sumber gambar, Gambar Getty

Keterangan,

Seorang anak laki-laki Bahrain memegang plakat yang menggambarkan jeruji penjara.

Organisasi hak asasi manusia internasional mengatakan pihak berwenang Bahrain telah menahan enam anak laki-laki – berusia 14 dan 15 tahun – selama berminggu-minggu.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan Selasa (08/02), bocah itu ditahan di sebuah fasilitas yang digambarkan sebagai panti asuhan.

Pihak berwenang tidak memberikan alasan tertulis kepada keluarga atas penahanan tersebut dan telah menolak permintaan orang tua untuk hadir selama interogasi untuk mengunjungi anak mereka.

HRW mengatakan, berdasarkan pernyataan jaksa penuntut umum, anak-anak itu ditahan karena dicurigai melemparkan bom molotov yang merusak mobil di dekat kantor polisi.