Masukan gambar,

Bagian keluarga U Khin Maung Latt menangis ketika menjemput jenazahnya di rumah rendah Yangon, Myanmar.

Seorang pengurus partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) arahan Aung San Suu Kyi telah meninggal dunia di tahanan di Myanmar sesudah ditangkap aparat keamanan dalam Yangon.

Pihak rumpun mengambil jenazah U Khin Maung Latt dari sendi sakit pada Minggu (07/03). Mereka diberitahu bahwa dia meninggal dunia setelah “tak sadarkan diri”.

Ia secara aktif berkampanye untuk calon-calon anggota parlemen dari NLD dalam pemilu November tarikh 2020 dan juga lumrah sebagai sosok yang berkecimpung dalam kegiatan sosial, lapor media setempat.

Ia “dipukuli dan ditendang sebelum diciduk dari rumahnya” pada Sabtu malam (06/03), sebagaimana diungkapkan sejumlah saksi mata pada media setempat.

Foto-foto menunjukkan kain dengan noda darah yang dibalutkan pada kepala pria berumur 58 tahun itu.

Bagian berwenang tidak memberikan bahan kepada media tentang mair ini.

Bukti gambar,

Awak menunjukkan salam tiga jari sebagai isyarat perlawanan, di prosesi pemakaman U Khin Maung Latt.

Keterangan gambar,

U Khin Maung Latt dimakamkan pada Minggu (07/03), sehari setelah dibawa aparat dari rumahnya.

Protes & pemogokan massal masih berlaku di Myanmar, menyusul kudeta militer bulan lalu.

Gerombolan keamanan telah mengambil kesibukan keras terhadap demonstran serta setidaknya 55 kematian telah dilaporkan.

Permintaan untuk membekukan para polisi

Keterangan gambar,

Bentrokan baru terjadi antara polisi dan pengunjuk menemui di Yangon pada keadaan Sabtu.

Dalam perkembangan lain, Myanmar telah meminta India untuk mengembalikan beberapa bagian polisi yang melintasi tapal batas demi mencari perlindungan sesudah menolak untuk melaksanakan order militer.

Pejabat India mengutarakan sejumlah petugas polisi serta keluarga mereka telah melintasi perbatasan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah surat, pihak berwenang Myanmar menodong India untuk mengembalikan para polisi dan keluarganya “untuk menjaga hubungan persahabatan”.

Utusan Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat senior dalam distrik Champhai di negara bagian Mizoram, India, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia telah menerima surat dari distrik Falam di Myanmar yang meminta kepulangan para petugas penjaga.

Surat tersebut mengatakan bahwa Myanmar mempunyai informasi tentang delapan petugas polisi yang menyeberang ke India.

“Untuk menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan segan diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar dengan telah tiba di daerah India itu dan menyerahkannya ke Myanmar, ” nada surat itu.

Keterangan gambar,

Para pengunjuk rasa menuntut pembebasan pemimpin yang terbatas secara demokratis, Aung San Suu Kyi.

Zuali mengutarakan dia sedang menunggu arahan dari kementerian dalam negeri India di Delhi.

Menurut Reuters, sekitar 30 karakter, yang termasuk para bagian kepolisian dan anggota keluarga mereka, telah melintasi tapal batas ke India untuk membongkar-bongkar perlindungan dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari Sabtu, sejumlah warga Myanmar yang lain menunggu di perbatasan, berniat bisa melarikan diri sejak kekacauan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP yang mengutip pejabat India.

Keterangan video,

Ratusan orang menghadiri pemakaman seorang remaja yang tewas dalam protes Myanmar

Bagaimana kerusuhan dimulai?

Militer Myanmar merebut tanduk pada awal Februari setelah menahan pemimpin yang terbatas secara demokratis, Aung San Suu Kyi.

Beberapa hari kemudian, gerakan demonstrasi sipil dimulai. Banyak orang menolak untuk kembali bekerja & beberapa mengambil bagian dalam protes di jalan.

Pasukan keamanan Myanmar merespons dengan tindakan keras -dengan menembakkan peluru langsung ke pengunjuk rasa yang tidak bersenjata. Militer belum berkomentar mengenai kasus-kasus kematian yang terjadi.

Lebih dari 1. 700 orang telah ditahan semenjak kudeta tersebut, menurut besar hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet, termasuk bagian parlemen, pengunjuk rasa, serta setidaknya 29 wartawan.

Bachelet mengatakan angkanya bisa jauh lebih tinggi karena rasio protes yang besar dan kesulitan dalam memantau kelanjutan.

Profil negara Myanmar

  • Myanmar, serupa dikenal sebagai Burma, lepas dari Inggris pada tarikh 1948. Hampir sepanjang sejarah negaranya, Myanmar berada pada bawah kekuasaan militer
  • Pembatasan-pembatasan mulai dingin sejak 2010 dan seterusnya, yang mengarah pada penetapan bebas pada 2015 serta pelantikan pemerintahan yang dipimpin oleh pemimpin oposisi veteran Aung San Suu Kyi pada tahun berikutnya
  • Pada tahun 2017, tentara Myanmar menanggapi serbuan terhadap polisi oleh militan Rohingya dengan tindakan berlelah-lelah yang mematikan. Hal itu mendorong lebih dari setengah juta Muslim Rohingya menyeberangi perbatasan untuk mencari pelestarian ke Bangladesh, peristiwa dengan oleh PBB disebut jadi “contoh buku teks terpaut pembersihan etnis”