Benar atas foto Getty Images
Image caption Sejumlah pendemo ikut ambil bagian dalam pertunjukan anti-lockdown di Kansas City, Missouri

Negara Bagian Missouri di Amerika Serikat menggugat China atas penanganan terhadap wabah virus corona yang membuahkan kerugian besar dalam ekonomi.

Dalam dokumen pengadilan yang diserahkan pada keadaan Selasa kemarin, Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt menuding China tidak berbuat banyak dalam menghentikan penyebaran Covid-19 di seluruh dunia sehingga menyebabkan wabah yang “tidak menetapkan dan bisa dicegah”.

Gugatan federal itu mengincar substitusi rugi atas “hilangnya banyak nyawa, penderitaan manusia, dan kekacauan ekonomi” yang telah terjadi di negeri bagian itu.

“Pemerintah China berbohong pada dunia mengenai bahaya dan temperamen penyebaran Covid-19, membungkam orang-orang dengan berupaya memperingatkan, dan tidak melakukan banyak menghentikan penyebaran penyakit. Itu harus dimintai pertanggungjawaban atas kesibukan mereka, ” sebut Schmitt pada pernyataannya.

Secara terpisah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru mendorong spekulasi mengenai asal-usul virus Covid-19.

Ia menekankan bahwa virus corona lahir di tengah perang dagang Amerika Serikat dengan China, dan mengatakan bahwa tidak ada yang lebih keras terhadap China ketimbang dirinya.

“Dan tiba-tiba, boleh dari mana, muncul musuh dengan tidak kelihatan, ” ujarnya, mengacu pada pandemi itu, dalam jumpa pers di Gedung Putih.

Trump juga berkata pada wartawan: “Kami pikir kami tahu dari mana ia [virus corona] berasal. Kami mungkin mau banyak bicara soal itu. ”

Sejumlah media AS sebelumnya melaporkan bahwa lembaga polisi AS meyakini virus tersebut datang dari sebuah lembaga penelitian virus di Wuhan dengan protokol keamanan yang kurang baik, tudingan yang telah dibantah China.

Trump mengatakan kepada para pewarta bahwa ia tidak akan membincangkan laporan intelijen.

Hak atas foto Reuters

WHO: Tak ada bukti virus berasal sejak laboratorium

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bukti-bukti yang ada mengindikasikan bahwa virus corona berasal dari hewan, dan menepis laporan yang menyebut virus itu diciptakan di laboratorium penelitian virus di Wuhan, China.

Hari Selasa kemarin, juru bicara WHO, Fadela Chaib, mengatakan seluruh bukti menunjukkan virus tersebut “tidak dimanipulasi atau dikonstruksi di lab. atau tempat lain. ”

“Kemungkinan, sangat mungkin, virus itu berasal dari hewan, ” ujarnya dalam jumpa pers WHO di Jenewa, Swiss.

Proses transmisi virus Covid-19 sebab hewan ke manusia belum sahih, ia menambahkan.

Hak atas foto EPA
Image caption Seorang ilmuwan melakukan tes virus corona di sebuah laboratorium di Yunani.

“Kemungkinan besar ia berkembang biak pada kelelawar — tapi bagaimana virus tersebut menular dari kelelawar ke manusia belum diketahui, ” ujarnya.

Tak lama sesudah isu virus corona ini muncul, muncul berbagai spekulasi – biasa tidak berdasar – mengenai asal-usulnya.

Satu teori yang sempat menjadi viral di negeri maya mengatakan SARS CoV-2 diciptakan di laboratorium sebagai senjata biologis. Tudingan ini telah berkali-kali dibantah oleh para ilmuwan, yang menekankan bahwa berbagai penelitian menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan kepala sangat mungkin dari kelelawar.

Virus memang bisa diciptakan buat tujuan penelitian. Contohnya, penelitian gain-of-function (GOF) melibatkan percobaan yang bisa meningkatkan kemampuan suatu patogen untuk menyebabkan penyakit, untuk memprediksi mutasi virus di masa depan.

Namun penelitian tentang genom virus corona di AS, yang dipublikasikan pada bulan Maret, tidak menemukan tanda bahwa virus tersebut direkayasa.

Benar atas foto Reuters
Image caption Sejumlah kasus di awal pandemi dikaitkan dengan pasar makanan laut di Wuhan.

“Dengan memisalkan data sekuens genom untuk alur virus corona yang telah diketahui, kami bisa dengan tegas membenarkan bahwa Sars-CoV-2 berasal dari jalan alami, ” kata salah satu penelitinya, Kristian Andersen, dari Scripps Research di California.

Teori lainnya menuding virus tersebut alami, namun tak sengaja lepas dari laboratorium. Kedekatan pasar sasaran laut Wuhan, tempat wabah tersebut pertama kali dideteksi, dengan setidaknya dua lembaga yang melakukan studi penyakit menular menimbulkan spekulasi menerjang kaitan.

Bahwa Wuhan Institute of Virology (WIV) memang pernah melakukan riset tentang virus corona di kelelawar. Penelitian tersebut sah dan diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah internasional. Mengingat pengalaman China dengan wabah Sars pada pokok 2000-an, ini bukan hal mengejutkan.

Pakar keamanan hayati di King’s College London, Dr. Filippa Lentzos, mengatakan persoalan susur galur virus corona baru adalah “pertanyaan yang sangat sulit”.

Ia menambahkan bahwa “ada perbincangan diam-diam, di balik layar, dalam komunitas pakar keamanan hayati, mempertanyakan asal-usul pasar makanan laut yang telah muncul begitu kuat sebab China. ”

Tetapi hingga saat ini belum ada bukti bahwa lembaga riset manapun di Wuhan merupakan sumber Sars-Cov-2.

Pemerintah China digugat

Dalam gugatan terhadap China, Partai Komunis China, serta pejabat pemerintahan lainnya, Jaksa Besar Missouri Eric Schmitt mengklaim warag Missouri menderita kerugian ekonomi yang bisa mencapai miliaran dollar.

“Di Missouri, dampak virus ini begitu nyata—ribuan orang telah terinfeksi dan banyak yang wafat dunia, sejumlah keluarga terpisah sebab orang-orang tercinta yang meninggal dunia, usaha kecil menutup bisnis, serta mereka yang hidup dari honorarium ke gaji kesulitan menempatkan sasaran di meja, ” kata Schmitt.

Gugatan federal itu mengincar ganti rugi untuk “hilangnya banyak nyawa, penderitaan manusia, dan kekacauan ekonomi” yang telah terjadi di negara bagian itu.

Juru bicara kantor jaksa agung menyebut langkah ini “bersejarah”.

Tapi wartawan BBC di AS, Anthony Zurcher, mengutarakan gugatan tersebut akan menghadapi larangan legal dan prosedur yang pas besar.

Hukum dalam AS, misalnya, memberi pemerintahan ganjil kekebalan dari gugatan di mahkamah AS.

Untuk menggugat China, pemerintah Negara Bagian Missouri juga harus membiayainya dengan merogoh uang dari kas pemda.

Namun Missouri mungkin tak terlalu peduli dengan ganti celaka uang, dibandingkan mendapatkan pamor politik dan menyalahkan China atas kebobrokan kesehatan dan ekonomi dari pandemi.