Hak atas foto Antara Foto/Umarul Faruq
Image caption Sejumlah pekerja migran Indonesia menjalani rapid check saat tiba dari Malaysia di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, April lalu.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran pada Jumat (15/05) yang mengatur prosedur kepulangan WNI dan kedatangan WNA lewat semua pintu masuk Indonesia guna mengantisipasi wabah virus corona. Surat edaran itu dirilis setelah ratusan ribu pekerja migran telah pulang ke Indonesia.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, melaporkan sebanyak 126. 742 pekerja migran Indonesia (PMI) telah kembali ke Indonesia “Baik dengan transportasi darat, laut, maupun udara, inch kata Benny, 9 Mei 2020.

Di antara mereka, ada yang tidak dites Covid-19 setibanya di Indonesia, meskipun Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah maka akan mewaspadai kepulangan mereka karena berpotensi menyebabkan gelombang kedua penyebaran malware.

“Diperiksa kesehatan seperti detak jantung lalu ditembak mukanya [cek suhu], bukan ada pemeriksaan lain. Lalu keluar bandara, dijemput keluarga, dan sampai rumah, sekarang saya lagi berladang, ” kata seorang pekerja migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi kepada wartawan BBC News Philippines Raja Eben Lumbanrau, Selasa (05/05).

Hak atas foto EPA
Image caption Pekerja migran dri Malaysia tiba di pusat karantina di Medan pada 10 Apr lalu.

Bagaimana mekanisme pengaturan prosedur kepulangan WNI?

Dalam surat edaran itu, mereka yang tiba di Indonesia wajib mengikuti prosedur karantina kesehatan dan pemeriksaan tambahan, seperti wawancara dan pemeriksaan melalui rapid test atau p olymerase chain reaction atau PCR.

Setiap WNI dibekali dengan surat keterangan sehat atau health certification dalam bahasa Inggris yang berlaku maksimal tujuh hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal.

Dokumen tersebut akan divalidasi oleh dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) baik di pelabuhan, bandara, juga Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).

Walaupun hasil pemeriksaan negatif virus corona, mereka tetap harus menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan. JIka tidak ditemukan penyakit maka petugas KKP mengeluarkan izin kesehatan dan wellness alert card kepada individu yang bersangkutan.

Setelah dari KKP, apabila warga tersebut ingin melanjutkan perjalanan ke daerah asal, mereka wajib menarik surat jalan dari pihak Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat. Izin kesehatan dari KKP tersebut juga diserahkan kepada pihak RT lalu RW setempat, agar puskesmas dapat memantau mereka selama isolasi mandiri di rumah.

Andai WNI tiba di Indonesia sama sekali tanpa membawa surat keterangan sehat, KKP akan melakukan pemeriksaan kesehatan contohnya rapid test atau PCR dan selama menunggu hasil pengujian, WNI menunggu di tempat karantina sementara yg sudah disediakan. Jika hasil tes PCR positif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit darurat / RS rujukan di wilayah setempat.

Hak atas foto EPA
Image caption Pekerja migran yang tiba di pusat karantina pada Medan pada tanggal 10 04 lalu.

Perketat pintu masuk

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri mengatakan dengan adanya risiko kasus impor, pemerintah memperketat pintu masuk Indonesia di tengah kepulangan puluhan ribu WNI dari luar negeri dikarenakan wabah virus corona.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Kamis (30/04), sejak eighteen Maret hingga 29 April, sekitar 68. 614 warga negara Philippines telah tiba dari Malaysia dengan transportasi darat, laut, dan udara.

Sebanyak 1. 381 WNI dari berbagai belahan dunia juga telah kembali.

Lebih lanjut Retno mengatakan yakni Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memperkirakan bahwa masa kontrak kerja sekitar 33. 000 WNI di luar negeri bakal kedaluwarsa dalam tiga bulan ke depan dan diperkirakan akan pulang juga.

“Sementara kita juga memperkirakan 2. 399 awak kapal pesiar akan pulang, ” tambah Retno.

“Kami sangat menyadari kemungkinan risiko kasus impor termasuk dari warga Indonesia yang kembali dari luar negeri. Dikarenakan itu, tak ada pilihan lain bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat protokol kesehatan setibanya mereka di Indonesia, ” kata Retno dalam jumpa pers Kamis (30/04).

Sebagian besar tenaga kerja Indonesia pulang secara mandiri lalu sekitar 1500 dideportasi oleh pemerintah Malaysia.

Retno mengatakan demi menekan risiko impor fall Covid-19 pemerintah akan memastikan semua WNI yang pulang mematuhi semua protokol kesehatan, baik di tempat kedatangan maupun tempat keberangkatan.

Fasilitas karantina di titik masuk

Hak atas foto IWAN CKN/AFP
Image caption Pekerja migran Indonesia tiba dari Malaysia di Pelabuhan Sri Junjungan, Dumai, Riau 2 April 2020.

Pemerintah sudah menetapkan sejumlah lokasi yang dijadikan titik masuk atau entry point bagi WNI — jalur udara yaitu Jakarta, Bali, Makassar, dan Medan; jalur laut yaitu di Batam, Tanjung Priok, Benoa, Dumai, lalu Tanjung Balai Karimun.

“Di setiap titik masuk jadi ada fasilitas karantina bagi mereka yang menunjukkan gejala. Kami juga menyediakan fasilitas transit bagi para TKI sebelum mereka kembali ke kampung halaman mereka di seluruh wilayah Indonesia, ” papar Retno.

“Bagi para WNI yang tidak menunjukkan gejala, kami sangat menganjurkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Pemerintah lokal, atau bahkan di tingkat desa, juga jadi berusaha untuk memastikan langkah-langkah karantina dipatuhi. ”

Adapun mengenai proses pengembalian WNI yg bekerja sebagai awak kapal, Retno mengatakan proses disembarkasi membutuhkan persiapan teknis yang teliti, termasuk memenuhi protokol kesehatan wajib.

“Proses itu tidak bisa diterapkan dengan terburu-buru, ” kata Retno, seraya menambahkan bahwa proses tersebut membutuhkan koordinasi dari pemerintah pusat dan provinsi.

Retno mengatakan memang ada lonjakan kedatangan kapal pesiar di Indonesia karena negara-negara lain enggan menerima kapal-kapal tersebut di pelabuhan mereka.

Ia juga mengatakan pihaknya telah berusaha memfasilitasi kepulangan awak kapal Indonesia di luar negeri menggunakan pesawat sewa, tapi ini membutuhkan “fleksibilitas” negara-negara yang dikunjungi oleh kapal-kapal tersebut.

Hak atas foto ABDUL RAHMAN
Image caption Sekelompok tenaga kerja Philippines merasa sampai perlu meluncurkan kampanye permintaan bantuan pangan kepada pemerintah Indonesia.

Apa yang akan dilakukan dalam para pekerja migran yang kembali?

Benny Ramdhani, kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), mengatakan sekitar 34. 300 pekerja migran yang diperkirakan maka akan pulang adalah mereka yang masa kerjanya berakhir bulan Mei hingga Juni 2020.

Mereka sebagian besar berada di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Oman, Arab Saudi, Kuwait, dan Italia.

Oleh jumlah tersebut, ditambah puluhan ribu WNI yang sudah tiba di Indonesia, diperkirakan pada bulan Siebenter monat des jahres nanti akan ada sedikitnya a hundred. 000 mantan pekerja migran yg telah kehilangan pekerjaannya.

Benny mengatakan meski BP2MI sebatas memberikan pelayanan dan perlindungan kepada PMI yang pulang ke kampung halaman, mereka tengah merumuskan skema yang bertujuan memberikan pemberdayaan redovisning, bantuan usaha, relaksasi Kredit Usaha Rakyat, hingga pelatihan. Mereka menyebutnya “PMI Purna”.

“Intinya bagaimana ketika mereka pulang, modal yang tidak miliki dari hasil kerja mereka itu tidak percuma tapi bisa mereka gunakan untuk modal usaha.

“Nah tentu terkait penguatan-penguatan pelatihan, pelatihan-pelatihan produktif, kemitraan dengan BUMN, oleh perbankan, mitra kerja… ini yg kita terus buka dan berdayakan, ” tuturnya.

Hak atas foto ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY
Image caption Seorang pekerja migran Indonesia dari Malaysia diperiksa suhu tubuhnya di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, 10 April lalu.

Wahyu Susilo, direktur eksekutif lembaga pemerhati hak pekerja migran Migrant Care mengatakan pra pekerja migran yang pulang kampung perlu diikutkan dalam program jaring pengaman pemerintah seperti bantuan langsung tunai, bantuan sembako, kartu prakerja, maupun program padat karya.

Para pekerja migran tersebut layak mendapatkannya, menurut Wahyu, karena mereka termasuk WNI yang pertama terdampak wabah Covid-19 di luar negeri sejak bulan Januari.

“Dan pemerintah kita enggak berbuat apa-apa. Jadi sebagai kompensasi dari kelalaian itu harus dipastikan bahwa ratusan ribu pekerja migran yang nantinya akan stay tanah air itu harus mendapatkan akses untuk jaring pengaman sosial, inch ujar Wahyu.

‘TKI terperangkap lockdown di Malaysia’

Sebelumnya, pada 16 04, Wahyu mengatakan bahwa akibat wabah virus corona sejak Januari lalu dan dengan diterapkannya karantina wilayah—di Malaysia disebut Perintah Kawalan Pergerakan—membuat para pekerja Indonesia di Malaysia dalam posisi rentan dan terperangkap.

Ia memperkirakan puluhan ribu tenaga kerja Indonesia berniat pulang dalam beberapa pekan ke depan.

Hak atas foto FAZRY ISMAIL/EPA
Image caption Seorang wartawan menyaksikan pengumuman paket stimulus senilai RM20 miliar yang disampaikan PM Tan Sri Muhyiddin Yassin.

“Hal yang paling konkret yang dialami pekerja migran kita adalah mereka yang sekarang ini terperangkap di dalam pemberlakuan lockdown di Malaysia.

“Pemantauan sampai minggu yang lalu, sudah hampir 40. 000 pekerja migran kita dari wilayah Malaysia itu sudah menyeberang, terutama ke pelabuhan-pelabuhan di kepulauan Riau. Nah, ini yang saya kira harus menjadi perhatian, ” ujar Wahyu kepada BBC News Indonesia dalam Kamis (16/04).

Hak atas foto Antara/NOVA WAHYUDI
Image caption Petugas kesehatan berjalan keluar tenda usai melaksanakan pemeriksaan cepat Covid-19 terhadap WNI yang menjadi anak buah kapal Kapal Pesiar MV Dream Explorer setibanya di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4).

Ia juga merujuk pada data Badan Pelindungan Pekerja Migran Philippines (BP2MI) yang memprediksi sampai bulan Mei akan ada sekitar 38. 000 pekerja migran yang maka akan kembali ke Indonesia.

Wahyu menambahkan bahwa pemerintah harus serius memperhatikan agar kebutuhan mereka juga terpenuhi.

“Yang saya serukan pemerintah serius menangani hal ini, baik dengan pasokan logistik untuk yang masih bertahan dan menjalankan protokol kesehatan mereka yang pulang, ” kata Wahyu Susilo.

TKI pulang sebelum Idul Fitri

BP2MI memperkirakan jumlah pekerja migran yang pulang akibat wabah pathogen corona diperkirakan akan melonjak selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri mendatang.

Pada sisi lain, Pemerintah Indonesia juga memperkirakan bahwa puncak pandemi di dalam negeri akan terjadi pada bulan Mei hingga Juli, kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

“Di mana angka kasus pada saat puncak tersebut secara kumulatif diprediksi mencapai ninety five. 000 kasus. Di mana selama Juni-Juli kasus konfirmasi positif sudah akan mencapai 106. 000 kasus, ” kata Wiku dalam konferensi pers pada Kamis (16/04).

Hak atas foto GOH CHAI HIN/AFP/Getty
Image caption Seorang karyawan supermarket memeriksa suhu badan konsumen di pintu masuk toko di Penang ini.

Ingin pulang

Wabah corona setidaknya membuat banyak TKI di Malaysia kehilangan pekerjaan, seperti yang dituturkan oleh Rosidah. Ia adalah seorang pekerja migran dari Jawa Timur yang bekerja di sektor kebersihan di Selangor.

Rosidah mengatakan yakni dia dirumahkan sejak pertengahan Maret, ketika Malaysia menerapkan lockdown. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sedang hamil dan ingin pulang.

“Karena kondisi saya kini lagi hamil. Tadinya memang rencana balik bulan empat (April), namun sekarang ada kondisi Covid terkait, jadi tidak bisa balik.

“Padahal kandungan saya telah masuk tujuh bulan. Saya mau kembali ke Madura untuk melahirkan. Di sini kondisinya begini, lockdown, kita pun cuti, mau makan pun susah, ” kata Rosidah.

Beberapa pihak mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah, maupun tempat asal untuk menerima mereka. Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sudah wujud koordinasi antara pemerintah pusat, kota, serta berbagai instansi dan lembaga yang terkait.

Hak atas foto Staf KBRI Kuala Lumpur memberikan bantuan sembako
Image caption Staf KBRI Kuala Lumpur memberikan bantuan sembako kepada WNI.

Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa awal pekan ini ada sembilan pekerja migran yang berasal dari wilayah Jawa Tengah yang pulang ke Indonesia dan tiba di Sumatera Utara.

“Sembilan itu anda akan siapkan tempatnya di Semarang. Sudah jadi, tinggal masuk tertentu, mudah-mudahan bisa dikarantina dulu pada situ, ” kata Ganjar kepada BBC News Indonesia pada Kamis (16/04).

Terkait persiapan pada tingkat daerah dalam mengantisipasi kemungkinan banyaknya pekerja migran yang pulang sekaligus, Ganjar mengungkap bahwa mekanisme utama terfokus pada tingkat pusat, di mana diharapkan akan disiapkan lokasi karantina sebelum pemulangan ke masing-masing daerah.

“Kalau pemerintah pusat sebenarnya telah menyiapkan . Pusat yang menyiapkan. Jadi begitu masuk ke Indonesia, katakan di kamp di satu tempat, seperti yang dulu ada di Natuna, selesai 14 hari baru dipulangkan.

“Kan terkontrol semuanya. Mudah-mudahan mekanisme ini bisa dipakai buat itu, ” ujar Ganjar.

Sejak diberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan pada pertengahan Maret lalu dan yang telah diperpanjang sebanyak dua kali, banyak tenaga kerja migran dari Indonesia yang kehilangan pekerjaan.

Sebagian pada antara mereka mengaku kesulitan bertahan hidup dan sampai perlu menyerukan permintaan bantuan makanan melalui media sosial kepada pemerintah Indonesia.

Berita ini diperbarui dalam Kamis, 30 April 2020.