sumber gambar, Polda Sumut

Keterangan,

Pecandu narkoba yang dikurung di rumah Bupati Langkat, Terbit Plan Warin-angin, dipekerjakan di pabrik kelapa sawit tanpa dibayar dengan dalih memberikan keahlian kepada ‘warga binaan’.

Sejumlah pakar pidana menyatakan Bupati Langkat nonaktif Terbit Plan Warin-Angin bisa dijerat dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus dugaan perbudakan terkait ditemukannya kandang manusia di rumahnya. rumah.

Menurut pakar hukum dan mantan anggota Ombudsman, Ninik Rahayu, apa yang dilakukan Bupati Langkat tersebut telah memenuhi unsur eksploitasi karena diduga memperkerjakan pecandu narkoba dengan jam kerja yang tidak semestinya, tanpa dibayar, hingga dimasukkan ke dalam kurungan yang tidak manusiawi. .

Selain itu, menempatkan mereka di kandang yang ‘tidak pantas’ dan membatasi jangkauan gerak mereka dianggap sebagai “bentuk penyiksaan”.

Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, belasan orang yang disebutnya sebagai ‘napi’ itu berada di penjara atas persetujuan keluarganya untuk ‘direhabilitasi’ akibat kecanduan narkoba dan remaja. kejahatan.