sumber gambar, Anggy Eka Pertiwi.

Keterangan,

Anggy mengatakan tenggorokannya langsung kering, baru dua langkah dia keluar rumah.

Seorang siswa india di India mengatakan dia telah ditabrak sengatan panas atau sengatan panas di tengah gelombang panas yang melanda separuh negara. Pemerintah India mengatakan gelombang panas, dengan suhu mencapai lebih dari 45 derajat Celcius, mempengaruhi jutaan orang.

Anggy Eka Pratiwi, mahasiswa doktoral di Jodphur, Rajahsthan, mengatakan selama bulan puasa ini, dia sempat keluar siang hari dan “baru dua kali keluar, tenggorokan saya kering.”

Badan Meteorologi India memperingatkan bahwa suhu akan meningkat di beberapa bagian negara bagian itu dalam lima hari ke depan. Suhu udara mencapai 51 derajat Celcius di kota Phalodi, sekitar dua jam dari Jodphur, Rajashthan pada Kamis (28/04), terpanas yang pernah tercatat di India.

“Sebagai orang Indonesia, saya tidak kuat. Saya puasa dan saya keluar untuk mengambil buku, sekitar 500 meter dari tempat tinggal saya. Saya kembali dan pusing, tidak kunjung hilang dan sering buang air kecil… setelah tiga hari saya pergi ke dokter dan diberitahu efek dehidrasi ini dan sengatan panas dan disarankan untuk tidak berpuasa terlebih dahulu. Disarankan untuk tidak keluar rumah selama seminggu,” kata Anggy kepada wartawan BBC News Indonesia, Endang Nurdin.