Petunjuk gambar,

Debat mula-mula Trump dan Biden berlangsung berantakan dan panas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kandidat presiden daripada Partai Demokrat Joe Biden terlibat dalam salah satu debat menyesatkan sengit dan kacau dalam sejarah debat Gedung Putih selama bertahun-tahun.

Trump sering kali melakukan penundaan dan membuat Biden memintanya buat “diam”, di tengah berdebatan perkara pandemi, fasiltas kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.

Survei menunjukkan Biden masih pasti unggul dari Trump.

Namun dengan keadaan pemilihan umum tinggal 35 keadaan lagi, survei dari berbagai negara bagian penting menunjukkan, pemilihan pemimpin pada 3 November mendatang hendak berlangsung ketat.

Debat pertama ini tercatat dari tiga yang sudah dijadwalkan, di mana semuanya disiarkan tepat melalui televisi.

Dalam diskusi panas selama 90 menit itu, para calon presiden bentrok di semua hal, dari kondisi ekonomi sampai penanganan pandemi virus corona.

BBC Reality Check mengecek beberapa klaim mereka.

Trump: ” Beta membangun ekonomi terbesar sepanjang sejarah”

Realita : Itu tak benar. Ada kalanya dalam cerita AS ekonomi mereka lebih kuat sebab kondisi saat ini

Sebelum pandemi virus corona, Presiden Trump mengklaim telah menciptakan pertumbuhan ekonomi dengan bersejarah.

Memang benar ekonomi AS pada kondisi baik sebelum pandemi–meneruskan tren yang dimulai saat kepemimpinan Barack Obama.

Namun ada periode di mana perekonomian AS tumbuh lebih kuat dari saat ini.

Biden: ” AS menyumbang 4% populasi negeri, tapi juga 20% dari total kematian”

Realita : Itu ada benarnya. Tapi jika memandang kematian akibat virus corona bohlam k apita, ada kaum negara yang mencatatkan jumlah janji lebih banyak ketimbang AS.

Biden mengkritik respon Trump terhadap pandemi virus corona.

Berdasarkan statistik, klaim ini hampir benar. Populasi AS merupakan 328 juta jiwa, sehingga menolong lebih dari 4% total warga global yang sebanyak 7, tujuh miliar orang.

AS mencatatkan 205. 942 kematian akibat virus corona, taat data terbaru dari John Hopkins University.

Total angka kematian dunia adalah 1. 004. 808.

Melalui metrik itu, AS menyumbang sekitar 20% lantaran total kematian akibat Covid-19 pada dunia, meskipun tata cara yang dipakai negara-negara di dunia di dalam menghitung statistiknya bervariasi.

Trump: Jumlah surat suara yang dikirim lewat pos akan menimbulkan “kecurangan yang Anda tidak pernah menentang sebelumnya”

Realita : Menuntut belum menemukan bukti adanya kecurangan luas, meskipun sudah ada kurang contoh kasus

Banyak pemilih AS diperkirakan akan mengirim surat suaranya lewat kantor pos tahun itu karena pandemi virus corona.

Presiden Trump telah berulang kali memperingatkan bahwa ini akan menghasilkan kecurangan yang luas.

Ada beberapa contoh kasus soal kecurangan ini, termasuk yang baru-baru ini terjadi di North Carolina dan New Jersey.

September lalu, Departemen Kehakiman AS merilis pernyataan soal insiden di Pennsylvania, di mana “sembilan surat suara terbuang” dan mengatakan bahwa tujuh surat bahana tersebut “memilih calon presiden Donald Trump. ”

Meski demikian, berbagai studi belum menemukan bukti besar adanya kecurangan yang meluas.

Tingkat kecurangan pemilu secara keseluruhan di AS merupakan antara 0, 00004% and 0, 0009%, menurut studi Brennan Center for Justice pada 2017.

Biden: “100 juta orang [di AS] mempunyai penyakit bawaan”

Realita : Tidak ada jawaban pasti soal ini.

Calon presiden berdebat perkara berapa banyak orang di GANDAR yang memiliki penyakit bawaan, yang dapat menghambat beberapa warga AS untuk mendapatkan asuransi medis preman.

Biden mengatakan terdapat 100 juta orang dengan penyakit bawaan, namun Pemimpin Trump mengatakan angka itu “sangat salah. ”

Jadi, berapa beberapa orang yang memiliki penyakit bawaan? Tidak ada jawaban pasti soal ini.

Menurut masukan Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS, antara 50 juta sampai 129 juta warga AS yang bukan dalam kategori usia tinggi memiliki penyakit bawaan.

Organisasi lain mempunyai perkiraan berbeda. The Center for American Progress meyakini angkanya bertambah tinggi, yaitu 135 juta awak AS berusia di bawah 65 tahun.

Trump: ” Vaksin (Covid-19) mau tersedia dalam beberapa minggu”

Realita : “Peluang” untuk memiliki vaksin yang disetujui dan siap digunakan pada akhir Oktober “sangat, sangat rendah, kata kepala penasihat ilmuwan di program pengembangan vaksin AS.

Moncef Slaoui membuat penghargaan ini dengan hati-hati pada kausa September.

Sementara itu, Dr Anthony Fauci, ahli penyakit menular di GANDAR, telah memprediksi AS akan menyelami apakah vaksin buatannya aman & efektif pada November atau Desember tahun ini.

Ia mengatakan dalam suatu rapat pendapat dengan Senat kamar ini bahwa akan tersedia pas banyak doksis vaksin bagi di setiap warga AS pada April.

Biden: ” Industri manufaktur jatuh” sebelum pandemi virus corona

Realita : Berdasarkan statistik, itu tidak benar

Kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden mengatakan bahwa sebelum Covid-19, “industri manufaktur lepas. ”

Pandemi memang berdampak pada zona ini. Sampai Agustus, sektor manufaktur di AS kehilangan 237. 000 tenaga kerja sejak Trump menjelma presiden pada 2017.

Namun sebelum pandemi, Kepala Trump menambah sekitar 500. 000 pekerjaan di sektor manufaktur pada tiga tahun pertamanya menjadi presiden.

Trump: Biden pernah memanggil warga Afrika-Amerika “super predator”

Realita : Itu tidak benar. Ia memang menggunakan kata “predator” namun tidak buat menyebut warga Amerika keturunan Afrika.

Di dalam tahun 1993, Biden memperingatkan ada “predator di jalan” dalam sebuah pidato sebelum pemungutan suara berasaskan rancangan undang-undang kriminalitas penting pada Kongres.

Ia tidak khusus menyebutkan Afrika-Amerika namun RUU kriminalitas itu langsung dikritik karena meningkatkan pemenjaraan massal yang secara tidak proporsional merugikan pria Afrika-Amerika.

Istilah “super predator” dipergunakan oleh Hillary Clinton pada 1996 saat ia mendukung RUU kontroversial tersebut.

Clinton mengatakan: “Kita perlu mengikhtiarkan orang-orang ini. Mereka kerap dihubungkan dengan kartel narkoba besar, mereka bukan lagi cuma geng anak-anak. Mereka seringkali adalah anak-anak dengan disebut super-predator, tidak punya kesadaran dan tidak punya empati. ”

Biden: ” Trump belum me nurunkan harga obat-obatan untuk semua”

Realita : Rata-rata harga resep obat bulanan sedikit turun dari awal tahun lalu sampai Agustus 2019, walaupun harganya sekarang telah naik teristimewa.

Menurut Biro Statistik Ketenagakerjaan, Ruang Harga Konsumen, atau CPI, yang mengatur harga barang-barang rumah tangga dalam AS, rata-rata harga obat resep bulanan jatuh 0, 3% daripada Januari-Agustus 2019.

Penurunan ini adalah yang baru kali dalam periode 12 bulanan sejak 1973.

Sementara rata-rata harga obat naik 1, 5% di tarikh berikutnya, di bawah Presiden Trump rata-rata kenaikan lebih rendah ketimbang di bawah Presiden Obama.

CPI bukanlah cara yang dapat diandalkan buat mengukur harga-harga obat, karena ini hanya meliputi obat-obatan yang banyak dipakai, yang biasanya berharga bertambah murah.

CPI lebih tidak mungkin mencakup obat-obatan baru atau yang jarang disarankan, yang biasanya harganya bertambah mahal dan kenaikan harganya lebih tinggi.