Covid 19 di India

Sumber gambar, Ravi Kumar/Getty

Petunjuk gambar,

Seorang warga India yang wafat akibat terpapar Covid-19 akan dikremasi di Chandigarh, India, Selasa (26/04).

Seorang ahli penyakit menular mengatakan dia khawatir terhadap kepandaian Indonesia dalam upaya penelusuran kontak terkait penyebaran varian baru Covid-19 India yang sudah masuk ke Nusantara.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Berakal mengatakan hal itu menanggapi terungkapnya ada 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui positif terpapar varian baru virus tersebut.

“Kita sudah lemah dari awal [dalam pelacakan kasus], ” kata Dicky Budiman pada BBC News Indonesia, Selasa (27/04).

Dicky mengkhawatirkan daya pemerintah Indonesia untuk melacak kapan, di mana & bagaimana awal mula 10 orang tersebut terpapar, sebab menurutnya sistem pelacakannya ( contact tracing ) “lemah sejak awal”.

“Saking tak jelasnya, dari mana [awal mula kasus] ini sudah tidak jelas, ” ujarnya. “Ini yang terjadi dalam Indonesia.

Baca juga:

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian baru virus corona yang ada di India telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Keterangan gambar,

Calon penumpang antre untuk tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C-19 di Lobby Perdana Terminal 1 Bandara Global Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (24/04).

“Virus itu sudah masuk selalu di Indonesia, ada 10 orang yang sudah tersentuh virus, ” kata Akhlak Gunadi di Jakarta, Senin (26/04).

Dia menjelaskan, sejak 10 orang, enam di antaranya merupakan kasus impor ataupun berasal dari luar negeri.

Adapun sisanya merupakan transmisi lokal, yaitu di Sumatera dua orang, seorang dalam Jawa Barat, dan seorang lagi di Kalimantan Selatan.

Tetapi Budi Gunadi tidak merinci nama varian ataupun hasil mutasi virus corona yang berasal dari India itu.

‘Indonesia kebobolan’

Bertambah lanjut Dicky Budiman mengiakan dia tidak terlalu aneh ketika mengetahui Indonesia “kebobolan” dengan kasus varian perdana covid-19 muncul di Indonesia.

Ketika beberapa kasus varian baru itu ditemukan di sebuah komunitas, menurutnya, tersebut artinya virus “sudah menjalar dan sudah banyak” dengan terpapar.

“Jadi, tidak hanya di komunitas itu selalu, ” kata Dicky. Situasi ini dia tekankan varian baru ini memiliki “kekuatan dalam kecepatan penularan”.

Keterangan gambar,

Seorang lansia diperiksa sebelum vaksin, di Masjid Besar Sumatera Barat di Padang, Sabtu (24/04).

Apabila virus Covid-19 membutuhkan dua minggu untuk penyebarannya, maka varian baru ini bisa dalam seminggu.

“Sehingga, dari utama bulan itu, bisa beribu-ribu, ” jelas Dicky.

Baca juga:

Apabila Indonesia tidak mampu memperbaiki kinerjanya di melacak kasus, demikian Dicky, akan muncul situasi “sulit”.

“Ini adalah masa dengan kritis buat Indonesia, ” ujarnya.

Untuk itulah, tempat meminta agar pemeritah langsung meningkatkan upaya membatasi serta mengawasi mobilitas anggota asosiasi di pintu perbatasan, tertib darat, laut, atau hawa.

“Tindakan karantina, termasuk juga penguatan di dalam merespon 3T (test, tracing, dan treatment), vaksinasi terutama bagi kelompok rentan, 5M, serta surveil l ance genomic (pelacakan genom), harus ditingkatkan, ” kata Dicky.

Apa langkah pemerintah?

Pemerintah Indonesia menyatakan berkomitmen melakukan pemisahan mobilititas nasional dan internasional yang akan masuk ke Indonesia untuk mencegah importasi antar negara maupun kawasan.

Wiku Adisasmito, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, mengatakan, langkah pemerintah dalam skala internasional, yaitu himbauan kepada WNI agar memurukkan kepulangan yang tidak mendesak.

Pemerintah juga menetapkan modus screening dan karantina di pintu perbatasan.

Fakta gambar,

Aparat memeriksa penumpang bus saat pengecekan protokol kesehatan di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Senin (26/04).

“Kepada negara yang medium mengalami krisis covid-19, yakni India, adalah menolak kunjungan pendatang dengan riwayat kunjungan di India dalam 14 hari terakhir, ” sirih Wiku di Jakarta, Selasa (26/04).

“Pemberian visa bagi WNA asal India ditangguhkan sementara, ” tambahnya.

Namun demikian, Wiku menggaribawahi bahwa kesuksesan kebijakan ini benar dipengaruhi oleh “kerjasama kurun masyarakat dan petugas pada lapangan”.

“Mohon pastikan bahwa mekanisme screening dan karantina terlaksana di lapangan, supaya kita mampu optimal, menghalangi importasi kasus, ” katanya.

Hasil pemeriksaan 12 orang warga India yang membangun

Ditanya tentang hasil whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus Covid-19 dari para warga negeri asing (WNA) India dengan sedang diisolasi, Wiku mengatakan, hasilnya belum diketahui.

“Sampai saat ini hasil WGS yang dilakukan kepada 12 WNA dari India belum selesai, akan segera awak informasikan jika hasilnya telah keluar, ” katanya.

Sebanyak 117 orang warga negara India yang datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (21/04), 12 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19, menurut Kementerian Kesehatan.

Keterangan gambar,

Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kiri) berbincang dengan Wali Kota Madiun Maidi (kedua kanan) saat meninjau bangunan bekas Rumah Tahanan Militer di Madiun, Jatim, Minggu (25/04, yang direhab sebagai alternatif ruang isolasi pemudik Lebaran yang pasti COVID-19.

Menjawab pertanyaan mengenai dugaan suap seorang masyarakat Indonesia yang baru tiba dari India kepada “dua orang oknum” di Bandara Soeharto-Hatta, Wiku mengatakan pihaknya “tidak bisa menolerirnya”.

Warga berinisial JD itu, menurut polisi, berusaha menyuap oknum di bandara agar dibebaskan dari kewajiban karantina selama 14 hari. Mereka sudah ditangkap oleh kepolisian.

“Jangan pernah berani bermain secara nyawa karena satu mengambil sangat berarti dan ternilai harganya, ” kata Resi.

Bagaimana perkembangan terkini dalam India?

Pelaksana fungsi penerangan sosial dan budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi, India, Hanafi mengatakan, kekurangan oksigen dan fasilitas tempat terbaring di rumah sakit & fasilitas kesehatan di India menjadi sorotan media.

Laporan-laporan itu menyoroti sejauh mana kemampuan pemerinta India berkecukupan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut di tengah naiknya angka awak yang terpapar Covid-19.

Keterangan tulisan,

Kerabat dan anggota keluarga membawa jenazah pasien yang meninggal karena virus Covid-19 di wadah kremasi di Allahabad (27/04).

Gambaran situasi seperti tersebut, demikian Hanafi, menimbulkan “kekhawatiran dan ketakutan” pada sebagian masyarakat negara itu, tercatat WNI yang tinggal di sana.

“Saya sendiri, dengan angka 350. 000 bola lampu hari [yang terpapar], tentulah ada rasa khawatir & takut, ” ungkapnya zaman dihubungi BBC New Indonesia, Selasa (27/04) pagi.

Namun demikian, sejauh pengamatannya, dengan umum tidak terlihat teror di kalangan masyarakat India.

“Yang ‘ramai’ itu di fasilitas-fasilitas kesehatan, sedangkan di tempat lain, apalagi pantas lockdown, kondisinya sepi & lalu lintas sangat terbatas, ” ungkap Hanafi.

Meskipun demikian, masyarakat relatif tidak kesulitan untuk mendapatkan tujuan pokok, makanan, obat-obatan, kausa layanan pengantaran (delivery) sedang diizinkan.

“Itu yang melaksanakan masyarakat lebih tenang, ” tambahnya.

Bagaimana nasib WNI yang tinggal di India?

Di India, ada 750 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan madrasah. Menurut catatan KBRI pada New Delhi, mereka cerai-berai di 18 negara periode.

KBRI sudah dan terus “membangun komunikasi” dengan itu melalui whatsapp group ataupun zoom. “Kami juga apalagi kontak satu per kepala untuk memonitor kondisi itu, ” ujarnya.

Keterangan gambar,

Di tempat kremasi di Allahab, India, sebanyak anggota keluarga berkumpul pada lokasi setelah keluarganya dikremasi akibat terpapar virus Corona, Selasa (27/04).

Dalam proses itulah, KBRI menyebarkan informasi yang “perlu mereka ketahui” serta “himbauan”.

Dari koneksi itulah, KBRI memperoleh informasi ada 29 WNI yang positif terpapar virus corona. Mereka saat ini cukup menjalani isolasi mandiri.

“Tapi mungkin angkanya sudah mendarat, ada satu atau dua sudah sembuh hari itu (Selasa, 27 April 2021), ” tambah Hanafi.

Susunan di rumah sampai ‘badai berlalu’

Ditanya apakah KBRI di New Delhi menggali informasi dari para WNI yang tertular virus itu perihal bagaimana mereka tertular, Hanafi mengaku sudah melakukannya.

Menurutnya, sebagian WNI dengan terpapar mengaku “tidak terlalu paham” di mana, surat dan bagaimana mereka tertular.

Informasi gambar,

Bagian keluarga dan pekerja ambulans dengan perlengkapan APD mendatangkan jenazah korban yang meninggal karena Covid-19 di suatu krematorium di New Delhi, Selasa (27/04).

“Tiba-tiba selalu merasa tidak enak lembaga, atau baru ketahuan sesudah kantornya melakukan PCR, ” ungkapnya. “Tapi mereka tidak tahu di mana terpaparnya. ”

“Karena dari angka yang begitu tinggi [yang tertular covid] di India, kekuranghati-hatian sedikit pun kita bisa terpapar, ” ujarnya.

Hanafi mengaku “mengurung diri” di rumah agar tak tertular infeksi ini. Peristiwa ini sejalan dengan kebijakan KBRI di New Delhi yang sudah memutuskan supaya semua bekerja dari rumah.

KBRI juga menyarankan agar semua warga Indonesia yang tinggal di India biar tinggal di rumah zaman “sampai badai ini berlalu”, katanya.