Keterangan gambar,

Rumput laut kelp raksasa tumbuh dengan kecepatan hampir 60 sentimeter setiap hari dan dapat dipanen tanpa membunuh tanaman induknya.

Di perairan dangkal tepi laut, rumput laut kelp raksasa tumbuh dalam kelompok padat. Sama seperti hutan di darat, bilah alga yang tebal ini menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi ribuan hewan dan tumbuhan.

Struktur seperti akar menambatkan setiap helainya ke bebatuan di dasar laut. Gas yang terperangkap di bilahnya membuat kelp bisa berdiri secara vertikal di dalam air, bisa mencapai hingga 30 meter. Di dekat permukaan, kelp raksasa membentuk kanopi lebat yang bergerak mengikuti arus dan ombak.

Ini bukan tempat yang akan dituju oleh orang yang mencari masa depan penerbangan. Tapi hutan bawah laut yang tenang ini ternyata menyimpan solusi bagi masalah emisi karbon yang signifikan dari industri penerbangan.

Baca juga:

Penerbangan menghasilkan 2,4% emisi gas rumah kaca global. Dan karena dunia bertujuan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 celsius dengan memotong emisi karbon hingga ‘nol bersih’ atau ‘net zero‘ pada pertengahan abad ini, alternatif bahan bakar fosil untuk menggerakkan pesawat terbang perlu dicari.