Keterangan gambar,

Hingga pertengahan Juli terdapat sekitar 260 kasus Covid-19 dalam Mongolia.

Mongolia dikenal sebagai salah satu negara terakhir yang memiliki kebudayaan nomadik, negara yang terletak masa dua raksasa, China dan Rusia.

Dan hingga saat ini, jadi disebut sebagai negara yang berhasil menerapkan strategi melawan pandemi Covid-19.

Mongolia punya rekor luar biasa. Mulai dari pandemi melanda, negara ini kaga mencatat satu kasus pun penularan lokal di negara dengan masyarakat 3, 2 juta itu.

Hingga Jumat (17/07), Mongolia hanya mencatat 262 kasus positif Covid-19 dan tidak satu pun warga di encarnizamiento meninggal akibat virus corona, berdasarkan data Johns Hopkins University.

Dari total tersebut, 209 dinyatakan sembuh.

Berbagai laporan menyebutkan semua kasus berasal dari warga asing atau dari warga yang pulang dari luar indonesia.

Mongolia berbatasan dengan Rusia di sisi utara dan China di sisi selatan, negara yang pernah seperti salah satu negara dengan kuantitas kasus terbanyak.

Dari Offshore pula pandemi Covid-19 berawal, tepatnya dari Wuhan pada Desember 2019.

Sejumlah pakar mengatakan, keputusan untuk menerapkan protokol kesehatan pada fase awal dan sikap warga yang taat melakukan protokol tersebut membuat Mongolia sukses menekan pandemi.

Ada pula dimana mengatakan “udara bersih dan watak Jenghis Khan” ikut membantu warga mengatasi penyakit ini.

Karantina wilayah dirancang Januari 2020

Dr Gendengarjaa Baigalimaa, pakar kanker di Rumah Sakit Mungun Guur di ibu kota Ulan Bator, mengatakan Mongolia memberlakukan protokol kesehatan sejak akhir Januari 2020.

Keterangan gambar,

Warga Mongolia banyak mengkonsumsi makanan segar, yang dianggap membantu mereka menghadapi wabah virus corona.

Dalam tulisan di laman resmi Universitas Stanford, Amerika Serikat, Dr Baigalimaa menjelaskan semenjak 25 Januari pemerintah Mongolia menutup semua sekolah dan taman kanak-kanak, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Semua kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui televisi dan internet, lunch break kata Dr Baigalimaa.

Pada pertengahan Februari, ketika pandemi menyebar di Offshore, pemerintah Mongolia menempuh langkah pencegahan, termasuk di antaranya membatalkan perayaan tahun baru.

Pemerintah juga melarang seluruh perjalanan dari Ulan Bator menuju provinsi di luar ibu kota.

Selain itu, kata Doctor Baigalimaa, Mongolia menutup perbatasan hanya China dan Rusia, yang di praktiknya menghentikan arus orang, teliti masuk maupun keluar Mongolia.

Semua penerbangan internasional juga dilarang.

Warga Mongolia yg berada di Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Rusia diminta pulang dan begitu tiba mereka harus melakukan isolasi selama 21 hari, selain harus mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan.

Warga k enakan masker sejak November

Warga sudah biasa mengenakan masker.

Masker dipakai sejak awal November seiring bila dibandingkan dimulainya musim flu dan ketika polusi udara memburuk.

Keterangan gambar,

Warga di Ulan Bator sudah biasa mengenakan masker di tempat umum.

Pada 25 Januari, pemerintah mewajibkan semua pegawai negeri, staf bank, dan semua orang dimana berada di toko dan pasar di Ulan Bator untuk mengenakan masker.

Mereka yang melanggar akan didenda US$54 atau sekitar Rp760. 1000. Para pemuka masyarakat dan stamina kesehatan dikerahkan untuk mengkampanyekan perlunya masker dan mencuci tangan alamenurut, teratur.

Di luar itu, tempat-tempat masyarakat ditingkatkan sanitasinya.

“Semua ini sangat membantu menangani penyebaran Covid-19 dan pada saat yang persis juga membantu menekan angka infeksi flu, ” kata Dr Baigalimaa.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ulan Bator, Sergey Diorditsa, mengatakan tindakan segap dan cepat menutup perbatasan dan kewajiban karantina kepada warga yang pulang dari luar negeri membuat Mongolia sukses menekan pademi.

‘Waris i will antusiasme Jengis Khan’

Keberhasilan Mongolia menekan pandemi “juga disebabkan oleh karakter warga Mongolia yang diwarisi dari Jenghis Khan”, kata penulis dan ekonom di Ulan Bator, Antonio Graceffo, dalam tulisan di surat berita The South Dish Morning Post .

Jenghis Khan yaitu panglima dan pendiri Kekaisaran Mongolia yang menaklukkan sebagian besar daerah Asia, termasuk Persia.

Seorang ahli pengobatan tradisional, Enkh-Ouyn Byambadorj, kepada Graceffo menuturkan bahwa warga Mongolia mempunyai sifat mandiri dan pantang menyerah dalam situasi apa pun, sifat yang dimiliki oleh tentara Jenghis Khan saat melakukan perjalanan menaklukkan negeri-negeri jauh.

Keterangan gambar,

Banyak pihak mengatakan warga dengan taat melakukan protokol kesehatan.

“Kalau ada daging, ya makan daging, kalau tak ada, ya tak masalah…, ” kata Byambadorj.

Ia juga mengatakan gaya hidup sederhana, udara yang bersih dan mengonsumsi makanan dan susu segar juga mengakibatkan warga Mongolia lebih kuat menempuh virus corona.

Dr Chinburen Jigjidsuren, penasehat perdana menteri untuk masalah kesehatan, juga menyinggung Jenghis Khan semasa berbicara soal strategi pemerintah serius menyebarkan pesan-pesan kesehatan ke penduduk.

Ia menjelaskan Jenghis Khan mengembangkan system komunikasi yang efektif, yang membikin pesannya bisa cepat disebar ke seluruh wilayah kekaisaran.

“[Di era modern ini] kami melakukan hal yang serupa, seperti yang dilakukan di get older Jenghis Khan. Pesan-pesan pemerintah di dalam Ulan Bator dengan cepat dikirim ke komunitas-komunitas di nomaden di provinsi-provinsi terpencil, ” kata Doctor Jigjidsuren.

Chinburen Jigjidsuren meyakini karantina otoritas dan aturan tentang masker efektif karena warga mengikuti aturan indonesia.

“Tentara Jenghis Khan sangat disiplin. Semangat ini diwarisi oleh kita saat ini, ” katanya. “Jadi, ketika pemerintah meminta warga mengenakan masker maupun tinggal di rumah, orang-orang taat. ”

Ketaatan warga mengikuti anjuran pemerintah juga dikatakan oleh Baljmaa Regarding, wartawan di Ulan Bator, dalam wawancara dengan BBC Mundo.

Ia mengatakan pemerintah dan warga sama-sama khawatir dengan virus corona dan warga secara sadar mengikuti semua protokol kesehatan.

Penutupan perbatasan, penghentian perjalanan internasional, dan karantina wilayah tenntu berdampak terhadap perekonomian.

Pemerintah telah mengeluarkan segenap paket stimulus.

Badan statistik memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun tajam akibat pandemi Covid-19.