Cek fakta: Benarkah ada warga Belanda positif terinfeksi virus corona dan tidak teridentifikasi saat ia berada di Jawa Timur?

Seorang warga negara Belanda bernama Joey Schouten mengaku dinyatakan terjangkit virus corona, dua bulan setelah menyelesaikan proses pemeriksaan medis di satu rumah sakit di Blitar dan dua rumah sakit di Malang.

Kepada BBC Indonesia, pihak rumah sakit membantah Joey mengidap Covid-19.

Sementara itu Joey enggan memberi bukti atas klaimnya karena khawatir dipersoalkan pemerintah Indonesia.

Adapun, seorang warga Malang yang menjadi wali Joey pada proses rawat inap pada Januari lalu menyatakan ragu bahwa kawannya tersebut terinfeksi covid-19.

Berikut ini hasil penelusuran wartawan BBC News Indonesia, Abraham Utama.

Apa yang dinyatakan Joey Schouten?

Hak atas foto Istimewa TogelCC

Ketika dihubungi via telepon dari Jakarta, Kamis (26/03), Joey mengatakan bahwa pada akhir Januari 2020 dia memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit di Blitar, Jawa Timur, karena merasa tidak sehat.

Joey tidak menyebut apa nama rumah sakit itu. Namun kawan Joey, yang enggan disebut identitasnya berkata rumah sakit yang dimaksud adalah Budi Rahayu.

“Mereka melakukan pemeriksaan dasar, tapi tidak bisa menangani saya karena tidak memiliki peralatan yang lengkap. Mereka merujuk saya ke Malang, ke RSI Aisyiyah,” kata Joey.

Joey menyebut RSI Aisyiyah juga tidak bisa menanganinya, walau sudah mengambil darah, tes swab, dan uji urin terhadapnya.

Dari situ, Joey mengaku lalu pindah ke Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Malang.

“Di sana petugas medis melakukan hampir semua tes, termasuk x-ray. Mereka bilang saya terjangkit virus, tapi mereka tidak beritahu itu virus apa,” ujarnya.

Joey mengaku sempat menjalani rawat inap di RSUD Saiful Anwar sebelum akhirnya pulang ke rumah yang ditinggalinya selama beberapa bulan terakhir di Blitar, Jawa Timur.

Dua pekan setelah itu, klaim Joey, dia lantas pulang ke kampung halamannya di Helmond, Belanda.

“Kesehatan saya membaik Saat itu saya tidak tahu banyak tentang corona karena itu masih sangat baru. Dari Belanda, saya berpergian ke Spanyol,” ujarnya.

“Di Spanyol berita virus corona ada di mana-mana. Saya jadi bertanya-tanya apakah virus yang saya idap itu corona.”

“Saya menghubungkan gejala yang saya rasakan dan bahwa saya sebelum ke Jawa Timur, saya sempat ke Singapura saat Imlek. Semua itu seperti mengarah ke satu kesimpulan,” klaim dia.

Dari mana Joey mendapat kabar positif corona?

Dari Spanyol, kata Joey, dia mengontak kawannya di Malang untuk mengecek ke rumah sakit yang pernah didatanginya.

Selang beberapa hari, dia mengaku mendapat pesan di aplikasi Whatsapp dari tenaga medis di RSI Aisyiyah.

Rekam gambar pesan Whatsapp itu ditayangkan koran Belanda, Eindhovens Dagblad.

Namun Joey menolak memberikan nomor yang mengabarinya soal status positif corona yang diklaim ia derita.

“Saya berusaha menghubungi nomor itu, tapi nomor itu sudah tidak aktif. Mereka sepertinya berusaha menutup semuanya,” klaim Joey.

“Perasaan saya berkata saya memang positif corona, apalagi salah satu rumah sakit bilang bahwa saya mengidap virus yang mereka tidak ketahui jenisnya.”

“Gejala yang saya alami juga persis dengan yang dialami pasien pengidap corona. Saya juga pergi ke Singapura yang didatangi banyak turis dari China.”

“Saya punya bukti bahwa saya dirawat di RSI Aisyiyah. Mereka bilang tidak pernah merawat atau melihat saya. Pernyataan mereka tidak benar,” klaimnya.

Namun Joey juga menolak memberikan bukti itu kepada BBC Indonesia untuk memperkuat pernyataannya.

“Cerita ini awalnya hanya diketahui keluarga saya, sekarang seluruh Belanda dan Indonesia tahu,” tuturnya.

“Saya tidak berniat berkonfrontasi dengan rumah sakit. Saya tidak mau dapat masalah. Mungkin lebih baik saya tidak membicarakannya lagi,” kata Joey.

Bantahan rumah sakit

RSUD Saiful Anwar mengakui bahwa mereka pernah menerima pasien dengan nama Joey Schouten.

Namun, kata juru bicara rumah sakit itu, Rusyandini Perdana, Joey tidak mengidap virus corona.

“Joey Schouten terdaftar sebagai pasien karena penyakit lain tanggal 23 Januari 2020. Setelah mendapat perawatan, tanggal 25 Januari dia diperbolehkan pulang,” ujar Rusyandini.

Sementara itu melalui unggahan di akun Instagram mereka, RSI Aisyiyah menyatakan tidak pernah merawat Joey. Mereka menyatakan klaim yang diutarakan Joey sebagai berita bohong.

‘Ada kejanggalan’

Seorang perempuan berdomisili di Malang mengaku menjadi wali Joey dalam proses rawat inap di Rumah Sakit Saiful Anwar.

Namun perempuan yang mengaku mengenal Joey sejak dua tahun lalu itu meminta identitasnya dirahasiakan.

“Tanggal 21 Maret, saat berita tentang Joey muncul, dia kirim pesan ke aku lewat Snapchat. Dia bilang kena corona,” ujarnya via telepon.

“Aku bertanya-tanya, apakah itu benar atau dia hanya cari alasan untuk bisa ngobrol. Aku lihat di statusnya, dia bilang ‘Mom, I’m famous dan ada emoji tertawa dengan air mata.”

“Apakah benar dia bangga karena positif corona? Aku merasa ada sesuatu yang salah,” kata dia.

Lagipula, sepengetahuan perempuan itu, Joey tidak pernah memeriksakan diri atau dirawat di RSI Aisyiyah.

Kejanggalannya, menurut dia, mengapa pernyataan bahwa Joey positif corona justru dikeluarkan RSI Aisyiyah.

Perempuan ini lantas menunjukkan bukti percakapannya dengan orang yang menemani Joey berobat selama di Blitar.

Surat rujukan yang diterima Joey di Blitar, kata dia, langsung mengarahkan warga Belanda itu ke Rumah Sakit Saiful Anwar, bukan RSI Aisyiyah.

Apakah kawan-kawan Joey di Jawa Timur menunjukkan gejala corona?

Tidak, kata perempuan sekaligus wali Joey selama perawatan di RS Saiful Anwar.

“Setelah ada berita Joey positif, aku ke RS Saiful Anwar, aku takut banget karena itu rumah sakit rujukan untuk penanganan corona,” tuturnya.

“Aku minta dites karena dekat dengan orang yang dinyatakan positif. Tapi petugas di sana tidak mau periksa karena aku baik-baik saja,” ujarnya.

Sejak akhir Januari hingga berita ini diturunkan, perempuan itu mengaku tidak pernah jatuh sakit atau mengalami batuk kering, flu berat, atau sesak nafas, gejala Covid-19.

Keluarga yang tinggal bersamanya pun tak menunjukkan gejala tertular corona, jika benar Joey mengidap virus tersebut.

“Pasien corona itu biasanya sedih karena sakit dan ingin identitasnya tak diketahui publik. Kenapa dia malah menyebarluaskan keadaannya dan sebangga itu. Apakah itu masuk akal?” tuturnya.

Siapa Joey?

Dalam profil akunnya di Facebook, Joey mengaku bekerja di perusahaan desain bernama Deco Creations di Belanda.

Joey mencantumkan Rijn Ijssel College Arnhem sebagai kampus tempatnya pernah menuntut ilmu desain grafis.

Joey juga menyebut Blitar sebagai domisilinya, meski berasal dari Helmond.

Menurut kawan perempuannya di Malang, Joey tinggal di Blitar selama hampir dua tahun terakhir.

“Dia tidak cocok disebut pelancong asal Belanda karena menetap lama di Blitar,” kata dia.

Sejak mengklaim tak cepat teridentifikasi mengidap virus corona di Indonesia, Joey menjadi pemberitaan di berbagai media massa Belanda.

Ia juga diwawancarai secara khusus oleh SLAM!, sebuah stasiun radio berbasis di Naarden, Belanda bagian utara.

Joey memiliki akun Instagram yang dikunci, khusus untuk akun yang ia terima sebagai kawannya.

Dalam akun itu, Joey mengunggah berbagai foto selama ia berada di Indonesia, tidak hanya Malang dan Blitar, tapi juga Bali.

Pada akun itu pula, ia memperlihatkan kegiatannya bersama sejumlah rekannya di Blitar yang merupakan warga lokal.