sumber gambar, BNPB

Keterangan,

Kondisi banjir di Tugu Simpang Lima Kota Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (9/11).

Konversi kawasan hutan di Kalimantan Barat ‘besar-besaran dan berlebihan’ untuk investasi perkebunan dan pertambangan, kata organisasi lingkungan, mengancam keselamatan manusia dari potensi bencana ekologis.

Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), total luas hutan produksi untuk investasi di Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 12 juta hektar, dari total luas 14,7 juta hektar, meningkat lebih dari 100% dibandingkan dengan rencana tata ruang hutan produksi seluas 6,4 juta hektar.

Salah satu akibatnya terlihat dari banjir yang terjadi di wilayah DAS Kapuas, seperti Kabupaten Sintang, Malawi, Sanggau, dan Sekadau, di Kalimantan Barat.

sumber gambar, Di antara

Keterangan,

Lebih dari 35.000 rumah terendam banjir.

Banjir di Sintang berlanjut hingga sekarang – hampir tiga minggu. Menurut data BNPB, banjir tersebut menggenangi 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 orang terkena dampak banjir dan dua warga dilaporkan meninggal dunia.