sumber gambar, Antara Foto

Keterangan,

Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang digunakan sebagai ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/6). Pemerintah setempat memindahkan ruang gawat darurat ke tenda darurat karena keterbatasan ruang.

Munculnya varian baru virus corona Omicron membawa kembali kenangan di pertengahan tahun ini ketika varian Delta membanjiri fasilitas kesehatan di Indonesia, dengan permasalahan seperti kelangkaan oksigen, kepadatan rumah sakit, melonjaknya harga obat, dan kelelahan yang dialami banyak orang. pekerja kesehatan.

Ahli epidemiologi mendesak pemerintah dan asosiasi rumah sakit untuk bekerja sama mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk kemungkinan terburuk jika terjadi gelombang ketiga dan varian Omicron terus mengamuk.

“Waktu kita tersandung dua kali, dengan pengalaman kemarin [gelombang Delta], kita harus siap,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo.

Guru Besar Ilmu Paru dan Ilmu Penyakit Pernapasan Universitas Indonesia dan juga spesialis paru dari RSU Pusat Persahabatan, Faisal Yunus, mengatakan “hancurnya” fasilitas kesehatan itu disebabkan oleh ketidaksiapan pemerintah sejak awal.