Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,

Setidaknya sepuluh orang tewas pada ledakan hebat di Beirut, sekapur kantor berita Reuters.

Ledakan hebat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, hari Selasa (04/08). Sejumlah laporan menuturkan setidaknya sepuluh orang meninggal dunia.

Ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Gajah Kesehatan Hamad Hasan mengatakan ada banyak korban luka dan kejadian tersebut menyebabkan kerusukan besar.

Video daripada lokasi kejadian memperlihatkan asap tebal membumbung ke angkasa setelah ledakan pertama.

Kemudian terjadi ledakan kedua yang jauh lebih besar yang tampaknya menghancurkan beberapa gedung di sekitarnya.

Salah seorang saksi mata kepada BBC mengatakan ledakannya begitu besar hingga mengira dia akan tewas. Ledakannya sangat memekakkan telinga, katanya.

Media setempat mengatakan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan.

Diperlihatkan pula mobil-mobil dan bangunan di sekitarnya yang rusak parah.

Beberapa rumah kecil dikatakan kewalahan menerima para korban.

Hingga Selasa malam, belum diketahui sebab-sebab ledakan. Beberapa laporan setempat menyebutkan ledakan tersebut mungkin dipicu oleh insiden di gudang pabrik sari api.

Laporan lain menyebutkan insiden terjadi di gudang yang menyimpan bahan-bahan yang sangat mudah meledak.

Ledakan terjadi ketika Lebanon tengah dililit genting ekonomi, situasi yang memicu ketegangan politik.

Warga turun ke jalan memprotes cara pemerintah menangani krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990.

Terjadi pula ketegangan di perbatasan dengan Israel, yang mengatakan pekan lalu itu menggagalkan upaya kelompok Hizbullah mengambil wilayah mereka.

Keterangan gambar,

Ledakan menyebabkan kerusakan parah.

Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher, mengucapkan ledakan ini mengingatkan orang bakal bom yang menewaskan anggota kongres dan mantan perdana menteri Rafik Hariri pada 2005.

Ketika itu, Hariri adalah politisi Sunni kenamaan dengan menyerukan agar Suriah mundur daripada Lebanon.

Sejak awal perang saudara pada 1976, Suriah menempatkan tentara dalam negara ini.

Pembunuhan membuat puluhan ribu warga turun ke jalan-jalan menentang pemerintah Lebanon yang pro-Suriah.