Keterangan,

Milad yang berusia 15 tahun sedang berada di sekolah saat bom meledak.

Milad sedang mengemasi ranselnya untuk pertama kalinya sejak sekolahnya di Kabul barat diserang oleh para ekstremis bulan lalu.

Siswa berusia 15 tahun itu tidak terluka ketika bom pertama meledak, tetapi ayahnya bergegas ke tempat kejadian untuk mencoba menemukannya, hanya untuk terbunuh ketika bom kedua meledak.

Sebuah poster untuk memperingati Mir Hossein tergantung di luar rumah keluarga, bersama dengan beberapa bait puisi.

“Melalui darahmu, kau memberi makna pada cinta,” demikian bunyi salah satu baris puisi itu.