sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan,

Mahasiswa melakukan aksi menentang pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) di depan Perumahan Rakyat II Waena, Jalan Raya SPG Taruna Bakti, Kota Jayapura, Papua, Selasa (8/3/2022).

Gelombang penolakan wacana pemekaran atau daerah otonom baru (DOB) di Papua diprediksi akan semakin besar dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal jika pemerintah pusat secara sepihak memaksakan wacana tersebut, kata aktivis kemanusiaan.

Saat ini, DPR dan pemerintah sedang melakukan harmonisasi dan sinkronisasi gagasan pemekaran untuk tiga provinsi baru, yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Pegunungan Tengah, serta kabupaten baru.

Demonstrasi yang berlangsung di berbagai tempat dikatakan terjadi karena Jakarta tidak melibatkan orang asli Papua dalam pembahasan rencana pemekaran.

Tidak dilibatkannya masyarakat asli Papua dalam perencanaan wacana akan menyebabkan mereka semakin terisolasi dan tertinggal. Ditambah lagi berpotensi merusak tatanan kehidupan masyarakat asli Papua dengan alam, dari segi ekonomi, sosial dan budaya. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pemerintah.