sumber gambar, ANTARA FOTO

Pernyataan sejumlah politisi dan pejabat publik yang menyindir bahkan menyalahkan masyarakat di tengah tekanan hidup akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dikritik oleh pengamat karena tidak menunjukkan empati dan simpati.

Pengamat mengatakan bahwa politisi dan pejabat publik harus dapat menyelesaikan masalah ini melalui posisi yang dipegang.

Sementara itu, data yang diperoleh Evello – platform pemantauan dan analisis digital – tentang percakapan netizen terkait melonjaknya harga minyak goreng di pasaran mencapai 1,3 juta komentar dengan jumlah interaksi lebih dari 22 juta.

Hasil penelitian menggambarkan bahwa persoalan kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, merupakan mata pencaharian warga, sehingga “wajar jika setiap pernyataan yang dianggap tidak simpatik terhadap persoalan mereka menjadi sangat sensitif”.