Mekkah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Foto sketsa: Beberapa petugas melakukan penjagaan di Masjidil Haram saat menjelang ibadah salat Jumat, 16 April 2021.

Pihak berwenang di Arab Saudi menyatakan mendukung kebijakan pembatasan volume pengeras pandangan di masjid-masjid di negara itu.

Kementerian Perkara Islam Saudi mengumumkan pasar lalu semua pengeras perkataan harus disetel hanya sepertiga dari volume maksimum.

Gajah Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh mengatakan tindakan itu sebagai tanggapan atas keluhan dibanding masyarakat.

Namun langkah itu memicu berbagai reaksi pada media sosial.

Tagar yang menyerukan biar musik keras dilarang di restoran-restoran maupun kafe tiba menjadi trending.

Sheikh mengucapkan keluhan itu di antaranya dilayangkan oleh para orang tua yang mengaku kalau pengeras suara dari langgar itu mengganggu tidur anak-anak.

Petunjuk gambar,

Kementerian Urusan Islam Arab Saudi mengumumkan pekan lalu semua pengeras suara harus disetel hanya sepertiga dari volume maksimumnya. (Foto: Menara sebuah masjid di Kota Jeddah, Arab Saudi)

Berbicara dalam video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah, Sheikh mengutarakan bahwa mereka yang mau salat tidak perlu menunggui panggilan azan.

Dia mengecap orang-orang yang mengkritik kebijakan itu melalui online jadi “musuh kerajaan” dan mengeklaim mereka “ingin menggerakkan pandangan publik”.

Baca serupa:

Susunan pembatasan volume pengeras suara masjid ini muncul kala Putra Mahkota Mohammed bin Salman melanjutkan upaya untuk membuat Arab Saudi lebih liberal dan mengurangi posisi agama dalam kehidupan terbuka.

Kebijakan pembatasan sosial sudah dilonggarkan, seperti diakhirinya kekangan pengemudi bagi kaum rani.

Tapi sang putra mahkota juga menindak kebebasan berekspresi di negara itu.

Ribuan kritikus telah ditangkap serta dipenjarakan.

Tempat ibadah mulai dibuka dalam pengawasan sendat

Sementara itu, beberapa kedudukan paling penting di negeri Islam telah dibuka kembali dua bulan setelah pandemi virus corona memaksa situs-situs itu ditutup.

Pembukaan tersebut memungkinkan para jamaah menyelap ke dalamnya dengan hukum ketat.

Ratusan orang Muslim masuk ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, situs tersuci ketiga untuk umat Islam, untuk doa subuh pada hari Minggu.

Data gambar,

Ratusan orang Muslim masuk ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, situs tersuci ketiga bagi kaum muslimin, buat salat subuh pada keadaan Minggu.

Beberapa orang mencanangkan “Allah Akbar”, sementara lainnya mencium lantai saat gerombolan orang memasuki kompleks kudus itu.

Di dalam masjid, tindakan pencegahan dilakukan bertugas mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.

Bukti gambar,

Kurang orang meneriakkan “Allah Akbar”, sementara lainnya mencium lantai saat kerumunan orang mendatangi kompleks suci itu.

Para-para jamaah diperiksa suhu tubuhnya, berdiri berjauhan satu sepadan lain, dan diminta memakai masker dan membawa sajadah sendiri.

“Setelah mereka menelungkupkan masjid, saya merasa mampu bernafas kembali. Alhamdulillah, ” kata Umm Hisham, seorang warga Yerusalem, terlihat emosional tatkala memasuki masjid.

Keterangan gambar,

Di di masjid, tindakan pencegahan dikerjakan guna mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.

Masjid Al-Aqsa, dan banyak tempat kudus lainnya, dibatasi bagi jemaahnya semenjak pertengahan Maret lulus, yang berarti mereka tidak dapat melakukan salat pada setiap hari selama bulan Bulan berkat.

Kendatipun ancaman virus corona masih tetap ada, penuh negara melonggarkan pembatasan secara bertahap setelah berminggu-minggu dilockdown, dengan membuka tempat-tempat nirmala untuk para jemaah & pengunjung yang dibatasi.

Keterangan gambar,

Masjid Al-Aqsa ialah salah-satu situs paling istimewa bagi umat Islam.

Pada Arab Saudi pada keadaan Minggu, ada suasana sebangun di Masjid Nabawi pada kota Madinah, ketika para jamaah berkumpul untuk salat.

Masjid itu adalah salah satu dari sekitar 90. 000 masjid yang tengah dipersiapkan untuk dibuka kembali oleh otoritas Saudi.

Menjelang introduksi kembali masjid-masjid, jutaan orang diyakini telah dikirimi suruhan tertulis dalam berbagai isyarat untuk memberi tahu itu perihal aturan baru selama salat berjamaah.

Keterangan gambar,

Menjelang pembukaan kembali masjid-masjid, jutaan orang diyakini telah dikirimi pesan tertulis pada berbagai bahasa untuk memberi tahu mereka perihal hukum baru selama salat berjamaah.

Dalam pesan tertulis itu, yang dikirim oleh Kementerian Urusan Islam, memerintahkan para-para jamaah untuk salat secara terpisah dalam jarak perut meter, dan menahan muncul untuk tidak saling menyapa dengan pelukan atau menyambut tangan.

Masyarakat diminta buat melakukan ritual wudu di rumah, lantaran kamar mandi di masjid akan tentu ditutup.

Keterangan gambar,

Para-para jamaah diperintahkan salat dengan terpisah dalam jarak dua meter, dan menahan muncul untuk tidak saling menyebut dengan pelukan atau jabat tangan.

Khotbah dan salat berlangsung tidak lebih dari lima belas menit.

Masjidil Haram di Mekah bakal tetap ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Kedudukan tersuci bagi umat Islam, yang biasanya dikunjungi jutaan jemaah setiap tahun, dalam mana kebanyakan dari itu melakukan ibadah haji.

Semua foto memiliki hak cipta.