Hak atas foto Reuters
Image caption Tiga pekerja medis berangkulan di Bandara Internasional Wuhan Tianhe setelah lockdown di Kota Wuhan dicabut pada 8 Apr 2020.

Karantina wilayah alias ‘lockdown’ pada Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China—tempat pandemi virus corona bermula—resmi dicabut. Warga kota yang memiliki ‘kode hijau’ pada aplikasi ponselnya diperbolehkan keluar kota, untuk pertama kali sejak 23 Januari silam.

Pencabutan kebijakan ‘lockdown’ itu dibarengi dengan pembukaan jalan bagi kendaraan serta layanan kereta api.

Mass media pemerintah China menayangkan gambar-gambar dri angkasa yang memperlihatkan sedikitnya hundred kereta cepat berangkat serta blokade-blokade jalan tol diangkut.

Mulai Rabu (08/04), warga “berkode hijau” akan dapat menggunakan moda transportasi umum, oleh terlebih dahulu memindai kode QR. Kode tersebut berbeda untuk setiap orang karena terkait dengan status kesehatan yang bersangkutan.

Warga yang bekerja di bidang farmasi dan alat kesehatan serta kebutuhan pokok akan diperbolehkan kembali bekerja.

Sejumlah industri lainnya yang berdampak pada rantai suplai nasional dan global diperkenankan untuk kembali aktif.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sebuah keluarga hendak menumpang pesawat di Bandara Internasional Wuhan Tianhe, pada 8 April 2020. Ribuan orang keluar dari Wuhan setelah lockdown di kota tersebut dicabut.

Selain moda transportasi darat, sebanyak 200 penerbangan dijadwalkan bertolak dari Wuhan pada Rabu (08/04), dengan mengangkut 10. 000 penumpang.

Kendati demikian, sekolah-sekolah masih ditutup dan beberapa pembatasan transportasi masih diberlakukan.

Rangkaian peristiwa ini terjadi sehari sesudah pemerintah China melaporkan tidak wujud kematian akibat Covid-19 pada Selasa (07/04), yang pertama sejak pencatatan dipublikasikan pada Januari lalu.

Untuk menghentikan penyebaran trojan corona di Wuhan, aparat menempuh pelarangan perjalanan dan memerintahkan penutupan tempat-tempat usaha di kota berpenduduk 11 juta orang itu.

Langkah ini, menurut pihak berwenang China, berhasil menurunkan tingkat penyebaran domestik. Adapun kasus positif yang muncul di China saat ini diklaim berasal dari luar negeri.

Khusus di Wuhan, bulan lalu kota itu melaporkan tidak ada kasus baru di dalam sepekan. Kala itu, pusat-pusat perbelanjaan dibuka. Sejumlah warga di kawasan permukiman yang dinyatakan “bebas epidemi” diperbolehkan keluar rumah selama dua jam.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah penumpang memakai alat pelindung diri di Stasiun Kereta Api Wuchang, Kota Wuhan. Pencabutan kebijakan ‘lockdown’ tersebut dibarengi dengan pembukaan jalan bagi kendaraan serta layanan kereta api.

Sementara itu, kota-kota lain di Cina masih mengalami pemberlakuan karantina wilayah. Di Beijing, tempat 31 fall baru dilaporkan pada Senin (06/04), pemerintah kota telah mengumumkan kebijakan baru yang lebih ketat. Siapapun yang memasuki ibu kota Tiongkok itu harus dikarantina dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sejak wabah melanda, lebih dari a few. 300 orang meninggal di Cina dan 81. 740 dikonfirmasi positif terpapar virus corona.

Komisi Kesehatan Nasional menyatakan memiliki 32 kasus baru pada Selasa (07/04), turun dari 39 fall sehari sebelumnya.

Angka-angka itu disoroti beberapa pihak yg menuding pemerintah China tidak melaporkan data sesungguhnya.

Media pemerintah China menanggapi tudingan itu dengan menerbitkan lini masa respons pemerintah China dan informasi yg dibagikan.