Terusan Suez

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Kapal seberat 200. 000 ton itu tersangkut di tengah angin kencang.

Kapal kontainer raksasa sepanjang empat lapangan menepuk bola tersangkut di Terusan Suez, Mesir, memblokir satu diantara rute perdagangan tersibuk pada dunia.

Puluhan pesawat terjebak, menanti kapal penolong untuk membebaskan kapal sepanjang 400m itu, yang memihak dari jalurnya karena angin kencang.

Mesir telah membuka kembali saluran lama di terusan itu untuk membelok beberapa lalu lintas datang kapal kontainer yang tercampak itu dapat bergerak teristimewa.

Kejadian ini telah membuahkan kenaikan harga minyak dalam pasar internasional.

Harga minyak mentah dalam bursa berjangka global pada Rabu (24/3) naik enam persen setelah para karakter pasar berjaga-jaga atas hasil gangguan di Terusan Suez itu, ungkap AFP.

Sekitar 12% perdagangan di dunia melewati Terusan Suez, yang menghubungkan Mediterania ke Laut Merah serta menyediakan jalur laut terpendek antara Asia dan Eropa.

Kapal Ever Given, terdaftar di Panama dan dioperasikan oleh perusahaan perkapalan Evergreen, sedang dalam perjalanan menuju kota pelabuhan Rotterdam dalam Belanda dari China, dan bergerak ke utara meninggalkan kanal untuk sampai ke Mediterania.

Kapal berbobot 200. 000 ton itu, dibangun pada 2018 dan dioperasikan oleh perusahaan transportasi Taiwan Evergreen Marine, kandas dan tersangkut dalam posisi miring sekitar memukul 07: 40 waktu setempat pada hari Selasa (23/03).

Dengan panjang 400m serta lebar 59m, kapal tersebut menghalangi jalur kapal lain yang kini terjebak pada antrean di kedua arah.

Perusahaan yang mengelola pesawat peti kemas itu, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM), menyangkal laporan sebelumnya bahwa beberapa kapal telah diapungkan balik.

Dalam sebuah pernyataan, itu mengatakan “prioritas jangka pendeknya ialah mengapungkan kembali kapal dan melanjutkan lalu lin laut di Terusan Suez dengan selamat”.

Para pandai memperingatkan bahwa prosesnya sanggup memakan waktu berhari-hari.

Reuters, mengutip sumber-sumber lokal, mengatakan setidaknya tersedia 30 kapal yang terjebak di sebelah utara Ever Given, dan tiga di selatan.

Evergreen Marine mengucapkan kapal tersebut “diduga dihantam angin kencang secara tiba-tiba, yang menyebabkan lambung pesawat menyimpang… dan secara tidak sengaja menabrak dasar bahar dan kandas”.

BSM mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa semua kru “aman serta diketahui keberadaannya”, tanpa tersedia laporan cedera.

Delapan pesawat tunda sedang bekerja buat mengapungkan kembali Ever Given, dan para penggali pada darat telah memindahkan pasir dari tempatnya tersangkut ke sisi tepi kanal.

Dr Sal Mercogliano, seorang sejarawan maritim yang berbasis pada AS, mengatakan kepada BBC bahwa insiden seperti tersebut jarang terjadi, namun sanggup mengakibatkan “konsekuensi besar untuk perdagangan global”.

Kekhawatiran bahwa pemblokiran dapat menghambat transmisi minyak mentah membuat makna minyak naik 4% dalam pasar internasional pada keadaan Rabu, lansir Reuters.

Badan intelijen energi Kpler mengucapkan bahwa lebih dari 20 kapal tanker minyak dengan membawa minyak mentah dan produk olahannya terdampak oleh kemacetan tersebut.

“Ini adalah kapal terbesar yang pernah kandas di Terusan Suez, ” katanya, seraya menambahkan bahwa kapal itu tersangkut di tanggul dan akan kehilangan tenaga dan kemampuan mengemudinya.

“Jika mereka tidak dapat membebaskannya… saat air pasang, mereka harus mulai menurunkan barang. ”

Julianna Cona, dengan mengatakan dia berada pada atas kapal lain yang terletak tepat di buntut Ever Given, menulis di Instagram: “Kapal di depan kami kandas saat meninggalkan kanal dan sekarang tersangkut dalam keadaan menyamping, sewajarnya kami tidak akan ke mana-mana sebentar…. ”

Analisis Theo Legett, juru bisnis BBC News

Terusan Suez adalah kaidah perdagangan dunia, yang memper Mediterania dengan Laut Merah, dan menyediakan jalan bagi kapal untuk melintas kurun Asia dan Timur Sedang dan Eropa. Alternatif utamanya, jalur melewati Tanjung Jalan di ujung selatan Afrika, membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Rata-rata dekat 50 kapal melewati terusan tersebut setiap hari, meski kadang-kadang jumlahnya bisa jauh lebih tinggi – mencakup sekitar 12% dari perdagangan dunia. Ini sangat istimewa sebagai jalan untuk patra dan gas alam reda, memungkinkan pengiriman dari Timur Tengah ke Eropa.

Maka dari itu, skenario mimpi buruk ialah pemblokiran rute penting itu – persis seperti dengan sekarang terjadi dengan kandasnya Ever Given.

Pertanyaannya sekarang adalah berapa lama rute tersebut akan tidak mampu dilalui, karena penundaan yang lama akan menimbulkan perkara serius bagi pengirim bahan, menunda pengiriman barang dan bahan bakar.

Pada peristiwa ini, berbagai laporan menunjukkan bahwa lalu lintas mampu kembali berjalan seperti semula dengan relatif cepat, sehingga dampaknya akan terbatas, walaupun sudah terjadi kenaikan kehormatan minyak.

Bagaimanapun insiden itu telah menunjukkan apa dengan bisa salah ketika tingkatan baru kapal ultra-besar serupa Ever Given harus meninggalkan batas kanal yang nisbi sempit.

Meskipun sebagian daripada kanal itu diperluas jadi bagian dari program pembaruan besar di pertengahan dekade terakhir, ia tetap pelik untuk dinavigasi – dan kecelakaan bisa saja terjadi.

Kapal Ever Given memiliki kapasitas untuk mendatangkan 20. 000 kontainer pengiriman berukuran 20 kaki, patuh kantor berita Reuters.

Hampir 19. 000 kapal meninggalkan kanal pada tahun 2020, menurut Otoritas Terusan Suez – rata-rata 51, 5 kapal per hari.

Di dalam 2017, sebuah kapal kontainer Jepang memblokir kanal sesudah kandas menyusul laporan tentang masalah mekanis. Otoritas Mesir mengerahkan kapal tunda dan kapal itu mengapung kembali dalam beberapa jam.

A container ship sailing through Egypt's Suez Canal on 17 November 2019

AFP

Suez Canal Source: Suez Canal Authority

Siring Suez melintasi Tanah Mendesak Suez di Mesir awut-awutan sebidang tanah di jarang Mediterania dan Laut Merah. Kanal ini memiliki panjang 193 km dan memiliki tiga danau alami.

Dalam 2015, pemerintah Mesir membuka perluasan besar kanal dengan memperdalam jalur air utama dan menyediakan saluran sepanjang 35 km yang sejajar dengannya.