sumber gambar, ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY

Keterangan,

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud, menjadi tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan setelah ditangkap dalam Operasi Kejar KPK.

Aktivis antikorupsi meminta agar proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur dilakukan secara transparan, sehingga dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Penajam Passer Utara tidak terulang.

Hal itu ditegaskan menyusul penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud, dan 10 orang lainnya, terkait kasus dugaan suap, Rabu (12/01).

Pada Kamis (13/1) malam, KPK menetapkan enam tersangka, termasuk Abdul Gafur Mas’ud dan seorang tersangka suap, dalam dugaan korupsi di beberapa proyek kerja di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Dengan nilai kontrak [keseluruhan] sekitar Rp 112 miliar,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers.