Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Warga duduk di halaman rumahnya yang rusak akibat gempa di Jorong Pinagar, Nagari Aua Kuning, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat (25/2/2022).

Sejumlah korban gempa berkekuatan 6,1 di wilayah Pasaman, Sumatera Barat mengaku selama ini “tidak mengetahui” adanya ancaman bencana yang mengintai meski tinggal di kawasan rawan gempa bumi.

Salah satu korban gempa di Nagari Malampah -wilayah paling terdampak gempa—bernama Afrianto, 47, mengatakan selama ini tidak pernah mendapat sosialisasi terkait potensi gempa yang bersumber dari aktivitas sesar besar Sumatera.

“Enggak pernah tahu, ancaman getaran itu belum tahu, maklum di kampung kadang orang enggak ada yang kasih tahu,” kata Afrianto kepada BBC News Indonesia, Minggu (27/02).

Mayoritas bangunan di Jorong Air Apung tempat dia tinggal, kata Afrianto, juga dibangun tidak tahan gempa.