Hak atas foto Getty Images
Image caption Tersedia lebih dari 500. 000 kejadian Covid-19 dilaporkan di Amerika Serikat

Amerika Serikat kini mengambil alih status Italia sebagai negara dengan jumlah kematian akibat virus corona tertinggi di dunia.

Data terakhir yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University menunjukkan lebih dari 20. 000 orang di Amerika Serikat meninggal dunia akibat virus mematikan ini.

Pencapaian buruk ini tampak setelah Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mencatat rekor maut 200. 000 orang per keadaan akibat Covid-19.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada Sabtu (11/04) bahwa angka kematian di negeri bagian itu tampak mulai tetap.

Ketika mengumumkan 783 kematian baru dalam 24 jam, dia menekankan bahwa dalam kurang hari angka kematian berkisar di angka yang sama.

“Itu bukan angka tertinggi, dan Anda lihat bahwa angka tersebut tampak mulai stabil kendati menjadi stabil pada angka yang mengerikan, ” ujar Cuomo.

“Ini adalah angka-angka yan membuktikan kehilangan dan kesedihan, ” lanjutnya.

Negara bagian New York menjadi pusat penyebaran epidemi di Amerika Serikat, mencatatkan lebih dari 180. 000 kasus sejak seluruh 520. 000 kasus dalam seluruh AS.

Bagi Sabtu, seluruh negara bagian AS mengumumkan tanggap bencana atas epidemi virus corona.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kasus Covid-19 di zona merah seperti New York mulai terang menurun, kata para ahli

Pada perkembangan lain:

  • Tercatat 917 kematian baru di Inggris, membuat angka kematian nasional menjelma 9. 875
  • Raja perempuan Inggris mengeluarkan pesan Paskah yang berisi “virus corona tidak hendak mengalahkan kita”
  • Kementerian Kesehatan Inggris melaporkan 510 kematian baru, angka paling rendah yang tercatat di negara itu sejak tiga minggu terakhir
  • Angka kematian di Prancis dan Italia meningkat akan tetapi penderita yang dirawat di unit pembelaan intensif berkurang
  • Ada laporan bahwa Perdana Menteri India menyetujui untuk memperpanjang kebijakan karantina wilayah

Bertambah dari 100. 000 orang meninggal karena virus corona di seluruh dunia sejak pandemi ini bermula di China pada Desember redup.

Apa perkembangan terbaru di AS?

Dalam Sabtu (11/04) siang, Italia mengadukan 19. 468 kematian akibat virus corona, sementara di Amerika Konsorsium terdapat 20. 506 kematian, merujuk pada data Johns Hopkins.

Kini, setidaknya ada 527. 111 kasus Covid-19 di segenap Amerika Serikat.

Kepala badan yang menangani penyakit menular di AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan angka kasus dan mair di negara itu “mulai turun” namun upaya-upaya mitigasi seperti celik jarak, tidak boleh dikendurkan.

Kebijakan jaga jarak dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump dan berlaku hingga 30 April.

Presiden Trump bertemu dua tekanan akibat pandemi itu: dengan jumlah pengangguran yang meningkat menjadi 16 juta seiring secara wabah yang menghantam perekonomian dalam negara itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga bertepuk tangan sebagai wujud penghormatan terhadap petugas medis di Manhattan

Dia mengatakan pada Jumat (10/04) bahwa dewan baru, yang terdiri lantaran tokoh-tokoh bisnis dan medis, mau diumumkan minggu depan untuk membantunya dalam “keputusan terbesar yang sudah saya buat” tentang kapan saatnya memperlonggar kebijakan terkait wabah corona.

Itu terjadi masa Kongres terus memperdebatkan tahap selanjutnya dari bantuan keuangan Covid-19.

Demokrat menghendaki adanya bunga bantuan sebesar US$250 miliar, dengan diusulkan untuk membantu usaha mungil juga memungkinkan dana tambahan buat rumah sakit dan pemerintah kawasan.

Tetapi dua politisi Republikan teratas di Kongres, Mitch McConnell dan Kevin McCarthy, menumpukan permintaan tersebut.

Pada sebuah pernyataan mereka menggambarkan kiprah itu sebagai “ancaman sembrono” dengan memblokir “dana penyelamatan pekerjaan”.