sumber gambar, AFP

Usulan kenaikan biaya haji menjadi Rp45,05 juta pada 2022 itu ‘tidak pantas dan sangat memberatkan calon jemaah haji’ di tengah situasi ekonomi yang masih lesu akibat pandemi, kata Ketua Komisi Nasional Haji dan Umrah Mustolih Siradj.

Meski di satu sisi, lembaga pemantau haji independen mengakui kenaikan biaya haji ‘tak terelakkan’ karena situasi pandemi membuat sejumlah komponen biaya ikut meningkat.

“Soal biaya haji yang naik turun ini dilematis, simalakama. Kenaikannya sangat tinggi, jamaah terbebani, tapi kalau tidak naik juga kurang bijak karena akan menekan pengelolaan keuangan jamaah. haji,” kata Mustolih kepada BBC News Indonesia, Kamis (17/2).

Kemenag mengatakan faktor utama di balik kenaikan itu adalah biaya protokol kesehatan.