sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan,

LBM Eijkman menghentikan deteksi dan sekuensing seluruh genom Covid-19 setelah status kelembagaannya dilebur dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dampak penggabungan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) antara lain berkurangnya kontribusi dalam mendeteksi Covid-19 dan melakukan sekuensing seluruh genom, di tengah potensi peningkatan kasus akibat penyebaran virus corona. varian baru dari Omicron.

Penggabungan tersebut mengakibatkan pemecatan puluhan peneliti yang berstatus staf honorer.

Mantan Ketua LBM Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, saat ini lembaga yang telah beroperasi selama 33 tahun itu tidak bisa lagi berkontribusi karena sebagian alat pendeteksi sudah dipindahkan ke laboratorium BRIN di Cibinong, Jawa Barat.

“Maka kebutuhannya meningkat seperti bulan-bulan sebelumnya [upaya deteksi] akan terganggu karena Eijkman adalah salah satu penyumbang terbesar, bahkan sebelum menjadi yang terbesar,” kata Amin kepada BBC News Indonesia, Senin (3/1).