mudik

Sumber gambar, JARANG

Petunjuk gambar,

Sebanyak calon penumpang berjalan menuju bis antar kota mengiringi provinsi (AKAP) di Pangkalan Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021).

Departemen Perhubungan membantah jika kebijakan yang membolehkan pergerakan kendaraan di 37 kota dalam tengah larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 disebut sebagai pelonggaran.

Juru bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan daerah dikecualikan karena ada pekerja yang tempat tinggal dan tempat pekerjaan melintasi antarkabupaten/kota.

Adapun kebijakan larangan mudik tarikh ini, klaimnya lebih erat dari tahun lalu karena melipatgandakan titik penyekatan di jalur-jalur ramai pemudik. Sehingga diharapkan bisa menekan angka kasus positif Covid-19.

Tapi seorang pakar epidemiologi menilai, aturan larangan mudik di dalam tahun ini tetap hendak meningkatkan kasus positif virus corona karena pemerintah tak mendukung kebijakan itu dengan 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

Baca juga :

“Tidak memberi daya ungkit”

Epidemiologi dari Perkumpulan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, menilai pemerintah tidak menggunakan pengalaman dan data mengenai larangan mudik tahun lalu dalam melaksanakan kebijakan kali ini.

Di dalam tahun 2020 pemerintah, katanya, juga melarang mudik lebaran tapi angka positif Covid-19 naik.

Jika berkaca dalam kejadian itu, semestinya pemerintah tak mengambil langkah semacam yang menurutnya “tidak meluluskan daya ungkit” terhadap jalan pengendalian Covid-19.

“Sudah ratusan kebijakan pemerintah terkait pengendalian pandemi, ada yang mengukur implementasi dan evaluasinya? Apakah kebijakan itu memberi daya ungkit pengendalian? Kalau tidak, kenapa terus menyusahkan umum? ” kata Masdalina Pane kepada Quin Pasaribu dengan melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (11/04).

Bagi Masdalina, kebijakan larangan pegangan lebaran takkan bisa menghalangi warga untuk tidak pulang ke kampung halaman.

Itu bisa saja mudik sebelum tanggal yang ditetapkan pemerintah, imbuhnya.

Petunjuk gambar,

Bahan penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Larangan itu pun, sebutan dia, akan menjadi percuma jika di sisi asing pemerintah membolehkan tempat pariwisata beroperasi.

Sementara itu, tak ada kemauan kuat sejak pemerintah pusat maupun wilayah untuk melakukan 3T yakni pengetesan, pelacakan, dan perawatan.

“Mudiknya aman, tapi karakter di tempat mudik tersebut yang bisa menyebabkan penyebaran (virus corona) banyak. Barang apa perilakunya? Berkunjung, reuni secara teman lama, mencicipi kuliner di suatu tempat, tersebut yang kemudian menciptakan klaster-klaster baru. ”

“Makanya yang terpenting 3T, apa itu pernah disebut pemerintah? Tidak. ”

Pengamatan Masdalina, kebanyakan kepala daerah tidak suntuk melakukan pengetesan dan pencarian agar kasus Covid-19 di daerahnya “terlihat sedikit”.

Kalaupun dilakukan, tidak melaporkan urusan positif dengan angka yang sesungguhnya.

“Yang paling sedang dia (pemda) naikkan total sembuh, turunkan jumlah urusan, turunkan kematian. Mereka telah tahu. Ada suatu daerah ‘ohya hari ini lulus laporkan 200 kasus, sisanya nanti saja’. ”

Barang apa yang dilakukan pemerintah buat mencegah mudik?

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan kebijakan larangan mudik lebaran berlaku di semesta wilayah mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

Karena itulah Kemenhub melarang pengoperasian semesta moda transportasi darat, laut, udara, kereta api. Melainkan bagi mereka yang melangsungkan perjalanan dinas atau tujuan mendesak lainnya.

Itu kok ia membantah jika ada pelonggaran di 37 kabupaten/kota yang tersebar di delapan wilayah.

Masukan gambar,

Petugas memeriksa tiket pengguna roda motor yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (10/4/2021).

“Di wilayah aglomerasi itu setiap hari selalu ada pergerakan lalu lin antar-kabupaten atau antar-provinsi di dalam satu kawasan untuk hajat pekerjaan. Itu kenapa tidak dilakukan pelarangan karena 6-17 Mei masih ada pejabat tidak cuti. ”

“Tapi nanti akan ada pembatasan, masih kita susun informasi sehingga lebih detail. ”

Kendati telah dilarang, akan tetapi Adita mengakui sangat sulit mengontrol pergerakan jalur tanah yang didominasi kendaraan pribadi.

Beberapa upaya, kata tempat, telah disiapkan untuk mencegah kemungkinan adanya pemudik yang lolos sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19.

Satu situasi yang menjadi andalan yaitu menambah titik penyekatan maka dua kali lipat di sejumlah jalur yang dinilai bakal ramai dilalui pemudik.

Penyekatan jalur itu legal mulai dari Lampung, Jawa, hingga Bali.

“Kalau tersedia yang lolos masuk ke daerah tujuan, pemda kerjakan penyekatan. ”

“Kalau ada (pengendara) yang tidak memenuhi syarat seperti berdinas atau keperluan penting lainnya, hendak diputarbalikkan untuk kembali ke daerahnya. ”

Keterangan gambar,

Petugas memeriksa tiket calon penumpang kapal ferry yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera di Pangkalan Merak, Banten, Sabtu (10/4/2021).

Hal lain yang dilakukan yakni pengetesan secara sewenang-wenang atau random testing dalam lokasi-lokasi tertentu.

“Kalau ada yang positif akan dirawat seperti halnya menemukan kasus positif, seperti dikarantina. ”

Namun demikian, jika tersedia pemudik yang lolos dari pengawasan dan tiba dalam kampung halaman, maka menjelma tanggung jawab kepala wilayah untuk melakukan karantina semasa lima hari.

Kewajiban tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19.

Akan tetapi merujuk pada mudik lebaran tarikh 2020, meskipun pemerintah melarang mudik lebaran tapi setidaknya ada satu juta pemudik yang keluar dari Jabodetabek.

Adita berharap, jumlah tarikh ini berkurang.

“Berkaca pada tahun lalu dengan pembatasan yang hampir sama, rupanya masih ada satu juta orang masih bisa muncul dari Jabodetabek. Kami harap angka itu tidak terjadi lagi, kalau ada serupa lebih kecil. ”

Apa kata calon pemudik?

Seorang pekerja di Jakarta, Achmad Arief Ramadhan, mengatakan hendak tetap mudik meski dilarang pemerintah.

Ia berkeras buat mudik, karena tahun berarakan ia tidak pulang daerah.

Untuk mengakali kebijakan pembatasan itu, ia akan mudik ke kampung halamannnya pada Malang, Jawa Timur, lebih cepat yaitu pada 30 April.

“Betul, aku pulang lebih cepat untuk menghindari kebijakan itu dan hamba memang wajib berusaha buat balik karena tahun berserakan enggak balik. ”

“Tahun lalu enggak pulang karena dilarang dan kondisinya sedang hangat-hangatnya Corona, jadi beta takutnya bawa penyakit ke rumah. ”

Arief pula mengaku sudah memesan tiket pesawat untuk mudik nanti.

Keterangan tulisan,

Calon penumpang dengan mobil pribadinya mengambil kapal ferry untuk menyeberang ke Pulau Sumatera dalam Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (10/4/2021).

Senada dengan Arief, Agus Setiawan warga di Tangerang Selatan juga memutuskan tetap mudik dengan instrumen pribadi kendati dilarang oleh pemerintah.

Tahun lalu, ia juga mengurungkan niatnya untuk pulang kampung ke Pacitan, Jawa Timur, karena perihal pandemi.

Tapi tahun itu ia tak bisa lagi menunda. Ia sekeluarga sudah divaksin, sehingga merasa tenang untuk bertemu keluarga di sana.

“Orang tua masih ada semua, tahun berantakan kan enggak mudik, ya masak sih dua tarikh berturut-turut enggak mudik, agaknya gimana … ”

“Lebih dari 50% yakin untuk pulang. Sebab momen tahun lalu sungguh-sungguh hilang. Istriku juga tahun lalu baru kali tersebut enggak pulang. ”