EU beanie hat, seen from behind

Inggris dan Uni Eropa (UE) membuat kesepakatan tentang perniagaan dan hubungan mereka di kala depan pasca-Brexit.

Sejak Inggris muncul dari UE pada 31 Januari, kedua pihak telah berdiskusi mengenai aturan baru.

Negosiasi berlangsung sampai saat-saat terakhir, seiring hubungan Inggris/UE yang berlaku saat ini (disebut “transisi”) berakhir pada 31 Desember.

1) Apa itu UE & Brexit?

Uni Eropa terdiri dari 27 negara Eropa.

Warga UE bebas untuk tinggal dan hidup di negara UE lainnya, & perusahaan di negara-negara tersebut bisa membeli dan menjual barang satu sama lain tanpa pemeriksaan ataupun bea tambahan di perbatasan.

Inggris adalah negara pertama yang keluar sebab UE dan peristiwa ini lumrah dengan nama Brexit – kependekan dari “British exit”.

2) Apa isi kesepakatan ini?

Kesepakatan baru antara Inggris dan UE berisi aturan mengenai bagaimana kedua pihak akan susunan, bekerja, dan berdagang bersama. Dia berlaku mulai 1 Januari 2021.

Kata sepakat ini berarti:

  • Tidak tersedia bea masuk bagi barang satu sama lain ketika melintasi tapal batas – disebut tarif – untuk mengurangi ongkos perdagangan.
  • Tidak ada batasan bagi jumlah barang yang bisa diperdagangkan (disebut kuota).

Pemerintah Inggris mengucapkan kesepakatan ini menaungi perdagangan senilai 668 miliar poundsterling pada 2019.

Pemimpin Komisi Eropa Ursula Von der Leyen berkata aturan kompetisi kacau dirancang untuk mencegah satu pihak mendapat keuntungan yang tidak sepatutnya – “akan adil dan tentu adil”.

Keterangan gambar,

PM Inggris Boris Johnson

Ia berkata Inggris dan UE akan “terus main sama dalam semua area relevansi bersama, termasuk dalam hal-hal semacam perubahan iklim, energi, keamanan, dan transportasi”.

Namun, bahkan dengan kesepakatan ini, akan tetap ada pengecekan bahan di perbatasan – jadi para-para pengusaha harus bersiap-siap untuk perubahan.

Dan Inggris tidak akan ikut mengikuti dalam program pertukaran pelajar Erasmus.

Ada banyak detail dalam kesepakatan itu dan barangkali perlu sedikit waktu untuk betul-betul memahami maknanya bagi aktivitas kehidupan sehari-hari, termasuk liburan dan belajar di UE di dalam masa depan.

3) Seberapa pentingkah kemufakatan ini?

UE adalah mitra dagang terdekat dan terbesar Inggris, jadi mendapatkan kesepakatan selalu menjadi prioritas.

Ketika Inggris masih di UE, perusahaan mampu membeli dan menjual barang menyeberangi perbatasan UE tanpa membayar beban. Tanpa kesepakatan, para pengusaha kudu mulai membayar bea, yang akan menambah ongkos mereka.

Tanpa kesepakatan selalu berarti lebih banyak pengecekan dalam perbatasan, yang dapat menyebabkan janji bagi truk-truk pembawa barang.

4) Bagaimana dengan kesepakatan dagang Inggris yang lain?

Masa Inggris masih di UE, ia secara otomatis menjadi bagian dari kesepakatan dagang UE dengan bertambah dari 70 negara.

Sejak keluar, Inggris sudah membuat kesepakatan dengan 58 negara tersebut, demi melanjutkan perdagangan seperti biasa. Pembicaraan dengan 10 negara masih berlangsung, tetapi penuh kesepakatan terpenting telah selesai.

Keterangan gambar,

Inggris dan Jepang meneken kesepakatan dagang baru pada bulan Oktober.

Pendukung Brexit mengucapkan keluar dari UE akan menyusun Inggris lebih bebas untuk membuat kesepakatan dagang di seluruh negeri. Para penentangnya mengatakan lebih cantik tetap dekat dengan UE sebab UE merupakan mitra dagang dengan penting.

5) Mengapa bisa terjadi Brexit?

Pemungutan suara – atau referendum awut-awutan diadakan pada Juni 2016, untuk memutuskan akan tetap Inggris menjadi anggota UE.

Pilihan “keluar” menang dengan 52% suara. Tingkat partisipasi umum dalam referendum sangat tinggi yakni 72%, dan lebih dari 30 juta orang memberikan suara.

6) Apa yang terjadi setelah ini?

Meski kesepakatan sudah diteken, namun ia tetap perlu dijadikan undang-undang.

Buat mewujudkannya, ia harus dibaca & disetujui oleh parlemen di Inggris dan Eropa.

Karena sudah terlambat, Parlemen Eropa tidak akan punya waktu untuk menekennya sebelum akhir tarikh. Itu seharusnya tidak menghambat kesepakatan tersebut untuk mulai berlaku di 1 Januari, tetapi akan perlu waktu lebih lama sebelum dia secara resmi disahkan.

Pemerintah Inggris sanggup meminta anggota parlemen agar main dalam periode Natal untuk melangsungkan pemungutan suara atas kesepakatan itu. Namun, tidak akan ada periode untuk berdebat dan membaca perinciannya secara cermat.