Hak atas foto Antara
Image caption Pembagian masker di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Timur mencatat pertambahan kasus harian tertinggi pada Kamis (02/07), yaitu 374 kasus.

Penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia masih di kisaran 1.000 orang per hari.

Pada Kamis (02/07), kasus positif Covid-19 mencapai rekor baru harian, yaitu 1.624 kasus.

Jumlah ini melampaui rekor harian yang tercipta sehari sebelumnya, pada Rabu (01/07), yaitu 1.385 kasus baru.

Secara keseluruhan, kasus positif virus corona bertambah menjadi 59.394.

Dari jumlah itu, 26.667 dinyatakan sembuh, sedangkan pasien meninggal dunia 2.987 orang.

Jawa Timur yang tengah diberi waktu dua pekan untuk menanggulangi Covid-19 mencatat pertambahan kasus harian tertinggi pada Kamis (02/07), yaitu 374 kasus.

Selama beberapa hari terakhir, jumlah kasus di Jawa Timur berada di kisaran 200 hingga 300-an kasus baru per hari.

Pada Selasa (30/06), ada 331 kasus baru. Sedangkan pada Senin (29/06) ada 297 kasus.

Hak atas foto Antara Foto
Image caption Pramugari mengenakan masker dan pelindung wajah memberikan imbauan protokol kesehatan kepada penumpang di KA Bandara Soetta, Jakarta, Rabu (01/07).

Hal ini membuat Jatim menjadi provinsi dengan jumlah tambahan kasus positif tertinggi di Indonesia.

Total ada 12.695 kasus positif, melampaui Jakarta yang mencatat 11.823 kasus.

Di tengah terus bertambahnya kasus, Presiden Joko Widodo pada akhir pekan mengatakan, “Jangan sampai kita masih merasa normal-normal saja, berbahaya sekali.”

  • Update Covid 19 di tengah transisi PSBB Jakarta: Klaster pasar mencuat, bagaimana dengan kasus positif di daerah Anda?
  • Kematian pasien kronis di tengah pandemi: Anak ditolak empat rumah sakit, ‘kalau ditangani, mungkin ia masih berkumpul dengan kami’

Jawa Tengah yang sempat dalam kategori pertambahan kasus harian yang rendah, dalam lima hari terakhir mencatatkan tambahan kasus baru lebih dari 100 orang per hari.

Berikut gambaran kasus harian virus corona di seluruh provinsi Indonesia. Anda dapat menggeser peta dan tabel untuk mengetahui data provinsi tempat tinggal Anda.

5.0002.000100

Lingkaran menunjukkan angka kasus virus korona yang terkonfirmasi.

Provinsi

Kasus

Sembuh

Meninggal

Jawa Timur

12.695

(+374)

4.391

(+192)

948

(+22)

Jakarta

11.823

(+186)

6.871

(+191)

638

(+6)

Kalimantan Selatan

3.337

(+114)

840

(+51)

190

(+0)

Jawa Barat

3.344

(+68)

1.665

(+43)

177

(+0)

Jawa Tengah

4.159

(+153)

1.357

(+98)

170

(+10)

Sulawesi Selatan

5.379

(+165)

1.941

(+50)

168

(+0)

Sumatra Selatan

2.120

(+42)

1.085

(+43)

101

(+8)

Sumatra Utara

1.690

(+89)

425

(+7)

99

(+2)

Sulawesi Utara

1.159

(+30)

219

(+18)

82

(+0)

Banten

1.474

(+8)

882

(+222)

79

(+0)

Nusa Tenggara Barat

1.260

(+15)

834

(+11)

63

(+0)

Kalimantan Tengah

946

(+15)

384

(+0)

55

(+0)

Maluku Utara

940

(+65)

117

(+5)

31

(+0)

Sumatra Barat

750

(+8)

618

(+11)

31

(+0)

Maluku

762

(+13)

307

(+25)

17

(+1)

Papua

1.916

(+70)

870

(+0)

16

(+1)

Bali

1.640

(+113)

875

(+15)

16

(+1)

Kepulauan Riau

307

(+5)

255

(+10)

16

(+0)

Lampung

193

(+2)

153

(+2)

12

(+0)

Bengkulu

130

(+1)

91

(+1)

12

(+0)

Gorontalo

256

(+7)

222

(+9)

11

(+1)

Riau

228

(+1)

188

(+10)

10

(+0)

Yogyakarta

320

(+6)

269

(+5)

8

(+0)

Kalimantan Timur

531

(+6)

414

(+14)

7

(+0)

Sulawesi Tenggara

464

(+59)

247

(+10)

7

(+1)

Sulawesi Tengah

186

(+0)

158

(+1)

5

(+0)

Kalimantan Barat

336

(+0)

271

(+0)

4

(+0)

Papua Barat

244

(+2)

170

(+5)

4

(+0)

Aceh

86

(+0)

31

(+0)

3

(+0)

Kalimantan Utara

206

(+0)

165

(+6)

2

(+0)

Kepulauan Bangka Belitung

155

(+0)

136

(+2)

2

(+0)

Sulawesi Barat

119

(+2)

85

(+1)

2

(+0)

Nusa Tenggara Timur

118

(+5)

54

(+14)

1

(+0)

Jambi

117

(+0)

77

(+0)

0

(+0)

Dalam verifikasi

4

(+0)

0

(+0)

0

(+0)


Sumber: Kementerian Kesehatan.

Bahaya kalau merasa normal-normal saja

Dalam pertemuan dengan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur pekan lalu, Presiden Joko Widodo memperingatkan akan dua ancaman krisis selama pandemi, yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

International Monetary Fund (IMF) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi semua negara akan anjlok pada 2020, dengan Amerika Serikat diperkirakan tumbuh -8%, Jepang -5,8%, Prancis -12,5%, dan Jerman -7,5%.

Kondisi pandemi, lanjut Jokowi, akan mempengaruhi permintaan luar negeri sehingga pasokan dan produksi sudah pasti akan terganggu.

“Artinya demand, supply dan produksi rusak dan gagal. Ini yang harus kita ketahui bersama dalam proses mengendalikan Covid-19, yang merupakan urusan kesehatan, tapi kita juga ada masalah lain urusan ekonomi,” kata Presiden.

Untuk itu, dia mengingatkan semua pihak agar memiliki “perasaan yang sama” bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan, sekaligus krisis ekonomi.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pras.
Image caption Petugas membantu warga yang mengikuti tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/05).

“Jangan sampai kita masih merasa normal-normal saja, berbahaya sekali,” tegasnya.

“Jangan sampai masyarakat yang memiiki perasaan yang masih normal-normal saja, sehingga ke mana-mana tidak pakai masker, lupa cuci tangan, masih berkerumun di dalam kerumunan yang tidak perlu, ini yang harus kita ingatkan,” ujar Jokowi.

Jawa Timur dalam sorotan

Khusus Jawa Timur yang tengah jadi sorotan karena kasus penularan yang tinggi, berikut pergerakan pertambahan kasus harian positif virus coronanya.

Sebagai catatan, Selasa (09/06), Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Sidoarjo resmi menghentikan PSBB dan menyatakan hanya menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

Angka pertambahan kasus harian baru di Jawa Timur

per 2 Juli 2020

Kurva Covid-19 di Jakarta

Jakarta masa perpanjangan transisi PSBB bulan Juli, masih terdata di tiga besar provinsi dengan tambahan kasus harian terbanyak, antara 88-232 kasus baru.

Pada masa sebelum transisi, penambahan kasus positif di Jakarta sempat bergerak di kisaran 70-100an kasus per hari.

Angka pertambahan kasus baru harian di DKI Jakarta

per 2 Juli 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan masa transisi PSBB diperpanjang hingga 16 Juli 2020 karena masih ada ‘ketidakdisiplinan masyarakat dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak’.

Awalnya Anies menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi dengan pelonggaran kegiatan secara bertahap di berbagai sektor. Namun masa transisi ini ‘bisa dihentikan setiap saat’ ketika ada indikator yang buruk.

Salah satu indikator yang biasa dipantau adalah angka reproduksi R yang ditargetkan di bawah 1. Target tersebut bermakna satu orang positif berpotensi tidak akan menularkan pada orang lainnya.

  • Istilah ‘angka reproduksi’ alias R yang banyak disorot di tengah wabah Covid-19
  • Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal

Kapan terakhir kali terjadi angka kenaikan positif tertinggi?

Sebelum hari Kamis (02/07), rekor angka kenaikan tertinggi harian kasus Covid-19 terjadi pada:

  • Rabu (01/07): sebanyak 1.385 kasus baru
  • Sabtu (27/06): sebanyak 1.385 kasus baru
  • Kamis (18/06): sebanyak 1.331 kasus baru
  • Rabu (10/06): sebanyak 1.241 kasus baru
  • Selasa (09/06): sebanyak 1.043 kasus baru
  • Sabtu (06/06), sebanyak 993 kasus baru
  • Sabtu (23/05), sebanyak 949 kasus baru
  • Kamis (21/05), sebanyak 973 kasus baru
  • Rabu (13/05), sebanyak 689 kasus baru
  • Sabtu (09/05), sebanyak 533 kasus baru
  • Selasa (05/05), sebanyak 484 kasus baru

Penambahan kasus positif di Indonesia mulai melaju cepat sejak 6 April yakni sekitar 200-300 orang per hari, lalu bergerak naik 300-400an kasus baru per hari. Dan kini, pada bulan Juni, bergerak fluktuatif antara 400-an kasus hingga lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Sejak resmi dikonfirmasi oleh pemerintah pada awal Maret, pasien virus corona di Indonesia kini tembus 50.000 orang.

Berikut kurva penularan virus corona di Indonesia.

Jumlah kasus virus corona di Indonesia

Dari 59.394 pasien, 26.667 pasien sembuh dan 2.987 pasien meninggal dunia

Dari gambaran data epidemiologi, pemerintah meminta masyarakat tetap ‘aman dan produktif’.

“Gambaran ini masih kita yakini bahwa penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Kita tidak punya pilihan lain, kita harus mematuhi protokol. Inilah yang dimaksud dengan kebiasaan baru. Pastikan kita aman dan bisa tetap berproduktif,” kata juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto pada Kamis (18/06).

Hak atas foto Antara Foto
Image caption Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan virus corona di kawasan Bantul, D.I Yogyakarta, Selasa (23/06). Mural yang dibuat oleh warga itu guna mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 serta bertujuan untuk memberikan dukungan atas perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Sebelumnya Yurianto, dalam jumpa pers daring pada pekan sebelumnya beberapa kali menekankan bahwa “penambahan kasus ini merupakan hasil dari kontak tracing yang masif dan agresif”.

Sementara pada Selasa (16/06), Yurianto mengatakan, “Ini gambaran kita harus ketat kembali dalam mengendalikan sebaran penyakit ini dengan menjalankan protokol secara ketat.”

“Sudah barang tentu, ini akan kita kendalikan dengan kajian epidemiologinya. Kita berharap aktivitas sosial yang sudah dijalankan secara selektif dan bertahap tidak akan meningkatkan kasus baru,” kata Yuri.

Hak atas foto ANTARA FOTO
Image caption Perawat mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri baju hazmat (Hazardous Material) menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.

Transisi ‘new normal’

Seiring jumlah kasus terus bertambah, pemerintah meminta masyarakat ‘beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona’ dengan protokol new normal atau kenormalan baru.

Berawal dari rapat kabinet Selasa 18 Mei, skenario tatanan kehidupan baru new normal terus dimatangkan pemerintah. Presiden Jokowi, pada 26 Mei, meninjau persiapan penerapan new normal di stasiun MRT, Jakarta dan mal di Bekasi, Jawa Barat. TNI dan Polri diminta mengawal transisi menuju new normal.

Hak atas foto Antara/Yulius Satria Wijaya
Image caption Warga memadati Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/05).

Ada 340.000 orang personal TNI-Polri yang diturunkan untuk ‘berada di setiap kerumunan’. Mereka ditugaskan memastikan protokol Covid-19 dipatuhi masyarakat.

  • ‘New normal’: Presiden Jokowi ‘ingin TNI/Polri disiplinkan masyarakat’, ratusan ribu personel dikerahkan
  • Kapan vaksin virus corona bisa diberikan? Lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

Dalam jumpa pers daring pada Kamis (28/05), Achmad Yurianto Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona mengatakan, “Kenormalan baru (new normal) adalah cara yang paling tepat dan seluruh dunia melakukan cara seperti ini. Karena itu produktivitas bukan berarti kita hentikan. Kita tidak tahu sampai kapan vaksin akan ditemukan.”

“Seharusnya kenormalan baru adalah gaya hidup, perilaku dan kebutuhan kita yang tak harus ditekan-tekan, disuruh-suruh, diperintah-perintah oleh institusi apapun termasuk pemerintah.”

Tak ada aturan baru tentang salat Jumat

Setelah mengevaluasi pelonggaran penyelenggaraan salat Jumat berjamaah dalam dua pekan berturut-turut, Kementerian Agama pada Kamis (18/06) menyatakan belum akan mengeluarkan kebijakan baru.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan ‘hasil evaluasi sementara menunjukkan tren yang membaik’ dalam pelaksanaan salat Jumat.

Pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan dan Surat Edaran Menteri Agama No. 15 Tahun 2020, walaupun masih ada beberapa tempat yang tidak sepenuhnya sesuai protokol Covid-19.

Sebelumnya dalam jumpa pers di media center Gugus Tugas pada Kamis (11/06), ia mengatakan “Banyak laporan, pada pekan pertama, terutama yang paling kelihatan saf yang rapat, tapi secara umum bagus, menuruti protokol yang sudah ditetapkan.”

Hak atas foto Dasril Roszandi/Getty
Image caption Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Pada 30 Mei, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Disebutkan surat edaran itu sebagai panduan “selama masa kenormalan baru atau new normal“.Menurut Fahcrul, panduan ini mengatur kegiatan keagamaan di rumah ibadah, berdasarkan “situasi riil Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut”, dan “bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah”.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah,” katanya.

WHO: Pandemi ini memburuk

Setelah menembus angka 3 juta penderita pada 28 April, jumlah kasus secara global terus bertambah hingga kini total lebih dari 10,6 juta orang pasien berdasar data Johns Hopkins University, Kamis (02/07).

Berikut ini gambaran perkembangan kasus Covid-19 di dunia termasuk Indonesia. Anda dapat melihat data per wilayah dengan meng-klik tanda panah pada peta.

Kasus positif di seluruh dunia

Tampilkan

Group 4

Upgrade browser Anda untuk melihat data interaktif

Lingkaran menunjukkan jumlah kasus positif virus corona per negara

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data diperbaharui pada 2 Juli 2020 17.49 WIB

Meski terdapat kemajuan dalam memerangi virus tersebut di Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (09/06) menyatakan pandemi ini “memburuk” di seluruh dunia.

“Pandemi ini telah berlangsung selama lebih dari enam bulan, ini bukan saatnya bagi negara manapun untuk bersantai,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Total angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia pada saat WHO memberikan pernyataan ini telah lebih dari 400.000 orang.

Berikut ini adalah perkembangan penularan virus corona dan perbandingannya dengan angka kematian di tiap negara. Silakan scroll tabel untuk melihat data negara yang Anda ingin ketahui.

Scroll tabel untuk data lebih lanjut

Silakan perbaharui browser Anda untuk pengalaman lengkap

Informasi ini diperbaharui dari waktu ke waktu namun tidak merefleksikan kondisi terkini dari masing-masing negara.

** Data untuk kasus baru rata-rata diperbaharui tiga hari sekali. Karena banyaknya revisi dari angka kasus, rata-rata kasus tidak dapat dihitung untuk tanggal ini.

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data terbaru 30 Juni 2020 23.24 WIB

Bermula di China, virus corona kemudian berjangkit di 200 lebih negara. Dalam waktu sekitar empat bulan, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Italia, Inggris, India menjadi negara-negara dengan kasus tertinggi.

Berikut gambaran perkembangan penularan virus corona dari hari ke hari di seluruh dunia berdasarkan data Johns Hopkins University.

Dalam data 69 orang pasien awal yang dirawat karena positif virus corona di Indonesia hingga 13 Maret 2020, lebih dari separuhnya berusia lebih dari 40 tahun.

Namun Kementerian Kesehatan belum membeberkan lagi data harian usia dan jenis kelamin pasien tambahan yang dikonfirmasi sebagai pasien positif virus corona baru setelah tanggal 13 Maret 2020.

Sebaran pasien virus corona menurut usia di Indonesia

Benarkah laki-laki lebih rentan terjangkit virus corona seperti analisa para pakar kesehatan?

Di Indonesia lebih dari separuh pasien (data hingga 13 Maret 2020) berjenis kelamin laki-laki.

Pasien virus corona menurut jenis kelamin

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

MENCEGAH TERTULAR: Tips terlindung dari Covid-19 dan mencegah penyebaran sesuai petunjuk WHO

VAKSIN: Kapan vaksin virus corona bisa tersedia untuk masyarakat Indonesia? Lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

Data infografis ini diperbaharui sesuai perkembangan yang terjadi.