Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Pemerintah kini berencana untuk menguji seluruh penduduk Kota Ho Chi Minh yang berjumlah 13 juta orang.

Pemerintah Vietnam berupaya mengatasi penyebaran Covid-19 dengan melakukan tes kepada seluruh penduduk Kota Ho Chi Minh serta memodernkan protokol kesehatan. Upaya ini dilakoni di tengah kehadiran varian baru virus corona “berbahaya” yang merupakan gabungan varian Inggris dan India.

Penularan massal terkini berada di sebuah lembaga penyebaran Injil di Vietnam. Klaster tersebut memunculkan setidaknya 125 kasus positif, bagian mayoritas dari angka penularan di Kota Ho Chi Minh.

Para warga dalam sekitar lokasi klaster sudah diuji dan kini ditempatkan dalam status karantina daerah alias lockdown.

Pemerintah kini berencana untuk menguji seluruh penduduk Kota Ho Chi Minh yang berjumlah 13 juta orang.

Dengan tingkat pengujian 100. 000 tes setiap hari, pemerintah memperkirakan upaya ini bakal rampung lebih dari empat bulan.

Baca juga:

Selain pengujian, pemerintah setempat selalu memperbarui protokol kesehatan dalam seantero kota selama 15 hari mulai 31 Mei.

Dalam kurun waktu itu, seluruh toko dan restoran ditutup dan kegiataan keyakinan ditangguhkan.

“Semua acara dengan mengumplkan lebih dari 10 orang di tempat umum dilarang, namun pihak praja mempertimbangkan untuk menurunkan pemisah kerumunan menjadi lima karakter, ” sebut pemerintah Vietnam.

Saat virus corona merembet ke luar China di dalam awal 2020, Vietnam bertindak cepat dengan melarang segenap orang datang ke negaranya, kecuali warganya dari sungguh negeri,

Pemerintah Vietnam serupa mengarantina dan menguji seluruh orang yang masuk ke negara mereka. Selain itu, mereka turut menggencarkan pengujian dan pelacakan kontak.

Secara keseluruhan, Vietnam mencatat bertambah dari 7. 000 urusan Covid-19 dan 47 mair. Namun, setengah dari semesta kasus muncul akibat lonjakan penularan baru-baru ini.

Keterangan gambar,

Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, menunjuk mutasi terbaru ini sebagai varian yang “sangat berbahaya”.

‘Varian baru menyebar cepat’

Vietnam telah mendeteksi sebuah varian baru Covid yang mampu menyebar dengan lekas di udara. Varian itu tampaknya merupakan kombinasi varian Inggris dan India, tutur para pejabat setempat.

Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, merujuk mutasi terbaru ini sebagai varian yang “sangat berbahaya”.

“Vietnam sudah mengungkap varian baru Covid-19 yang menggabungkan karakteristik dua varian yang pertama kala ditemukan di India & Inggris, ” kata Nguyen dalam rapat pemerintah sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Ditambahkannya, varian baru ini lebih mudah menyebar di suasana dari varian-varian sebelumnya. Varian baru tersebut ditemukan sesudah melakukan pengurutan sekuens genom terhadap pasien-pasien baru, begitu dilaporkan surat kabar daring VnExpress.

Kode genetika varian itu, menurut Nguyen, akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

Virus terus bermutasi dan beberapa besar variannya tidak banyak berdampak, namun beberapa di antaranya justru lebih menular.

Varian Covid-19 pertama kali diidentifikasi di India di dalam Oktober lalu, yaitu B. 1. 617. 2. Menurut sejumlah pakar, varian tersebut lebih mudah menular ketimbang varian Inggris/Kent, yaitu B. 1. 1. 7.

Berdasarkan hasil penelitian, sejumlah vaksin seperti Pfizer dan AstraZeneca, sangat efektif melawan varian India setelah pemakaian perut dosis. Namun, perlindungan dari satu dosis terlihat berkurang.

Tidak ada bukti kalau mutasi virus corona menimbulkan penyakit yang lebih khusyuk terhadap mayoritas orang.

Covid-19, baik varian maupun versi aslinya, tetap sangat berisiko bagi kaum manula atau orang-orang yang mengidap penyakit bawaan.

Meski demikian, virus yang jauh lebih mudah-mudahan menular dan punya mengerikan yang sama akan membuat lebih banyak kematian di dalam populasi yang belum divaksinasi.

Vietnam mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat lebih dibanding 6. 700 kasus virus corona telah bermunculan sejak awal pandemi. Dari total itu, lebih dari setengahnya muncul sejak akhir April 2021.

Menurut data Johns Hopkins University, terdapat 47 orang yang meninggal negeri terkait Covid di Vietnam.

Keterangan gambar,

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) antre untuk melaksanakan pengecekan dokumen perjalanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/04)

Apa saja varian corona yang ada pada Indonesia?

Sejauh ini terpantau tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

Pemerintah Indonesia belum merilis informasi apakah varian baru yang terdeteksi di Vietnam telah terlihat di Indonesia.

Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, mengatakan pemerintah berupaya mengantisipasi masuknya varian baru dari luar daerah dengan memperketat pengawasan dan karantina bagi pekerja migran yang kembali ke daerah halaman.

Namun, seberapa lekas pemerintah Indonesia mendeteksi varian baru virus corona?

Jawabannya: lambat, seperti diutarakan ahli biomolekular Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo.

“Jika Inggris melakukan sampling dengan sangat agresif ketika ditemukan kasus dan klaster besar, mereka segera melakukan genome sequencing. Indonesia, masalahnya, kita tidak punya kemewahan itu, ” kata Ahmad.

Sementara tersebut, Siti Nadia Tarmizi daripada Kementerian Kesehatan mengungkap dalil mengapa diperlukan waktu hampir empat bulan untuk mengonfirmasi varian baru dari Afrika Selatan terdeteksi di Indonesia.

Ia mengatakan hanya ada 17 laboratorium – daripada sekitar 700 laboratorium dengan ada di Indonesia berantakan yang bisa melakukan whole genome sequencing (WGS) buat mengetahui varian virus Covid-19

“Dan mengapa prosesnya periode, ini sangat tergantung dalam bagaimana pengambilan spesimen. Karena dari pengambilan spesimen, dia harus mengalami suatu jalan kalau proses itu molek dan menghasilkan kualitas representatif yang sesuai, itu anyar bisa dibaca oleh mesinnya. Karena kalau spesimennya tak baik dan dalam prosesnya tidak baik, pasti hendak dibaca negatif oleh mesinnya. Ini lebih memang menetapkan sedikit kehati-hatian, ” katanya.

Hingga saat ini, perdana ada sekitar 1. 771 sekuens genom virus corona di Indonesia, atau cuma 0, 098% dari mutlak kasus di seluruh negeri, yang diunggah ke Ijmal Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID), suatu inisiatif global dan sumber utama yang menyediakan kanal terbuka ke data genom virus influenza dan corona yang bertanggung jawab tempat pandemi Covid-19.

Minimnya bahan informasi genom ini akan berpengaruh pada penanganan Covid-19.