perlakuan yang tak adil.

Tahun 2018, sebuah hotel kecil di Xiao Bei Lu, daerah populer untuk pedagang Afrika, menolak orang Afrika dari berbagai kebangsaan masuk ke hotel mereka.

“Kebanyakan orang Afrika yang tinggal di sini baik, dan bersahabat dengan warga setempat. Mereka berbisnis dengan normal, ” kata seorang warga Guangzhou yang tak ingin disebut namanya.

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

“Jika ada masalah, kemungkinan besar orang Afrika yang sudah kehabisan visa dan melakukan hal-hal ilegal.

“Konflik dalam soal tes virus itu menurut saya kesalahpahaman saja. Bukan soal diskriminasi rasial. Itu bukan gaya orang Guangzhou, ” katanya.

Pemerintah China membantah tuduhan rasisme ini, dan berkeras bahwa orang Afrika dan warga China bersahabat dan mitra sejajar. Mereka juga menyatakan tak menolerir rasisme.

Namun banyak orang Afrika yang ditemui BBC berkata mereka diperlakukan berbeda karena ras.

“Sembilan puluh delapan persen orang Afrika dikarantina, ” kata seorang pemimpin komunitas Afrika yang tak ingin disebut namanya.

Karantina Wuhan berlanjut – untuk sebagian orang

Orang Afrika di seluruh China mengatakan mereka menghadapi peningkatan pengawasan.

Di kampus Wuhan University yang sudah ditinggalkan mahasiswanya, wajah orang Afrika lebih banyak daripada warga China.

“Kami ditinggalkan di sini, ” kata Michael Addaney, mahasiswa pascasarjana asal Ghana yang kuliah di Wuhan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kehidupan mulai berangsur normal di Wuhan setelah ‘lockdown’ dicabut pada 8 April lalu.

Sudah dua bulan lebih ia melakukan kampanye media sosial menuntut pemerintahnya untuk memulangkan ia dan rekan-rekan senegaranya.

Pada puncak wabah, diperkirakan sekitar 5. 000 mahasiswa terdampar di Wuhan dan kota-kota sekitar, sesudah negara-negara sub-Sahara gagal mengevakuasi warga mereka.

“Kami merasa seperti dikorbankan tanpa alasan. Seakan mereka mengorbankan kami untuk menyelamatkan yang lain, ” kata seorang mahasiswa yang tak ingin disebut namanya.

Ketika Wuhan secara resmi mengakhiri karantina pada tanggal 8 April, kehidupan normal berangsur pulih di kota itu.

Lebih dari seminggu berjalan, mahasiswa Afrika masih tak bisa meninggalkan kawasan kampus. Mereka tak punya informasi kapan karantina terhadap mereka akan dicabut.

Hak atas foto EPA
Image caption Daerah yang dikenal sebagai ‘Afrika kecil’ di Guangzhou karena menjadi pusat populasi warga Afrika di kota tersebut.

Di Guangzhou, seorang mahasiswa asal Sierra Leone mengatakan, ia yakin mahasiswa asal Afrika memang didiskriminasi.

“Ini semua terjadi karena ada peningkatan kasus yang diimpor, dan mayoritas adalah warga China, ” katanya.

“Hanya sedikit sekali orang Afrika. ”

Ia menerima surat dari kampus menyatakan setiap mahasiswa asal Afrika harus dites. Sekalipun sudah dites dua kali, ia masih dikarantina.

‘Yang lain tak diperlakukan seperti ini’

“Sementara wabah ini terjadi, China memperlihatkan rasisme dan diskriminasi terhadap orang kulit hitam di Guangzhou, ” katanya lagi.

“Saya kenal beberapa orang dari gereja yang sama dengan saya, mereka kulit putih dan bukan orang Afrika serta tak mengalami apa yang kami alami: harus tes beberapa kali dan masih dikarantina, ” katanya.

“Karantina ini seperti penahanan bagi orang kulit hitam. ”

Seorang pebisnis asal Nigeria yang berada dalam karantina mengatakan, “polisi yang memindahkan saya dari apartemen dan meninggalkan saya di pinggir jalan. ”

“Saya tak punya masalah dengan pemillik pondokan. Dia bahkan tak tahu saya diusir. Anak-anak saya tidur di pinggir jalan selama beberapa hari. ”

Di media sosial, ratusan orang Afrika di Guangzhou mengorganisir diri saling menginformasikan perkembangan terakhir satu sama lain. Mereka mengirim foto hotel dan rumah sakit di mana pedagang, warga dan mahasiswa asal Afrika ditahan.

Beberapa lagi mengunggah foto tagihan rumah sakit dan hotel yang tak mampu mereka bayar. Video orang Afrika yang tidur di pinggir jalan juga jadi viral.

Pemerintah Guangdong telah membuat saluran pengaduan bagi “orang asing yang mengalami diskriminasi. ”

Namun bagi mereka yang dikarantina, kecurigaan masih tinggi. Banyak video beredar berisi orang Afrika yang dipindahkan dari satu hotel ke hotel lain dengan menggunakan ambulans.

Xiao Bei Lu dikenal sebagai “Afrika kecil di China” dan video di media sosial memperlihatkan jalan-jalan di sana, yang dulunya penuh dengan para pedagang Afrika, kini kosong melompong.

Nama-nama narasumber di sini bukan nama sebenarnya.